PRICILLA

PRICILLA
Their short story



...


Rhea adalah gadis yang sudah Delon kenal sejak ia memasuki SMA Pramita Bandung,  Delon mengenal Rhea hanya sebatas nama tidak dengan yang lainnya.


Sama halnya dengan Rhea, Rhea tidak mengenal Delon tapi ia sering mendengar namanya karna Delon salah satu anggota TRAIDEGER-X geng motor yang dulu di pimpin oleh Gema.


Awal mereka dekat saat Gema dan Cilla pacaran.


Waktu Cilla di rumah sakit menjalani pengobatan untuk kanker nya, Rhea sering menemani Cilla. Kadang Rhea sering dimintai tolong oleh Gema jika Gema tak bisa menemani Cilla.


Delon yang hanya memperhatikan Rhea dari jauh ia memberanikan diri untuk mendekati Rhea. Mulai dari mengantar Rhea pulang,bertemu di supermarket,sampai di sekolah pun Delon berusaha untuk lebih dekat dengan Rhea.


Seiring berjalannya waktu mereka sadar,bahwa keduanya saling membuka hati,mulai dari Delon yang perhatian kepada Rhea,menanyai kabar,sampai si Delon rela membawa makanan ke rumah Rhea malam-malam. Bayangin siapa yang gak baper di gituin?!


Perasaan mereka semakin besar, Delon yang sadar bahwa ia semakin menyukai Rhea ia pun tak ingin Rhea di colong oleh hati yang lain.


Malam hari Delon pergi ke rumah Rhea dengan membawa satu box besar yang berisi coklat,snacks,susu strawberry kesukaan Rhea.


"Lo ngapain kesini? Ada perlu?" Tanya Rhea setelah mempersilahkan Delon untuk masuk


"Bukan,gue cuma mau ngasih ini buat lo" Delon menyodorkan box yang besar kepada Rhea


"Ini apaan?"


"Lo buka aja gue mau pulang!" Ucap Delon


"Loh,Langsung pulang? gue belum ngasih Lo minum Delon,lo duduk bentaran aja"


"Gak rhe,gue masih ada urusan,gue cuman mau ngasih itu,kalau udah lo habisin lo kasih jawabannya ke gue ya! Gue pamit!" Ucap Delon yang langsung pergi keluar rumah Rhea


Rhea mengamati box yang ia pegang, pemberian dari Delon.


"Ini apaan sih berat banget isinya jangan jangan bom?" Tanya Rhea sambil berjalan kearah kamar nya.


Sesampainya di kamar, Rhea langsung membuka isi box itu.


"Kok banyak banget sih?! Ini Delon serius ngasih gue makanan kaya gini? Bentar gue itung dulu" ucapnya kepada diri sendiri


"Satu,dua,tiga,empat,lima,,,,lima puluh?! Delon ngapain ngasih gue coklat gunung lima puluh gini?!"


"Ini juga susu strawberry kesukaan gue,satu,dua,tiga,empat,lima,enam,,,lima puluh juga?!"


Rhea pun menghitung semua pemberian Delon.


"Sumpah demi apa?! Ini semua masing-masing lima puluh?! Delon sinting kali ya mau bikin gue diabet ngasih banyak banget gini mentang-mentang gue suka makan!!!"


Rhea mengeluarkan semua isinya,tapi saat bagian bawah,ada sebuah kertas pink yang terlipat. Rhea mengambil kertas pink itu.


"Ini apaan? Bon nya? Jangan-jangan dia ngutang ini terus gue yang di suruh bayar?! Heh kebangetan tuh cowok!" Misuh Rhea


Rhea yang penasaran,ia langsung membukanya,dan betapa terkejutnya ia saat membaca tulisan itu.


Ia ingat apa yang Delon katakan tadi,"kalau udah lo habisin lo kasih jawabannya ke gue"


Sekarang Rhea yang terkejut.


"Ini seriusan?!"


Isi tulisan tersebut adalah,


Lo mau kan jadi pacar gue? Kalau lo baca ini berarti lo mau gue gak menerima penolakan soalnya. Di habisin ya sayang makanan nya! Ily Rhe ♡♡


"Kok dia maksa sih,eh tapi ini jantung gue kenapa jedag jedug gak jelas?" Rhea bermonolog sendiri


"Terus ini makanannya gue apain?kalau gue habisin gue gendut,ini Delon emang ngeselin banget punya niat bikin gue gendut!"


"Tapi ini serius sekarang gue jadi pacar Delon? Sama manusia yang kaya Gema gitu? Yang dingin?! eh tapi lebih baik Delon"


Ketika sedang misuh-misuh handphone Rhea berbunyi, seseorang menelpon dan itu sudah pasti Delon


"Hallo rhe?" Sapa Delon


"Ha-halo,ada apa?"


