PRICILLA

PRICILLA
THIRTY



Sore ini di ruang rawat Cilla sudah ada bunda, dan ayah nya. Ayah dan bunda Cilla baru saja pulang dari toko aksesoris. Datang dengan membawa paper bag ukuran sedang.


"Bunda udah beli wig buat aku?" Tanya Cilla.


"Udah sayang, Nih." Jawab lestari sambil memberikan paper bag yang berisi wig, "bunda pilih yang ga terlalu panjang dan gak terlalu pendek" sambung lestari.


Iya, rambut Cilla sudah habis. Bisa di bilang sekarang Cilla itu botak,tidak ada rambut sehelai pun di kepalanya.


"Wah makasih bunda, Cilla suka" ucap Cilla girang ketika melihat model wig nya.


Lestari sungguh sedih melihat putrinya yang pura-pura seolah tidak apa apa jika rambut nya rontok dan habis.


"Syukurlah,bunda sama ayah seneng dengernya" kata ayah Cilla.


Cilla langsung memakai wig rambut itu ke kepalanya. Sangat cocok untuk Cilla,menambah kesan cantik.


Lihat keadaan Cilla sekarang,tubuh yang kurus,wajah yang pucat,mata yang sayu,dan tak ada rambut di kepalanya, sekarang pun di bantu oleh wig.


"Kalo kamu butuh apa apa,bilang sama ayah bunda ya sayang" ucap sang ayah sambil mengelus pipi putri nya.


Cilla mengangguk sambil tersenyum "iya ayah" ucap cilla.


Ceklek!


Suara pintu terbuka, pandangan ayah,bunda,dan Cilla teralih. Melihat siapa yang datang.


"Assalamualaikum om,tante" salam seseorang yang tadi sempat mengalihkan perhatian.


"Waalaiakum sallam, kamu sendiri aja?" Tanya lestari.


"Iya tan, Rhea sendiri." Jawab Rhea. Yang datang adalah Rhea, sahabat Cilla.


"Rhea!!!" Panggil Cilla sambil merentangkan tangannya "Cilla kangen" ucap Cilla.


Rhea pun menghampiri Cilla dan langsung berpelukan, "gue juga,cepet sembuh dong gue bosen gaada lo!" Kata Rhea sambil melepaskan pelukannya


"Doain aja ya Rhe,aku juga kangen kamu,kangen sekolah"


"Always dong itu mah" ucap Rhea, setelah mengucapkan itu Rhea menghampiri kedua orang tua Cilla, "Tante,om Rhea boleh ajak Cilla ke taman rumah sakit ini ga?" Tanya Rhea


Ayah dan bunda nya Cilla yang mendengar itu saling menatap, mereka berdua tersenyum dan akhirnya mengangguk, "iya kamu boleh bawa Cilla,tapi sebelum Maghrib harus udah di kamar lagi ya?" Kata Lestari


"Siap Tante,om!" Jawab Rhea sambil mengacungkan jempol Nya.


"Oh iya Cilla nya pakai kursi roda ya" timpal Tama.


"Iya om, bentar ya cill gue ambil kursi roda dulu" ucap Rhea yang diangguki oleh Cilla.


Setelah mengambil kursi roda, Rhea membantu Cilla untuk duduk.


"Ayo cill,sini gue bantu" dengan telaten, Rhea membantu Cilla.


"Makasih" ucap Cilla,yang di angguki oleh Rhea di tambah senyum.


Dua gadis itu langsung berjalan menuju taman yang ada di belakang rumah sakit, Rhea mendorong Cilla.


Sesampainya mereka di sana,mereka berdua memilih tempat duduk di bawah pohon yang lumayan rindang, dengan angin sore yang sejuk dan kedamaian.


"Seger banget ya Rhe" kata Cilla sambil merentangkan tangannya.


