
Alex menepuk jidatnya. Ia lupa akan sesuatu. Pria itu buru buru menghampiri Alesya yang sedang sibuk menyusui putranya. "Sayang." panggil Alex sembari duduk di samping Al. "Ada apa? Katanya mau ke rumah Om Bram." Alex menggeleng pelan. "Tidak jadi. Aku baru ingat nanti malam ada acara kondangan." Kata pria itu. "La terus?" Tanya Al. Hanya acara kondangan. Kenapa suaminya ini ribut sekali. "Dress code nya batik. Aku nggak punya." Jawab pria itu dengan lemah. "Biasanya kamu kalo ke acara kondangan emang pakai batik?" Al bertanya tanpa menoleh pada suaminya. "Ini baru pertama kalinya aku ke kondangan sih. Karena malas ditanya kapan nikah." Keluh pria itu sambil memeluk tubuh istrinya. "Ya beli kalau gitu." Usul Al dan Alex mengangguk. "Temani aku ya. Kondangan nanti aku bakal kenali ke semua orang kalau aku sudah punya istri. Dan itu kamu." Alex mengecup gemas pipi istrinya.
Alex merangkul pinggang istrinya memasuki salah satu butik. Pria itu menatap tajam siapapun yang berani melirik Alesya nya. "Selamat datang." Sapa seorang pria agak ke wanita wanitaan kemudian mempersilahkan mereka duduk. Alex merinding di buatnya. Meskipun pria itu berbadan kekar. Namun logatnya itu........seperti waria. "Bram sialan." Umpat Alex dalam hati karena mendapat rekomendasi tempat ini dari pria itu. La tampak mengobrol dan konsultasi dengan pemilik butik ini. "Yang ini bagaimana Mas?" Tanyanya meminta pendapat sembari memperlihatkan kemeja batik lengkap dengan kebaya dan juga baju batik kecil untuk Askar. "Terserah kamu Sayang. Yang penting kita cepat pulang." Jawabnya merasa tidak nyaman.
"Huft." Alex langsung merebahkan tubuhnya di ranjang. "Nggak mau di coba dulu?" Tanya Al menghampiri suaminya sembari menggendong Askar yang tertidur pulas. Ia meletakkan Putranya di samping Alex dengan hari hati. "Nggak Yang. Aku tau pilihan kamu pasti pas." Jawabnya sembari tersenyum. Ia menarik tangan Al hingga wanita itu jatuh di atasnya dan memeluk tubuh ramping sang istri dengan erat.
Malam hari Alex begitu terpesona dengan penampilan istrinya. Wanita itu sangat cantik dengan kebaya maroon dan rok batik yang senada dengan kemeja sang suami. "Nggak jadi pergi ah." Kesal Alex karena istrinya nanti pasti akan jadi pusat perhatian. "Eh. Udah di tunggu sama Om Bram di luar. Kok nggak jadi pergi." Kata Al sembari menggendong putranya.
Alex telah mengenalkan istrinya pada teman temannya. Pria itu tampak bangga memiliki Alesya. Bisik bisik juga terdengar dari beberapa orang yang mengatakan jika Alex begitu beruntung bisa memiliki istri seperti Al. Wajah cantik dan sikap yang lemah lembut begitu membuat mereka terpesona.
Alex, Bram dan Al kini sedang duduk setelah cukup lama berbincang. Al memangku putranya yang begitu pintar. Askar tidak rewel sama sekali meskipun disini sangat ramai. Bayi itu hanya memeluk ibunya dengan tenang. Alex mendengus sebal melihat sosok pria yang sedang berjalan menuju tempatnya. "Alex. Bram." Sapa Doni yang merupakan sahabat semasa SMA keduanya. Alex hanya mengangguk sementara Bram tersenyum tipis. Hubungan ketiganya memang tidak baik saat terakhir mereka bertemu di bangku kuliah. Ah...tepatnya hubungan Alex dengan Doni yang tidak baik. Keduanya perang dingin semenjak bersaing dalam berbagai hal dan kini mereka di pertemukan kembali. Doni tampak biasa namun Alex sepertinya masih terjebak dalam masa lalu. "Ini siapa?" Tanya Doni sembari duduk. "Istirnya Alex." Jawab Bram. "Kenalin. Doni. Temannya Alex." Pria itu menyodorkan tangannya namun langsung di tepis oleh Alex. "Alesya Om." Jawabnya sambil tersenyum. "Istrimu mana?" Tanya Bram memecah keheningan. "Kami bercerai setahun yang lalu." Jawabnya sembari mengulas senyum. "Oh sama. Aku juga duda anak dua. Anak kamu berapa?" Bram ingin mengulik lebih dalam. "Satu. Cewek. Sekarang sudah SMP." Jawabnya membuat Bram mengangguk. "Kamu nikah kok nggak kasih kabar Lex." Tanya Doni menatap pria yang sedang duduk merangkul istrinya. "Nggak. Kita nikahnya sederhana. Tidak banyak yang hadir." Jawab Alex datar membuat Doni mengangguk paham. Alex menelisik tatapan Doni pada istrinya. Pria itu sedari tadi curi curi pandang pada Alesya. "Dasar buaya." umpat Alex dalam hati kemudian berpamitan dan segera mengajak istrinya pulang.