
Gema membawa Cilla ke UKS. Berlari menembus kerumunan manusia yang melihat kejadian dimana Michelle melabrak Pricilla yang notabenenya sekarang adalah kekasih dari Gema sang ketua Traideger-x.
Tidak memperdulikan manusia yang sedang berbincang tentang nya,cowok itu hanya fokus kepada kekasihnya yang sekarang pingsan di gendongan gema.
Gema menendang pintu UKS dengan kasar,sampai membuat penjaga UKS terkejut.
"Astagfirullah.." ucap penjaga uks
Membaringkan gadisnya dengan hati-hati.
"Lo cek kondisi cewek gue!" Titah gema kepada penjaga UKS.
Tanpa babibu para penjaga UKS dua cewek dan satu cowok pun langsung menuju bankar Cilla. Belum sampai di bankar,suara gema langsung menghentikan mereka
"Lo yang cowok gak perlu ikut,biar temen lo aja!"
Cowok yang di intruksikan oleh gema pun langsung mundur kembali ke tempatnya.
Kenapa Gema melarang petugas cowok UKS untuk memeriksa Cilla? Jawabannya adalah Gema tidak mau berbagi.
Rhea datang membawa paper bag berisi seragam sekolah yang ia beli di koperasi.
"Nih gem lo kasih ke petugas UKS,gue mau ngurus Michelle sebagai saksi" kata Rhea sambil menyodorkan paper bag kepada Gema.
"Ok, thanks!" Ucap gema sambil membawa paper bag ke petugas UKS.
"Tolong gantiin bajunya juga!" Titah Gema
"Iya ka" jawab mereka
Selang beberapa menit penjaga UKS pun sudah selesai mengganti seragam Cilla dan memeriksa Cilla
"Kak,udah selesai. Kalo udah sadar jangan lupa kasih makan sama obat" ucap salah satu penjaga UKS.
"Ok,makasi. Lo semua pergi aja dari sini" kata Gema
"Kan kita lagi jaga kak" ucap cowok penjaga UKS.
"Gue bilang pergi ya pergi,biar gue yang jaga!" Kata Gema dengan nada sedikit kesal.
"yaudah iya!" Jawab para petugas UKS dengan pasrah
Para petugas UKS meninggalkan Gema dan Cilla berdua di UKS.
Gema menghampiri bankar Cilla,duduk di kursi yang ada di samping bankar.
Memegang tangan kecil yang sedikit dingin, mengusap tangan Cilla dengan lembut.
Tanpa mengeluarkan suara apapun, Gema hanya memberikan tenaga lewat genggaman di tangan Cilla.
Memberikan rasa hangat dan nyaman.
Cilla tersadar, melihat sekeliling nya,
"Lo gapapa? Apa yang sakit? Mau makan apa? Apa ada yang luka?bilang sama gue!" Tanya Gema khawatir
Cilla memperhatikan Gema, menunjukkan senyuman manis yang lagi lagi membuat hati Gema menghangat,tapi wajah nya pucat pasi, dan Gema benci itu.
"Cilla gapapa gema,Cilla cuma pusing,Cilla gamau makan,dan Cilla gaada luka" jawab Cilla lembut.
Gema langsung menghela nafas, "syukur deh,gue khawatir" ucap gema sambil mengusap rambut Cilla.
"Gaperlu khawatir" jawab Cilla
"Gimana gue gak khawatir,lo itu prioritas gue apapun keadaannya!" Ucap gema tegas.
"Gema,Cilla haus!" Kata Cilla
Gema menyodorkan air mineral kepada Cilla.
"Mau makan?" Tanya Gema lembut
Cilla menggelengkan kepalanya "gamau,Cilla gak laper kok"
"Yaudah,kalo lo mau apapun bilang!" Ucap Gema.
Cilla sudah tahu, Gema yang posesif,Gema yang galak,Gema yang dingin,Gema yang badboy, Cilla sudah tahu.
Cilla malah bersyukur memiliki Gema, menurut Cilla gema itu beda dari yang lain.
"Gausa,bentar lagi juga pulang" larang gema
"yaudah,tapi Cilla mau minta sesuatu" ucap Cilla dengan senyuman nya.
"Apa?Lo mau apa?"
"Cilla mau ke rooftop!" Jawab Cilla.
