PRICILLA

PRICILLA
FORTY TWO



Sudah berjam-jam pengantin  baru itu menerima tamu dan berdiri. Banyak nya tamu yang datang karna Gema dan papi nya mempunyai  rekan bisnis yang lumayan banyak. Pihak dari cilla hanya  mengundang keluarga,teman orang tua Cilla dan teman cilla.


Gema sangat posesif kepada istrinya, setiap ada tamu laki-laki yang ingin mengucapkan selamat, Gema selalu berdehem. Gema juga khawatir kepada istrinya, seperti sekarang selalu menanyakan lelah atau tidak.


"Kamu gak capek?" Tanya Gema


"Aku masih bisa tahan kok,ini bulu mata aku berat banget jadi ngantuk" jawab Cilla


"Mau di copot?" Tanya Gema dengan watados


"Kalo di copot nanti ada yang kurang dari make up nya Gema" jawab Cilla


"Oh gitu,tapi kamu serius kan gak capek?" Tanya Gema memastikan


"Iya Gema,aku masih bisa tahan" jawab cilla


"Bilang sama aku kalo udah capek,lagian ini udah malem pasti tamunya dikit lagi kok" ucap Gema


Cilla hanya mengangguk saja,sambil menatapi para tamu undangan yang sedang menikmati hidangan,tak lupa juga sahabat sahabat suaminya masih ada di sana.


"Gem,kamu gak samperin mereka?" Tanya Cilla sambil menunjuk para sahabat Gema dan geng Traideger-x


"Aku sih pengen,tapi nanti kamu sendirian" jawab Gema


"Ayo kesana,aku mau kenalan juga" ajak Cilla


"Gausah biar kamu disini aja,lagian mereka udah tau kok siapa kamu" larang Gema secara halus


"Mereka tau aku,tapi aku harus tau mereka Gema" ucap Cilla


"Kapan kapan aja ya, sekarang aku kesana dulu nanti aku suruh Rhea nemenin kamu disini" ucap Gema


"Yaudah,panggil Rhea,kamu jangan lama-lama" kata Cilla


"Iya istri aku" ucap Gema sambil mengelus pipi Cilla


Gema pun langsung pergi ke meja yang berisikan sahabatnya serta teman geng nya dulu.


"Wah bos,istri lo di tinggal sendiri?" Tanya salah satu anggota Traideger-x


"Rhe,tolong temenin Cilla ya,gue sebentar doang kok disini", gema meminta tolong kepada Rhea yang sedang mengobrol dengan Delon


"Ck,ganggu aja" gumam Delon sambil menatap ke arah gema


"Oke,gue ke Cilla dulu" pamit Rhea


Gema pun ikut berkumpul, berbincang layaknya cowok. Entah apa yang mereka bicarakan,tapi seperti yang orang tau,jika cowok sedang kumpul, pasti cowok cowok itu serius.


Setelah puas menyapa dan mengobrol bersama sahabat nya, Gema kembali ke Cilla, mengingat hari sudah mulai malam,dan tamu pun mungkin sudah tidak ada lagi.


"Udah?" Tanya Cilla saat melihat Gema mendekat kearahnya


"Udah,oh iya Rhe lo di tunggu Delon,di suruh pulang udah malem" ucap Gema


"Oh oke,kalo begitu gue pulang dulu ya,oh iya jangan lupa bikin ponakan yang lucu-lucu"  ucap Rhea


"Ih apaan sih Rhe" ucap Cilla malu malu


"Tenang aja,nanti malem langsung gas" Gema menanggapi ucapan Rhea


"Hahaha,yaudah kalo gitu gue pulang dulu ya, bye" pamit Rhea


"Hati-hati Rhe" ucap cilla,yang di acungkan jempol oleh Rhea


Setelah Rhea pergi, Gema duduk di samping Cilla,menatapi wajah istrinya yang cantik amat sangat cantik. Merasa sedang di perhatikan,Cilla menengok ke arah Gema,dan benar Gema sedang memperhatikan Cilla, Gema hanya tersenyum lebar


"Jangan liat-liat" larang Cilla


"Suka-suka aku dong,lagian kamu kan istri aku dan aku suami kamu" ucap Gema


"Terserah" Cilla mengalah.


"Kamu capek ga sayang?" Tanya Gema sambil mengelapi wajah Cilla yang sedikit berkeringat


"Lumayan,kaki aku pegel pake heels, padahal heels nya gak tinggi banget" keluh Cilla


"Yaudah yuk ke kamar aja,ini udah malem pasti tamu nya udah gabakal ada lagi" ajak Gema


"Yauda ayo"


Baru saja Cilla berdiri,tapi tiba-tiba tubuhnya seperti melayang,dan saat Cilla melihat ternyata Gema yang menggendong nya.


"Gema,turunin aku bisa jalan sendiri,malu tau ada bunda,ayah sama papi" ucap Cilla


"Udah kamu diem,lagian aku gamungkin ngebiarin kamu jalan naik tangga pas kaki kamu lagi pegel gitu yang ada kaki kamu tambah parah pegelnya" ucap Gema


"Dasar pemaksa" gumam Cilla.


