PRICILLA

PRICILLA
TWENTY NINE



JANGAN LUPA VOTE DAN LIKE NYA❤️


...


Di dalam kamar inap Cilla sudah ada Rhea. Rhea tadi di antar oleh Delon. Entahlah bagaimana hubungan mereka berdua. Rhea pun tak tahu.


Sebelum masuk ke ruang Cilla, Rhea sempat bertemu dengan bunda Cilla dan ayah Cilla. Mereka baru saja hendak pulang,untuk membawa baju kotor Cilla dan mengganti yang baru. Karna ada Rhea ayah Cilla pun menyuruh bunda lestari untuk pulang terlebih dahulu biar Rhea yang menjaga Cilla. Dan lestari pun hanya mengiyakan saja. Sebenarnya lestari hampir depresi karna memikirkan anaknya.


Rhea menatapi Cilla yang masih belum juga bangun,ia khawatir dengan Cilla, bagaimanapun juga Cilla adalah salah satu orang yang Rhea sayang. Cilla seperti bukan orang baru di hidup nya. Rhea menyanyangi Cilla seperti adik. Umur mereka sebenarnya selisih lima bulan saja.


"Cilla bangun dong,gue kangen sama lo. Baru aja kemaren kita nistain si Arya. Ayo cill kita nistain lagi" ucap Rhea.


Jemari tangan Cilla bergerak,mata nya mengerjap. Rhea pun senang melihat Cilla sadar. Rhea langsung mengambil tindakan memencet bel guna memanggil dokter.


"Tunggu ya cill. Dokter nya lagi otw kok" ucap Rhea kepada cilla.


Hanya sebentar waktu yang dibutuhkan dokter menuju kamar cilla. Dokter pun langsung memeriksa keadaan cilla dengan para suster.


"Gimana dok?" Tanya Rhea


"Kondisinya masih lemah. Usahain pasien terlalu kecapaian. Saya permisi" ucap dokter.


"Terimakasih dok"


Rhea duduk kembali di bangku yang ia duduki tadi.


"Cilla,Lo gapapa?" Tanya Rhea


Cilla mengangguk lemah,masih sangat lemas untuk berbicara.


"Lo mau minum?" Tanya Rhea,dan di balas anggukan lagi oleh Cilla


Rhea pun membantu Cilla untuk minum. Dan menidurkan Cilla seperti awal.


"Bun,,da sama a,,yah dimana rhe?" Tanya cilla dengan suara yang lirih


"Bunda sama ayah lo pulang ambil baju." Jawab Rhea


"Kalo Ge,,ma?" Tanya Cilla lagi


"Oh Gema,lagi ribut sama anak buah nya Nick..ehh nggak kok Gema lagi keluar bentar tadi" jawab Rhea. Rhea sungguh mengutuk dirinya,Karna ia sudah bilang jika Gema sedang baku hantam.


"Gema berantem lagi?" Tanya cilla dengan selidik


"Gak ko,salah ngomong gue" jawab Rhea gugup


"Gausah boongin aku Rhea"


"Iya deh iya,maaf. Gema lagi baku hantam sama anak buah Nicko,tapi dia ga sendirian kok, Gema sama geng nya juga" jawab Rhea pasrah


"Oh gitu"


"Cill,Lo kapan sih masuk sekolah?bentar lagi kenaikan kelas. Gue bosen cilla sendiri terus, apalagi sama para kunyuk" ucap Rhea dengan muka di melas melasin.


"Aku gak yakin sembuh Rhe"


"Syut... Lo gaboleh ngomong gitu. Gimana pun lo pasti sembuh cilla, berjuang,banyak yang sama sama lo. Gue, bunda,ayah lo, Gema sayang sama lo jadi lo harus semangat!!" Kata Rhea


"Insyaallah rhe"


...


Gema sudah berada di depan pintu kamar Cilla, Gema harap kejadian yang kemarin tidak terulang lagi.


Ceklek.


Pintu terbuka, Gema melihat ada dua orang cewek yang satu di atas bankar dan satu lagi sedang duduk di bangku samping bankar. Sudah pasti gadisnya yang sedang berbaring di atas bankar.