"Hooh,gue suka"


"Kadang kita harus punya waktu buat mengistirahatkan tubuh kita yang lelah dan raga kita yang lemah,ngelepas semua masalah yang bikin diri kita tertekan,ngebuang masalah yang bikin diri kita stres. Kaya pergi ke tempat yang bener bener sunyi,sepi,dan yang paling penting bisa bikin hati kita tenang." Ucap Cilla


Rhea terdiam, mendengarkan apa yang Cilla katakan, melihat Cilla berbicara seperti itu membuat dirinya sadar, jika hidup memang harus di istirahat kan dengan ketenangan.


"Gue suka quote lo cill" kata Rhea sambil mengacungkan jempol nya.


Cilla membalas nya dengan tersenyum. Setelah itu sunyi menghampiri mereka,hanya diisi dengan suara kicauan burung yang sedang terbang bebas.


"Rhe,kamu tau rambut aku udah habis" ucap Cilla, Rhea yang sedang memejamkan mata nya langsung membuka matanya lebar dan menengok kearah Cilla


"Lo serius?" Tanya Rhea, Cilla mengangguk, "iya Rhe,ini aku pake rambut palsu" jawab Cilla.


Rhea mendekat kearah cilla, "Gema udah tau?" Tanya Rhea.


Cilla menggelengkan kepalanya, "belum tau" jawab Cilla. "Gema bakal ninggalin aku ya Rhe,kalo aku botak?" Tanya Cilla


"Lo apaan sih cill, cinta itu gak mandang fisik. Kalo Gema ninggalin lo disaat dia tau lo gaada rambut, berarti dia bukan cowok yang baik buat lo. Lagi pula buat apa hati di ciptaiin kalo fisik jadi penentu rasa cinta?" Kata Rhea bijak.


"Hmm tapi Rhe kamu gak malu punya temen penyakitan kaya aku gini?" Tanya Cilla


"Lo ngomong apa sih cill,gue ini sahabat lo ya, lagian gue temenan sama lo karna lo itu real gak fake. Gue lebih baik punya temen cacat tapi real daripada sempurna tapi fake. Mau gimana pun lo,gimana keadaan lo,Lo penyakitan,lo cacat, gue tetep sahabat lo cill" jawab Rhea langsung memeluk Cilla.


Mereka berpelukan,tanpa ingat waktu. Ini hampir Maghrib tadi lestari dan Tama bilang Cilla tak boleh telat di pulangkan.


"***** cilla ini mau Maghrib, ayo ah balik nanti gue di amuk bonyok lo lagi" sadar Rhea sambil berjalan kebelakang Cilla,untuk mendorong kursi rodanya.


Setelah mendorong Cilla dari taman sampai depan pintu kamar Cilla, Rhea dan Cilla di kejutkan dengan seseorang sedang berdiri di samping pintu dengan celana pendek jeans, sneaker hitam,dan hoodie yang menutupi wajahnya.


Cilla dan Rhea saling tatap,dan akhirnya menghampiri siapa orang itu.


Baru saja Cilla hendak membuka mulutnya,tapi orang yang tadi sudah menengok ke arah Cilla,orang itu langsung membuka tudung Hoodie nya dan menghampiri Cilla.


"Kamu dari mana aja hmm?" Tanya Gema. Iya iya orang itu Gema.


Cilla kaget, tapi ia berusaha sebisa mungkin untuk tidak terlihat kaget, "aku dari taman sama Rhea" jawab Cilla.


"Heh udah tau masih aja pake nanya" kata Rhea


"Gue gaada omong ke lo. Mending lo ke loby karna Delon nunggu lo disana" ucap Gema.


"Lo boong ya?" Tanya Rhea memastikan.


"Terserah,kalau lo gak percaya liat aja beberapa detik lagi ponsel lo bunyi dan si Delon yang nelpon lo" jawab Gema.


Bagaikan Dilan yang bisa meramal, benar saja ponsel Rhea berbunyi dan menampilkan nama Delon yang menelpon nya. Gema yang melihat itu hanya tersenyum sinis


Rhea menerima panggilan Delon.


"Ha-halo?" Ucap Rhea


"Hallo Rhe. Lo di rs tempat Cilla kan? Gue di loby nunggu lo" suara dari sebrang sana terdengar.