Gema langsung mengangguk sebagai jawaban,apapun yang Cilla minta untuk Cilla bahagia pasti Gema akan menuruti nya.
Ketika Cilla mau turun dari bankar,Gema langsung menahannya.
"Gue gendong,jangan jalan. Nanti lo capek!" Ucap Gema sambil memunggungi Cilla.
Cilla yang di perlakukan seperti itu malah malu,dan membuat hati nya berdegup kencang
"Cilla malu Gema,nanti kalau ada yang liat gimana,nanti kalau-" belum sempat Cilla menyelesaikan ucapannya,Gema membalik badannya menghadap Cilla. Menangkup pipi Cilla,
"Gausah malu, ada gue,kalau ada yang liat juga gapapa,kan mereka punya mata,dan itu hak dia" Ucap Gema
Gema kembali memunggungi Cilla, "ayo buruan!"
Mau tidak mau Cilla pun melingkarkan tangannya ke pundak Gema.
"Are you ready my princess?" Tanya gema sambil menoleh ke wajah cilla.
"READY!" jawab Cilla semangat.
Gema menyusuri koridor yang sepi,karna jam pelajaran masih berlangsung. Membuat Cilla tidak malu karena keadaan sepi.
Cilla menempel kan wajah nya ke pundak Gema, menikmati bahagia nya bersama sang kekasih. Sesekali Cilla mencuri pandang kearah wajah Gema yang tampan,memandang wajah Gema dari samping saja sudah sempurna,rahang yang kokoh,bulu mata yang sedikit lentik,alis yang tebal ah jangan lupakan bola matanya yang selalu memancarkan kegalakan sekarang memancarkan kebahagiaan.
Setelah melewati koridor yang lumayan panjang dan tangga akhirnya mereka sampai di rooftop.
Gema menurunkan Cilla di sofa usang.
"Makasih" ucap Cilla ketika ia sudah duduk di sofa.
"Sama sama" jawab Gema sambil duduk di sebelah Cilla.
Cilla tersenyum melihat pemandangan dari atas,cuaca yang cerah,angin yang sejuk, membuat hati Cilla tenang.
Karena hembusan angin,rambut Cilla menutupi wajah nya yang cantik,
Gema yang melihat itu langsung menyingkirkan helaian rambut Cilla dan membawanya ke belakang telinga Cilla.
"Kenapa ngajak kesini?" Tanya gema sambil membenarkan rambut Cilla.
"Aku cuma mau liat pemandangan yang indah bersama hamba Tuhan yang aku sayangi"jawab Cilla sambil menoleh tersenyum kearah Gema.
Gema tersenyum mendengar jawaban dari Cilla, "belajar gombal dari mana?" Tanya gema sambil mencubit gemas pipi Cilla.
"Ih Gema sakit tau,lagian kamu kan yang ngajarin" jawab Cilla sambil tertawa.
Gema ikut tertawa saat Cilla tertawa sambil mengusap pipi Cilla dengan sayang, menikmati tawa Cilla yang indah,dan senyum Cilla yang membuat hati Gema menghangat.
Gema membawa Cilla ke pelukannya,mengusap rambut Cilla dengan sayang.
"Lo bahagia nya gue,apapun yang lo mau tinggal bilang ke gue,biar gue yang kabulin semua yang lo mau, asal lo selalu bahagia" ucap gema dengan nada lembut.
Cilla membalas pelukan Gema, menyadarkan kepalanya di dada Gema, "aku sayang kamu, Gema" ucap Cilla dengan nada lembut dan suara yang kecil.
Gema tersenyum mendengar apa yang barusan Cilla ucapkan padanya, "gue juga sayang lo, princess" jawab Gema tak kalah lembut.
Cilla yang mendapat respon dari Gema ia makin menenggelamkan kepalanya di dada gema, menahan rasa malunya,dan menikmati aroma khas dari badan Gema,yang membuat Cilla nyaman.
Gema yang menyadari jika Cilla malu,ia memeluk Cilla dengan lebih erat lagi, seakan menandakan bahwa, Cilla adalah gadis Gema.
Kebahagiaan Gema ada pada Cilla,gadis nya yang polos,cantik,baik,dan mempunyai senyuman tulus membuat hatinya menghangat.
Gema akan terus berusaha membahagiakan Cilla nya.
"You are my everything" batin Gema.
....