
Tuhan,jika diriku tidak di takdirkan bahagia, Tolong bahagiankan saja "dia" yang ku sayang.
-Cilla
Keesokan harinya Cilla sudah berada di sekolah yang masih sepi,karna jam baru menunjukkan pukul 6.25 pagi,yang artinya masih 35 menit lagi bel akan berbunyi.
Cilla menenggelamkan kepalanya di atas tumpuan tangannya,ia memejamkan mata untuk mengurangi rasa pusing yang terus datang.
Kring kring...
Bel berbunyi tanda pelajaran sudah siap di mulai. Cilla yang mendengar suara bel sudah berbunyi langsung menegakkan dirinya.
Gema belum datang,entahlah mungkin dia tidak masuk. Pikir Cilla.
"Pagi anak-anak!" sapa guru biologi yang bernama Pak Bandi.
"Pagi pak!" jawab seisi kelas.
"Hari ini bapak tidak bisa berlama-lama di kelas karna ada urusan yang harus bapak selesai kan" ucap pak Bandi.
Mendengar akan free clas seisi kelas bersorak ria.
"Tapi,bapak akan memberikan tugas. Dan kumpulkan sebelum pulang sekolah!" Ucap pak Bandi.
Yang tadinya gembira langsung kesal karena tidak jadi free class.
"Yaelah pak, free class atuh!" kata Dafa, cowok berdarah sunda dan mempunyai sifat humoris.
"Gaada free clas,kerjakan soal halaman 35-41. Sekarang!" Titah pak Bandi.
"Iya pak!" jawab seisi kelas dengan nada lesu.
"Kalau begitu bapak permisi" pamit pak Bandi.
Sepeninggalan pak Bandi, Cilla dan yang lain mulai mengerjakan tugas yang lumayan banyak.
Ketika sedang mengerjakan tugas,Cilla di kagetkan dengan kedatangan Gema.
"Ini gaada guru?" tanya Gema kepada Cilla yang sedang menulis.
"Ada,tadi pak Bandi masuk tapi balik lagi karna ada urusan. Dia juga ninggalin tugas buat dikumpulin sebelum pulang sekolah" jawab Cilla panjang
"Oh" ucap Gema.
Cowok ngeselin,udah jawab panjang malah di bales oh. Ucap Cilla dalam hati
....
Cilla sudah berada di depan halte dekat sekolah, sekolah sudah pada bubar. Cilla bukan ingin pulang kerumahnya melainkan ia akan pergi ke rumah sakit untuk check up karna sudah janji kepada dokter Alex.
Setelah menunggu lima belas menit akhirnya ada angkutan umum yang lewat.
Cilla sampai di rumah sakit. Ia berjalan menyusuri koridor rumah sakit.
"Sus,apa dokter Alex ada?" Tanya Cilla kepada suster.
"Ada mba,apa sudah membuat janji dengan dokter Alex?" tanya suster tersebut
"Sudah sus" jawab cilla.
"Baiklah, mari saya antar keruangan nya." Ajak suster.
Cilla sudah berada di depan ruangan yang bertuliskan Dr. Alex.
Suster pun membuka pintu. "Mari masuk mba" ucap suster dengan ramah.
"Terimakasih"
Cilla memasuki ruangan dokter Alex.
"Selamat siang dok" sapa Cilla.
"Selamat siang juga Cilla, silahkan duduk" jawab dokter Alex sambil menyuruh Cilla duduk.
"Terimakasih dokter!"
"Bagaimana keadaan mu Cilla?" Tanya dokter Alex.
"Baik dok,tapi Cilla masih suka pusing sama mimisan" jawab Cilla jujur.
"Ada lagi yang kamu rasakan?" Tanya dokter Alex sambil menulis keluhan Cilla.
"Daerah punggung Cilla suka sakit dok, Cilla juga ga nafsu makan lagi"
"Apa Cilla bisa sembuh dokter?" Tanya Cilla yang mulai takut.
"Leukimia penyakit yang tidak bisa di sembuhkan,tetapi ada cara yang bisa mencegah virus yang menyebar, yaitu kemoterapi" jawab dokter Alex.
"Apa minum obat ga bikin Cilla sembuh? Kalo minum obat bisa bikin sembuh, tolong kasih Cilla obat aja dokter, Cilla mohon!" Cilla memelas,ia benar-benar berharap jika dengan obat ia akan sembuh.
