
"Gem buruan siap-siap acaranya sebentar lagi mulai loh" titah Cilla kepada suaminya yang masih mandi. Hari ini hari pernikahan Delon dan Rhea. Cilla mendapatkan kabar dari Rhea bahwa ia sudah di lamar oleh Delon dan akan menikah. Kebetulan Gema dan Cilla sudah di Bandung lagi.
Ceklek
"Gausah buru-buru,lagian acaranya gabakal meriah kalo gaada kita" ucap Gema saat keluar dari kamar mandi dan langsung masuk kedalam walk in closet
"Cepetan Gema,aku mau ketemu Rhea"
"Iya sayang iya,aku gerak cepet nih"
Cilla yang sudah siap memainkan handphone nya untuk mengisi waktu menunggu suami nya.
"Sayang,dasi kupu-kupu aku dimana ya?" Tanya Gema sambil mengancingkan kemeja nya
"Kan ada di dalam lemari yang khusus dasi,coba kamu cek"
"Gaada sayang,bantu aku buat carinya"
Cilla pun membuka lemari yang menjadi tempat dasi Gema,ia mencari dengan teliti tak sampai satu menit,dasi kupu-kupu yang dicari Gema sudah ada di tangannya.
"Ini apa? Makanya lain kali nyarinya pake mata jangan pake mulut" omel Cilla sambil memasangkan dasi ke kerah baju Gema.
"Iya sayang maaf" Gema menarik pinggang Cilla agar Cilla dapat sampai di lehernya. Kebiasaan Gema ya mengamati wajah cantik istri nya.
"Udah selesai,tinggal pakai jas nya sama rapihin rambut kamu"
"Makasih"
Cup!
Gema mencium bibir Cilla,hanya sebuah kecupan,tidak lebih.
"Cepet Gema,aku pengen liat Rhea"
"Iya sayang,ayo" Gema menghampiri Cilla dan melingkarkan tangannya ke pinggang Cilla posesif.
...
Gedung yang cukup megah dan mewah yang sekarang dipakai untuk acara pernikahan Delon dan Rhea. Warna biru laut mendominasi dekorasi yang ada di gedung ini.
Tak sedikit tamu yang datang, Delon adalah CEO di perusahaan milik ayahnya. Jadi kemungkinan besar tamu yang hadir adalah rekan bisnis Delon,dan sisanya teman Rhea dan keluarga.
Gema dan Cilla memasuki gedung, Gema yang tampan dan Cilla yang cantik nan anggun, cocok bukan? Tak heran banyak laki-laki yang memandangi Cilla, dan juga wanita yang memandangi Gema.
Gema terus melingkarkan tangan posesif di pinggang Cilla,yang seolah pertanda bahwa Cilla hanya miliknya.
Sesampainya Cilla dan Gema di hadapan pengantin yang baru saja sah, Cilla pun langsung memeluk Rhea.
"Selamat ya Rhe,semoga pernikahan kamu bahagia terus dan cepet dapet momongan" ucap Cilla yang masih di pelukan Rhea
"Makasih Cill udah dateng,gue kangen sama lo tauk!" Rhea melepaskan pelukannya
"Aku juga sama" Cilla mengalihkan pandangannya ke arah Delon "selamat ya Delon,semoga bahagia terus sama Rhea" ucap Cilla
"Makasih Cill,lo juga Gem"
"Sama-sama"
Mereka pun mengobrol bersama para sahabat Gema,
...
Gema yang sedang tertidur,terbangun ia melihat jam,dan ini masih jam tiga pagi, Gema bangun karna tidak ada Cilla di sisinya dan ia mendengar suara air mengalir dan Cilla yang seperti nya sedang muntah.
Buru-buru gema menghampiri Cilla di kamar mandi,dan benar saja Cilla sedang berusaha memuntahkan apa yang ada di perutnya.
Memegangi rambut Cilla yang menghalangi Cilla,mengurut tengkuk Cilla dengan hati-hati.
"Kaluarin semua sayang" ucap Gema
Gema yang melihat wajah pucat Cilla langsung panik dan khawatir,istrinya seperti orang sakit.
"Kamu kenapa?kita ke dokter ya?"
"Aku gapapa gem,cuma mual"
"Kamu lagi gak baik cill,aku panggil dokter suruh kesini ya"
Baru saja Cilla ingin mengucapkan sesuatu,tapi rasa mual itu datang lagi,yang membuat Cilla memuntahkan yang ada di perutnya padahal yang keluar hanya cairan putih tak ada apapun.
Setelah selesai,Cilla membasuh wajahnya lagi. Dan langsung memeluk Gema
"Pusing" lirih Cilla
Gema menggendong Cilla bak koala,mengusap punggung istrinya
"Tunggu sebentar aku telpon dokter,jangan ngebantah!"
Cilla pun hanya mengangguk dalam gendongan Gema. Membawa Cilla ke tempat tidur,menurunkan Cilla dengan hati-hati.
Terlihat istrinya yang sangat pucat dan terlihat menahan sakit. Gema mengambil handphone nya untuk menghubungi dokter yang biasa ia panggil.
Sambil menelpon,tangan Gema mengusap kening Cilla dengan sayang.
"Tunggu sebentar,dokter nya langsung otw,kamu minum dulu" gema membantu Cilla untuk minum
"Aku mual gem,,pengen.." Gema langsung menggendong Cilla ke wastafel. Buru-buru Cilla memuntahkan apa yang ia rasa.
"Keluarin sayang"
Setelah tak terasa ingin muntah, Gema menggendong Cilla lagi dan menidurkan Cilla. Tepat, dokter sudah datang.
Cilla di periksa.
"Apa yang di rasain?" Tanya dokter yang diketahui namanya Dani, dokter Dani adalah teman Gema
"Tadi dia mual sama pusing Dan," jawab Gema mewakili istri nya
"Kapan terakhir menstruasi?" Tanya Dani lagi kepada Cilla
"Saya terakhir bulan kemarin,saya telat" jawab Cilla
Dokter Dani pun hanya menganggukkan kepalanya.
"Besok bawa dia ke dokter kandungan,istri lo hamil,mungkin masih dua minggu usianya,masih rawan jangan samper istri lo kecapean" ucap Dani yang membuat Gema terdiam
"Lo serius?istri gue hamil?"
"Iya, besok lo pastiin bawa dia ke dokter kandungan"
Gema pun tersenyum bahagia, Cilla yang mendengar juga merasa senang.
"Gue kasih istri lo vitamin biar tetep sehat,gue permisi"
"Thank Dan!" Ucap Gema yang di angguki oleh Dani
Setelah Dani pergi, Gema menghampiri cilla,menciumi wajah Cilla.
"Terimakasih sayang,karna udah ngasih aku Gema junior di sini" Gema menunjuk perut Cilla lalu mengusapnya dengan sayang
"Sama sama ayah" balas Cilla
Gema tersenyum saat dirinya di panggil dengan sebutan Ayah yang membuat dirinya tambah bahagia,di karunia anak dan mempunyai istri yang sangat ia cintai. Membuat Gema ingin terus hidup menemani keluarga kecilnya.
...