
Seorang gadis cantik yang baru kembali dari rumah sakit sekarang berada di atas roftop sekolah nya, sekarang masih jam enam lewat lima menit,yang dimana sekolah masih sepi hanya ada beberapa orang saja dan dirinya. Gadis itu berdiri di pembatas roftop, melihat apa yang ada di bawah, menikmati angin sejuk di pagi hari yang membuat dirinya tenang, memejamkan matanya.
Ketika sedang asik menikmati kesejukan di pagi hari,gadis itu terkejut ketika seseorang memeluk lehernya dari belakang.
Gadis itu menoleh,berbalik badan lebih tepatnya, melihat siapa yang memeluknya.
"Gema?" Kata Cilla,iya gadis itu adalah Pricilla.
"Kenapa masuk sekolah hmm?" Tanya Gema sambil menuntun Cilla untuk duduk di sofa usang yang ada di roftop.
"aku bosen tau diem aja di rumah,jadi aku sekolah deh hehe"
"Kenapa gak bilang biar aku jemput" ucap Gema sambil menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah cantik gadisnya.
"Emang aku anak kecil apa,yang dikit dikit minta jemput" kata Cilla sambil mengerucutkan bibirnya
"Iya kamu masih kecil. Jangan manyun gitu bibirnya,mau aku cium hm?" Ucap gema sambil mengelus bibir Cilla agar tidak manyun.
"Ih mesum" balas Cilla sambil memukul pundak Gema. Bukanya merasa sakit, Gema malah menidurkan dirinya,paha Cilla sebagai bantalan nya.
"Eh..mau ngapain?" Tanya Cilla
"Aku mau tidur sebentar,ngantuk bangun pagi banget. Bangunin aja kalau bel" jawab Gema sambil memejamkan matanya
Cilla membiarkan Gema tidur, mungkin Gema benar benar butuh istirahat,lihat saja kantung mata nya seperti panda. Cilla mengelus rambut Gema dengan pelan agar tidak menggangu tidur Gema.
Ting!
Ponsel Cilla berbunyi pertanda pesan masuk, Cilla membuka handphone nya dan melihat siapa yang mengechat nya. Ternyata Rhea
Rhea
Cilla lo masuk ga?
Pricilla.a
Iya, Cilla masuk kok
Kenapa Rhea?
Rhea
Kok lo ga ada di kelas?
Lo dmn?blm dateng?
Pricilla.a
Cilla di roftop
Rhea
Loh? ngapain?
Sama siapa lo disana?
Pricilla.a
Cilla lagi nungguin Gema tidur
Rhea
Oh. Lo bakal masuk kelas atau ngga?
Apa mau gue ijinin bilang Lo sakit?
Pricilla.a
Liat nanti ya rhe,kalo Cilla telat masuk tolong ijinin Cilla
Rhea
Ok.
Cilla menutup ponselnya kembali dan menaruh di saku nya. Matanya tertuju pada ciptaan tuhan.
"Manusia emang ga ada yang sempurna,tapi kenapa kamu itu jadi sempurna di mata aku?" Ucap Cilla dalam hati.
Menit berganti jam,sudah tiga jam Gema tertidur,bahkan Cilla dan Gema bolos pelajaran. Gema bangun dari tidurnya,matanya menangkap sosok gadis cantik yang tengah menyadarkan badanya di kepala sofa.
Melihat gadisnya tertidur dengan posisi duduk dan pahanya menjadi bantalan kepala gema,pasti gadisnya sekarang merasa pegal. Gema bangun dari tidurnya,duduk menyamping, mengelus pipi Cilla.
Merasa ada yang mengelus pipi nya,Cilla pun terbangun, mengerjapkan matanya, "eh,maaf ya aku ketiduran" ucap Cilla
"Aku yang salah,kamu pegel ya tidur sambil duduk gitu?kenapa gak bangunin aku sih? ini udah jam istirahat,aku tiga jam loh tidur" kata Gema
"Aku gak tega buat ngebangunin kamu,kamu pasti capek banget. Kamu ada masalah?mata kamu kaya panda badan kamu juga anget" memang,tadi Cilla sempat memeriksa dahi Gema, Cilla kaget bahwa suhu badan Gema hangat.
"Aku gapapa,kamu mau makan?" Kata Gema
"Aku gak laper,kamu udah makan?"
