Princess Alesya And The Possessive Daddy

Princess Alesya And The Possessive Daddy
Biar Mandiri



"Iya. Nanti malam saja Sayang." Jawab Al pada putranya yang sedaritadi merengek minta jalan jalan. "Bunda Janji ya." Katanya tak mau dibohongi. "Iya. Nanti malam kita jalan jalan. Sama Ayah juga." Al mengusap kepala anaknya dengan lembut kemudian memasukan loyang ke dalam oven yang sudah panas. "Mau eskrim Bun." Askar mengetuk ngetuk pintu freezer dengan jarinya. Al hanya tersenyum melihat tingkah lucu putranya. Wanita itu mengangguk kemudian segera menggendong Askar untuk memilih sendiri. "Mau yang mana?" Bocah itu tampak berfikir. "Coklat dan Vanilla." Jawabnya. "Satu saja. Kalau kebanyakan nanti tenggorokan Askar sakit. Mau yang mana?" Alesya mengangguk mendapat jawaban sang anak. Ia kemudian mengambil satu cup dan membawa putranya untuk duduk.


"Askar minta diajak jalan jalan Mas." Kata Al sembari memijit kepala suaminya yang berada dalam pangkuan. Mereka ada waktu bersama setelah makan siang dan Askar tentunya sudah tidur dengan pulas di ranjang. "Kamu jawabnya bagaimana?" Alex merespon. "Ya aku jawab nanti malam begitu. Nggak tega dari pagi sudah merengek terus. Dia jarang diajak keluar kan. Paling juga pas belanja sama ke rumah Mami." Jelas Al membuat suaminya mengangguk. "Yasudah. Nanti malam saja ajak dia keluar." Jawab Alex membuat istrinya tersenyum.


Sore hari mereka memutuskan untuk berangkat karena akan ke pantai sebentar. Bukan Askar yang meminta tapi Ibunya dan apa daya saking cintanya Alex pasti dia menurut saja. "Duduk sendiri. Sudah besar. Masa minta dipangku Bunda terus. Kamu itu laki laki jangan manja." Tutur Alex sambil fokus jalan.


Sekitar jam 4 sore mereka sudah sampai di pantai. Askar langsung menggandeng tangan Sang Ibu untuk mendekati bibir pantai. "Jangan kena air. Nanti basah. Bunda tidak bawa baju ganti lo." Askar hanya menganggu begitu antusias dengan pemandangan indah di depannya. "Seneng banget dia." Ucap Alex memeluk istrinya dari belakang. Pria itu memberi beberapa kecupan mesra di pipi mulus sang istri. Al mengeluarkan kameranya untuk mengabadikan momen sang anak. "Bunda. Boleh main air. Hanya sebatas kaki saja." Askar menghampiri kedua orangtuanya. Alesya mengangguk. Wanita itu berjongkok melepaskan sepatu Askar dan menggulung celana panjang bocah itu sebatas lutut. "Jangan jauh jauh." Pesannya langsung mendapat anggukan.


Setelah satu jam berada di pantai mereka memutuskan untuk langsung ke mall agar pulangnya nanti tidak kemalaman. "Capek ya?" Tanya Alex dalam perjalanan. "Enggak. Capek kenapa?" Al malah balik bertanya. "Daritadi Askar minta gendong kamu mulu. Bobotnya kan makin berat." Jawab Alex membuat istrinya terkekeh.


"Mau apa?" Tanya Alesya karena anaknya tidak tertarik pada permainan apapun. Askar menggeleng pelan. "Kita makan sekalian disini ya Mas." Kata Al karena ini sudah jamnya makan malam. Alex mengangguk. Ia kemudian menunjuk satu restoran yang menurutnya menu yang di tawarkan sehat.


Alesya mengambilkan makanan untuk suaminya. Sementara Ia makan berdua sepiring dengan Askar. "Dulu kamu belum umur segini. Bunda selalu makan sepiring dengan Ayah." Kata Alex namun Anaknya tak merespon karena sibuk mengunyah. "Ah. Pedas." Pria itu langsung meneguk minum. "Jangan pakai sambal dong. Kamu kan memang nggak doyan pedas." Wanita itu menuturi suaminya. "Mau itu." Tunjuk Askar pada makanan di atas meja. "Yang mana? Yang ini?" Alesya menunjuk dimsum dan putranya mengangguk. Wanita itu mengambil dengan sumpit kemudian mencocolkan ke mayonise sebelum menyuapkan ke anaknya. "Aku mau Yang." Kata Alex membuka mulutnya. Al tersenyum kemudian mengangguk lalu menyuapi suaminya.


Sebelum pulang. Al menyempatkan waktu untuk belanja dulu. Wanita itu sedang memilih buah buahan dan kebutuhan lainnya. "Tumben Kamu beli nanas Yang." Kata Alex keheranan. "Lagi pengen makan rujak buah." Jawab Al membuat pria itu menghentikan langkahnya. Ia sudah berpikiran macam macam. Jangan jangan......