
Sekarang Gema sedang berada di kelasnya, menunggu Cilla, sengaja Gema tak menjemput gadisnya,karna Gema ingin memberi kejutan. Gema sebenarnya dilarang untuk masuk sekolah oleh Cilla,karna Gema yang keras kepala akhirnya membantah gadisnya, hanya sekali pikir Gema.
Sudah menunggu,tetapi gadisnya tak kunjung memasuki kelas,hingga Gema melihat Rhea yang baru saja memasuki kelas.
"Rhea!" Panggil Gema
Rhea yang merasa di panggil pun menoleh, "ha?" Tanya Rhea sambil menaikan alis nya
"Cilla masuk ga hari ini?"
"Gue gatau Gema,dia gaada chat ke gue. Biasanya kan Lo jemput"
"Gue gak jemput dia"
"Coba lo chat,siapa tau telat"
Gema berfikir,mana pernah sih gadisnya yang selalu di siplin waktu,telat ke sekolah.
"Ok, thanks!"
Gema pun mengechat Cilla.
Gema.a
Cilla
Gema.a
Hari ini sekolah?
Gema.a
Cilla
Gema.a
Kamu telat?
Karna tak mendapat balasan dari Cilla, Gema merasa khawatir,rasa cemas mulai menghantui nya.
Aku ganteng
Gema.a
Warung bi lilis.
Sekarang.
Read 4.
Setalah mengirim chat kepada sahabatnya untuk pergi ke warung bi Lilis dan bolos pelajaran, Gema langsung beranjak dari kursinya. Sebelum beranjak dari kursinya, Gema menghampiri kuris Rhea terlebih dahulu.
"Rhea,kalo ada Cilla masuk chat gue ya!"
"Hmm" jawab Rhea singkat.
tanpa babibu lagi Gema pun langsung keluar kelas menujy warung bi Lilis.
Sesampainya disana gema sudah melihat para sahabatnya.
"Ada apa bos?tumben bolos" heran Kavin.
"Males,gaada Cilla" ucap Gema
"***** bucin!" Teriak Kemal
"Oh ceritanya galau nih hahaha" ledek Arya
"Bacot"
"Lo gak nanya Rhea,kan dia sahabat si Cilla. Siapa tau dia tau dimana Cilla" kata Delon memberi usul
"Udah. Dia bilang Cilla gaada bilang"
"Loh bukanya lo biasa jemput ya?" Tanya Kavin serius
"Gue sengaja ga jemput"
"Aturan lo jemput,kalo ada apa apa gimana?" Ucap kemal
Bagaikan sihir,ucapan Kemal membuat Gema terdiam dan berfikir. Benar kata kemal,aturan Gema menjemput Cilla. Bagaimana jika ada apa apa dengan gadisnya. Ahh sial.
"Lo belom coba tanya nyokap nya?" Tanya Arya
"Belom"
"Coba tanya,siapa tau nyokap ya Cilla jawab" kata Arya
"Tumben otak lo berguna" ucap Kavin
"Otak gue kan genius gak kaya Lo!"
"Halah,kaya otak lo ada isinya aja" kata kemal
"Bacot"
Gema menelpon bunda lestari. Ingin menanyakan dimana Cilla dan kenapa tidak masuk sekolah hari ini.
"Assalamualaikum bun.
"..."
"Gema mau tanya, Cilla nya ada?"
"..."
"Bunda serius?!"
"..."
"Gema kesana sekarang"
"..."
"Gak Bun. Gema harus kesana."
"..."
"Assalamualaikum"
"..."
Setelah mendengar ucapan bunda lestari,gema pun langsung berlari menuju sekolah,untuk mengambil motor nya.
"Eh si bos mau kemana?" Tanya kemal
"Eh kenapa tuh bos,ikutin yuk" ajak Kavin
"Nah. Ayo gue takut dia kenapa-kenapa" ucap Kemal.
Mereka pun ikut menyusul Gema dengan motornya. Mengikuti Gema yang membawa motor seperti orang kesetanan.
Tepat di tempat yang Gema tuju, Gema pun langsung berlari menuju lantai ketiga mencari orang yang ia cari.
Tanpa menunggu lama gema pun sudah memasuki lift.
Ting!
Setelah pintu lift terbuka, Gema langsung menyusuri lorong gedung yang serba putih itu.
Dari jauh ia melihat orang yang tak asing. Gema pun menghampiri nya.
