PRICILLA

PRICILLA
FORTY FOUR



Gema dan Cilla sudah satu minggu ia pindah di rumah yang di berikan papi nya. Selama di sana Gema selalu berusaha untuk ada di dekat Cilla mengingat di rumah itu cuma ada dirinya, istrinya dan pembantu,jika Gema meninggalkan Cilla sendiri Cilla pasti akan bosan,terkadang Gema selalu mengijinkan Cilla untuk ikut ke kantor.


Hari ini pasutri itu hendak pergi ke Bali untuk bulan madu. Kenapa tidak keluar negeri? Karna Cilla tak ingin kesana, menurut Cilla "kalau Indonesia punya yang lebih indah kenapa harus ke luar negeri?" Itu yang di ucapkan cilla. Gema pun dengan senang hati menuruti apa mau sang istri.


"Ayo sayang, udah siap?" Tanya Gema pada Cilla yang sedang memasuki apa saja yang harus ia bawa di tas kecil nya


"Ayo,aku udah siap" jawab Cilla


"Gaada yang ketinggalan?" Tanya Gema memastikan


"Gaada" jawab Cilla singkat


"Yaudah ayo,bunda ayah sama papi nanti ada di bandara buat ngeliat kamu" ucap gema


"Serius?"


"Iya sayang" jawab gema dengan mengelus rambut Cilla


"Yeay,ayo gem cepetan" ajak cilla, Gema pun langsung membawa koper yang di bawa Cilla


"Biar aku aja,sana kamu duluan ke mobil" titah Gema


"Oke,awas jangan ada yang ketinggalan ya!" Kata Cilla


"Iya sayang" setelah mendengar jawaban Gema, Cilla langsung pergi ke luar lebih tepatnya ke mobilnya yang dimana mang Ujang sudah menunggu


"Non,sudah siap? Tapi mana tuan?" Tanya mang Ujang


"Udah mang, Gema di belakang bentar lagi pasti keluar"


Gema datang ketika Cilla hendak membuka pintu mobil, "Koper nya taruh di bagasi ya gema!" Ucap Cilla


"Aku juga tau sayang" kata Gema sambil mengangkat kopernya untuk di masukkan ke bagasi.


"Mang kita langsung ke bandara ya" titah Gema kepada mang ujang


"Siap tuan" Mang Ujang pun masuk dan menjalankan mobilnya saat tuan muda nya sudah memasuki mobil


Setelah beberapa menit, Gema dan Cilla sudah ada di bandara,mereka langsung menuju tempat dimana pesawat mereka akan landing. Terlihat disana ada Rafi, Tama dan Lestari. Melihat bundanya Cilla langsung pergi meninggalkan Gema sendiri sambil menyeret koper.


"Bunda Cilla kangen" ujar Cilla


"Baru seminggu udah kangen"


"Namanya juga kangen bunda,emang kalau kangen harus nunggu bertahun-tahun dulu?"


"Ya nggak sih, iya deh bunda ngalah"


"Udah sana kalian siap-siap bentar lagi pesawat kalian take" ucap Rafi


"Gem,jaga Cilla dan bawa Cilla pulang lagi dengan utuh!" Ucap Tama


"Iya ayah, Gema bakal jagain Cilla" jawab Gema


"Yasudah,sana tuh bentar lagi kalian take"


"bun,yah,pi kita berangkat dulu ya,doain semoga bisa pulang lagi terus Gema punya baby" kata Gema


"Itu pasti,bunda tunggu ya kabar gembira nya"


"Cilla sama Gema berangkat ya" pamit Gema


"Hati-hati" ucap Tama


Gema dan Cilla pun memasuki pesawat. Bandung ke Bali hanya membutuhkan dua jam perjalanan. Selama di perjalanan Cilla memilih tidur di bahu Gema, berbeda dengan gema ia memantau pekerjaan nya lewat i-pad nya, sesekali melihat wajah istrinya yang lucu saat tertidur.


...


"Gema,aku pengen liat sunset" pinta Cilla.


Mereka berdua sekarang sedang berjalan di tepi pantai dewata,yang terkenal di Bali. Tak sedikit pengunjung yang menunggu sunset di pantai ini, tinggal menunggu satu jam lagi.