"Gimana udah di buka box nya?"


"Udah kok,barusan gue buka"


"Kalau kertas nya udah lo buka?"


Deg!


"..."


"Rhe,udah di bukan belum?"


"Ah iya,udah gue buka kok!"


"Gimana? Lo mau kan?"


"Hah? Iya jelas gue mau!" Rhea sadar dengan ucapannya, "***** gue ngomong apa?!" Rhea berucap tanpa suara


"Yaudah,berarti kita pacaran!"


"E-eh?"


"Kenapa?kata lo,lo mau gue juga udah nulis gak menerima penolakan. Jadi lo punya gue Rhe,bilang sama gue kalau makanan yang tadi kurang atau lo mau yang lain,biar gue beliin lagi sekarang"


"Gak gak,ini udah lebih dari cukup Delon,Lo mau bikin gue gendut terus diabetes ya?!"


"Loh kata siapa?gue cuma mau liat lo seneng aja. Makan nya pelan-pelan aja Rhe kalau habis gue kasih lagi!"


"Lo ngeselin tau gak!"


"Tapi sayang kan?" Goda Delon


"Gak gitu ya Delon!"


"Haha iya sayang,udah malem lo tidur ya besok gue jemput jangan sampel telat!"


"I-iya"


"Good night Rhe!"


"Too.."


...


Hubungan mereka berjalan seperti hubungan biasanya. Ada lika-liku setiap hari nya tapi Delon dan Rhea masih bisa untuk mempertahankan hubungan yang sudah mereka jalani selama hampir empat tahun.


Dari SMA kelas XII sampai akhir kuliah. Seperti yang kalian tahu, Delon berencana untuk melanjutkan hubungan ini sampai ke pelaminan. Sampai kapanpun hanya Rhea yang ingin dia ajak hidup bersama sampai maut memisahkan.


Delon melamar Rhea dengan cara yang berbeda dari orang-orang. Ia memakai cara seperti waktu Delon menembak Rhea sewaktu SMA. Iya mengirim makanan dengan box yang besar dan berisi kertas warna pink dan ada satu lagi yang lebih spesial,yaitu cincin berlian.


Dengan senang hati Rhea langsung menerima lamaran Delon. Sampai akhirnya ia menikah.


Saat menikah.


Rumah tangga Rhea dan Delon sangat harmonis,karna setelah menikah Delon lebih mementingkan Rhea daripada urusan lainnya. Dari mulai menemani Rhea saat datang bulan,Delon mengambil cuti bekerja saat Rhea datang bulan. Menemani Rhea menonton drama korea setelah pulang kerja, menghabiskan weekend dengan Rhea di rumah seharian.


Delon sangat perhatian terhadap Rhea,sampai Rhea mengandung anaknya. Waktu Rhea hamil, Delon tidak tahu karna ia sedang ada di luar kota untuk urusan bisnis nya. Dengan senang hati Rhea menunggu Delon pulang untuk memberi kejutan ini.


"Delon,kamu pulang kapan?" Tanya Rhea di telpon


"Aku pulang nanti malam,kenapa,kamu mau aku pulang sekarang?kalau kamu mau aku pulang sekarang aku langsung pulang"


"Gak usah deh,nanti malam aja berarti kasih kamu kejutannya"


"Kejutan apaan hmm?"


"Sesuatu yang bikin kamu bahagia pastinya. Makanya kamu cepet pulang aku tunggu!"


"Kamu bikin aku penasaran,aku pulang sekarang. Tunggu aku di rumah jangan pergi kemana-mana!"


"Loh Delon,kamu kan masih.."


"Itu masih bisa di handle sama sekretaris aku,kamu lebih penting,jadi aku mau pulang sekarang"


"Yaudah kamu hati-hati!"


"Iya sayang..."


...


Rhea sangat bersyukur mempunyai seperti Delon,perhatian dan sayang kepadanya.


Rhea sekarang sedang menunggu Delon pulang,jam sudah menunjukan pukul delapan malam,tapi Delon terjebak macet.


Dengan berinisiatif,Rhea memasak untuk Delon,Rhea tahu Delon belum makan,tadi saat ia telpon Delon masih harus meeting dengan satu klien lagi,tapi Delon langsung pulang untuk dirinya.


"Assalamualaikum rhe, sayang aku pulang!" Teriak Delon sambil masuki rumah nya


"Waalaikum sallam,aku di dapur!"


Delon berjalan kearah dapur,ia melihat Rhea sedang memasak dengan apron dan rambut yang di cepol asal dan keringat yang bercucuran.


