
Jika bahagia ku adalah cukup melihat dirimu,kenapa aku harus mencari bahagia yang lain?
-Pricilla-
...
Pagi ini gadis yang sedang bercermin untuk bersiap sekolah,dengan seragam yang seperti biasanya. Gadis itu cantik walaupun ia hanya memakai liptint untuk menutupi pucat bibirnya.
Ya, Cilla,siapa lagi yang sedang sakit tapi masih berusaha untuk sekolah dan bersikap seolah biasa saja. Cilla sudah pulang sejak kemarin malam,ia hanya dua hari di rawat, dokter Alex sebenarnya tidak mengizinkan Cilla untuk terlalu melakukan kegiatan yang membuat kondisi nya makin drop.
Tapi Cilla tetap lah Cilla, Cilla yang keras kepala,bahkan ayah dan bunda nya saja tidak bisa mencegah Cilla untuk tetap di rawat. "Cilla bener-bener gak sakit kok ayah,bunda" itu yang selalu Cilla ucapakan. Mau tidak mau orang tua Cilla akhirnya mengiyakan saja apa kata putri nya yang keras kepala itu.
"Pagi ayah,Bun..." sapa Cilla terhenti karena cilla melihat seorang yang sedang duduk di meja makan dengan ayah bunda nya.
"Gema?" Iya,orang yang sedang duduk di meja makan keluarga Cilla adalah Gema, kekasih Cilla.
"Pagi!" Jawab Gema dengan sapaan.
Cilla masih bingung,kenapa Gema kemari sepagi ini? "Kamu ngapain?" Tanya Cilla sambil menarik kursi dan duduk di hadapan Gema.
"Tadinya aku cuma mau jemput kamu,tapi sama bunda di suruh sarapan dulu sambil nunggu kamu" jawab Gema benar. Karna Lestari lah yang mengajak gema untuk menunggu sambil sarapan
"Makan dulu Cilla,jangan banyak nanya sama Gema. Ayo makan" ucap lestari.
Tanpa membalas perkataan lestari,semua orang yang ada di meja makan itu langsung memakan sarapannya dengan hening.
"Bun, yah. Gema berangkat ya sama Cilla" izin gema setalah sarapan nya selesai.
"Iya,hati hati" jawab Tama.
"Assalamualaikum" salam gema sambil mencium tangan ayah dan bunda nya Cilla.
"Waalaikum sallam" jawab Tama dan lestari.
Cilla membututi Gema setelah keluar dari rumahnya. Sampai di depan motor Gema, Gema memberi helm yang khusus untuk Cilla.
"Mau pake sendiri atau di pakein?" Tanya Gema sambil tersenyum.
"aku pake sendiri a..ja" jawab Cilla gugup.
Setelah memakai helm nya, Cilla langsung menaiki motor Gema.
"Pegangan,nanti jatuh." Ucap gema sambil menarik tangan Cilla untuk melingkarkan tangannya di tubuh gema.
Cilla yang di perlakukan seperti itu tersenyum kecil dengan hati yang bergemuruh pertanda ia sedang gugup . Gema yang melihat Cilla tersenyum dari kaca spion,ia menarik sudut bibirnya keatas.
Embun pagi di tambah dengan angin sejuk kota Bandung,mengiringi mereka berdua di perjalanan. Pagi yang sangat dingin tapi tidak untuk Gema,karena ia sedang di peluk dari belakang oleh sang kekasih nya. Bagaimana keadaan Gema? Ya tentu saja senang.
Sedangkan Cilla? Gadis itu mengeratkan pelukannya,dan menyandarkan dirinya di punggung kokoh milik Gema yang beraroma maskulin khas. Keadaan Cilla tidak baik,tapi jika ia bersama dengan Gema keadaan nya akan jauh lebih baik lagi.
...
Masih banyak rakyat SMA PRAMITA yang bisik bisik tentang Cilla dan Gema. Entah itu yang baik atau perkataan yang buruk.
Sampai ketika Cilla baru turun dari motor Gema,ia melihat seniornya yang menatap nya benci,siapa lagi jika bukan Michel.
"Gausah di liatin,liatin yang ini aja" ucap Gema sambil membukakan helm Cilla.
"Ngapain ngeliatin kamu?" Tanya Cilla.
