PRICILLA

PRICILLA
TWENTY EIGHT



Lestari sedang berada di ruangan dokter Alex, mendengarkan apa yang di ucapkan sang dokter tentang kondisi anaknya.


"Begini Bu, seperti nya Cilla harus di tindak lanjuti karna kondisinya sudah benar benar buruk. Saya akan mencoba kemoterapi yang kedua,dan jika kondisi Cilla masih tidak membaik,saya menyarankan untuk membawa Cilla ke rumah sakit yang mempunyai fasilitas lebih dari ini" ucap lebar dokter Alex


"Saya mohon dokter,lakukan apa aja buat anak saya. Saya mohon" ucap lestari sambil menangis


"Saya akan berusaha" kata dokter Alex


"Terima kasih, saya permisi" ucap lestari sambil berdiri lalu meninggalkan ruangan dokter Alex.


...


Gema sedang bersekolah,tapi ia bolos. Gema tidak bisa fokus,hei pikirlah bagaimana ia bisa fokus jika sang gadis sedang tak berada di sekolah melainkan berada di rumah sakit yang sedang melawan rasa sakit nya. Sungguh Gema ingin marah kepada papihnya yang menyuruhnya sekolah. Iya Gema terpaksa sekolah,bukan keinginan Gema.


Papih nya mengancam jika gema tak sekolah, papihnya akan menjauhkan Cilla dari Gema. Bagaimanapun masa depan Cilla dan Gema masih panjang. Iya atau tidak Gema pun mengiyakan dan menurut kepada papihnya.


Gema sedang merokok di roftop sekolah seorang diri. Pikiran nya hanya kepada Cilla. Gema benar benar seperti orang yang terkena depresi berat. Lihat saja kantung mata nya yang hitam,rambut yang acak acakan,seragam yang di gulung di bagian lengannya.


Memikirkan keadaan gadisnya,dan kemarin ia melihat jelas gadisnya sungguh tersiksa,dengan darah yang mengalir di hidung Cilla,wajah yang pucat, rambut yang tipis dan badan yang kurus. Gema ingin gadisnya sembuh,ia tak bisa melihat gadis yang ia cintai kesakitan.


Melihat bagaimana kondisi Cilla yang sekarang membuat Gema mengingat bagaimana saat mamih nya juga yang dulu pernah terbaring lemah di bankar rumah sakit dan akhirnya meninggalkan Gema selama-lamanya.  Gema tak ingin itu terjadi di kehidupannya lagi.


Tanpa sadar air matanya lolos begitu saja mengingat semua masalalunya.


Gema menarik rambutnya dengan kasar, menumpahkan rasa lelah nya pada dunia ini. Gema juga manusia, manusia yang lemah dan manusia yang tak berdaya saat di beri cobaan yang begitu berat.


"Arghhh, tolong Tuhan jangan pernah ambil Cilla!!" Ucap Gema sambil menangis dan masih terus menjambaki rambutnya.


"Gem!" Panggil seseorang yang baru memasuki roftop.


Gema buru buru langsung menghapus air matanya,dan melihat siapa yang memanggilnya.


Ternyata,yang memanggil nya adalah para sahabatnya dan Rhea.


"Lo ngapain pada disini?" Tanya Gema sambil kembali duduk  lesehan tak peduli dengan keadaan roftop yang kotor penuh debu


"Nyari lo kambing!" Jawab Arya


"Ngapain?" Tanya gema lagi


"Ikut bolos lah" jawab Kemal


"Gem, anak buah si Nicko ngajak kita ribut. Karna mereka gak rela si Nicko di penjara." Ucap Kavin tiba-tiba


"Kapan?" Tanya Gema


"Hari ini,tempat biasa jam 3" jawab Kavin.


Gema memanfaatkan situasi ini,sungguh ia ingin melampiaskan rasa marah nya sekarang. Dan anak Emeralds mengajukan dirinya.


"Ok kabarin anak Traideger-x yang lain sebelum ke lokasi suruh kumpul dulu di warung Bi lilis" ucap Gema.


Keadaan hening, tiba-tiba Rhea pun membuka suara.


"Gimana keadaan Cilla gem?" Tanya Rhea


Gema diam sebentar saat Rhea menanyakan keadaan gadisnya, Gema menggeleng lemah, "gak baik,kemarin dia drop sampe mimisan terus pingsan, dan sampe sekarang belum sadar" jawab Gema


Semua yang ada di sana terkejut mendengar penuturan Gema,


"Lo serius?" Tanya Rhea dengan wajah yang sendu.


Gema mengangguk lemah, "bahkan dia bakal di kemoterapi lagi" jawab Gema


"Gue pengen ke rumah sakit" ucap Rhea sambil berdiri hendak meninggalkan para cowok yang sedang duduk disana.


Tangan Rhea di cekal oleh Delon. "Jangan sekarang,nanti aja pulang sekolah." Ucap Delon sambil menuntun Rhea untuk duduk lagi


"Iya, sekalian temenin Cilla, gue mungkin bakal telat kesana karna mau nyelesain masalah geng Nicko dulu." Timapl Gema


Mereka semua bercanda dan tertawa, kecuali Gema,ia hanya tersenyum sesekali saat mendengar Arya,kemal dan Kavin melontarkan recehan yang lucu. Bukanya mengalihkan pikiran nya terhadap Cilla,malah ia semakin rindu dengan Cilla. Gema ingat waktu dimana ia dan Cilla tidur di roftop dengan paha Cilla yang menjadi bantal Gema. Gema ingin gadisnya ada di samping nya sekarang juga.


