PRICILLA

PRICILLA
ELEVEN



Sekolah sudah pulang, semua berbondong-bondong ingin cepat pulang dan nongkrong.


Cilla masih merapihkan bukunya ke dalam tas dengan di temani oleh Gema,karna Gema akan mengantarkan Cilla pulang.


"Kamu gapapa nganterin aku pulang?nanti kamu pulang ke sorean,Gema" kata cilla.


"Gapapa,mulai sekarang sampai hari-hari seterusnya gue yang bakal anter jemput lo" kata Gema.


"Aku ada mang udin,kamu gaperlu repot" elak Cilla.


Gema mengelus pucuk kepala Cilla "Lo prioritas gue Cilla jadi tugas gue itu bikin lo bahagia!" Ucap gema lembut.


Cilla yang di perlakukan seperti itu,hati nya mencair, kupu-kupu di perutnya terbang.


Cilla tidak membalas perkataan gema,tetapi ia hanya tersenyum tulus.


"Udah?" Tanya Gema.


"Udah,yuk!" Jawab cilla.


Gema menarik tangan Cilla lembut, keluar dari kelas menuju parkiran. Membawa cilla kedepan motor Gema.


Gema memasangkan helm ke kepala Cilla,helm yang lucu dengan gambar Mickey mouse. Membuat Cilla seperti anak kecil.


"Kamu beli ini?" Tanya cilla saat gema memasangkan helm.


"Iya,khusus buat lo" jawab gema.


"Aku bukan anak kecil,Gema!" Elak Cilla sambil menggembungkan pipi nya.


Menggemaskan! Batin gema.


"Lo emang masih kecil!" Ucap gema sambil mengelus pipi tembam Cilla.


"Gema ngeselin!" Ucap Cilla kesal.


Gema tersenyum melihat gadis nya sedang marah. Menambah kesan imut dan menggemaskan itu pikir gema.


"Ayo pulang, princess!" Kata Gema yang sudah naik di motor nya.


"Iya iya!" Jawab Cilla dengan kesal.


Cilla sudah naik,tapi ada yang kurang.


"Kok ga jalan? Ayo jalan,tadi ngajakin pulang, sekarang malah diem!" Kata Cilla kesal.


Gema menarik tangan Cilla ke pinggang nya.


"Pegangan sayang!" Ucap Gema lembut.


Siapapun tolong Cilla, gema nya sungguh membuat Cilla mencair.


"i,,ih gausa panggil sayang sayang!" Jawab Cilla malu.


"Kenapa?malu ya?" Tanya Gema sambil tersenyum.


"Ga tuh!" Jawab Cilla sambil mengalihkan pandangannya.


"Yaudah iya,ayo pegangan kita pulang!" Ucap gema sambil menyalakan motornya.


Melewati jalanan kota Bandung yang sejuk,dengan pemandangan yang indah.


Mereka berdua telah sampai di depan rumah Cilla.


Cilla turun dan membuka helm nya. Gema pun melakukan hal yang sama tetapi tidak turun dari motor.


"Nih" ucap Cilla sambil memberikan helm nya.


"Gausa,kamu simpan aja,nanti biar gampang!" Jawab Gema.


Cilla mengiyakan aja.


"Yaudah aku masuk dulu ya!" Ucap Cilla.


"Iya" jawab gema singkat.


"Kamu hati hati ya gema, jangan ngebut!" Titah Cilla.


"Iya sayang iya! Udah ya gue pulang." Kata gema sambil berlalu.


Sepeninggalan gema,Cilla senyum senyum sendiri akibat perkataan gema yang membuat hatinya mencair.


Aku bahagia memiliki mu! Batin Cilla.


...


Pagi ini Cilla sudah berada di atas motor Gema, iya Gema benar benar menjemput nya.


Gema dan Cilla sudah sampai di sekolah. Banyak pasang mata yang melihat kejadian itu.


Ketika Cilla turun dari motor,Cilla gugup.


"Gema,Cilla takut" ucap Cilla


"Gausah takut,ada gue!" Jawab gema enteng.


Tangan Cilla di tari lembut oleh gema menuju kelasnya.


Selama berjalan di koridor yang lumayan ramai banyak bisik bisik atau surakan yang memenuhi pendengaran Cilla dan gema.


"*****, Gema sama Cilla anak baru,jadian?"


"Ya ampun couple goals!"


"Gema jahat!"


"Michel kalah cepat woi!"


Banyak omongan yang lainnya.


Cilla yang risih berbeda dengan gema yang santai.


Karna gema sudah terbiasa.


Cilla menganggukan Kepalanya mengiyakan apa yang gema katakan.


Mereka berdua sampai di kelas. Tepat saat mereka duduk di kursinya bel berbunyi.


Guru pun masuk, menerangkan pelajaran, Cilla memperhatikan tetapi Gema tidak,ia malah tertidur.


