Princess Alesya And The Possessive Daddy

Princess Alesya And The Possessive Daddy
Kecemburuan Alex



"Aku berangkat dulu sayang." Kata Alex mencium sang istri kemudian bayi mungilnya bergantian. "Iya. Hati hati." Jawab Al sembari tersenyum pada suaminya. Pria itu bergegas memasuki mobil setelah melakukan pamitan yang cukup lama dengan istri dan buah hatinya.


Alesya memasuki rumah setelah memastikan suaminya berangkat. Wanita itu duduk di sofa sembari menggendong putranya yang tertidur begitu pulas. Ia mengulas senyuman menatap wajah tampan Askar. Benar memang. Sangat mirip dengannya. Ia tak menyangka anak pertamanya akan mewarisi gen darinya sebagai Ibu. "Uh...Bangun ya sayang." Kata Al melihat Baby Askar membuka mata. Bayi mungil itu tampak tenang dan tidak menangis.


"Eh Non." Kata Bibi melihat Alesya memasuki dapur. "Non butuh sesuatu?" Tanyanya. Al menggeleng sambil tersenyum. "Cuman mau ambil minum saja Bi." Jawabnya. "Eh...Non duduk saja. Bibi ambilkan." Wanita paruh baya itu menyuruh Al duduk perlahan kemudian segera mengambilkan minum. "Makasih ya Bi." Bibi mengangguk menanggapi majikannya. Al mengajak Bibi mengobrol ringan sembari menyiapkan bahan masakan untuk makan siang.


Alex sedaritadi tidak konsentrasi. Pria itu berkali kali mengetuk ponselnya untuk melihat fotonya dan sang istri yang dijadikan wallpaper. Baru beberapa jam berpisah dengan wanita itu namun sudah membuatnya rindu. "Lex. Kamu dengerin aku ngomong nggak sih?" Tanya Bram dengan kesal karena sahabatnya itu terlihat tidak fokus. "Apa?" Tanya Alex menatap pria yang duduk di depannya dengan bingung. "Dah. Pulang sana. Biar aku yang kerjakan. Daripada disini pikirannya kemana mana." Bram mulai membereskan berkasnya. "Serius?" Tanya Alex berbinar. "Hm." Alex bergegas berdiri sembari memasukkan ponselnya ke dalam saku jas. "Aku naikin gaji kamu." Kata Alex menepuk bahu sahabatnya kemudian bergegas pergi membuat Bram berdecak kesal. "Dasar Bucin akut." Umpatnya.


Sampai di kamar Alex langsung mendekap tubuh istrinya. Membalikkan dengan cepat dan mencium bibir mungil itu dalam dalam. "Mas." Al memukul dada suaminya. "Aku kepengen." Keluh pria itu. "Aku baru melahirkan. Jadi belum boleh." Jawab Al sembari memeluk suaminya. Mencoba membuat pria itu paham dan mengerti. "Ah maaf Sayang. Aku lupa." Katanya mengeratkan pelukan pada Al. "Kamu ganti baju dulu ya." Alesya mendongak menatap suaminya dan pria itu mengangguk.


Alex sedang menemani sang istri yang duduk di ranjang sembari memberi ASI pada Askar. "Belum ada kamu dulu. Itu punya Ayah." Alex menyentuh bulatan kenyal yang sedang di sesap putranya. "Mas. Jangan usil deh. Nangis nanti." Tegur Al membuat suaminya cemberut. Baru beberapa hari hadir putranya sudah menguasai sang Istri. Al selalu sibuk dengan Askar sehingga membuat Alex merasa kurang waktu. "Kenapa manyun begitu?" Tanya Al mengelus kepala Alex yang sedang berbaring nyaman di pahanya. "Kamu selalu pilih kasih. Belain Askar saja terus." Alex mengubah posisi memunggungi istrinya. "Jangan begitu dong Mas." Al mengelus punggung Alex membuat pria itu diam diam tersenyum. "Masa kamu begitu saja ngambek." Lanjut Al membuat pria itu duduk kemudian menatap istrinya. "Jangan ngambek. Nggak malu apa sama anaknya." Alex menggeleng tanda Ia tak malu sama sekali. Al meletakkan Askar di ranjang. Wanita itu kemudian berbaring menghadap putranya.


Alex juga ikut berbaring di belakang sang istri. Memeluk tubuh ramping itu dengan erat. "Kapan dia akan dewasa?" Tanyanya membuat Al mengulas senyum. "Masih lama." Jawabnya sembari mengelus lembut pipi Askar yang tertidur pulas.