PRICILLA

PRICILLA
FORTY THREE



Buat kalian, take care ya jaga kesehatan,makan yang teratur,sering sering cuci tangan biar terhindar dari covid-19 semoga kalian semua sehat, Aamiin!!!❤️❤️


Happy reading!!


...


Sinar matahari yang menembus jendela membuat Cilla yang sedang tertidur terusik,kemarin hari yang bahagia,tentu saja karna Gema sudah menjadi suami Cilla, Gema yang selalu menepati janji kepada Cilla dan ada pada saat Cilla di titik rendahnya.


Cilla mengerjapkan matanya,ia berusaha untuk bangun tetapi tangan Gema menghalangi Cilla,karna Gema memeluknya. Cilla menatapi laki-laki yang sudah sah menjadi suaminya, tampan,rahang yang kokoh dan hidung mancung.


"Gem bangun udah pagi" Cilla menepuk pipi Gema pelan berusaha membangunkan Gema


"Hmm, sepuluh menit lagi ya" ucap Gema dengan mata yang masih tertutup


"Yauda aku bikin sarapan dulu,jangan lupa bangun!" Ucap Cilla


"Iya sayang" Cilla berusaha menyingkirkan tangan gema yang melingkar di pinggang nya,tapi Gema menahan Cilla,


"Morning kiss dulu sayang" kata Gema sambil memandang wajah Cilla


"Gem,aku mau bikin sarapan udah kesiangan ini" ucap Cilla


"Makanya cepet morning kiss dulu" titah Gema, Cilla pun mencium bibir Gema dengan cepat


Cup!


Gema tersenyum, melihat istrinya yang masih saja menggemaskan, "makasih sayang" ucap Gema.


Buru-buru Cilla bangun dari tempat tidur nya dan ia ke dapur untuk menyiapkan sarapan. Cilla dan Gema masih ada di hotel siang ini mereka akan pulang.


Cilla membuat nasi goreng untuk Gema, menyiapkan bahan sebagai pelengkap dan dengan telaten Cilla memasak. Saat memasak tiba-tiba sepasang lengan melingkar di perutnya,dan yang sudah Cilla tahu itu adalah lengan Gema.


"Gem,mandi sana. Aku lagi masak ini" titah Cilla sambil melepaskan tangan gema


"Wangi banget sih kamu,udah mandi emang?" Tanya Gema


"Aku belum mandi,sana kamu mandi dulu" titah Cilla


"Iya sayang iya" gema pun berlalu memasuki kamar mandi untuk ritual paginya.


Cilla masih belum terbiasa dengan Gema, Gema membuat jantung nya ingin copot dari tempat nya. Gema benar benar berbeda ketika dengan cilla. Apalagi mereka akan tinggal berdua untuk waktu yang lama,doakan jantung Cilla tetap sehat .


Tepat nasi goreng itu baru di pindahkan di atas meja, Gema sudah selesai mandi dengan celana boxer, bertelanjang dada,dan handuk di gantungkan di lehernya.


"Gem,kamu makan nih,aku mau mandi dulu" titah Cilla sambil mencepol kembali rambutnya


Gema duduk di kursi meja makan, "kamu mandi,aku tunggu kamu selesai terus kita makan bareng" ucap Gema


"Kamu duluan aja,nanti kamu kelamaan nungguin aku mandinya" ucap cilla


Gema berdiri mendekati Cilla,tanpa aba-aba Gema menggendong Cilla seperti koala membawa Cilla ke kamar mandi.


"Gema turunin!" Cilla memukul punggung Gema


"Udah sana kamu mandi,aku tungguin di meja makan,atau sekalian aku mandiin?" tanya Gema dengan smirk nya


"Ih,sana aku mau mandi!!" Cilla mendorong Gema untuk keluar dari kamar mandi.


Gema yang berada di luar hanya tersenyum sendiri menjahili istrinya. Sambil menunggu Cilla Gema membuka ponsel nya karna ada telepon,dan papi nya yang menelponnya


"Hallo pi?"


"Kamu pulang ke rumah Cilla habis dari hotel ya,papi ada di sana, setelah itu kamu pindah ke rumah yang papi kasih ke kamu" ucap Rafi


"Gema mau beli rumah sendiri pi"


"Itu hadiah pernikahan kalian dari papi,surat surat nya udah atas nama kamu semua"


"Oke,nanti Gema pulang"


Setelah sambungan terputus, Gema kembali ke meja makan untuk menunggu Cilla. Beberapa menit kemudian Cilla sudah datang dengan wajah yang lebih cantik, sebenarnya mandi atau tidak Cilla memang sudah cantik.


