
Gema mengangkat teleponnya,dan menempelkan teleponnya di telinga.
"Hallo?"
"..." Masih tak ada jawaban
"Hallo?"
"Ha...halo gema?" Deg!
Jantung Gema seperti berhenti saat itu juga. Suara yang ia kenali dan ia rindukan dapat ia dengar kembali.
"Halo Gema? Apa ini Gema? Kalo bener ini Gema,aku di Indonesia,taman yang sering kita datengin,aku harap kamu kesini ya. See u" Ucap suara yang ada di sebrang sana
"Gem lo kenapa?" Tanya Delon
"Gue cabut!" Tanpa babibu Gema langsung melajukan mobilnya menuju taman yang di ucapakan oleh seseorang yang tadi di telpon. Dengan kecepatan penuh.
Gema menarik nafas nya ketika sudah berada di depan taman. Seperti mimpi. Suara itu,suara yang Gema rindukan. Buru buru Gema keluar mobilnya dan berlari mencari dimana keberadaan seseorang tersebut.
Tepat di depan Gema,kursi taman yang panjang itu sedang di duduki oleh seorang gadis yang memakai cardigan berwarna pink dengan rambut yang panjangnya sebahu.
Merasa ada seseorang di belakangnya, gadis yang sedang duduk itu menengok kearah belakang. Dan sama terkejut nya, ia pun langsung berdiri.
"Hai Gema?" Sapa gadis itu
Bukannya menjawab sapaan dari gadis itu, Gema malah langsung berlari kearahnya dan langsung memeluknya erat.
Tubuh si gadis itu langsung menegang ketika Gema memeluknya dengan sangat erat seolah-olah tidak ingin kehilangan lagi.
"Hai Gema? Apa kabar? Long time no see" ucap gadis itu sambil membalas pelukan Gema
"Aku baik cill,kamu apa kabar sayang?" Jawab Gema dan mengajukan pertanyaan
"As you can see, aku baik." Jawab cilla. Iya iya,gadis nya Gema, Pricilla sudah kembali dari Belanda.
Gema melepaskan pelukannya, memegang bahu Cilla.
"Kamu kemana aja?pergi tanpa sepengetahuan aku?" Tanya Gema
Cilla menundukkan wajahnya, "maaf Gema,aku gamau bikin kamu khawatir karena kepergian aku secara tiba-tiba"
Gema memegang dagu Cilla agar Cilla tak menunduk.
"Jangan nunduk,aku gasuka. Aku tanya kamu selama ini kemana?" Tanya Gema
"Aku pindah ke rumah sakit di Belanda. Sebenernya aku gamau pindah,aku pasrah sama semuanya,tapi bunda dan ayah sekaligus om rafi papi kamu tetep bujuk aku supaya aku pindah ke rumah sakit yang lebih lengkap fasilitasnya" jawab Cilla
"Kamu tau?aku kelilingin semua kota cuma buat nyari kamu sampai hampir tiga tahun cill."
"Maafin aku Gema."
Gema langsung memeluk Cilla kembali.
"Jangan pergi lagi cilla,cukup ini yang terakhir" bisik Gema
Cilla melepaskan pelukannya, menatap Gema dengan dalam
"Maaf gem, kalo aku nelpon kamu, mungkin aku ganggu waktu kamu. Apa kamu udah ada pengganti aku?" Tanya cilla
Gema diam,tapi ia tetap harus menjawab, "hampir,dan bodohnya aku malah pengen pergi dan berpaling dari kamu. Tapi aku masih bisa bertahan dan nunggu kamu sampe sekarang. Karna cuma kamu tempat aku pulang" jawab Gema
"Kenapa kamu gak pergi gem? Aku bakal relain kamu kalo kamu pergi buat cari hati yang lain. Yang lebih baik dari aku"
"Gaada yang lebih baik daripada kamu Cilla,aku tetep milik kamu,dan sebaliknya" ucap gema dan langsung mencium kening Cilla dengan lembut.
Lagi-lagi tubuh Cilla menegang kaku, ini pertama kalinya Gema menciumnya,ya walaupun bukan bibir tapi mampu membuat ribuan kupu-kupu dalam perut Cilla berterbangan.
"I love you,and you are my everything" gumam Gema tepat di depan wajah cantik Cilla.
"I love you too"
...
