
Hari ini Cilla sedang duduk sendirian di bangku taman rumah sakit,taman yang cukup menenangkan hati cilla,dengan taman di penuhi bunga,Cilla menatapi kupu-kupu yang sedang berlalu lalang dengan sayap nya yang cantik.
"Hai kupu-kupu, aku mau tanya dong,kamu bahagia ya terbang sesuka kamu tanpa mikirin masalah,aku juga kalo di suruh milih aku lebih baik jadi kamu,terbang kemana pun yang aku mau,tanpa mikirin masalah yang aku punya." Ucap Cilla sambil mendongakkan kepalanya keatas melihat kupu-kupu yang terbang.
Tanpa sepengetahuan Cilla,ada seseorang di belakangnya. Orang itu menghampiri Cilla, kemudian duduk di samping Cilla di bangku taman yang sama.
Cilla menengokkan kepalanya ke samping, melihat siapa yang mengisi tempat kosong di samping nya.
"Gema?" Ucap cilla sambil membulatkan matanya.
"Apa?" Tanya Gema sambil menaik turunkan alisnya.
"Kamu ngapain disini?" Tanya Cilla
"Salah, seharusnya aku yang tanya itu ke kamu. Kamu ngapain disini, sendirian hmm?" Tanya Gema sambil mengelus pipi Cilla
"Bosen di kamar rumah sakit,makanya aku kesini. Taman nya bagus bunga nya cantik cantik" jawab cilla sambil tersenyum
Gema tersihir akan kecantikan Cilla, walaupun rambut Cilla hampir habis. Gema yang tadinya ingin marah kepada gadis nya karna sudah berani keluar kamar sendirian pula.
"Iya kaya kamu cantik." Kata Gema
Blush!
Pipi Cilla berubah menjadi merah,karna ulah Gema barusan. Masih saja gombal.
Cilla menundukkan kepalanya, menutupi rona merah di pipinya. Jika Gema tahu ia blushing pasti akan di ledek oleh Gema.
"Kok nunduk? Blushing ya?" Tanya Gema sambil berusaha memegang dagu Cilla untuk menatapnya
"Gak kok,apaan sih" jawab Cilla sambil menghindar
"Kalo ngga,kenapa nunduk hmm?" Tanya Gema. Sekarang ia berhasil membuat Cilla tak menundukkan kepalanya lagi
"Aku malu Gema ih!" Ucap Cilla sambil memukul lengan Gema
"Gausah malu,kan aku bilang gapapa kok blushing kalo di depan aku" kata Gema sambil membawa Cilla kedalam pelukannya.
Cilla pun langsung menenggelamkan kepalanya di dada bidang gema,sambil mendusel kan kepalanya. Gema menahan rasa geli nya,karna ulah Cilla. Bagaimanapun Gema itu lelaki normal.
"Jangan ngedusel dusel sayang" ucap Gema sambil memegang belakang kepala Cilla berusaha gara Cilla tidak mendusel dusel lagi.
"Kenapa?" Tanya Cilla polos sambil mendongakkan kepalanya menatap Gema.
"Aku cowok sayang,punya hawa nafsu. Mau aku makan hmm?" Tanya Gema dengan suara serak nya.
Glek.
Cilla menelan ludahnya susah payah saat mendengar Gema mengucapkan itu.
"Ih gema!!!" Teriak Cilla sambil menjauhkan dirinya dari Gema.
"Bisa bisanya ya kamu ngomong gitu!"
"Salah kamu bikin aku mau makan kam... Aagrh sakit Cilla shh" ucapan Gema putus saat Cilla mencubit perut nya dengan kencang membuat Gema mengaduh kesakitan.
"Salah sendiri ih" cibir Cilla
"Iya sayang maaf ya" kata gema sambil memeluk Cilla kembali
Cilla pun hanya diam saat Gema membawa kepelukan nya.
"Gema?" Panggil Cilla masih berada di pelukan Gema
"Hmm?" Jawab gema dengan deheman
"Kamu boleh kok putusin aku sekarang" ucap Cilla dengan suara yang kecil
Gema tersentak mendengar ucapan Gadisnya,apa tadi kata Cilla? memutuskan hubungannya? Tidak mungkin.
"Kamu ngomong apaan hmm? Udah bosen sama aku?" Tanya balik Gema dengan nada yang berusaha sabar
"Liat keadaan aku sekarang,liat rambut aku,bulu mata aku, hampir habis. Aku ga yakin gema kalo aku bisa sembuh" jawab Cilla dengan suara yang bergetar
"Aku ga peduli sama rambut kamu yang bakal habis cill, yang perlu kamu tau aku gabakal mau ninggalin kamu apapun keadaan kamu. Aku bakal nemenin kamu cill,kalo perlu aku bakal bawa kamu ke luar negeri buat pengobatan kamu. Aku cuma mau kamu cill cuma kamu.." ucap gema dengan suara lembut,sambil mengelus rambut Cilla
"Aku takut kamu ga bahagia kalo sama aku" cicit Cilla
"Cukup kamu berjuang buat lawan penyakit kamu buat kesembuhan kamu cill gausah mikirin kebahagiaan aku. Bahagianya aku saat aku sama kamu" ucap Gema menenangkan hati Cilla.
