PRICILLA

PRICILLA
FORTY



Rafi memasuki ruang kantor Gema, seperti biasa anak nya itu selalu giat bekerja, selalu telat untuk makan siang. Tak hanya ingin melihat anaknya, tetapi Rafi berniat untuk berbincang serius.


"Gem!" Panggil Rafi yang sudah duduk di sofa


Merasa kenal dengan suara orang tersebut, Gema menghentikan aktivitas bekerja nya, melihat ke arah papi nya,dengan menaikkan alisnya.


Rafi peka dengan anaknya, "sini bentar papi mau ngomong serius"


Gema membuang nafas nya, berdiri dan menghampiri papinya, "ada apa pi?" tanya Gema


"papi mau bilang kalo papi udah menjodohkan kamu sama anaknya temen papi" ucap Rafi


Gema yang tadinya tidak terlalu serius, sekarang tubuhnya menegang, "maksud papi apa? Gema gamau,lagian Cilla udah pulang, Gema juga punya niat buat ngelamar Cilla" elak Gema


"Papi tau,tapi tolong Gema,ini demi kamu juga."


"Ck,demi kantor?" Tanya Gema


"Masih jaman ngejodohin pake alesan demi kerjaan? Emang nya sinetron. Papi serius kali ini kamu nurut sama papi. Besok malam jam tujuh,nanti papi share loc" putus Rafi


"Gema gamau Pi,papi gabisa ngatur Gema, Gema punya pilihan sendiri yang buat Gema bahagia!" Ucap Gema dengan jengkel


"Keputusan papi juga bisa bikin kamu bahagia,udah pokonya kamu datang aja besok. Kalo kamu gak dateng papi gak akan bikin Cilla tenang" ancam Rafi.


"Jangan bikin Cilla menderita pi,"


"Makanya kamu ikutin apa mau papi!"


"Oke,tapi janji sama Gema,jangan sentuh Cilla!"


"Deal!" Ucap Rafi.


Mungkin Gema bodoh, mengikuti pemerintah papi nya, tapi mau bagaimana Gema takut Cilla terluka. Gema tahu ini salah,tapi Gema tidak menyerah, Gema memikirkan cara untuk menolak perjodohan ini.


...


"Assalamualaikum" salam gema, sekarang Gema sedang berniat untuk berkunjung ke rumah Cilla,menemui gadisnya.


"Waalaikum sallam,oh Gema. Ayo masuk" ucap lestari


"Makasih bunda,oh iya ini Gema bawa kue buat bunda" Gema menyerahkan paper bag berisi kue yang tadi ia beli sebelum kesini


"Wah, gausah repot repot. Makasih ya"


"Sama sama Bun,gak repot kok,kan Gema beli bukan bikin" kata Gema dengan tawa hambar nya


"Bisa aja kamu,oh iya kamu nyari Cilla atau cuma mau nganter kue doang?" Tanya lestari


"Nyari Cilla sih sebenernya" jawab Gema


"Cilla ada di kamarnya,kamarnya kamu naik aja gih,paling cilla lagi baca novel di balkon" titah lestari


"Gapapa nih bun Gema masuk ke kamar Cilla?" Tanya Gema memastikan, takutnya fitnah belum mukhrim


"Gapapa,asal jangan ngelakuin hal aneh,udah sana ke atas bunda mau masak dulu"


"Yaudah Bun, Gema naik dulu ya"


Gema pun langsung menaiki satu persatu anak tangga yang menuju kamar Cilla,tepat di pintu berwarna pink pastel, Gema langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Dan yang ia lihat pertama adalah,gadisnya yang tangan duduk sambil menatap langit.


Pelan pelan, Gema berjalan mendekati nya,tepat di samping gadisnya sedang duduk, ternyata gadisnya sedang memejamkan mata nya. Gema berdiri tepat di atas Cilla, menghalangi cahaya yang tadi sempat menyilaukan Cilla.


Merasa cahaya yang cerah hilang,Cilla membuka matanya,dan yang pertama ia lihat adalah sesosok pria tampan yang masih memakai jas kantornya,rambut yang sedikit acak-acakan tapi bisa membuat Cilla terkagum akan ciptaan Tuhan yang satu ini.