Hey,Delon ini sedang terpesona oleh Rhea. Di saat wanita lain berpakaian minim dan tipis membuat lelaki panas,tapi Delon tidak,Delon lebih tidak bisa mengontrol istrinya yang sedang memasak itu!


Delon menaruh tas kerja nya di meja makan,dan menghampiri Rhea. Memeluk perut Rhea dari belakang.


"Jangan ngedusel gitu Delon,aku keringetan loh di depan kompor terus. Sana kamu mandi sebentar lagi aku selesai"


"Kenapa emangnya kalau kamu keringetan?"


"Ya pasti bau lah Delon,udah sana!"


"Mana?wangi gini cup..cup"


"Delon,geli ishh sana gak!"


"Ngadep aku dulu sini"


Mau tak mau Rhea balik mengahadap Delon. Posisi Delon masih sama,yaitu melingkarkan tangannya di pinggang Rhea


"Give me one deep kiss" ucap Delon


"just a kiss, not a deep kiss!"


Rhea mengalungkan tangannya ke leher Delon,ia sedikit berjinjit dan Delon menunduk.


Rhea memcium bibir Delon,hanya kecupan. Saat Rhea ingin menarik dirinya, Delon malah menahan tengkuk Rhea, memperdalam ciuman tersebut menjadi ******* yang sangat panas.


"Delon masakan aku nangi gosong!" Rhea melepaskan ciumannya secara paksa,jika tidak Delon akan terus menuntut nya.


"Maaf Rhe,yaudah aku mandi dulu ya"


"Selesai mandi langsung turun,kamu belum makan kan?"


"Gombal banget gembel yang satu ini"


"Berarti kamu istri orang gembel ya Rhe?"


"Gapapa kamu gembel tapi kaya"


Delon tak menjawab lagi,ia langsung naik ke kamar dan membersihkan dirinya. Setelah selesai ia langsung turun ke bawah,untuk menemui Rhea yang sudah menunggu di meja makan.


"Kamu mau ngasih kejutan apa tadi rhe?" Tanya Delon sambil menarik kursi dan duduk di depan Rhea.


"Makan aja dulu,nanti kejutannya selesai makan"


"Bikin aku penasaran aja!"


"Cepet makan, ngomong mulu deh!"


"Galak banget istri aku"


Rhea tak membalas ucapan Delon,ia hanya memutar bola matanya malas. Setelah itu semua hening,dan hanya ada suara dentingan sendok dengan piring.


"Aku selesai,masakan kamu emang selalu number one di perut aku!"


"Kamu kelaperan,kamu makan nasi basi aja kamu anggep enak" ucap Rhea sambil mengumpulkan bekas piring menjadi satu


"Gak gitu ya yang,aku masih punya indra pengecap yang kuat dan baik"


"Terserah kamu,aku mau nyuci piring"


"Berhenti!"


"Eh?"


Delon berdiri dari kursinya,lalu mengambil semua tumpukan piring kotor dan membawanya ke wastafel


"Kamu tunggu aku di kamar rhe,biar aku yang cuci"


"Kamu gapapa cuci sendiri?biar aku bantu deh biar cepet selesai juga. Ini udah malem banget kamu pasti capek"


"Gak sayang,udah sana kamu ke kamar aja kalau gitu"


"Beneran?"


"Iya sayang" akhirnya Rhea menunggu Delon di kamar. Ia sudah menyiapkan kotak kecil yang berisi testpack dua garis merah.


Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya Delon datang.


"Kamu mau ngasih kejutan apaan sih Rhe? Aku kan gak ulang tahun"


"Nih buat kamu" Rhea menyodorkan kotak kecil itu kepada Delon


"Apaan ini?"


"Buka aja"


Dengan senang hati Delon membuka kotak kecil itu.


"I-ini?"


"Iya sayang ada Delon junior dinisi" ucap Rhea sambil mengusap perutnya yang masih rata


"Kamu serius?"


"Apa muka aku keliatan bercanda?"


Tanpa bertanya apapun lagi, Delon langsung menarik Rhea kedalam pelukannya.


"Makasih Rhe,makasih kamu udah kasih aku yang luar biasaaa"


"Sama-sama,jangan nangis dong"


"Aku gak nangis,aku cuma seneng akhirnya aku bakal jadi papa!"


"Haha iya deh papa"


Delon melepaskan pelukannya.


"Besok kita kedokter kandungan,dan kamu gak boleh ngerjain pekerjaan rumah. Kita cari art biar kamu gak kecapean"


"Aku hamil bukan lumpuh loh delon,jadi aku masih bisa beres-beres rumah"


"Aku bilang gak ya gak,kamu diem aja deh nanti kalau anak aku kenapa-kenapa gimana?"