"Assalamualaikum bunda,ayah? ucap Gema sambil menyalimi tangan lestari dan Tama
"Waalaikum sallam" jawab mereka berdua
"Gimana keadaan Cilla Bun?" Tanya Gema
"hiks...hiks Cilla makin drop" jawab lestari dengan tangis nya
"Maaf bun,yah. Maaf ini salah Gema"
"Jangan menyalahkan diri sendiri Gema. Ini sudah jadi takdir Tuhan" ucap Tama
"Cilla dimana sekarang yah?" Tanya gema
"Cilla ada di dalam. Dokter sama suster masih meriksa keadaan Cilla" jawab Tama
Gema pun menatap sendu ruangan dengan pintu tertutup yang di dalamnya ada keberadaan gadisnya yang ia sayangi sedang tak seceria kemarin.
Klek
Pintu ruangan Cilla terbuka menampilkan sosok dokter. Lestari, Tama dan Gema langsung berdiri dan menghampiri dokter tersebut.
"Gimana keadaan anak saya?" Tanya Tama
Dokter yang diketahui adalah dokter Alex,ia menghela nafas nya panjang, "Cilla semakin drop,saya akan melakukan kemoterapi sekarang juga untuk memperlambat sel kanker yang ada di tubuh Cilla" ucap dokter Alex.
"Lakuin apa yang terbaik buat Cilla dok" ucap Gema
"Lakukan apa saja untuk anak saya." Ikut Tama
"Baiklah,saya akan melakukan kemoterapi sekarang.
Setelah itu dokter Alex pun kembali kedalam ruangan Cilla. Tak berapa lama pun bankar yang berisi Cilla pun keluar melewati ketiga manusia yang menyayangi Cilla.
Mereka yang melihat bankar Cilla pun sedih melihat Cilla yang pucat dan tak sadarkan diri.
Gema merasa hidupnya seperti di tampar kenyataan,Gadisnya sedang berjuang melawan penyaki sialan yang ada di tubuh Cilla. Gema hanya berdoa kepada Tuhan untuk kembalikan Cilla yang ceria dan sehat.
...
Cilla sekarang sudah berada di ruangan inap VIP. Kemoterapi nya sudah ia jalani. Cilla masih tak sadarkan diri karna kondisi nya benar benar tak begitu stabil dan memungkinkan.
Lestari dan Tama yang duluan masuk ke kamar inap Cilla.
"Pricilla,bangun sayang. Ini bunda. Maafin bunda gabisa jaga kamu hiks...hiks" ucap lestari sambil menangis
Tama hanya melihat putrinya sambil memberikan kekuatan pada istrinya.
"Kamu sudah jadi bunda yang baik buat Cilla,jangan salahin diri kamu." Ucap Tama
"Hiks...hiks aku bunda yang gak becus jagain anak mas" kata lestari
"Kita berdoa,minta kepada Tuhan agar Cilla cepat sembuh. Jangan nangis,nanti Cilla ikut sedih"
"Kamu mandi dulu yu,kita pulang. " Ajak Tama
"Gak mau mas. Aku mau disini"
"Kamu harus mandi,kita ambil baju ganti untuk Cilla juga"
"Kamu aja,aku gamau"
"Lestari ayo. Biar gema yang jaga Cilla dulu"
"Iya" jawab lestari lesu.
"Sayang kamu cepet bangun ya. Bunda pulang dulu. Get well soon" ucap Lestari sambil mengecup kening Cilla
Gema terbangun dari duduknya,saat melihat Tama dan lestari yang keluar dari ruangan Cilla.
"Gema,kami titip Cilla ya. Ayah mau nganter bunda, sekalian bawa baju untuk Cilla"
"Iya yah."
"Assalamualaikum"
"Waalaikum sallam" jawab Gema.
Sepeninggalan Tama dan lestari Gema langsung memasuki ruangan Cilla. Duduk kursi samping bankar Cilla
Gema sedih melihat gadisnya yang seperti sekarang,ia ingin menggantikan posisi Cilla. Gema rela jika gema harus menjadi Cilla, agar Cilla bahagia.
"Hai, selamat sore tuan Puteri" ucap Gema sambil mengelus rambut Cilla
"Bangun dong Puteri tidur,ini pangeran dateng"
"Kamu gak kangen sama aku?"
"Cilla,bangun sayang. Ini Gema."
"Kamu harus kuat. Aku bakal nemenin kamu sampai kamu sembuh dari penyakit sial ini"
"Aku janji!"
"Te amo!" bisik Gema sambil mengecup kening cilla.
....