
Alex baru saja selesai mandi langsung memakai skincare nya. Usianya semakin bertambah dan Istrinya masih muda membuat pria itu rajin merawat diri agar tetap muda dan bugar. Kini Ia juga tak sembarangan memilih makanan. Harus yang sehat dan juga harus masakan istrinya sendiri. Hembusan napas keluar dari mulut pria itu. Alesya masih marah karena kejadian kemarin padahal Ia sudah meminta maaf berkali kali. Meskipun sudah bilang memaafkan namun sikap istrinya masih dingin dan terkesan mengabaikannya.
"Sayang." Panggil Alex sembari memeluk Istrinya yang sedang sibuk memasak sarapan di dapur. "Mau aku bantu?" Tanyanya mengecup leher sang istri. "Nggak." Jawabnya kemudian melepaskan pelukan Alex. "Kamu kenapa sih? Aku kan sudah minta maaf." Ucapnya membuat Alesya menghentikan kegiatan kemudian menatap suaminya itu dengan datar. "Semudah itu? Sakit hati aku Mas." Ucap Al membuat Alex semakin bersalah. Pria itu paling tidak bisa melihat istrinya bersedih seperti ini. "Maaf. Aku hanya emosi kemarin." Ia merengkuh tubuh istrinya untuk di peluk dengan erat.
Semuanya sudah kembali seperti semula. Suasana meja makan tampak ramai dengan obrolan keluarga yang bahagia. Alex sudah berbaikan dengan istrinya. Askar kini juga lebih terbuka dengan sang adik. Remaja itu mulai bicara dengan santai dengan Abila. "Nah. Akur begitu kan enak jadinya." Ucap Alex memperhatikan putranya. "Kalian kakak adik harus saling menerima satu sama lain." Lanjut pria itu sembari tersenyum. "Iya Yah. Sudah terlanjur punya adik. Mau di buang kan gimana gitu." Ucapnya sambil terkekeh membuat adiknya cemberut. "Jangan manyun begitu. Jelek." Ledek Askar. "Kakak juga jelek." Balas Bila kemudian tertawa. "Kamu mau kemana Yang?" Tanya Alex melihat istrinya berdiri. "Oh aku lupa kasih tau kamu. Hari ini aku ada janji ikut Mami. Kalian di rumah saja ya." Kata wanita itu bergegas pergi.
Alesya melepaskan seluruh pakaiannya kemudian mengguyur tubuh indah itu dengan shower. Ia terperanjat ketika sepasang tangan kekar sudah melingkar di pinggangnya yang ramping. "Hy Sayang." Ucap Alex begitu sensual sembari mengecupi leher jenjang sang istri. Pria itu membalikkan tubuh Al dan mencium bibir mungil pink Cherry itu dengan rakus. "um...Mas. Aku mau pergi. Jangan macam macam." Keluhnya saat Alex sudah melahap dua bulatan kenyal di dadanya. "Sebentar saja." Jawabnya dengan tangan yang sudah bermain di bawah.
Al ngedumel sebal. Ia buru buru meraih tasnya dan bergegas pergi. "Sayang. Tunggu dulu." Alex mencoba mengejar namun terlambat. Istrinya sudah terlanjur masuk mobil. Pria itu ingin memberi ciuman sebelum Al pergi. Namun sepertinya Sang Istri marah karena membuat terlambat untuk bertemu Mami. "Kenapa Yah?" Tanya Askar menghampiri Ayahnya. "Nggak papa. Kamu mau pergi?" Askar menggeleng. "Cuman mau lihat Bunda saja. Eh ternyata sudah berangkat." Jawabnya kemudian masuk lagi.
"Duh maaf Mi telat." Ucap Al menghampiri maminya yang sudah berada di salon. "Kamu lama. Alex nggak kasih ijin ya?" Tanya Wanita itu menelisik. "Nggak. Tadi ada urusan sedikit." Jawabnya sambil ngedumel dalam hati mengingat suaminya yang keterlaluan itu. "Yasudah Ayo. Kita spa ya." Kata Mami menggandeng tangan putrinya. "Eh. Aku nggak usah spa Mi. Aku mau rapikan rambut sama facial saja." Alesya cepat cepat menolak. Bisa malu dia nanti jika melihat bekas suaminya yang memenuhi tubuh. "Um.. Baiklah. Habis itu kita belanja ya." Ajak Maminya dan Al hanya bisa mengangguk pasrah.