PRICILLA

PRICILLA
SIX



Kata orang jika kita memikirkan seseorang itu tandanya kita menyukai nya?  Aku tidak percaya. Dan sial nya aku memikirkan mu,dan mungkin aku menyukai mu.


-Pricilla


Cilla sudah duduk di bangku nya,ia sedang menunggu bel masuk berbunyi.


Cilla memainkan handphone nya untuk menghilangkan rasa bosan. Ketika ia sedang fokus pada handphone nya tiba-tiba seseorang menghampiri Cilla.


"Hai?" Sapa seorang gadis kepada Cilla sambil menunjukan senyumannya.


Cilla mengernyitkan keningnya karna aneh tapi ia tetap membalas sapaan gadis di depannya "Hai juga!"


"Lo kenal gue kan? Gue Rhea Dinata, yang duduk di barisan pojok itu." Kata Rhea sambil menunjukan tempat duduknya yang letaknya di pojok nomor 3 dari depan.


"Oh. Kamu ada apa?" Tanya Cilla.


"Gue mau lo jadi temen gue eh ralat maksud gue sahabat. Gue tau lo belum punya temen kan?"


Cilla yang memang belum punya teman di sekolah ini senang jika ada yang mau berteman dengannya. Dengan senang hati ia menerima Rhea sebagai temannya.


"Iya Rhea, Cilla mau jadi sahabat kamu." Jawab Cilla sambil tersenyum manis.


"Yess akhirnya gue temenan sama lo." Rhea langsung memeluk Cilla.


Rhea melepas pelukannya tepat saat bel masuk berbunyi.


"Istirahat kita ke kantin bareng!" Ucap Rhea sambil meninggalkan Cilla dan kembali ke tempat duduknya.


Cilla senang akhirnya dia mempunyai seorang teman di sekolah ini. Cilla akan berusaha menjadi teman yang baik.


Lamunan Cilla terbuyar saat seorang guru memasuki kelas.


Hari ini pelajaran Bahasa Indonesia dimana guru nya adalah Pak Anto yang terlihat humoris tetapi killer.


Semua di kelas itu fokus pada soal yang di berikan oleh Pak Anto.


Cilla duduk sendiri karna teman sebangku nya mungkin tidak hadir, ya cowok galak siapa lagi jika bukan Gema.


Gamasuk kali. Pikir cilla.


Bel istirahat berbunyi.


"Kumpulkan tugas kalian!" Titah pak Anto.


"Iya pak!" Semua nya maju untuk mengumpulkan buku kedepan meja guru.


Ketika semua sudah mengumpulkan pak Anto memanggil Cilla.


"Pricilla!"


Cilla yang merasa terpanggil langsung menatap pak Anto. "Iya pak?"


"Kamu tolong taruh buku ini di meja bapak ya!" Titah pak Anto dan berjalan keluar kelas.


"Baik pak!" Jawab Cilla.


Cilla merapihkan buku buku itu sebelum ia bawa pergi. Ketika sedang merapihkan Rhea datang.


"Cill,ayo gue bantu terus kita ke kantin"


"Gausa Rhea, kamu duluan aja nanti aku susul!"


"Yauda deh,gue duluan ya! Lo hati-hati!" kata Rhea meninggalkan cilla.


Cilla membawa tumpukan buku itu ke ruang guru,ketika melewati koridor yang cukup ramai ada cowok yang sedang berlari dan menabrak Cilla, buku buku itu jatuh,dan cowok itu tidak memperdulikan siapa yang di tabrak nya.


"Ish, bukan nya minta maaf!" kata Cilla sambil merapikan buku buku itu lagi.


"Sini gue aja. Lo ke kantin sana!" Kata Gema.


Cilla yang masih bingung ia terdiam mencerna ucapan Gema.


"E..eh biar Cilla aja yang bawa" kata Cilla sambil berusaha mengambil buku itu dari tangan Gema.


Gema menjauhkan buku buku itu dari Cilla. "Gue aja yang bawa ini ke ruang guru. Lo ke kantin sana! Lo di tunggu Rhea kan?"