"Udah ngeliatin aku nya?" Tanya Gema


Cilla langsung merubah air mukanya, "siapa yang liatin kamu" Elak Cilla


"Aku tau kok kalo aku ganteng,jangan heran kaya gak pernah liat aku aja" ucap Gema dengan pede


"Kamu punya kaca ga?" Tanya Cilla


"Punya,lebih gede dari pada di mall" jawab Gema sombong


"Bagus,sering sering ngaca ya. Jangan kepedean!"


"Sejak kapan sih kamu se ngeselin ini?"


"Gatau,aku kan di ajarin kamu"


"Pinter ya sekarang" ucap Gema sambil mencubit kedua pipi Cilla dengan gemas


"Maafin ya,mana yang sakit?" Tanya Gema


"Ya pipi aku lah,kan yang kamu cubit pipi" jawab Cilla


Gema memegang kedua tangan Cilla yang di pakai untuk mengusap pipi,dan memajukan wajahnya.


Cup!


Cup!


Cilla menegang kaku,saat Gema mencium kedua pipinya. Gema yang melihat Cilla sedang terdiam kaku malah tertawa karna tingkah gadisnya yang gemas itu.


"Gimana udah gak sakit kan?" Tanya Gema sambil menaik turunkan alisnya


"Gema!!!" Teriak Cilla


"Syuttt jangan teriak nanti di denger tetangga ngiranya aku ngapa ngapain kamu lagi"


"Biarin,lagian emang bener,kamu udah nyium pipi aku tanpa ijin!" Ucap Cilla dengan melipat tangannya di depan dasa


"Oh jadi kalo mau cium harus ijin dulu ya? Oke deh kalo gitu" ucap Gema.


"Gak boleh maen cium cium,belum mukhrim!"


"Kamu ngodein aku? Kamu ngebet banget ya buat di lamar?" Tanya Gema dengan senyum yang mengejek


"Ih bukan gitu,aku gak ngasih kode kok!"


"Tunggu aku, secepatnya aku ke rumah kamu"


"Ngapain?bukanya sekarang kamu udah ke rumah aku ya?" Tanya Cilla polos


Gema memajukan tubuhnya, mendekatkan wajah nya ke wajah Cilla, "mau ijin sama ayah bunda,kalo aku mau ngambil kamu terus aku ganti pake cucu yang gemayyy" bisik Gema


"Ihh Gema!" Teriak Cilla sambil mendorong tubuh Gema agar menjauh


"Kenapa sayang?ga sabar?" Tanya Gema


"Dasar mesum" ucap Cilla


"Yang penting kamu sayang aku"


"Pede tingkat dewa!"


Melihat gadisnya sedang mengomel, membuat Gema menjadi tambah gemas dengan Cilla, sekarang hobi Gema adalah menggoda Cilla dan membuat Cilla marah marah tidak jelas.


...


Dua jam lagi Gema akan pergi ke tempat yang papi nya sudah beritahu,iya, Gema akan pergi ke acara perjodohan itu, dengan berat hati. Gema merebahkan dirinya di kasur yang nyaman, berusaha mencari cara agar papi nya membatalkan perjodohan ini.


Gema masih ingin bersama cilla,bukan yang lain. Lagi pula Gema sudah berjanji akan melamar Cilla secepatnya. Tapi ada saja halangan nya, seperti sekarang, apa apaan jodoh Gema itu Cilla bukan yang lain.


"Maafin aku sayang" gumam Gema.


Dua jam kemudian, Gema sudah rapih dengan jas yang sangat cocok untuk tubuhnya,sengaja Gema terlambat.


Drttt... drttt..drttt


Handphone Gema bergetar,papi nya menelpon. Dengan malas Gema mengangkat nya.


"Kamu dimana? cepetan dateng ini calon kamu udah di sini!" Terdengar suara dari sebrang sana


"Iya pih, Gema mau berangkat ini" ucap Gema dengan malas


"Cepetan,jangan samper kamu nyesel setelah sampe disini dan jangan bikin papi kecewa!" Tekan Rafi


Tut..


Panggilan terputus. Tanpa menunggu lama lagi, Gema langsung menyambar kunci mobilnya dan berjalan menuju garasi rumah tempat dimana mobil Gema. Dan Gema pun langsung menjalankan mobilnya menuju tempat dimana perjodohan itu akan berlangsung.


...


Jangan lupa Vomment!


Biar cepat up dan cepet ending hehe


❤️❤️❤️