PRICILLA

PRICILLA
TWENTY SIX



Bruk...


Gema terkejut melihat para teman teman nya jatuh dengan menerobos pintu,tak kalah dengan Gema Cilla pun terkejut.


"Ngapain kalian?" Tanya Gema sinis


Mereka pun langsung bangun satu persatu,kecuali Rhea. Saat yang lain jatuh Rhea malah ada di belakang mereka berdiri sambil melipat tangannya di depan dada.


"Hehehe jenguk Bu bos lah" jawab Kavin sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Bohong tuh. Jelas jelas mereka ngupin lo bedua,jadi gue dorong aja mereka" kata Rhea sambil berjalan kearah bankar cilla.


Gema pun langsung melihat satu persatu teman temannya dengan tatapan sinis. Mereka yang mendapat tatapan itu langsung cengengesan seperti orang tak berdosa.


"Hai cill?" Ucap Rhea sambil memeluk cilla


"Hai juga Rhea. Gimana keadaan kamu?" Tanya Cilla.


Rhea melepaskan pelukannya, "heh salah! Aturan gue yang nanya itu ke lo!" Kata Rhea sambil berdecak pinggang.


Cilla pun tertawa, "iya maaf"


Rhea hanya memutar bola matanya, "jadi gimana keadaan lo?" Tanyanya


"Aku baik kok. Nih liat" jawab Cilla sambil menunjukan senyum lebarnya


"Lo tau gak sih,gue tuh gaada temen kalo ke kantin pas lo gak sekolah"


"Terus kamu gak makan dong?" Tanya Cilla polos


"Gue ke kantin,bareng para kunyuk idiot tuh" jawab Rhea sambil menunjuk, Kavin,Kemal,Arya,dan Delon.


"Heh bukanya terimakasih sama aa ganteng malah di maki maki" sewot kemal


"Ganteng kagak,burik iya" sengit Rhea.


Mereka pun tertawa ketika melihat kemal adu bacot dengan Rhea.


"Kapan si cantik pulang?" Tanya Arya sambil melirik ke arah Cilla.


"Siapa cantik?" Tanya Kavin


"Noh yang lagi di atas bankar hehe" jawab Arya


Plak!


Arya meringis saat Gema menabok mulutnya.


"***, gema sakit *****!" Kata Arya sambil mengusap mulutnya yang tadi di tampar Gema


"Hahaha makanya ngomong tuh di peres dulu" timpal Kavin.


"Gema kamu gaboleh gitu dong,kasian Arya" ucap Cilla sambil menatap Gema


"Biarin biar tau rasa"


"Sakit banget nih cill, Gema buas banget sih" adu Arya sambil memonyongkan bibirnya


"Bibir lo minta di gaplok Gema lagi?" Tanya Delon


"Pala lo gue gaplok" sinis Arya


"Maafin Gema ya Arya" ucap Cilla


"Eeh gapapa kok,gausah minta maaf salah si macan bukan salah cantik kok" kata Arya


Gema sudah bersiap melayangkan tangan nya untuk tamparan kedua untuk Arya,tapi Cilla sudah duluan melarangnya.


"Gema...." Panggil Cilla saat Gema ingin menampar Arya lagi


Gema pun menurunkan tangannya kembali, Arya pun merasa kesenangan.


"Dasar Playboy cap landak!" Ucap Rhea


"Pedes banget ***** mulut pawang nya si Delon" kata Kemal


"Heh, ngomong apa lo?!" Tanya Rhea dengan Sinis


"Hehe gak kok. Tuh kata Delon lo cantik"


"Gue aja terus" ucap Delon


"Alah,gausah ngelak lon. Kemaren sore lo sama macan betina itu lagi makan kan di cafe kangen?" Tanya kemal yang membuat Rhea dan Delon terkejut.


"Tau dari mana lo?" Tanya Delon


"Apa sih yang gue gak tau" kata kemal bangga


"Beneran kemarin kamu makan bareng sama Delon Rhe?" Kali ini Cilla yang bertanya


Rhea hanya mengangguk malu. Teman temannya pun langsung tertawa keras.


"Hahaha tuh kan bener,bentar lagi ini mah" ucap Arya


"Gas teros lon" teriak Kavin


"Iya bos maaf, keceplosan. Gara gara si jingan nih" kata Kavin sambil menunjuk Arya


"Gue lagi aja" ucap Arya dengan lesu


"Hahaha nista banget hidup lo ya" kata Delon


"Aku ganteng aku diam" ucap Arya sambil menampilkan senyuman lebarnya


"*****,jijik gue liat muka lo" kata Kemal


"Bukan temen gue" timpal Kavin


"Bukan temen gue juga" ikut delon


"Apalagi gue" Gema pun ikut menyaut


"Ga kenal" ucap Rhea


Cilla hanya menahan tawanya,saat melihat Arya yang terus terusan menjadi bahan nista sahabatnya. Arya yang kesal langsung mencebikan bibirnya.


