
Aku berharap Tuhan menyatukan kita tanpa adanya perpisahan.
-Pricilla.
...
Malam ini Cilla masih memikirkan apa yang terjadi saat dirinya hampir di cium oleh Nicko dan di selamat kan oleh Gema.
Pikiran Cilla di kelilingi oleh Gema. Cilla tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya. Sampai memikirkan Gema.
Memikirkan Gema yang menolong nya lagi disaat dirinya sedang kesulitan.
Cilla teringat ucapan Rhea yang katanya Gema gapeduli sama orang yang ada di sekitar nya kecuali anggota Traideger-x.
Tapi kenapa Gema peduli pada Cilla yang baru ia temui dengan tidak sengaja menabrak nya di koridor.
"Gema cuma kasian sama kamu Cilla,jangan ngarep." Ucap Cilla pada dirinya sendiri.
Cilla sedang membaringkan tubuhnya setelah makan malam bersama bunda dan ayah nya.
Saat sedang memejamkan mata Cilla merasa ada yang mengalir di hidung nya.
Cilla bangun dan memposisikan diri nya duduk,mata nya membulat kaget, lagi lagi darah dari hidung nya mengalir.
Buru-buru Cilla mengambil tisu "Kapan sih aku sembuh?" gumam Cilla sambil membersihkan darah.
Darah yang di hidung nya terus mengalir, pandangannya buram,kepalanya terasa sangat berat.
Cilla pingsan.
Tanpa ada yang tahu jika Cilla pingsan. Karna waktu sudah larut dan kamar Cilla terkunci yang membuat orang lain atau bunda dan ayah nya tidak bisa masuk.
...
Gema sedang melajukan motornya dengan cepat tanpa ada rasa takut. Menyalip kendaraan yang lain.
Amarah nya masih di ubun-ubun. Mengingat kejadian dimana Cilla hampir di lecehkan oleh Nicko.
Gema bersumpah siapapun yang menyakiti atau menyentuh Cilla seujung kuku saja,ia akan menghabisi orang itu.
Gema menuju markas Nicko yaitu Emeralds, dia ingin memberi Nicko pelajaran.
Gema memarkirkan motornya tepat di depan markas Emeralds, dia masuk tanpa babibu lagi.
Suara tendangan pintu menggema di markas Emeralds. Anggota yang ada di sana langsung terkejut melihat Gema dengan tatapan elang nya.
"Nicko mana?!" Tanya Gema datar.
Tidak ada yang menjawab pertanyaan Gema.
Gema yang sudah emosi, menghampiri anggota Emeralds, menarik kerah bajunya nya "GUE BILANG, NICKO MANA?!" teriak Gema di depan salah satu anggota.
Ketika Gema ingin menonjok, tiba-tiba ia mendengar suara Nicko.
"Lo nyari gue Gema?" Tanya Nicko sambil berjalan ke arah Gema.
Gema melepaskan cengkraman tangan nya dan menghampiri Nicko.
"Ada apa Lo kesini, ketua Traideger-x?" Tanya Nicko lagi.
"Gue peringatin sama lo, jangan pernah nyentuh Cilla! Atau lo bakal habis di tangan gue!" Jawab Gema santai.
"Cewek ****** kaya dia pantes nya di rusak!" Ucap Nicko.
Gema yang terpancing oleh omongan Nicko langsung menonjok muka Nicko dengan kuat.
Bugh!
"Anjing,jangan pernah lo sebut nama Cilla dengan mulut kotor lo!" Teriak Gema.
Gema sudah tidak ingin memberikan Nicko hidup tenang.
Bugh!
Bugh!
Bugh!
Gema memukuli Nicko tanpa ampun, sampai akhirnya dia berhenti saat melihat Nicko sudah tak berdaya.
"Gue ingetin sekali lagi,jangan ada yang berani nyentuh milik gue!" Ucap gema sambil menatap anggota Emeralds.
Sebelum meninggalkan markas Emeralds, gema menendang perut Nicko.
...
Malam pun telah berganti menjadi pagi yang cerah. Di depan kamar Cilla, bunda lestari sedang berusaha membangun kan Cilla, bunda terus mengetuk pintu.
Tok tok tok.
"Cilla,bangun sayang. Kamu udah telat" ucap bunda sedikit keras.
Tok tok tok.
"Pricilla, bangun sayangg!" Tak kunjung dapat jawaban bunda mulai khawatir.
Bunda langsung menuruni tangga untuk memanggil suaminya.
"Ayah, Cilla ga ngebuka pintu,daritadi udah bunda ketok ketok tapi gaada jawaban." Ucap bunda dengan rasa khawatirnya.
"Belum bangun kali bun"
"Cilla biasanya bangun sebelum subuh ayah, ayo liat Cilla!" Ajak bunda sambil menarik tangan ayah.
Tok tok tok.
"Cilla buka sayang ini ayah. Kamu ga sekolah?" Teriak ayah.
Tok tok tok.
Karna Cilla benar-benar tidak menjawab, ayah nya pun langsung mendobrak pintu Cilla.
"Awas bun,ayah mau dobrak"
Pintu terbuka.
Ayah dan bunda Cilla masuk,dan mereka di kejutkan oleh Cilla yang berbaring di atas kasur dengan darah di hidung Cilla.
