
Di atas bankar seorang gadis yang bernama Cilla itu sedang berbaring lemah,karna kondisinya yang lagi-lagi drop. Entah mengapa setiap hari kondisi kesehatan Cilla semakin menurun drastis, Cilla sering mimisan,pusing yang berlebihan karena anemia yang di deritanya.
"Gimana sayang?udah mendingan?"tanya lestari yang hanya di jawab dengan gelengan kepala yang lemah oleh cilla.
"Bunda panggil dokter ,kamu tahan ya sayang" ucap lestari sambil memencet tombol darurat yang ada di atas bankar Cilla tepatnya di dinding.
"B-bun Cilla sa-yang bunda sama a-ayah" ucap Cilla tiba-tiba dan tak lama Cilla pingsan.
---
Hari ini di sekolah SMA PRAMITA BANDUNG sedang melaksanakan ujian kenaikan kelas,yang kelas sepuluh akan naik ke kelas sebelas,kelas sebelas akan naik ke kelas dua belas dan kelas dua belas akan lulus,ya begitulah siklusnya.
Gema adalah salah satu murid yang mengikuti ujian kenaikan kelas ini,bukanya semangat karna akan naik ke kelas dua belas tapi ia malah sebaliknya. Alasannya adalah kekasihnya, Pricilla tidak ikut UKK ini karna Cilla sudah keluar dari sekolah, penyakit yang di deritanya membuat Cilla harus berhenti dan melanjutkan pengobatan.
"Woi Bos! Lo ruang berapa?" Tanya Kemal sambil merangkul pundak Gema,dan Gema malah menghempaskan tangan Kemal, "***** sensi bener ngeriiiii"
"Sepuluh" jawab gema, "yaelah ngapa gak seruangan sama gue sih? Kan gue gabisa nyontek" timpal Arya, "kerjaan lo tuh ngapain pas guru nerangin?nanem jagong lo?" Celetuk Kavin
"Ck,gue kan tipikal manusia yang gak belajar tapi nilai bagus" ucap Arya bangga
"Jawaban hasil nyontek di brainly aja belagu!" Kali ini Delon yang mengeluarkan kata kata tajam nya.
"Untung gue pake ruang guru yang iklan nya si Bisma cjr yang sekarang meranin jadi dilan" kata Kemal
"Iqbal *****! Bisma mah beda server *****!" Kata Kavin sambil menoyor kepala Kemal
"Heh! Gue udah di fitrah sama bokap gue,sungkem lo sama gue!" Titah kemal
"Hih! Giwi idih di fitrih simi bikip giwi,singkim li simi giwi!" Kavin malah meledeknya
"Ngomong apaan si dia?" Tanya Arya ke Delon,dan hanya di jawab dengan gidikan bahu oleh Delon.
"Masa lo gatau sih bahasa minyi-minyi kaya gitu. Makannya jadi orang jangan lemot!" Herdik Kavin
"Gue bukan lemot,tapi gue ga tau!" Kata Arya ngotot
"Eh gem, Cilla beneran keluar dari sekolah?" Tanya Kemal, Gema yang tadinya sedang sibuk dengan ponselnya langsung menengok ke arah kemal, "iya" jawab Gema dengan anggukan kepala
"Yahh berarti kita bakal jarang ketemu bu bos lagi,bakal rinduu" ucap Arya yang langsung dapat pelototan dari Gema, "hehehe benjanda doang bos" kata Arya
Kring kring kring kring....
"***** udah bunyi aje tuh bel,gabisa apa liat orang lagi nyantui" ucap Kavin
"Gue belom siap ini ulangan,mana gak belajar"
"Wii elah contekan gue belom selesai,tunggu lima menit lagi napa!"
"Gue serahin semuanya ke Tuhan"
"Gue sih sabar,karna tuhan bersama orang orang yang sabar"
"Banyak bacot,ayo masuk keruangan lo masing masing!" Kata Delon,karna ia pusing daritadi mendengar ocehan teman temannya yang super duper gak waras.
"Ini juga nih si Delon gamau sabaran banget,gabisa liat temennya lagi berjuang demi nilai apa?! Contekan gue belom selesai lon elah Lo mah" kata Kemal dengan sebal
Plak!