Cilla hanya diam saat Gema menggendong nya,bahkan sekarang ia melingkarkan tangannya di leher Gema di tambah menyembunyikan wajah nya di dada Gema.


Sesampainya di dalam kamar, Gema mendudukkan Cilla di kursi meja rias,karna Gema tau pasti Cilla akan membersihkan make up nya dan melepaskan semua perhiasan yang ada di badan Cilla.


"Kamu diem,aku mau ngelepasin yang ada muka kamu" ucap Gema kepada cilla


"Aku bisa sendiri gem,udah sana kamu mandi" titah Cilla


"Ga mau,aku mau bantu istri aku dulu" kekeuh Gema


"Yaudah terserah kamu" ucap cilla.


"Ini ngebersihinnya pake apa? Air?" Tanya Gema


Cilla mengambil botol make up remover nya dan kapas.


"Pake ini" Cilla menyodorkan make up remover dan kapas


"Gimana cara pake nya?" Tanya Gema


"Yaudah,sini kamu mandi aja biar aku yang hapus"


"Gak,udah kamu diem biar aku baca dulu" ucap Gema. Gema pun membaca apa yang tertera di balaikota botol itu. Setelah membacanya barulah Gema mengerti.


"Oke aku ngerti, air ini di ruangan ke kapas terus bersihin deh muka kamu,pinter ya aku" bangga Gema


"Good husband" ucap Cilla sambil tersenyum


Gema menuangkan water remover itu ke kapas,dan membersihkan wajah Cilla dengan hati-hati. Cilla hanya diam menikmati sentuhan Gema di wajahnya sambil memperhatikan wajah serius Gema


"Aku tau kok kalo aku ganteng,biasa aja ngelaitinnya" ucap Gema


"Ih pede,siapa juga yang liatin kamu,aku tuh hati hati takut kena mata" elak Cilla


"Jujur aja sayang,sama suami gaboleh bohong" ucap gema


"Iya iya,kamu ganteng" akhirnya Cilla mengalah.


Beberapa menit kemudian, Gema sudah selesai membersihkan wajah cilla.


"Udah selesai,aku mandi dulu ya" ucap Gema


Cup!


Dengan secepat kilat gema lari, setelah mencium pipi istrinya.


"Untung suami" gumam cilla.


Sewaktu menunggu Gema mandi, Cilla berusaha membuka gaunnya,tapi resleting yang ada di gaunnya,tangan Cilla tak sampai.


"Ih susah banget sih" oceh Cilla kepada resleting


Gema yang baru saja keluar dari kamar mandi melihat sang istri tampak mengoceh di depan kaca. Saat Gema perhatikan taunya Cilla sedang kesusahan membuka resleting


Gema mendekat kearah Cilla,membuka resleting gaun Cilla secara perlahan,dan Gema pun berusaha menahan sungguh punggung Cilla putih dan bersih itu menggoda Gema.


"Kalo susah tuh minta tolong, jangan ngoceh sendiri" bisik Gema


"Ih aku tuh gak ngoceh, resleting nya aja yang ngeselin" balas Cilla


"Dasar cewek gamau ngaku"


"Udah deh awas aku mau mandi" ucap Cilla


Bukanya mengijinkan Cilla mandi tapi Gema malah memeluk Cilla erat dari belakang dan menyimpan dagu nya di pundak Cilla


"Gema,aku belum mandi bau"


"Kamu wangi sayang,udah deh gausah mandi yuk langsung aja aku mau jatah" ucap Gema frontal


"Ih apaan sih,udah ah awas aku mau mandi" Cilla pun pergi ke kamar mandi meninggalkan Gema.


Cilla memegangi jantungnya yang berdetak kencang,karna Gema. Apa harus Cilla memberi kepada gema sekarang? Mau bagaimanapun itu sudah mutlak,Cilla harus melayani Gema karna Gema suami Cilla.


...


Sambil menunggu Cilla mandi, Gema bermain game di handphone nya sambil merebahkan tubuhnya di kasur.


Cilla keluar dari kamar mandi,dengan handuk yang masih melilit di kepalanya. Cilla menidurkan dirinya di samping Gema.


Gema yang sadar akan kehadiran Cilla, langsung menyudahi permainan tangan dan di handphone nya.


"Sayang?" Panggil Gema


"Hmm?"


"Kamu capek ga?" Tanya Gema


"Kenapa?"


"Aku mau jatah aku" ucap gema, "tapi kalo kamu capek,yaudah hari ini kamu istirahat dulu,aku mintanya kapan kapan aja" sambung Gema


Cilla terdiam, memikirkan apa yang harus ia lakukan, menyerahkan nya atau tidak. Dan seharusnya Cilla menyerahkanya karna Gema adalah suaminya.


Cilla mengangguk, "kamu boleh ambil jatah kamu sekarang" ucap Cilla


"Kamu serius?" Tanya Gema semangat


"Iya,kalo gamau ya.." ucapan Cilla terpotong karna Gema sudah duluan menutup mulut Cilla dengan bibirnya,dan menjadi ******* yang memabukkan.


Dan hari ini hari yang panjang bagi Gema dan Cilla, malam ini mereka menyalakan kembang api di tubuh mereka masing masing.


...


사 랑 해


❤️❤️❤️