Cilla tersenyum melihat wajah tenang Gema. Tidak ada Gema yang menakutkan,tidak ada gema yang galak.


Bel istirahat berbunyi.


"Cilla ayo kantin!" Teriak Rhea di samping gema.


Karna teriak Rhea memang nyaring dan berisik, membuat gema terbangun.


"Eh sorry gue kira gaada lo Gem" ucap Rhea dengan watados nya.


Gema memutar bola matanya malas.


"Lo mau ke kantin?" Tanya Gema kepada Cilla.


"Iya" jawab Cilla.


"Yaudah gih,jangan makan sembarangan!" Titah Gema.


"Ekhemmmm!" Rhea berpura pura berdehem.


"Udeh dong ngobrolnya,gue laper nih!" Kata Rhea sambil menarik tangan Cilla.


"Gema gue pinjem cewek lo!" Teriak Rhea.


...


Cilla sudah selesai makan, berbeda dengan Rhea yang masih sibuk dengan siomay nya.


"Rhea,Cilla ke kamar mandi dulu ya,cilla pengen pipis!" Ucap Cilla kepada Rhea.


"Tunggu,biar gue anterin!" Kata Rhea sambil memasukkan baksonya.


"Gausah,kamu makan aja. Cilla gak lama kok, ya?" Ucap Cilla.


"Yauda iya,tapi janji jangan lama?" Kata Rhea.


"Janji"


Cilla keluar kantin menuju toilet perempuan,setelah buang air kecil, tiba tiba badanya basah,ada yang mengguyur Cilla.


"Ups, sorry gue ga sengaja" ucap Michel. Ya yang mengguyur Cilla adalah Michel dan para antek anteknya.


Cilla melihat Michel "kamu apa apan sih?kenapa Cilla di guyur?" Tanya Cilla


"Salah lo?Lo mau tau nih apa salah lo?" Tanya Michel balik


Cilla mengangguk.


Michel mendekati Cilla, menjambak rambut Cilla kuat.


"SALAH LO TUH KARNA UDAH NGAMBIL GEMA DARI GUE, ******!" teriak Michel di depan wajah Cilla.


Cilla memejamkan matanya,ia tidak takut. Cilla bisa melawan,tetapi karna jambakan Michel kuat membuat kepala Cilla pusing dan berat.


Cilla tersenyum "Cara kamu salah,kamu bukan suka sama gema,tapi kamu cuma terobsesi" ucap Cilla sambil tersenyum.


Di saat seperti ini Cilla masih sempat tersenyum tulus.


Michel terus menjambak rambut Cilla kuat semakin kuat.


"APA LO BILANG? GUE TUH BENER BENER SUKA SAMA GEMA!" PLAK


Michel menampar pipi Cilla kencang,membuat sudut bibir Cilla berdarah.


"Kalo kamu sayang Gema,kamu berjuang secara sehat,bukan seperti ini caranya" ucap Cilla lembut.


Kepala Cilla benar-benar berat,matanya buram, semuanya berbayang. Badanya sudah sangat menggigil karna tubuh Cilla basah kuyup.


"GAUSAH NASEHATIN GUE LO ******!" Tangan Michel terangkat ingin menampar Cilla lagi.


Tetapi sesuatu menahan nya.


Michel menoleh, "Ge-Gema?" Ucap Michel terbata bata.


"CILLA?" Teriak Rhea yang datang bersama gema. Rhea langsung menghampiri Cilla dan memeluk Cilla.


Cilla melihat gema datang menolong nya,ia tersenyum.


"LO NGAPAIN CILLA?" Teriak Gema kemuka Michel.


"Aku ga ngapa ngapain dia kok,dia aja yang duluan Jambak rambut aku!" Elak Michel dengan nada memelas.


"JIJIK! LO PIKIR LO PANTES BUAT GUE? NGGAK! LO ITU LEBIH DARI ******!" kata gema menusuk.


Gema mendorong Michel.


Menghampiri Cilla yang sudah sangat lemah di pelukan Rhea.


Gema melihat tubuh Cilla yang basah,segera ia melepaskan seragam nya dan memakaikan kepada Cilla.


"Lo gapapa?" Tanya Hema lembut.


Cilla tersenyum "Cilla gapapa kok Gema" seteleha mengatakan itu, tiba tiba hidung Cilla mengeluarkan darah.


"Lo kenapa?! Hidung lo berdarah!" Panik Gema.


"Cilla gapapa kok!" Jawab Cilla.


"Udah Gem,Lo bawa Cilla ke UKS,gue mau beli baju di koperasi sekolah,dan ngelaporin para ****** ini ke kepsek!" Ucap Rhea.


Baru saja Cilla ingin berdiri,tiba tiba tubuh nya tak sadarkan diri.


"Cilla!" Kaget gema langsung menggendong Cilla buru-buru menuju UKS.


"Lo harus kuat,sayang!" Ucap gema membatin.