"Lo mau ngapain?" Tanya Cilla


"Gue mau jemput lo. Buruan sini" jawab Delon


"Kenapa gak lo yang kesini?" Tanya Rhea lagi


"Ok gue kesana. Tunggu." Ucap Delon. Dan panggilan terputus.


"Apa gue bilang. Batu sih" kata Gema


"Ck, dasar" decak Rhea.


Tak lama Delon datang dengan berlari.


"Ayo Rhe pulang,udah mau malam" kata Delon yang langsung menggandeng tangan Rhea.


"Gercep juga lo" timpal Gema.


"Proses" ucap Delon.


"Yuk pulang" ucap Delon. "Gue sama Rhea balik ya. Gws cill" kata Delon


"Eh, cill gue pulang ya. Salam sama Tante lestari sama om Tama ya. Dah"


"Iya Rhe nanti aku salamin. Dah. Hati hati, Delon jangan bawa Rhea ngebut ngebut!" Ucap Cilla yang hanya mendapat acungan jempol. Karna Delon dan Rhea sudah berjalan menjauhi Gema dan Cilla.


Kini sisah Gema dan Cilla. Masih di depan pintu kamar Cilla.


"Yuk masuk,ini dingin nanti kamu kedinginan" ucap Gema dan langsung mendorong kursi roda


"Iya"


...


Hari ini hari libur, dan Gema semalam menginap di rumah sakit untuk menemani Cilla. Btw Cilla sudah bangun sejak jam enam pagi tadi tapi Gema belum bangun. Gema tidur dengan posisi duduk,ia tidur di kursi yang ada di samping bankar Cilla,dan kepalanya iya letakan di tumpukan tangannya.


Cilla mengusap pelan rambut Gema. Mengusap dengan halus dan hati hati,takut Gema terbangun.


Menatapi wajah tenang Gema. Gema tidak seram jika ia sedang tidur, berbeda saat gema sedang sadar.


"Aku tau kok kalau aku tuh handsome" ucap Gema dengan nada khas bangun tidur nya.


"E-eh geer" ucap Cilla gugup karena ketahuan


"Aku gak geer, orang kamu sendiri kok yang liatin aku"


"Aku kan punya mata. Jadi bebas dong mau liat kesiapa dan kemana aja"


"Kamu gabole ya liat liat cowok lain. Kecuali aku, Gema Tara Lendra pacar Pricilla Ananda Putri" kata Gema dengan bangga.


"Gema nyebelin,aku lebih suka liat manu rios daripada kamu"


"Kamu belum sadar ya? Bangun dong sayang liat nih aku,si manu manu itu gaada apa apa nya,gantengan juga aku kemana mana"


"kok kamu pede banget sih?"


"Pede tuh harus. Prinsip hidup,tapi tetep prioritas mah tetep cuma kamu" ucap Gema sambil menaik turunkan alisnya.


"Nyebelin, ngeselin. Udah sana mandii. Kamu bau!" Kata Cilla sambil memukuli Gema.


"Aku wangi,nih sini aku peluk" ucap Gema langsung merentangkan tangannya untuk berusaha memeluk Cilla


"Jangan deket-deket. Kamu bau"


"Gak sayang,sini sini cium wangi aku"


Grep!


Cilla pun masuk kedalam pelukannya Gema. Dengan tangan yang masih berusaha melepaskan diri dari pelukan Gema tapi nihil,tenaga nya lebih besar Gema.


"Hahaha udah nikmatin aja nih wangi badan aku" ucap Gema.


"Kamu bau tau!" Kata Cilla. Sebenarnya Gema tuh wangi,harum parfum yang biasa ia pakai masih melekat di badannya.


"Syutt diem,,aku lagi nikmatin pelukan pagi dari gadis aku" ucap Gema


Cilla yang tadinya ingin bersuara lagi tapi ia tahan, Cilla juga sama, menikmati pelukan hangat di pagi hari dari orang yang spesial.


...