"Hahaha rasain!" Ledek Kavin
Teman teman Gema pun satu persatu pergi duluan ke kelas mereka yang jadi tempat ujian berlangsung,dan menyisahkan Kemal sendiri.
"Temen dugong lo semua!" Umpat Kemal dan kan ikut menyusul yang lain.
Ulangan pun berlangsung, Gema dan teman temannya terpisah. Gema mengerjakan ulangan dengan serius,semampu dia. Sebenarnya Gema itu pintar tapi sikap bad boy nya menutupi kepintaran nya. Teman teman Gema pun heran, kenapa Gema bisa pintar padahal bad boy?
Ada yang bilang "jangan menilai orang dari luar" dan itu lah harus nya manusia mengerti,kalian saja belum tahu bagaimana dalam nya.
...
Semua barang-barang Cilla sudah di siapkan dan di masukan kedalam koper yang besar. Lestari, Tama dan Rafi sekarang ada di ruang inap Cilla meraka sedang berkumpul. Karna Cilla akan di pindahkan ke rumah sakit di Belanda.
Mengapa Rafi ada di rumah sakit? Karna Rafi tadi berniat untuk menjenguk Cilla, tetapi saat ia baru sampai di rumah sakit, Rafi di kejutkan dengan lestari yang menangis di pelukan Tama,dan setelah menanyakan alasannya, membuat Rafi terkejut,karna kondisi Cilla dan Cilla akan di berangkatkan ke rumah sakit di Belanda untuk pengobatan.
Iya, kondisi Cilla benar-benar drop bahkan pihak rumah sakit mengajukannya Cilla untuk melakukan pengobatan di luar negeri,untuk mendapatkan pengobatan yang lebih baik.
"Keluarga dari pasien nyonya Pricilla. Mobil ambulans sudah siap untuk mengantarkan nyonya Pricilla ke bandara" ucap sang suster
"Baik suster, terimakasih." Ucap Tama
"Sama-sama tuan, biarkan para perawat yang mendorong bankar Cilla menuju ambulans"
Setelah mengucapkan itu,perawat laki-laki pun mendorong bankar Cilla menuju ambulans dan di ikuti oleh Tama, lestari dan Rafi.
Cilla sudah masuk di dalam mobil ambulans,dan segera ambulans pun menuju bandara. Tama dan lestari mengikuti mobil ambulans yang membawa Cilla menggunakan mobil nya,dan begitupun Rafi.
Sirine dari ambulans berbunyi mengiringi dan membuat para pengguna kendaraan menepi memberi jalan untuk mobil ambulans itu.
Sesampainya di bandara bankar Cilla di turun kan.
Tapi sebelum masuk kedalam pesawat pribadi milik keluarga Tama. Cilla berusaha ingin berbicara terlebih dahulu.
"B-bun tun..gue cilla mau bicara sama om Ra..fi" ucap Cilla,dan langsung di angguki oleh lestari.
"Ada apa Cilla?mau sesuatu?" Tanya Rafi
"Cilla mohon ja.. ngan kasih ta..hu Ge...ma kalo Cilla pergi ninggalin dia,cilla jan..ji bakal balik lagi kok,ini ci..lla titip surat buat Gema" ucap Cilla dan menyodorkan surat yang di lipat rapih.
"Pasti sayang,nanti om bakal kasih surat ini ke Gema dan gabakal ngasih tahu kemana kamu pergi. Cepat sembuh,dan pulang ke Indonesia okay?" Kata Rafi dan di angguki oleh Cilla.
"Tama, lestari tolong bawa Cilla kembali untuk kita,ingat perjanjian kita" ucap Rafi, "itu pasti,doakan!" Jawab Tama.
"Yu sayang kita masuk ke dalam pesawat,biar kamu langsung dapet pengobatan" kata lestari, "iya bun"
Pesawat Cilla yang menuju Belanda pun lepas landas.
Awan membuat Cilla tak terlihat.
"Selamat tinggal Indonesia,dan see you soon my boy" batin Cilla.
...