
-Cilla & Gema-
Lima tahun kemudian...
"Bunda...abang Leon nakalin Lean!" Teriak Lean dengan muka kesalnya
"Abang jangan nangisin Lean dong,kasian!" Ucap Cilla
"Abang gak ngapa-ngapain Lean kok bun,Lean nya aja yang cengeng!" Elak Leon
"Boong! Bang Leon nalikin kuncilan Lean bunda,nih jadi tinggi sebelah!" Adu Lean dengan menunjukan rambutnya yang tadi di kuncir dua dengan sama tinggi sekarang berbeda.
"Sini sayang bunda benerin gausah nangis lagi. Abang kamu juga dong jangan jail ke adik nya" Cilla membenarkan rambut Lean seperti semula
"Pagi anak-anak ayah!" Ucap Gema sambil menuruni tangga
"Pagi ayah!" Jawab double L sambil berlari menghampiri Gema
"Jangan lari-lari dong sayang nanti jatuh!" Kata cilla
"Denger kata bunda,jangan lari-lari nanti jatuh" ucap Gema sambil mengingat kan, "kalian lagi berantem ya? tadi ayah denger Lean teriak-teriak,kenapa?" Tanya Gema sambil menuntun Leon dan Lean ke dekat Cilla
"Abang Leon jailin Lean telus ayah! Kuncilan Lean di talik jadi beda sebelah,untung sama bunda udah di benelin" Adu Lean
"Gitu aja nangis,cengeng!" Ejek Leon
"Bukan cengeng Abang! Kasian bunda halus ngebenelin lagi!" Elak Lean
"Udah dong jangan berantem terus,hari ini kan hari sabtu gimana kalau kita jalan-jalan?" Tanya Gema
"Mau!!!"
"Mau banget ayah, Lean mau!"
"Emang bunda nya mau?" Tanya Cilla
"Ah bunda,ayo dong mau,kapan lagi ayah ngajak jalan-jalan" ucap Leon
"Iya, Lean juga pengen jalan-jalan!" Timpal Lean
"Mmm,gimana ya?" Cilla memasang wajah bingung nya
"Ayah,bilangin bunda dong!" Titah Leon
"Sini ayah kasih tau caranya biar bunda mau jalan-jalan sama kita"
"Apa tuh yah?" Leon dan Lean duduk di pangkuan Gema
"Ayah bisikin....nah cepet sana bilang bunda"
"Oke ayah!"
Leon dan Lean sekarang mendekat kearah Cilla, Leon di samping kiri dan Lean di samping kanan.
Leon dan Lean membisikan apa yang tadi Gema beri tahu.
"Bunda ayo jalan-jalan kalau bunda ga mau,nanti sama ayah di kulung di kamal bial besok nya Leon sama Lean dapet adik lagi!" bisik mereka berdua yang membuat Cilla membulatkan matanya tak percaya.
"AYAH!!!" Teriak Cilla dengan muka merah nya.
"Hehehe,ayo bun kalau kamu gamau jalan-jalan gapapa biar kita main kuda-kudaan aja" kata Gema dengan tampang santai
"Ayah kalau main kuda-kudaan Lean ikut ya!" Ucap Lean dengan polosnya.
"Gema,jangan racunin anak anak aku!"
"Anak aku juga itu! Kamu gak inget kita bikin nya berdua?" Tanya Gema dengan alis nya naik turun
Cilla memutar bola matanya malas,suami nya benar-benar tidak tahu tempat. Sudah jelas Leon dan Lean ada di dekatnya, Gema malah sengaja mengeluarkan kata-kata yang belum seharusnya Leon dan Lean dengar di umur yang masih sangat kecil.
Katakan bahwa Gema adalah ayah yang yadong.
"Ayah,bunda kita jadi jalan-jalan gak sih?" Tanya Leon yang mencairkan suasana
"Jadi dong sayang, Leon sama Lean mau kemana?" Tanya Gema
"Mau ke taman aja ayah,di taman banyak makanan!" Ujar Lean dengan semangat
"Iya yah,di taman ada yang jual gulali, Leon mau beli itu!"
"Oke sayang,kita ke taman!"
"Tapi bunda ikut kan ayah?" Tanya Leon
"Bunda halus ikut,nanti kalo Lean mau pipis masa di temenin abang,kan Lean malu!" Ucap Lean
Cilla mengusap pipi Lean, "iya sayang bunda pasti ikut. Kalian duluan ke mobil sama ayah bunda mau ngambil susu buat abang sama Lean"
"Gem,kamu bawa mereka ke mobil duluan,aku mau nyiapin keperluan mereka dulu sebentar"
"Iya sayang"
...
