Princess Alesya And The Possessive Daddy

Princess Alesya And The Possessive Daddy
Hamil Lagi



"Huek...." Al memuntahkan isi perutnya pagi ini. "Sayang. Kamu kenapa?" Tanya Alex sembari memijit tengkuk istirnya dengan pelan. "Nggak tau. Mual sama pusing." Jawabnya kemudian segera berkumur. "Pela pelan." Tutur Alex sembari menuntun sang istri untuk kembali ke kamar. Pria itu segera memanggil dokter untuk memeriksa keadaan istrinya.


"Bagaimana Dok?" Tanya Alex dengan cemas. "Nona sedang hamil tuan. Selamat." Jawab wanita paruh baya itu membuat Alex mengangguk. Ia memang sedang program anak kedua dengan sang istri karena dirasa usia Askar sudah cukup untuk memiliki adik. Ini semua adalah kemauan Al dan Alex hanya bisa menuruti.


Alex kembali ke kamar setelah mengantarkan dokter sampai ke depan. Semua keluarga sudah berkumpul untuk melihat keadaan Al. "Askar nggak mau punya adik." Kata Bocah itu dengan sambil menangis kencang. "Sayang. Jangan begitu. Bunda akan selalu sayang sama Askar. Ada atau tidak ada adik itu sama saja nak. Kasih sayang Bunda sama Askar tidak akan berubah." Al memberikan pengertian pada anaknya hingga bocah itu tenang.


"Jangan terlalu capek, Makan yang bergizi, Dan jangan lupa vitamin sama Susunya di minum." Mami memberikan wejangan sebelum pulang. Ketiga orang itu memeluk Al bergantian. "Ingat kata Mami dek." Ucap Alvin dan Sang Ayah memperingati. "Iya." Jawab Al sambil tersenyum. "Askar jangan nakal. Ikut jagain Bunda ya." Pesan Alvin pada ponakannya dan bocah itu mengangguk.


Keluarga kecil itu berkumpul setelah mengantar keluarga. Askar seperti biasa selalu menempel pada Bundanya. "Bun. Askar mau jalan jalan. Boleh?" Tanyanya sembari bergelayut manja di lengan sang Ibu. "Memangnya mau jalan jalan kemana?" Tanya Alex menanggapi. "Ke pantai saja." Jawab Askar cepat. "Bunda sedang hamil. Tidak boleh sampai lelah." Ucap Alex. Al menatap suaminya itu sambil menggeleng pelan. "Nanti kita pergi." Kata Wanita itu sembari tersenyum.


Sore harinya mereka sudah sampai di pantai. Al menggandeng tangan putranya sambil berjalan di tepian sementara Alex hanya menggandeng tangan istrinya di sisi kiri. "Duduk dulu yuk." Ajak Alex dan keduanya mengangguk setuju.


Mereka duduk di bangku sembari meminum kelapa. Menikmati pemandangan pantai yang begitu indah dengan matahari tenggelam yang memancarkan cahaya jingga. "Bunda." Panggil Askar pelan membuat Wanita itu langsung menoleh pada putranya. "Ada apa Sayang?" Tanya Al. Askar tersenyum menatap Bundanya. "Tidak. Hanya ingin memanggil saja." Jawabnya membuat Al ikut tersenyum. Ia kemudian memeluk putranya dengan hangat dan mengecup pipi Askar beberapa kali.


"Kamu tidak mau sesuatu Yang?" Tanya Alex saat mereka dalam perjalanan pulang. "Tidak. Memangnya kamu mau apa?" Al malah balik bertanya pada suaminya. " Enggak. Lagi nggak pengen apa apa. Aku cuman tawarin kamu barang kali mau makan apa gitu." Jawabnya. "Askar mau sesuatu?" Tanya Al pada sang Putra. "Mau donat madu Bun." Kata Bocah itu dengan semangat. "Mampir dulu beli donat madu Mas." Kata Wanita itu membuat suaminya mengangguk setuju.