"Temen *****,temen kampret,temen buaya,temen dog lo semua kecuali si cantik!" Kesal Arya


"Wah Gem,si Arya masa bilang si Cilla cantik sih" kompor Kemal


"Wah minta perang itu dia"


"Hajar aja Gem"


"Jangan kasih ampun"


"Awas gem, Cilla rabies kalo deket si Arya. Arya kan kaya kuman"


Lihat lah, baru saja di nistakan sudah di nistakan lagi. Sungguh malang nasib Arya.


"Dah lah gue males sama kalean" ucap Arya


"Kalian jangan gitu dong kasian Arya,nanti nangis lagi" ucap Cilla meledek


"Cilla cantik jahat sama aa" ucap Arya


"Hahaha ******" kata Kavin sambil tertawa puas melihat muka Arya yang sudah merah.


...


Waktu berjalan begitu cepat. Sampai seminggu ini Cilla tidak masuk sekolah nya, sekarang rambutnya sudah menipis,hampir. Botak. Keadaan Cilla pun makin memburuk,obat Cilla pun bertambah banyak,


Gadis itu tidak yakin jika ia akan sembuh. Tapi kali ini ia benar benar iklhas jika tuhan tidak mengizinkan ia hidup lebih lama lagi.


Ceklek!


Pintu ruangan Cilla terbuka menampilkan seorang laki-laki paruh baya dengan pakaian formal dan jas kantornya.


Buru buru Cilla menghapus air mata yang tadi sempat keluar. Lelaki paruh baya itu mendekat ke arah cilla.


"Selamat sore Cilla" sapa lelaki paruh baya itu


"Sore juga om" jawab cilla dengan ramah


"Bagaimana keadaan mu?"


"Cilla baik ko. Gimana keadaan om Rafi?" Tanya balik Cilla. Iya yang sekarang ada di hadapannya adalah papihnya Gema


"Om baik. Ini om bawakan buah buahan,semoga cepat sehat ya" ucap Rafi sambil menaruh buah buahan itu di atas nakas cilla


"Terimakasih om"


"Pasti kamu bingung ya,kenapa om Dateng kesini." Ucap Rafi sambil duduk di kursi samping Cilla


Cilla hanya mengangguk.


"Jadi om kesini ingin menjenguk kamu,kata Gema kamu sakit. Boleh om tau apa penyakit kamu?" Tanya Rafi


Cilla hanya tersenyum mendengar pertanyaan Rafi, "Leukimia,bahkan udah stadium akhir om" jawab cilla sambil menunduk


"Om turut prihatin. Sebelum nya om ingin mengucapkan terimakasih kepada kamu sudah membuat Gema anak saya berubah, walaupun masih cuek. Tapi om mengerti, Saya sebagai papihnya Gema benar benar hampir melupakan Gema sebagai anak saya. Saya pikir dengan selalu bekerja dan menghasilkan uang untuk Gema membuat Gema merasa bahagia. Tapi saya salah, saya melibatkan uang untuk kebahagiaan Gema, padahal Gema hanya butuh teman di rumah. Saya benar benar terimakasih ke kamu Cilla,saya mohon bahagiakan Gema." Ucap Rafi panjang sambil menahan air matanya.


Cilla pun hampir manangis saat melihat papih nya Gema berbicara seperti itu.


"Om gaperlu terimakasih ke Cilla. Cilla ga ngebantu apa apa kok. Cilla gak bisa janji untuk terus sama Gema, sekarang Cilla udah di kemoterapi rambut Cilla hampir botak om. Cilla gak yakin kalo gema bakal mau terus sama Cilla" kata Cilla


"Gema sayang sama kamu kok,percaya sama om. Kalo Gema nakal sama kamu bilang sama papih ya?" Ucap Rafi


Cilla terkejut saat om Rafi menyebut kata papih ke Cilla


"Papih?" Tanya Cilla


"Iya panggil saya papih. Kamu sama Gema kesayangan saya" jawab Rafi sambil memeluk Cilla.


"Iya pi..h" ucap Cilla sambil membalas pelukan hangat dari papih Gema.


"Terimakasih Cilla" gumam Rafi.