...


Waktu pun menunjukkan pukul dua siang dimana sekolah SMA PRAMITA BANDUNG membunyikan bel pulang.


Gema dan para sahabatnya di tambah dengan Rhea pun bergegas untuk turun dari roftop untuk mengambil tas mereka. Iya mereka bolos sampai jam pulang.


Gema langsung menuju warung bi Lilis, di ikuti dengan para sahabatnya kecuali Delon,karna Delon mengantarkan Rhea terlebih dahulu ke rumah sakit untuk menemani Cilla selagi Gema tak ada.


Para anggota Traideger-x sudah berkumpul untuk menuju ketempat biasa mereka mengadu otot dengan Emeralds.


"Semuanya jangan ada yang bawa senjata,kalo sampe gue liat dari kalian ada yang bawa senjata gue bakal kick kalian dari Traideger-x!" Tegas Gema


"Siap!" Ucap seluruh anggota Traideger-x


"Buruan cabut!" Titah Gema yang sekarang sudah berada di atas motor nya.


Anggota Traideger-x pun langsung bergegas melajukan motornya ke tempat tujuan mereka. Dengan gema yang memimpin di depan.


Gema memarkirkan motor nya ketika sudah sampai di lapangan merah, diikuti dengan anggota lain.


Di lapangan itu sudah ada para anggota Emeralds yang menunggu kedatangan Traideger-x, lihat lah Emeralds mereka membawa senjata,seperti balok kayu, sedangkan Traideger-x? Hanya berbekal tangan kosong. Walaupun hanya berbekal tangan kosong tak membuat anggota Traideger-x dan Gema tak merasa takut.


"Akhirnya lo semua pada dateng,gue kira kalian cupu" ucap Angga yang di ketahui adalah sepupu dari Nicko yang sekarang menggantikan Nicko menjadi ketua sementara.


"Gausah bacot,ada apa lo ngajak kita kesini? Kurang puas ketua kalian gue masukin penjara?" Tanya Gema santai


Angga langsung emosi mendengar ucapan Gema, "gue gaakan segan segan ngasih pelajaran buat lo dan anggota lo karna udah masukin sepupu gue ke penjara!" Jawab Angga.


"SERANG!" titah Angga kepada anggota Emeralds


Gema tak menyuruh anggota nya,karna anggota Traideger-x tau kapan mereka harus maju.


Terjadi lah pertempuran yang sengit,antara Emeralds yang di pimpin oleh Angga dan Traideger-x yang di pimpin oleh Gema


Gema melawan Angga, tak habis habisnya ia memukul wajah Angga yang sudah mengeluarkan darah di dahi dan sudut bibirnya karna pukulan Gema benar benar membuat Angga kesakitan.


Sudah di bilang bukan,Gema ingin menyalurkan hasrat marah nya,dan sekarang buktinya ia tak tanggung-tanggung memukuli Angga. Berbeda dengan Angga,wajah Gema malah masih mulus tak ada luka.


Anggota Traideger-x terus menyerang dan balik melawan anggota Emeralds, tapi tidak dengan senjata. Walaupun rival nya membawa senjata,tapi lihat saja wajah anggota Emeralds sudah di penuhi lebam lebam karna ulah anggota Traideger-x. Yang membawa senjata siapa yang babak belur siapa.


Setelah satu jam lamanya pertempuran, akhirnya selesai,dan seperti biasa anggota Traideger-x mengalahkan anggota Emeralds. Emeralds sendiri yang cabut duluan,padahal Gema masih ingin memukuli orang,tapi apa boleh buat, Angga di bantu salah satu anggota nya untuk berjalan.


Traideger-x pun meninggalkan tempat acara baku hantam tadi dan pergi menuju warung bi Lilis.


Sesampainya di warung bi Lilis ia mengecek keadaan anggota nya dahulu. Gema bersyukur ketika melihat anggota nya tak banyak yang terluka.


"Gue pamit!"  Ucap gema sambil meninggalkan warung bi lilis.


Tanpa menunggu jawaban lagi, Gema langsung menancapkan gas nya menuju rumah sakit. Ia sudah rindu dengan cilla.


Sebelum melanjutkan perjalanan nya, gema berhenti di toko bunga,ia ingin memberikan bunga mawar putih kepada gadisnya yang cantik.


"Satu buket bunga mawar putih" ucap Gema kepada penjaga toko itu.


"Baiklah,tunggu sebentar ya" setelah mengucapkan itu penjaga toko bunga itu langsung menyiapkan apa yang Gema pesan.


Selama menunggu Gema duduk di bangku yang di sediakan untuk para pembeli menunggu. Gema membuka ponsel nya, hal yang pertama ia lihat adalah wajah Cilla yang sedang tersenyum lebar,iya Gema menjadikan foto Cilla sebagai lock screen, foto yang Gema ambil diam diam saat Cilla sedang tersenyum. Melihat foto Cilla membuat gema makin merindu.


Sang penjaga bunga tadi datang membawa pesanan gema, "permisi mas,ini buket mawar putih nya" ucap si penjaga toko dengan ramah


Gema berdiri dan meronggoh saku nya, mengeluarkan dua lembar uang seratus ribu.


"Ambil aja kembalinya" ucap Gema langsung keluar dari toko itu dan melajukan kembali motor nya.