"Kamu belum makan?" Tanya Cilla sambil duduk di depan Gema


"Aku nunggu istri aku,kan aku udah punya istri bukan sendiri lagi" jawab Gema


"Yauda makan dulu" titah Cilla. Den mereka pun memakan nasi goreng yang Cilla masak,dan tentu Gema sangat suka dengan semua masakan Cilla,bukan pertama kalinya Cilla memasak untuk Gema tapi Cilla sudah sering memasakan Gema makanan.


...


Selesai dengan makannya, Gema dan Cilla mengemas barang-barang nya dan pergi meninggalkan hotel untuk pergi ke rumah Cilla.


"Assalamualaikum bunda,ayah eh ada papi"  Cilla menyalimi semua yang ada di ruang tamu


"Waalaikum sallam" jawab mereka


"Bunda,Cilla kangen!" Cilla memeluk bunda nya erat


"Heh,malu sama suami noh,masih aja kaya anak kecil sih" ucap lestari sambil menunjuk ke belakang Cilla karna Gema baru saja masuk


"Ih biarin,Cilla kangen bunda"


"Bunda juga kangen,tapi kamu kan udah punya Gema,baik baik ya sama Gema jadi istri yang nurut jangan manja inget bunda ga lagi sama kamu oke?"


"Bunda kok ngomong gitu sih? Cilla kalo bosen bakal main ke sini kalo ga kerumah papi" ucap Cilla sambil melepas pelukannya


"Gem,rumah kamu udah papi sedian berserta isinya ya. Hari ini kalian bisa pindah dan ada mang ujang di sana buat jagain rumah kalo pembantu belum ada kalian nanti cari sendiri aja" ucap Rafi


"Makasih pi" ucap Gema


"Rumah? Rumah siapa?" Tanya Cilla


"Rumah kalian, hadiah dari papi" jawab Rafi


"Papi serius? Papi gaperlu repot repot ngasih rumah aku sama Gema bisa tinggal di apartemen dulu" ucap Cilla


"Hadiah buat mantu papi yang cantik" ucap Rafi


"Makasih pi" kata Cilla sambil tersenyum


Mereka berkumpul untuk mengobrol tentang pernikahan Cilla dan Gema kemarin,dan tentang hal lain yang membuat seisi rumah tertawa.


Sekarang Cilla dan Gema akan pergi ke rumah baru yang di beri Rafi sebagai hadiah pernikahan.


"Bunda,Cilla gamau jauh sama bunda" ucap Cilla sambil memegang tangan bunda


"Kamu gaboleh gitu sayang, kalo kamu mau kesini Dateng aja,rumah ini kan rumah kamu juga. Kamu juga harus nurut sama Gema jangan kaya anak kecil" ingat lestari


"Ayah, Cilla mau sama ayah" sekarang Cilla pindah memegang tangan Tama


"Anak ayah udah besar harus bisa mandiri kamu udah punya suami yang bakal nemenin kamu,kamu gak sendiri sayang,nurut sama Gema oke?" Cilla pun langsung memeluk Tama


"Kalo kamu bosen di rumah sendiri karna Gema kerja,kamu bisa telepon supir papi buat anter kamu ke rumah ayah Tama atau papi, jangan khawatir" ucap Rafi sambil mengelus rambut menantunya


"Makasih pi" ucap Cilla


"Ayo,cill keburu malem" aja Gema yang hanya di angguki oleh Cilla


"Ayah,Bun,pi gema pamit dulu ya. Gema janji bakal jagain Cilla,gabakal bilik Cilla nangis,terus bikin Cilla bahagia kalian tenang aja" ucap Gema sambil merangkul pundak istrinya


"Papi pegang omongan kamu,kalo mantu papi nangis awas kamu!" Ingat Rafi


"Ayah sama bunda titip Cilla ya gem" ucap Tama


"Pasti yah. Yaudah kalo begitu kita pamit. Assalamualaikum" pamit Gema dan Cilla meninggalkan rumah


Di dalam perjalanan Cilla diam saja, seperti masih belum ingin pindah atau meninggalkan ayah dan bundanya.


"Jangan sedih dong,aku janji bakal bawa kamu ke rumah bunda sama ayah" ucap Gema sambil mengelus pipi Cilla dengan satu tangan ya karna satu tangannya lagi sedang menyetir


"Serius?" Tanya Cilla antusias


"Iya sayang,bilang sama aku kamu mau kapan ke rumah bunda nya nanti aku anter,jangan sedih" ucap Gema


"Makasih Gema,kamu emang yang terbaik"


Cup!


"Hadiah buat kamu karna udah sabar sama aku" ucap Cilla setelah mencium Gema


"Udah berani ya cium cium,siapa yang ngajarin?" Tanya Gema


"Kamu" jawab Cilla singkat


"I love you" ucap Gema


"I love you too" balas Cilla dengan senyuman yang cantik


Gema berharap semoga dirinya bisa membuat istrinya tetap tersenyum seperti sekarang,kecuali air mata bahagia, Gema berjanji akan terus menyanyangi Cilla.


...