"Iya sayang,kamu mau dimana?di depan situ mau?" Tawar Gema sambil menunjuk satu tempat yang pas untuk melihat sunset


"Iya di situ aja" jawab Cilla setuju


"Kamu suka sunset?" Tanya Gema


Cilla menengok menganggukan kepalanya, " sunset itu indah walaupun cuma sekejap" jawab Cilla


"Buat apa dia indah kalau cuma sebentar?"


"Setidaknya kita bisa belajar dari sunset,bahwa yang indah itu tak selalu lama,kita harus tau mau seindah apapun hidup kita gabakal bertahan lama." Jawab Cilla sambil tersenyum ke Gema


"Kamu keindahan hidup aku,semoga kamu gak kaya sunset itu ya" ucap Gema sambil menepuk kepala istrinya


Cilla tak menghiraukan Gema,ia hanya tersenyum dan menikmati sunset yang ada di depannya. Ini impian Cilla untuk melihat sunset di pantai dewata.


....


Gema dan Cilla sangat menikmati perjalanan bulan madu mereka berdua,tak hanya pantai,tapi tempat tempat lain di Bali mereka kunjungi seperti pasar Badung, Cilla sangat menyukai makanan disana, jika makanan Cilla tak habis, Gema yang menghabiskan nya.


Seperti sekarang, Cilla sedang memakan Mie Tomcat Bali, Cilla semangat untuk memakannya saat pertama melihat nya,tetapi seperti biasa, semua makannya tak habis dan di berikan kepada Gema


"Stop beli makanan,aku kenyang nampung semua makanan yang gak abis punya kamu tadi" ucap Gema


"Iya Gema,maaf. Aku juga udah kenyang ayo pulang ke hotel" ucap Cilla


"Gausah minta maaf,apa yang bikin kamu seneng aku turutin, sebenernya kalo kamu pengen beli lagi gapapa sih. Kamu beneran mau pulang?"


"Iya Gema aku gamau beli apa apa lagi kok,aku ngantuk"


Gema melihat jam tangannya,dan sekarang sudah jam 8 malam,pantas saja Cilla mengantuk,mereka disini sudah hampir 4 jam.


"Ayo pulang" ajak Gema sambil mengambil slingbag Cilla memakainya,dan menuntun Cilla


"Biar aku yang bawa tas kamu" kata Gema yang seolah tahu apa yang ada di pikiran Cilla


Gema pun mencari taxi dan untuk menuju hotel. Di taxi Cilla tak dapat menahan kantuknya,seperti biasa ia tertidur kali ini Cilla tertidur di pelukan Gema.


"Istri nya mas?" Tanya sopir taxi sambil melihat Gema lewat kaca dalam mobil


"Iya pak" jawab Gema


"Kecapean banget kayanya mas,sampe ketiduran gitu"


"Habis makan banyak banget,makanya ngantuk"


"Sama kaya istri saya,pasti kalo liat makanan jadi kalap mata ujung-ujungnya saya yang ngabisin. Tapi kita emang sebagai laki harus bisa bikin istri seneng jadi kangen istri saya" ucap sopir


"Emang istri bapak kemana?"


"Istri saya udah pergi ke syurga duluan mas" jawab sopir


"Turut berdukacita pak"


"Makasih mas, jaga istri mas selagi masih bisa kita jaga mas jangan sampai nyesel" ucap sang sopir


"Pasti pak"


Setelah itu, Gema sudah sampai di hotel. Gema pun menggendong Cilla seperti koala. Banyak pasang mata yang melihatnya, apalagi ketika di lift. Banyak bisik-bisik para manusia yang tidak tahu apa-apa.


Setelah pintu lift terbuka, Gema pun langsung keluar berjalan melewati beberapa kamar,ia meronggoh saku nya mengambil card pintu hotel.


Ceklek


Pintu kamar hotel terbuka, Gema langsung menidurkan Cilla di kasur dengan hati-hati, melepaskan sepatu flatshoes,dan memakaikan selimut sampai dada Cilla.


"Good night my wife" gema mengecup kening Cilla sebelum ia berganti pakaian.


...


Terimakasih untuk yang baca Pricilla!!


JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN❤️


TERIMAKASIH