"Karna aku ganteng" jawab Gema sambil tertawa.
"Pedee banget sih!" ucap Cilla dengan memukul lengan gema pelan.
"Gapapa yang penting kan Gema punya Cilla" BLUSH!, ucapan gema langsung membuat Cilla blushing.
"Hahaha, ngeblush lagi,lucu banget sih. Jadi pengen nyulik terus di bawa ke KUA" kata gema sambil mengacak rambut Cilla.
"Ke KUA kita daftar buat kawin,terus kamu jadi bunda dari anak anak aku" jawab Gema sambil tertawa.
"Aku gamau!" Kata Cilla sambil berjalan meninggalkan Gema. Gema yang di tinggalkan IIA berusaha mengejar Cilla. Menuntun Cilla seperti hendak ingin menyeberang.
Tanpa mereka sadari ada yang memperhatikan kebahagiaan Cilla dan Gema dari balik dinding parkiran sekolah.
...
"Cilla! kemana aja? Gue kangen nih" teriak Rhea. Rhea emang mulutnya bawel bebek gitu.
"Cilla gak kemana mana kok,Cilla juga kangen Rhea" jawab Cilla.
"Katanya sakit,bener?sakit apa sampe harus di rawat?"kepo Rhea.
"Cuma kecapean kata dokter" jawab Cilla bohong.
"Oh kecapean. Terus bodyguard lo mana? biasanya juga nempel terus." Tanya Rhea sambil melirik Kana kiri dimana bodyguard Cilla berada.
"Bodyguard? siapa? Perasaan Cilla gak pernah pake bodyguard deh" jawab Cilla.
Rhea menghela nafas nya, "maksud gue itu Gema. Biasanya juga dia ngintilin lo" ucap Rhea.
"Gema tadi ke kantin,dia di telpon Delon,penting katanya" kata Cilla.
"Oh gue kira dia ga masuk"
"Tau gak sih lo,gue itu udah kaya gapunya temen selama lo gak masuk,gue sendirian,makan ke kantin sendiri,jalan sendiri,udah kaya jomblo gue,Cill!" Oceh Rhea sambil menggandeng tangan Cilla
"Loh bukanya kamu emang jomblo ya?"
Rhea menghentikan jalan nya,ia menghadap ke arah Cilla dengan muka yang di tekuk.
"Ih Cilla,lo kok jahat langsung ngomong to the point gitu. Tapi inget,gue itu bukan jomblo tau!"
"Terus?"
"Ya cuma belum punya pacar aja. Itu tandanya tuhan lagi nyiapin orang yang spesial buat gue!"
"Iyauda ya Rhe, terserah kamu aja!"
"Sayang Cilla jadinya!"
Sesampainya di kelas,Cilla dan Rhea duduk di bangku nya masing-masing ketika bel masuk dan guru pelajaran hari ini sudah ada di kelas.
Di tengah tengah pelajaran,Cilla merasakan pusing yang sangat sakit di bagian kepalanya. Wajahnya pun mulai pucat pasih. Ia buru-buru melihat apa wajah nya benar pucat atau tidak.
Wajahnya amat pucat, Cilla berdiri dari tempat duduknya dengan menahan rasa sakit. Cilla meminta izin untuk ke toilet.
"Bu,saya ijin ke toilet ya" ijin Cilla dengan senyum menahan sakit.
"Baiklah,kembali lagi segera" jawab guru itu.
Cilla pun berjalan melewati koridor sepi,memegangi kepalanya yang sakit. Setelah sampai di toilet ia segera masuk dan mengeluarkan obat nya yang memang ia siapkan di saku bajunya.
Setelah meminum obat, Cilla keluar dari bilik toilet dan bercermin di depan wastafel,membasuh mukanya.
Ketika sedang membasuh mukanya,tiba tiba ada tangan yang menjambak rambut Cilla dengan keras sampai tubuh Cilla ikut mundur menabrak pintu bilik toilet.
"Saa..kit to.. long" ucap Cilla dengan lirih.
"Gue bakal bikin lo tersiksa Pricilla!" Kata seseorang yang menarik rambut Cilla.
"K..a..mu?" Ucap cilla ketika melihat siapa yang menjambak rambutnya.