Princess Alesya And The Possessive Daddy

Princess Alesya And The Possessive Daddy
Tetap Bersama Daddy



Alex menghembuskan napasnya berat. Pria itu harus menceritakan semuanya sebelum Al tau dari orang lain dan membuat keadaan semakin runyam. "Daddy." Panggil Al karena Alex tak kunjung bicara. "Sayang. Daddy mohon sama kamu untuk berjanji tidak akan marah dan meninggalkan Daddy setelah Daddy mengatakan semua ini. Daddy punya alasan tersendiri. Daddy menyayangi kamu lebih dari apapun." Kata Alex dan Alesya mengangguk. Gadis itu tampak penasaran karena baru kali ini Daddynya berbicara sangat serius. Alex menceritakan segalanya membuat Alesya menangis. Pria itu menceritakan awal mula Ia menemukan Alesya dan sampai kejadian saat ini ketika keluarga kandungannya telah menemukan Sang Putri yang hilang 16 tahun lalu. "Maafkan Daddy sayang. Daddy menyayangi kamu." Kata pria itu mendekap tubuh Al. Membawa Putrinya dalam pelukan. "Terimakasih Daddy sudah merawat Al, Mencintai Al seperti putri Daddy. Terimakasih banyak. Jujur Al kecewa karena Daddy menyembunyikan semuanya. Namun semua yang Daddy lakukan dan korbankan untuk merawat Al tidak akan bisa dibalas apapun. Al menyayangi Daddy." Kata Alesya membuat hati Alex menghangat.


Seorang penjaga menghampiri Alex di ruang kerjanya. Pria itu melaporkan jika keluarga Ellison sudah datang dan menunggu di ruang tengah. "Baik. Aku akan kesana." Jawab Alex sembari berdiri dari duduknya. Ada rasa cemas yang teramat besar di hati pria itu. Ia takut jika Alesya meninggalkannya dan kembali pada kelurga kandungnya.


Alex memasuki kamar Al. "Sayang." Panggil pria itu dengan lembut sembari memeluk tubuh Putri tercinta. "Mereka sudah datang." Katanya dengan nada yang begitu berat. "Daddy mohon jangan tinggalkan Daddy. Kamu tau kan Daddy hanya memiliki kamu seorang. Daddy sudah bertahun tahun hidup dalam kesepian dan semenjak hadirnya kamu hidup Daddy berubah. Daddy mencintai dan menyayangi kamu lebih dari apapun." Kata Alex penuh permohonan. "Al juga sangat menyayangi Daddy." Jawabnya sembari membalas pelukan hangat Alex.


"Sayang." Tiga orang langsung berhambur memeluk Alesya membuat gadis itu sedikit terkejut. Tangis mereka pecah seketika. Akhirnya setelah sekian lama tubuh putrinya dapat di peluk hingga mereka merasakan kehangatan sebuah keluarga yang utuh dan penuh kebahagiaan. "Kalian akan membuatnya tidak nyaman." Kata Alex langsung membawa Al untuk duduk. "Sayang. Ini Mami nak. Mami sangat mencintai kamu. Akhirnya kita bertemu. Mami sangat bersyukur." Tutur Mami Al sembari memeluk anak gadisnya lagi lebih erat. "Setelah sekian lama mencari kamu akhirnya kita di pertemukan juga. Kamu sangat cantik nak." Papi tak kuasa menahan air mata menangis lagi. Alesya hanya tersenyum menanggapi mereka. "Ini kakak Dek. Maaf telah membuat kamu menunggu sedikit lama untuk mengetahui semua fakta ini." Tutur Alvin ikut memeluk adiknya. "Terimakasih sudah merawat putri kami dengan baik." Kata Papi dan Alex mengangguk lemah.


Kesepakatan telah di capai. Al akan membagi waktunya. Setengah untuk keluarga kandungnya dan setengah untuk sang Daddy. Keluarga Ellison setuju. Anggap saja untuk membiasakan diri Al untuk menerima dan membuat gadis itu nyaman perlahan. "Kami pulang dulu sayang." Kata mereka berpamitan. Memeluk Al secara bergantian. Menciumi wajah cantik gadis itu dengan rakus. "Besok Mami akan jemput Sayang. Kami sudah menyiapkan semuanya untuk kamu." Katanya sembari membelai lembut wajah cantik Alesya. "Terimakasih sudah menjaga anak kami dengan baik." Mami menatap Alex dan mengucapkan kalimat itu dengan sungguh sungguh. "Sama sama." Jawab Alex memaksakan senyumnya.


"Terimakasih sudah mau bersama Daddy Sayang." Alex memeluk putrinya dengan erat setelah keduanya masuk ke dalam rumah. "Al akan selalu bersama Daddy. Al Sayang Daddy." Kata gadis itu sembari membalas pelukan hangat Daddynya.


Tepat tengah malam Alex memasuki kamar putrinya. Pria itu membaringkan tubuhnya di samping Al yang tertidur pulas. Ia perlahan mengecup bibir itu dan menyesapnya dengan lembut. "Aku tau rencana mereka untuk memisahkan kita sayang. Dan aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Aku akan membuat kita akan terus bersama selamanya. Hanya ada satu cara dan aku menunggu itu." Gumam Alex sembari menatap lekat wajah cantik di depannya.