"Anak aku juga!"


"Anak kita"


"Oke terserah kamu deh lon,aku pengen bobo,tapi kamu jangan peluk aku"


"Loh kenapa?"


"Gak tau,lagi gak mau di peluk"


"Gak,aku tetep peluk kamu"


"Kamu mau tidur pisah ranjang?"


"Ya gak dong Rhee,tapi"


"Gak ada tapi-tapian,cukup jaga jarak dan jangan peluk aku!"


"Oke,good night sayang"


"Hmm"


...


Tiga tahun kemudian


"Papa bangun! Ini hali minggu aku pengen ke taman!"


"Eunghh" Delon masih memejamkan matanya


"Papa ayo bangun,Qila mau main di taman!"


"Iya sayang,papa bangun"


"Ayo mama udah nunggu di bawah"


"Qila anak papa mau kemana hmm?"


"Ke taman pah,mau beli pelmen kapas itu!"


"Nanti gigi kamu bolong gimana?"


"Gigi Qila kan balu ada dikit pah"


"Iya sayang,yaudah kamu tunggu di bawah sama mama,papa mandi sebentar"


Aqila Safna


Anak perempuan pertama dari pasangan Delon dan Rhea yang baru menginjak umur 3 tahun.


Datang nya Aqila di dunia, membuat hidup Delon dan Rhea lebih berwarna lagi karna putri kecilnya. Qila lebih dominan mirip dengan Delon,hidung nya,bibirnya,matanya, kecerewetan Qila dari Rhea. Rhea galak Qila pun sama. Rhea cerewet, Qila pun sama.


"Udah bangunin papa nya?" Tanya Rhea saat Qila duduk di pangkuannya


"Udah,tapi susah Qila cape bangunin papa,besok mama aja deh yang bangunin papa" rancau Qila


"Papa kan capek sayang,semalem pulang kerja nya larut malem jadi papa susah di bangunin nya"


"Dasal nya aja papa kebo!" Ejek Qila


"Siapa yang kebo qil?" Bukan suara Rhea,tapi Delon yang baru saja turun


"Enggak kok pah,Ayo ke taman!"


"Jujur dulu sama papa,tadi kamu bilang papa apa?"


"Mama bantuin Qila dong!" Qila menarik baju Rhea dengan tatapan memohon


"Mama gakbisa bantu kalo papa marah" ucap Rhea


"Ayo jujur Qila tadi ngomong apa hmm?" Tanya Delon


"Gak ngomong apa-apa kok pah,selius deh!" Qila menunjukan jari tengah dan jari telunjuk membentuk tanda peace


"Yaudah kalau Qila bohong papa gamau ajak qila ke taman biar mama sama papa aja. Ayo mah" Delon menggandeng tangan Rhea


"Papa hiks...hiks Qila ikut!" Qila menangis sambil menarik baju Delon


"Bilang jujur sama papa dulu"


"Hiks..ta..di Qila bilang kalau hiks..papa kaya kebo hiks..."


"Nah ini baru anak papa,jujur. Papa gak suka sama orang bohong,karna orang bohong tuh gak bakal di percaya sama orang" Delon menggendong Qila


"Hiks..maaf ya pah hiks.."


"Iya sayang papa maafin,tapi janji lain kali harus jujur oke?" Delon mengacungkan jari kelingking nya


"Janji, Qila janji!" Qila menyatukan jari kelingking mungil nya


"Jadi kamu mau kemana sayang?"


"Taman! Qila mau beli pelmen kapas!"


"Okai tuan puteri kita berangkat sekarang! Let's go!"


Rhea yang melihat itu hanya tersenyum geli di dalam hatinya, Delon suami nya membuat hidupnya lebih sempurna apalagi di tambah dengan Qila.


Rhea bersyukur pada Tuhan telah menyatukan dirinya dan Delon,lalu di beri anugerah seorang malaikat kecil di dalam keluarga nya.


Sama hal nya dengan Delon.


Rasa syukur tak pernah Delon tidak ucapkan kepada Tuhan, mempertemukan dirinya dan Rhea. Tuhan telah memberikan kepercayaan kepada dirinya untuk membangun rumah tangga yang rukun dan harmonis


Rhea dan Qila adalah harta berharga yang sekarang Delon punya. Delon berjanji akan terus menjaga mereka sampai Delon dipisahkan oleh semesta.


Terimakasih untuk Rhea yang sudah mau dan mengubah hidup Delon yang dulu. Menerima Delon apa adanya. I love you my wife.


End...


_______________________________