
Al kini sedang berada di Mall ditemani Mami dan suaminya untuk membeli perlengkapan Baby. Kedua wanita itu tampak antusias sedangkan Alex hanya mengikuti kemanapun mereka pergi. "Kamu istirahat dulu Sayang." Kata Alex membujuk istrinya karena sedaritadi berjalan dan tidak istirahat sama sekali. Pria itu merasa khawatir jika sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada istri tercinta. "Iya. Sekalian makan siang juga." Mami menarik lengan putrinya pelan memasuki salah satu restoran yang tak jauh dari tempat mereka berdiri saat ini.
Ketiganya sudah duduk bersama dan hidangan sudah siap di meja. Alex dengan cekatan mulai menyuapi Istrinya. Ia tak akan membiarkan Al makan sendiri karena wanita itu bisa saja mengambil makanan pedas yang dipesan mertuanya. "Mi. Apa nanti bayi Al kecil ya. Sudah delapan bulan tapi perut Al tidak sebesar orang orang hamil yang lain." Tanya Al membuat Mami tersenyum. "Selama ini kita rutin cek kandungan kan baik baik saja Yang. Kamu jangan khawatir. Anak kita sehat." Kata Alex dengan lembut sembari menggenggam tangan Sang istri untuk memberikan ketenangan pada wanita itu. Alesya tampak mengangguk sembari mengulas senyuman. "Lahirannya Caesar saja ya." Kata Alex membujuk. Ia hanya khawatir karena usia Al masih sangat muda. "Bukannya kita sudah konsultasi ke dokter. Aku maunya normal Mas." Jawabnya tetap teguh pada pendirian. "Kami hanya khawatir kamu akan kesakitan sayang." Mami Al mencoba membantu menantunya. Al menggeleng dengan cepat tanda dia menolak. Ia hanya ingin lahiran normal. Menjadi seorang wanita yang semestinya.
Sampai di rumah Al langsung menuju kamar anaknya. Wanita itu sangat antusias menata semua perlengkapan di lemari. Meskipun khawatir Alex tak berani mencegah. Mood istrinya sering berubah. Wanita itu gampang menangis sekarang di masa masa mendekati kelahiran sang buah hati. Ia hanya bisa membiarkan Al untuk melakukan sesuka hatinya asalkan tidak membuat kecapean.
Alex mendekap tubuh istrinya dengan erat. Memberikan kehangatan di kala hujan turun begitu tiba tiba dan sangat deras. "Tadi panas. Sekarang tiba tiba hujan." Kata Al dalam pelukan suaminya. "Memang cuaca akhir akhir ini sering berubah ubah. Makannya kamu makan makanan yang sehat dan minum vitamin supaya tidak gampang sakit." Tutur Alex membuat Al mengangguk. "Kamu juga Mas." Al membalas pelukan suaminya. Pria itu tersenyum. Istrinya sangat perhatian. Alesya selalu menyiapkan segala kebutuhannya meskipun sedang hamil begini. Sebenarnya Alex sudah berkali kali melarang agar Al tidak kecapean. Namun bukan Alesya namanya jika tidak keras kepala. Mau tidak mau Alex hanya bisa menuruti daripada membuat sang istri bersedih.
Al sudah tertidur pulas. Alex mengamati wajah cantik sang istri. Sang Istri adalah satu satunya hal yang membuat Alex bahagia. Membuat dirinya merasa semangat untuk menjalani hari hari. Sumber kebahagiaan yang tak ternilai telah Alex miliki. Ia berjanji akan menjaga selalu istirnya. Tak akan membiarkan wanita itu terluka ataupun bersedih.