"Kamu tidak boleh tergantung pada obat,itu tidak baik. Katakan pada orang tuamu dan lakukan kemoterapi secepatnya Cilla" titah dokter Alex.
Harapan nya pada obat pupus begitu saja.
"Cilla gamau kalo bunda sama ayah tau dokter,Cilla mohon. Cilla janji kalo Cilla udah siap Cilla akan melakukan kemoterapi" ucap cilla.
"Baiklah, tapi ingat jika kamu merasakan sakit segera hubungi dokter"
"Iya dokter Alex,kalau begitu Cilla permisi" ucap Cilla sambil berdiri.
"Hati-hati" ucap dokter Alex.
....
Cilla pulang kerumahnya. Ia memasuki rumah yang terlihat sepi.
"Assalamualaikum bunda Cilla pulang!" ucap Cilla sedikit berteriak. Takut bunda ga denger,pikir Cilla.
"Waalaikum sallam sayang,kok kamu baru pulang?" Tanya bunda.
"Iya Bun,tadi Cilla ada kerja kelompok,maaf bunda, Cilla ga ngabarin bunda" jawab Cilla berbohong.
"Iya gapapa,yang penting kamu baik-baik aja" jawab bunda.
"Cilla mandi dulu bunda!" kata Cilla sambil menaiki tangga menuju kamarnya.
"Selesai mandi langsung turun sayang,kita makan" kata bunda.
Sesampainya Cilla di kamar ia membaringkan dirinya di kasur.
"Maafin Cilla,Bunda." lirih Cilla
🐺🐺🐺
Di markas Traideger-x dengan anggota yang sedang berkumpul menikmati kopi dan cemilan yang ada di sana,mereka sedang mengobrol,mulai dari membicarakan status anak TRAIDEGER-X yang masih di gantung,sampai mengejek-ejek. Entahlah disana sangat ramai.
"Yaelah Bagus! lo masih aja bertahan,padahal udah jelas cewek lo gak mau sama lo lagi!" ucap Kemal sambil menyeruput kuah mie nya.
"Cewek banyak Gus,bukan cuma dia. Cari yang lain,apa perlu gue combalngin?" tanya Bayu anggota TRAIDEGER-X yang lain
"Gak minat,lagian kan gue tipe-tipe setia!" jawab Bagus
"Lo bukan tipe-tipe setia,tapi calon suami takut istri!" ledek Kavin
"Sialan lo!"
"Bucin lo semua!" ucap Delon yang daritadi hanya mendengarkan ocehan mereka.
"Lo ngomong gitu sama aja nyindir bos besar Lon hahaha!" kata Kemal sambil melirik Gema
"maksud lo?" tanya Bayu
"Itu,kanjeng Gema Tara Lendra sedang bucin mode on!" jawab Kemal
"Gema? Bercanda mulu lo bagong! Gema mana punya gebetan!" Sarkah Bayu
"Tinggal dimana sih lo? Di Goa ya? makanya kurang update gini! Gema tuh otw punya pawang!" timpal Kavin
"Gema lagi masa pendekatan sama cewe cantik bro!" ucap Arya
"Siapa ceweknya? anak Pramita?" Kepo Bagus
"Nanti juga lo tau sendiri Gus! tunggu tanggal jadian sama pajak jadian aja!" Jawab Arya
Berbeda dengan Gema,di gosipin sama temen nya,ia malah asik memejamkan matanya tanpa menghiraukan teman-teman nya yang menyebar berita bahwa ia sedang bucin mode on.
Entah apa yang gema pikirkan,Tapi hati Gema memaksa agar otak nya memikirkan sesuatu yang baru, Gema merasa jika dirinya berada di dekat Cilla seperti ada getaran yang berbeda. Melihat senyuman nya,membuat Gema merasa ada semangat untuk bertahan.
Cilla sedikit memberi warna kepada Gema,duduk di sampingnya membuat Gema tak karuan,jantung nya tiba-tiba berdetak seperti sedang marathon. sejak kejadian di taman tempo hari yang lalu.
Gema terus memikirkan Cilla, Gadis yang penuh tanda tanya,pikir gema.
"Cilla." Gumam Gema.