"Nanti di omel pak Anto gimana? Udah sini Cilla aja,eh tapi kok kamu tau kalau Rhea nunggu aku?"


"Ga akan, udah sana. Atau lo mau gue ga bakal anter buku ini ke pak Anto,terus bilang kalo lo males nurutin perintah pak Anto" ancam Gema.


Cilla yang mau tidak mau lagi lagi harus mengiyakan Gema. "Yaudah iya, Cilla titip buku nya ke kamu ya!"


Cilla langsung meninggalkan Gema menuju kantin,karna pasti Rhea sudah menunggu nya.


"Lucu" batin Gema.


Cilla memasuki kantin dan mencari keberadaan Rhea.


Rhea melihat Cilla sedang kebingungan mencarinya langsung mengangkat tangannya memberikan kode agar Cilla kesini.


Cilla melihat Rhea,dan langsung menghampiri Rhea.


"Lama banget sih lo!" kata Rhea sambil memakan batagor yang ada di mulut nya.


"Maaf, tadi Cilla kan harus anter buku dulu" jawab Cilla.


"Yauda nih lo makan" titah Rhea sambil mendorong piring berisi batagor kearah Cilla.


"Makasih!" Cilla menerima nya dan memakannya.


Mereka berdua asik dengan makannya. Ketika sedang fokus makan tiba-tiba kantin ramai oleh teriakan para cewek entah apa penyebabnya.


Cilla yang penasaran langsung melihat apa yang menjadi cewek cewek histeris.


Cilla melihat para cowok yang berpenampilan baju di keluarin,dasi longgar,baju lengan nya di gulung. Sudah seperti bad boy.


Cilla yang tidak tahu mereka siapa lebih memelih melanjutkan makanya.


"Ya ampun Delon ganteng banget!" Seru Rhea ketika melihat cowok cowok itu memasuki area kantin


"Kamu kenal mereka?" Tanya Cilla.


"Ya iya lah,siapa sih yang gak kenal sama para most wanted sekaligus badboy di sekolah ini!" jawab Rhea.


"Lo emang ga kenal mereka?" Tanya Rhea menatap cilla.


Cilla menggelengkan kepala "gatau dan gak kenal" jawab Cilla


"Ya ampun Cilla,masa lo udah sebulan sekolah disini gatau apa apa" kata Rhea sambil memutar bola matanya malas.


"Cilla kan gatau Rhea. Cuma tau Gema!" Jawab Cilla


"Ok,nih gue kasih tau. Mereka tuh most wanted sekaligus badboy di sekolah ini. Nih yang duduk paling pojok itu Delon, dia ganteng,baik tapi dingin, nah samping nya itu Kavin,dia humoris terus receh, samping nya lagi Kemal,dia juga 11 12 sama Kavin, nah depan nya Kemal itu Arya,dia baik tapi sama kaya Kemal sih,


dan yang terakhir lo tau dong itu Gema yang duduk sebangku sama lo,dia lebih dingin dari Delon,galak,sangar, jarang senyum apalagi dia tuh jarang peduli sama orang di sekitar nya kecuali anggota Traideger-x,mereka tuh udah kaya keluarga kalo udah kumpul jadi satu. Solidaritas yang kental dan mereka gaakan nyerah kalo rival nya ngajak buat tawuran." Ucap Rhea panjang.


"Mereka anak geng motor dong?" Tanya Cilla.


"Iya,ketua nya itu Gema" ucap Rhea lagi.


Cilla mencerna ucapan Rhea,jadi Gema itu anak geng motor,most wanted dan bad boy juga? Jadi selama ini ia pacaran dengan ketua geng motor,most wanted sekolah,cowok badboy,dan nilai plus nya Gema ganteng? Keberuntungan Cilla memang.


Tapi Cilla tahu bahwa Gema tidak peduli sama orang di sekitar nya kecuali Traideger-x? Tapi kenapa dia sering nolongin Cilla? Pikir cilla.