Princess Alesya And The Possessive Daddy

Princess Alesya And The Possessive Daddy
Tetangga Baru



Al dan Alex berkunjung ke rumah tetangga barunya sembari membawa makanan. "Kakak." Kedua bocah itu berlari hendak memeluk Al namun langsung di hadang oleh Alex. "Kalian. Kakak sedang hamil." Pria itu memperingati. "Ah iya lupa. Kita peluknya pelan pelan." Kata keduanya kemudian memeluk Al dengan pelan seperti yang dikatakan. "Kalian pindah hari ini nggak kasih kabar." Al pura pura marah. "Jangan ngambek. Ini surprise." Jawab keduanya membuat Al terkekeh. "Jangan di luar aja. Ayo masuk." teriak Bram dari dalam.


"Harusnya nggak usah repot bawa hadiah sama makanan segala." Cerocos Bram sembari menyajikan minum untuk tamunya. "Tapi suka kan?" Tanya Alex dan Bram mengangguk sembari tersenyum. "Hari ini aku mau bikin tumpengan. Eh kalian bawa makanan banyak begini." Bram ikut duduk bergabung. "Tumpengan apa Om?" Tanya Alesya. "Tumpengan itu semacam syukuran. Gimana ya jelasinnya...." Bram tampak bingung. "Ya itulah pokoknya." Lanjut pria itu. "Mana tumpengnya?" Alex menatap sahabatnya penuh tanda tanya. "Sebentar. Aku tadi pesen. Belum diantar juga. Mungkin nanti siang." Jawabnya.


Alex dan Bram melihat lihat rumah sementara Al dan kedua anak Bram sedang berada di uang keluarga. "Gimana Lex. Kamu bahagia sekarang?"Tanya Pria itu sembari meneruskan langkah. "Bahagia. Sangat." Jawab Alex. "Aku ikut senang kamu akhirnya menemukan cinta setelah sekian lama sendiri. Lex, apapun yang terjadi kamu harus bahagia dengan Al. Aku harap kamu yang lebih dewasa bisa ngemong dia. Usianya masih belia Lex. Jadi masih labil. Terlebih lagi kamu sudah ambil malam pertama dulu sebelum menikah. Jadi banyak banyak sabar hadapi istri kamu." Tutur Bram dan Alex mengangguk. "Aku mengenalnya bukan setahun dua tahun. Dari bayi istriku bersamaku. Jadi aku sudah tau itu." Belum sempat menginjakkan kaki di halaman belakang tiba tiba Bima datang dengan napas terengah engah. "Ada apa?" Tanya keduanya khawatir.


Alex membawa istrinya pulang. Wanita itu tampak pucat karena sedaritadi mengeluh pusing. "Belum mendingan juga Al?" Tanya Bram. "Sudah Om." Jawabnya lemah. "Kamu mau istirahat atau makan sesuatu?" Tanya Alex lembut. "Aku udah nggak papa kok." Al mendudukkan diri pelan di bantu suaminya.


"Enak." Jawabnya.


Sore hari Al menghampiri suaminya yang masih asyik berenang. "Mas. Udah sore. Naik deh. Kedinginan kamu nanti." Kata Al sembari berdiri di tepian kolam. "Iya." Alex naik ke atas. "Jangan peluk. Aku ikut basah nanti. Aku sudah mandi." Cegah wanita itu membuat suaminya cemberut. "Jangan manyun begitu. Jelek." Al mulai mengeringkan tubuh suaminya. "Masa minta peluk aja ngga boleh." Alex berdecak. "Nanti aku basah lagi. Aku sudah mandi sudah ganti baju juga." Jawab Al dengan lembut. "Pelit." Kata pria itu merajuk seperti anak kecil. Alesya menghela napas. Ia melilitkan handuk besar itu ke tubuh suaminya lalu memeluk Alex dengan erat. "Kamu mau begini?" Tanya Al membaut Alex tersenyum. "Iya. Begini. Hangat dan nyaman." Jawabnya sangat menikmati pelukan sang istri. "Sudah. Mandi sana." Al melepaskan pelukannya setelah beberapa saat. "Ayo temani." Ajak Alex menggandeng tangan Alesya untuk masuk ke dalam rumah.


"Susunya di minum dulu sayang." Kata Alex menghampiri istrinya yang berada di balkon kamar. "Terimakasih." Al meraih gelas dari tangan suaminya dan meneguk susunya hingga habis. Alex mengelus lembut perut Al yang masih datar. "Baik baik di dalam nak. Jangan bikin bunda repot ya." Tutur pria itu membuat Alesya tersnyum.