Cilla tak membalas lagi ucapan Gema,ia hanya menenggelamkan kepalanya di dada Gema.
Gama terus mengelus rambut Cilla yang menipis. Melihat gadisnya tak ada pergerakan lagi. Gema melihat Cilla. Nafasnya teratur matanya terpejam. Ternyata gadisnya tertidur di pelukan nya.
Gema tersenyum melihat gadisnya. Ada rasa takut saat nanti gadisnya akan meninggalkan nya. Gema tidak mau hak itu terjadi. Bagaimanapun caranya Gema harus bersama Cilla, jika takdir bisa di ubah Gema akan memindahkan penyakit Cilla ke dirinya. Tak apa Gema yang sakit tapi jangan Cilla.
Tidak mau melihat gadisnya yang selalu kesakitan. Gema hanya ingin gadisnya sembuh. Gema janji akan terus bersama Cilla. Gema akan janji itu.
Melihat Cilla yang sangat nyenyak tidurnya membuat Gema tak tega jika harus membangunkan gadis nya yang sedang bermimpi indah. Gema menggendong cilla seperti koala. Membuat Cilla seperti anak kecil yang menggemaskan.
Sesampainya gema di kamar inap Cilla,gema langsung menidurkan Cilla di bankar.
Lestari yang baru saja keluar dari kamar kecil terkejut melihat Gema menggendong Cilla. Lestari menghampiri Gema.
"Cilla kenapa gem?" Tanya lestari khawatir
"Cilla ketiduran tadi Bun pas di taman" jawab Gema setelah menutupi tubuh Cilla dengan selimut
"Syukurlah, kamu tau Cilla semalem ga tidur. Tante gatau kenapa Cilla kaya gitu." Ucap lestari dengan sendu.
"Cilla ga tidur?" Tanya Gema dengan air muka yang khawatir
"Iya, Cilla kaya gelisah,bunda udah tanya berkali-kali tanpa Cilla cuma jawab "Cilla gak ngantuk kok bun" tante khawatir gem sama keadaan Cilla yang sekarang. Rambutnya mulai habis" jawab lestari sambil menangis
Gema menghampiri lestari, mengelus pundak bunda lestari.
"Bunda gausah khawatir,kita berdoa sama tuhan biar Cilla sembuh. Gema janji Bun bakal temenin Cilla sampai sembuh" ucap Gema
"Terimakasih Gema"
...
Gema sedang makan malam sendiri di rumah nya. Sudah biasa ia makan sendiri,karna papihnya jarang berada di rumah.
"Gema?" Panggil Rafi, membuat Gema berhenti menyuapkan sesendok nasi ke mulut nya.
"Papih mau ngomong sama kamu"
Gema melanjutkan makannya yang tinggal dua sendok lagi.
"Itu papih udah ngomong" kata Gema
"Ck,papih serius Gema. Papih minta maaf kalo selama ini papih masih belum jadi ayah yang baik buat kamu. Papih tau kamu bandel cuma mau narik perhatian papih,karna papih jarang di rumah,bikin kamu kesepian. Maafin papih ya? Papih janji bakal jadi ayah yang baik buat kamu. Oh iya papih juga ga terlalu megang urusan kantor." Ucap Rafi serius.
Ada rasa bahagia saat Gema mendengar papih nya berbicara seperti itu.
"Terus yang megang kantor siapa?" Tanya Gema
"Papih alihin ke om kamu,biar papih ada family time sama kamu." Jawab Rafi
"Papih serius? Udah sadar?" Tanya Gema lagi
"Ck,dikira papih mabok hah?" Decak Rafi saat Gema masih meragukan nya.
"Gema bahagia kalo papih beneran bakal selalu ada di rumah nemenin Gema. Tapi saat ini mungkin Gema jarang di rumah pih. Gema mau nemenin Cilla di rumah sakit"
"Papih ngerti. Papih kemarin sudah bertemu Cilla" ujar Rafi
"Ngapain? Papih ngomong apa?" Tanya gema dengan khawatir,takut papih nya mengulangi kejadian dimana papihnya mengusir Cilla dan mengatakan jika Cilla bukan orang baik
"Suudzon aja. Papih tuh cuma bilang makasih,udah bikin anak papih berubah,bikin anak papih bisa ketawa lagi. Papih tau papih pernah jahat sama Cilla,itu juga karna papih khawatir sama kamu Gema, Cilla bikin papih sadar,kalo anak itu harta paling berharga"
Gema sedikit terkejut ketika papih nya bicara berdua dengan gadisnya. Tapi Gema bahagia, berkat Cilla papih nya sadar jika Gema butuh kasih sayang seorang ayah.