"Ya ampun Cilla,kamu kenapa sayang?!" Bunda manangkup wajah Cilla yang pasih.
"Bun ayo kita bawa ke rumah sakit!"
Ayah Cilla langsung menggendong Cilla dan membawa Cilla kedalam mobil.
Melajukan mobil begitu kencang,sementara bunda sedang menangis sambil mengusapi pipi Cilla.
"Kamu kuat ya sayang" ucap bunda Cilla.
...
Ayah dan bunda Cilla menunggu di depan ruangan periksa Cilla.
Bunda lestari menangis di pelukan ayah Tama.
"Ayah,bunda takut Cilla kenapa napa" ucap lestari sambil menangis.
"Kita berdoa yang terbaik untuk Cilla ya" jawab Tama dengan mengelus punggung istrinya dengan lembut menyalurkan rasa tenang.
Hampir setengah jam menunggu akhirnya pintu ruangan terbuka menampilkan dokter yang tadi menangani Cilla.
"Gimana dok keadaan anak saya?" Tanya bunda Cilla.
"Anak ibu tidak apa apa,hanya butuh istirahat. Dan sekarang dia sudah siuman." Jawab dokter.
"Terimakasih dok" ucap Tama.
"Baiklah,saya permisi." Kata dokter meninggalkan ruangan itu.
Bunda dan ayah Cilla masuk dan mendekati anak nya yang sedang terbaring lemah.
"Ayah,bunda? Ayah ga kerja?" Tanya Cilla saat melihat bunda dan ayah nya masuk.
"Gimana ayah mau kerja,kamu tuh lebih penting." Jawab Tama sambil mengelus rambut Cilla.
"Kamu gapapa sayang?apa yang sakit?" Tanya lestari.
"Cilla gapapa kok bun,gaada yang sakit juga" jawab Cilla bohong.
Flashback on.
Ketika Cilla datang ke rumah sakit dengan keadaan lemah, dokter Alex melihat nya.
Dokter Alex langsung mengambil alih untuk memeriksa Cilla. Bagaimanapun Cilla adalah salah satu pasiennya.
Dokter Alex memeriksa Cilla, beberapa menit Cilla di periksa, Cilla sadar. Dan Cilla masih bingung dimana ia berada.
"Syukurlah kamu sudah bangun Cilla" ucap dokter Alex.
"Cilla dimana?"
"Kamu sedang di rumah sakit,ayah dan ibu mu yang membawa mu kemari" jawab dokter Alex.
"Apa Cilla udah sembuh dokter?" Tanya cilla.
"Kondisi kamu makin memburuk Cilla,saya ingin memberitahu orang tua mu soal ini dan saya harap kamu tidak menutupinya lagi."
Cilla yang mendengar jika kondisinya makin memburuk langsung menangis.
"Cilla mohon dokter Alex,jangan bilang ayah dan bunda. Cilla mohon sekali lagi" pinta Cilla
"Tidak bisa Cilla,saya akan memberitahu ini"
"Dokter saya mohon,Cilla janji Cilla mau di kemoterapi tapi nanti kalo Cilla udah siap. Biar Cilla yang bilang penyakit ini sendiri ke ayah dan bunda." Mohon Cilla sambil nyatukan telapak tangan nya.
Lagi lagi dokter Alex merasa iba.
"Baiklah,tapi ingat leukimia mu sudah di stadium 3,jika itu berlanjut ke stadium 4 kamu akan benar benar kesakitan. Cepat beritahu dan lakukan kemoterapi. Oke?"
"Cilla janji dokter" jawab Cilla senang.
"Yasudah saya ingin memberitahu jika kamu sudah sadar".
"Terimakasih dokter Alex"
Flashback off.
"Ayah,Cilla mau sekolah" pinta Cilla.
"Ayah udah izinin kamu ke guru kamu sayang. Kamu harus istirahat." Jawab Tama.
"Kamu harus istirahat sayang. Bilang sama bunda kalo kamu ada yang sakit. Bunda gamau kamu kenapa napa!" Titah bunda.
"Iya bunda" jawab Cilla.
....
Jam pelajaran sudah di mulai. Laki-laki yang sudah niat untuk bertemu dengan teman sebangku nya ralat calon gadisnya, laki laki itu sangat ingin melihat senyuman yang mungkin nanti hanya akan jadi miliknya.
Pandangan nya lurus kedepan, memperhatikan guru yang sedang menerangkan tetapi tidak dengan pikirannya. Pikiran nya di penuhi rasa gelisah memikirkan dimana gadis yang telah mengubah dirinya,
Kenapa Cilla tidak sekolah? Ya laki-laki yang pandangannya melihat guru tapi pikirannya entah kemana adalah Gema.
Ketika Gema sedang memikirkan Cilla, guru yang sedang mengajar mengabsen murid yang ada di dalam kelas.
"Pricilla Ananda Putri?" Panggil guru yang mengabsen.
"Gamasuk pak, Cilla sakit,dia di rawat" jawab Rhea yang sudah tahu kalo Cilla sedang di rawat karna Cilla memberitahu Rhea.
Gema yang mendengar jawaban Rhea terkejut, apa tadi? Cilla sakit? Sakit apa? Apa jangan-jangan sakitnya kaya pas waktu itu?.
Gema benar benar memikirkan Cilla.
"Get well soon babe" batin Gema.