Gema menggeleng, "aku gamau makan kalo kamu juga gak makan"
Gema pun mengangguk,"oke,yu" jawab gema sambil berdiri dan menggandeng tangan Cilla
Mereka berdua menuruni tangga roftop, melewati koridor ramai,dan sampailah di kantin.
Gema mengajak Cilla duduk di meja yang biasa Gema dan sahabat nya tempati,dan sudah ada sahabatnya disana
"Wish si bos bawa ibu negara" ucap Arya heboh
"Duduk kanjeng ratu dan kanjeng raja" ucap kemal sambil berdiri dari duduk nya dan menundukkan kepalanya bak pengawal raja.
Cilla hanya tersenyum melihat sahabat Gema menyambut nya.
"Sinting kali ya?" Kata Kavin
Gema tak memperdulikan mereka,gema mendudukkan Cilla di sampingnya, "pesenin gue nasi goreng dua,satu pedes satu jangan teh manis nya dua, cepet" titah Gema sambil menunjuk kemal
"Anjing, padahal gue udah nunduk biar ga di suruh" gumam kemal
"Cepetan!" Ucap Gema
"Iya ndoro!" Kemal pun langsung bergegas menuju stand yang menjual nasi goreng
"Kok dua,kamu laper banget?" Tanya Cilla kebingungan
"Buat kamu" jawab Gema
"Ih aku gamau gema,aku gak laper"
"Makan sayang,kamu baru sembuh" kata gema sambil mengelus rambut Cilla
"Ekhemmmm, kita lagi ngontrak nih" kata Kavin
"Uhuk uhuk.. keselek cinta" timpal Arya
Gema masa bodo dengan teman nya yang bobrok,Cilla hanya tersenyum malu.
Ketika sedang menunggu makanan, Delon datang dengan Rhea
"Wish si delan gercep juga ye" kata Arya
"Nama gue Delon!" Ralat Delon
"Pj jangan forget bro!" Timpal Kavin
"Berisik gue tonjok lo satu satu" bukan Delon yang berbicara,tapi Rhea. Memang Rhea sedikit tomboy, Rhea sebenarnya cewek galak bin judes.
"Hehehe ampun,boongan kok" ucap Kavin
"Tau,Lo mah sama kaya Delon aja ga asik" kata Arya.
Rhea hanya memutar bola matanya malas.
"Hai Rhea" ucap Cilla
"Eh Cilla,lo kok bolos sampe istirahat sih?" Tanya Rhea yang sekarang sudah duduk di depan Cilla
"Cilla kan udah bilang" jawab Cilla
"Iya iya paham"
Makanan Gema akhirnya datang, "Nih raja makanannya" kata Kemal bak pelayan
"Makasih kemal" ucap Cilla sambil tersenyum
"Sama sama ratuu cantik" balas kemal sambil mengedipkan sebelah matanya
Gema yang melihat itu langsung menoyor kepala kemal
"Gue colok tu mata pake linggis mau?" Ucap gema dengan dingin
"Hehe, ampun ndoro,maafin saya ndoro"
"Donasiin aja mata si jingan,biar lebih berguna biar gak jelalatan juga" kata Delon
"Pedes banget omongan lo,kaya omongan tetangga!" Cebik Kemal
"Gaada imut imutnya *****! Gue jijik" kata Kavin yang melihat kemal mencebikan bibirnya
"sialan lo" kata kemal kesal
"Hidup lo penuh nista ya hahaha" ucap Arya.
Tiga jomblo itu sedang beradu argument, berbeda dengan gema,cilla mereka sedang asik menikmati nasi gorengnya sambil melihat pertunjukan argumen jomblo. Delon dan Rhea pun sama mereka hanya menyimak. Jika di ladeni akan tambah gila.
Cilla tertawa melihat tingkah laku sahabatnya Gema, Cilla baru kali ini mempunyai teman yang membuat nya tertawa.
Tanpa di sadari,Gema sedang memperhatikan Cilla. Melihat Cilla tertawa membuat hatinya bahagia,gadisnya yang sedang sakit,masih bisa tersenyum dan tertawa, Gema janji akan membahagiakan Cilla dan takkan meninggalkan gadisnya itu.
"Aku bakal bikin kamu bahagia walaupun aku harus terluka" batin Gema.