"Gema sayang papih. Tapi Gema juga sayang cilla" ucap Gema
"Papih tau. Kamu jaga Cilla ya! Jangan macem macem. Awas sampai Cilla nangis gara gara kamu!" Delik Rafi
"Anak papih kan gema"
"Tapi Cilla calon mantu papih" kata Rafi sambil meninggalkan Gema sendiri di ruang makan dengan mulut menganga.
Papih nya kenapa sih? Tiba-tiba bilang jika Cilla adalah calon mantu nya. Gema seneng kalo papih nya ngerestuin hubungan mereka berdua.
...
Cilla sedang duduk di atas bankar nya, ia sedang menyisir rambutnya yang menipis. Melihat betapa banyak nya rambut yang rontok, membuat hatinya sakit. Mahkota nya rontok,bahkan hampir botak.
Cilla menahan tangisannya,saat ia menyisir.
Ketika sedang mengumpulkan rambut yang rontok tadi, tiba tiba darah segar mengalir dari hidungnya. Buru buru Cilla membersihkan nya dengan tisu yang ada di atas nakas.
Kepalanya mulai pusing. Tubuhnya sakit, Cilla benar benar kesakitan.
Cilla berusaha untuk mengambil obat nya,tapi tubuhnya benar benar sakit,jika Cilla bergerak sedikit saja rasa sakitnya langsung menjalar ke seluruh tubuh nya.
"Shhh,,sa,,kit to,,long"
"Bun,,da to,,long cill,," ucapan Cilla terpotong, terlambat Cilla pingsan dengan darah yang masih mengalir di hidungnya.
...
Gema sudah ada di loby rumah sakit,dengan membawa bunga mawar kesukaan Cilla,dan buah buahan. Melewati koridor membuat Gema menjadi pusat perhatian,karna ketampanannya. Gema tak mempedulikan mereka yang menatap nya kagum. Yang ada di benak Gema adalah gadis nya yang cantik.
Senyum Gema terbit ketika dirinya sudah sampai di depan pintu kamar rawat Cilla. Baru membuka pintu. Gema di kejutkan dengan keadaan gadisnya yang pingsan dengan darah yang menetes dari hidungnya.
Gema lari,tanpa sadar ia membuang mawar dan buah buahan nya.
"Cilla,sayang!"
Gema membenarkan posisi Cilla, memencet tombol darurat.
"Kamu yang kuat ya sayang,aku mohon" lirih Gema sambil menyeka darah yang keluar dari hidung Cilla.
Tak lama dokter pun datang dengan para suster.
"Dok tolong,cilla!" Ucap Gema dengan air muka yang khawatir
"Tunggu sebentar" tanpa menunggu lama dokter pun langsung memeriksa kondisi Cilla.
Gema yang melihat gadisnya yang lemah sedang di periksa oleh dokter membuat dirinya merasa bersalah karena telat datang.
Gema tersadar ketika dokter selesai memeriksa Cilla.
"Gimana dok?" Tanya Gema
"Kondisi nya lemah. Pasien harus segera di tindak lanjuti, seperti operasi" jawab sang dokter sambil menghembuskan nafasnya
"Tolong dok sembuhin Cilla!"
Baru saja dokter ingin membuka mulut, tiba-tiba pintu ruangan terbuka menampilkan sosok wanita paruh baya, lestari.
"Gema ini ada apa?" Tanya lestari bingung
"Cilla Bun" jawab Gema dengan suara yang bergetar
"Kenapa sama Cilla?" Tanya lestari sambil melihat Cilla, kemudian melihat dokter, "anak saya kenapa?" Tanya lestari kepada dokter
"Kondisi anak ibu melemah, kondisinya benar benar sangat prihatin. Bisa ibu ikut dengan saya ke ruangan?"
Lestari menangis. "Baiklah"ucap lestari sambil menghapus air mata, kemudian melihat Gema, "bunda titip Cilla sebentar ya"
"Iya Bun,"
Dokter, suster dan lestari pun meninggalkan ruangan Cilla,menyisahkan Gema dan Cilla.
Gema duduk menatapi gadisnya.
"Kuat ya sayang, Gema ada disini. Janji sama Gema kalo kamu harus sembuh." Ucap gema sambil mengelus tangan Cilla
"Aku janji kalo kamu sembuh,aku bakal beliin kamu es krim yang banyak"
"Aku mohon Cilla,jangan bikin aku kehilangan orang yang aku cinta kedua kalinya setelah mamih" ucap Gema sambil menangis.
...
Jangan lupa vote dan komen ok?!