Mereka telah sampai di taman kota. Taman yang lumayan ramai di weekend ini. Banyak pedagang kaki lima yang berjualan makanan sampai mainan. Membuat si kembar Leon dan Lean kalap mata.
"Bunda ini namanya hewan apa?" Tanya Leon yang menunjuk kupu-kupu yang sedang menghisap sari bunga.
"Itu namanya kupu-kupu. Kamu tau gak kalau kupu-kupu sebelum nya dari ulat dulu?"
"Kupu-kupu kan cantik Bun,kok dari ulat sih?"
"Iya,dia awalnya dari ulat,terus berubah jadi kepompong dan jadi kupu-kupu yang cantik ini"
"Bunda tau gak kupu-kupu nya kaya siapa?"
"Kaya siapa?"
"Kaya bunda cantik..cup" Leon mencium pipi Cilla
"Oh kamu kecil-kecil udah gombal ya,bunda itu punya ayah bang,kamu nanti kalau udah besar cari yang kaya bunda!" Ucap Gema
"Gema,jangan ajarin anak aku buat cari cewek ya!"
"Abang jangan dengerin ayah,Abang harus sekolah dulu yang bener ya? Biar ayah sama bunda bangga sama abang!" Ucap Cilla sambil memangku Leon
"Iya bunda!"
"Huaa ayaahhhh..."
Mereka bertiga menengok ke sumber suara yang asalnya dari pintu taman,disana ada Lean yang menangis karena di tinggal oleh Gema. Ralat bukan di tinggal tapi Gema lupa saat membeli minum Gema langsung pergi tak ingat jika ia membawa Lean putrinya.
"Astaga,aku lupa kalau tadi aku ninggalin Lean!" Ucap gema yang langsung berlari kearah Lean
"Hiks ayah jahat hiks.." ucap Lean yang sudah berada di gendongan Gema
"Maaf sayang,ayah lupa kalau ayah bawa kamu" kata Gema sambil mengusap pipi Lean yang banjir dengan air mata
"Kamu kok bisa lupa gitu sih Gem,kan kamu sendiri yang ngajak Lean buat ikut sama kamu. Sini sayang sama bunda" omel Cilla
"Kamu gapapa sayang?" Tanya Cilla sambil mengecek seluruh badan Lean
"Gak bun..hiks untung tadi ade inget jalan kesini hiks.."
"Maaf ya sayang maafin bunda"
"Maafin ayah juga ya,ayah janji deh bakal beliin ade boneka little ponny gimana?" Tanya Gema
"Janji ya ayah?"
"Iya sayang,maafin ayah ya"
"Abang juga mau lobot tlanfomer ayah!" Rengek Leon
"Iya nanti pilih sendiri aja ya kalian mau apa. Mau beli sama toko nya pun ayah beliin!"
"Gak boleh boros,satu orang satu. Gak boleh lebih dari satu!" Ucap Cilla
"Yah bunda,padahal abang mau beli mobil mobilan"
"Abang,kita harus hemat sayang gak boleh boros!"
"Biarin aja cill, aku kerja kan buat mereka juga,kamu jangan khawatir biar aku yang atur mereka ya?"
"Oke,tapi jangan bikin mereka boros!"
"Tuh kalian denger,bunda bolehin kalian beli mainan lebih dari satu. Bilang apa sama bunda?"
"Makasih bunda abang sayang bunda sama ayah!"
"Ade juga sayang bunda sama ayah kok!"
Gema adalah manusia yang paling beruntung bisa memiliki Cilla,bukan tentang fisik tapi tentang hati. Cilla yang dulu mengubah warna dalam hidup Gema. Cilla adalah sosok pengganti mami sekaligus malaikat yang tuhan turunkan untuk gema yang berengsek.
Menemani Gema dari nol sampai sekarang,mambantu Gema yang jatuh untuk bangkit, mengobati luka gema untuk sembuh,iya itu semua Cilla.
Cilla menerima Gema apa adanya bukan ada apanya. Gema sangat amat bersyukur saat Cilla menjadi pelengkap hidupnya dengan menambah status menjadi istri sekaligus bunda dari anak-anak nya.
Terimakasih Cilla,i love you my little wife.
Tak banyak kata dari Cilla untuk Gema,hanya kata terimakasih,dan aku cinta Gema. Terimakasih untuk menemaniku disaat penyakit itu datang, terimakasib telah setia menunggu ku, terimakasih telah menerimaku yang sangat kurang ini. Terimakasih Gema,suamiku.
End...