"Cill apa kamu udah sembuh?" Tanya Gema
Cilla tersenyum hangat, "Alhamdulillah,tuhan masih sayang sama aku. Setelah bertahun-tahun aku menjalani pengobatan akhirnya penyakit aku pergi seratus persen kanker yang di tubuh aku hilang" jawab cilla
Gema yang mendengar itu pun senang, gadisnya yang ia cintai kini telah berada di hadapannya sekarang. Dengan penampilan yang makin cantik dan senyuman yang semakin membuat Gema tidak ingin kecolongan lagi.
"Aku seneng dengernya" ucap Gema sambil merangkul pundak Cilla.
"Sekarang kamu tinggal dimana hmm?" Tanya Gema
"Tetep sama kok,rumah dulu aku" jawab Cilla
Tanpa mengingat waktu, bagaikan dunia milik sendiri, Gema dan Cilla sampai tidak sadar bahwa mereka telah menghabiskan waktu di taman itu hampir sepuluh jam. Hanya dengan mengobrol dan saling memeluk.
Tanpa sadar juga, Cilla tertidur di pundak Gema.
"Cill,kamu mau jadi ist..." Kalimat Gema tidak selesai karna Gema melihat gadisnya sudah terlelap di pundaknya.
Memang kebiasaan Cilla,selalu tidur di mana saja. Bagaikan mempunyai motto sendiri "dimana saya nyaman di situ saya tidur" iya pundak dan pelukan Gema adalah tempat ternyaman Cilla. Gema itu bantal dan guling nya cilla.
Gema tersenyum melihat kekasihnya itu tertidur. Bisa bisanya gadisnya tertidur di tempat yang kurang nyaman seperti ini.
"Kamu makin cantik dan aku makin takut buat ngelepas kamu" gumam Gema.
Drttt... drttt...drttt
Handphone Cilla Gema berbunyi tanda penelpon masuk. Dan di situ tertera nama papi nya.
"Hallo Pi?"
"Pulang gema. Ini jam berapa? Kamu dimana?" Tanya Rafi
"Jangan berisik pih,di samping aku ada ibu negara lagi tidur!"
"Ngehalu aja kamu tuh. Inget Cilla belum pulang!"
"Kata siapa? Ini yang lagi tidur itu Cilla. Kalo papi gak percaya nanti Gema kirim pap ke papi! Udah dulu pih mau nganter ibu negara pulang" setelah mengucapkan itu Gema langsung mematikan sambungan nya.
Membuka aplikasi kamera nya,diam diam Gema mengambil foto dirinya dan Cilla yang sedang tertidur untuk di kirim ke papi nya sebagai tanda bukti bahwa dirinya tidak halu
Cekrek
"Dasar papi,gabisa apa percaya sama anaknya" gumam Gema.
Terkirim. Foto yang ia ambil sudah di kirim ke line papi nya. Dan papi nya hanya membalas.
"Balikin mantu papi ke orangtuanya. Jangan kamu macem macem!" Itu isi pesan papi nya.
Tanpa membalas pesan papinya. Gema langsung menggendong Cilla ala bridal style menuju mobilnya, mendudukkan Cilla di kursi samping nya. Dan langsung menjalankan mobilnya kerumah Cilla.
Selama perjalanan, Gema hampir kehilangan fokusnya karna keberadaan Cilla di sisinya masih seperti mimpi indah. Gadisnya yang menghilang hampir tiga tahun kini berada di samping nya dengan keadaan tertidur dengan wajah yang jauh sangat cantik tak ada lagi wajah putih pucat nya. Yang ada hanya bibir pink yang menggoda iman Gema.
Sabar gem. Nikah dulu! -author
Setelah sampai di depan rumah Cilla,telat di gerbang disana ada ayah dan bunda nya Cilla yang terlihat seperti orang yang khawatir. Tanpa banyak mikir Gema langsung menggendong Cilla berniat membawa masuk Cilla.
Tama dan lestari panik melihat Gema membawa putrinya dengan keadaan yang sedang di gendong.
"Ada apa sama Cilla gem?" Tanya Tama
"Cilla gapapa ko yah,cuma ketiduran" jawab Gema.
"Syukurlah,bunda kira dia pingsan. Yaudah kalo gitu kamu bawa masuk ke kamarnya ya." Titah busana lestari
"Iya Bun" Gema langsung pergi kedalam rumah Cilla dan menuju kamar Cilla. Membaringkan Cilla dengan cara perlahan,dan menutupi badan Cilla dengan selimut tebal bergambar pokemon ke tubuh mungil Cilla.
Sebelum pergi gema mengamati setiap bentuk wajah Cilla.
"Good night my princess" ucap Gema dan terakhir mencium kening dan pipi Cilla sebelum pergi.
...