Gema menghampiri cilla dengan membawa sebuket bunga mawar putih yang tadi di belinya sebelum menuju ke rumah sakit.


"Hai princess nya Gema" sapa Gema sambil mencium kening Cilla.


"Ekhemm inget di sini ada orang" celetuk Rhea


"Sirik?minta sana sama Delon" ucap Gema.


"Apaan si lo"


Gema kembali menatap Cilla, "nih buat kamu" ucap Gema sambil memberikan bunga kepadanya Cilla.


Cilla mengambil nya,dan menciumi wangi harum dari bunga mawar putih itu, Cilla suka dengan bunganya apalagi sama yang ngasih hehe.


"Makasih Gema" ucap Cilla.


"Sama-sama sayang"


"Eh iya kamu abis berantem lagi hmm?" Tanya Cilla masih dengan nada yang halus


"Tau dari mana?" Tanya Gema. Gema melirik Rhea dengan sinis, Rhea yang di tatap seperti itu pun langsung membuka suaranya.


"Hehe,maaf keceplosan" ucap Rhea dengan watados nya


"Dasar kompor" ucap Gema sambil memutar bola matanya.


"Gaboleh gitu. Salah kamu juga,aku gasukaa ya kamu berantem lagi" kata Cilla


"Iya sayang,lagian bukan aku yang mulai tapi geng nya Nicko."


"Aku gapeduli,mau dia yang mulai duluan atau ngga aku ngambek sama kamu" ucap Cilla sambil membuang pandangannya ke arah lain


"******" celetuk Rhea untuk mengejek Gema


Gema ingin mengumpati Rhea. Tapi Gema masih sabar.


"Cilla,jangan ngambek dong,aku janji deh ini terakhir,aku mohon" ucap Gema sambil memegang tangan Cilla yang bebas dari infus.


Bagaimanapun Cilla tidak suka Gema berantem,dan baku hantam. Sudah pasti yang Gema dapat dari baku hantam itu luka,dan Cilla sangat mengkhawatirkan Gema.


Baru saja Gema ingin membuka mulutnya,tapi tidak jadi karena pintu ruangan terbuka menampilkan para sahabat Gema.


"Selamat sore menjelang malam semuanya!" Ucap Arya sambil merentangkan tangannya bak artis


"Apaan sih,malu maluin aja" celetuk Kavin


"Kaya orang hutan tau gak lo!" Kata Kemal


"Gak peduli" ucap Arya saat teman temannya tak mendukung nya sama sekali


"Kangen sama Cilla" ucap Kavin yang langsung dapet pelototan dari Gema.


"Yaelah bercanda,kita kita disini mau jenguk Cilla sekalian si Delon mau nganterin macan pulang ke kandang" kata Kavin


"Siapa yang di maksud macam ha?!" Tanya Rhea sambil menghampiri Kavin dan langsung menginjak kaki Kavin dengan kencang sampai sang empu mengaduh kesakitan.


"Aagggh iya,,iyae maaf,duh udah dong Rhe. Delon tolong dong ini pacar lo"


"Ngomong sekali lagi coba!" Rhea makin menginjak kaki Kavin tanpa ampun.


"Sakit rhe yaAllah,,,tolong dong woi!" Ucap Kavin


Rhea pun menjauhkan dirinya dari Kavin.


"Cewek lo galak banget sih lon!" Ucap Kavin sambil mengusap kaki nya yang tadi di injak oleh Rhea.


"Udeh tau macan,Lo masih aja ganggu" kata Kemal.


"Hai cill,gimana keadaan lo?" Tanya Kemal


"Ya seperti yang kamu liat" jawab Cilla seadanya


"Get well soon ya,kita semua kangen ngumpul bareng Gema sama lo, Gema kan sekarang bucin. Gaada Lo dia jarang banget ngumpul" ucap Kemal


"Doain aja ya,aku juga pengen sekolah lagi"


"Pasti lah!"


...


Setelah sepulangnya teman teman Gema dan Rhea, sekarang di ruangan Cilla hanya ada dirinya dan Gema. Cilla masih merajuk kepada Gema soal Gema baku hantam lagi.


"Cill ayo dong jangan kaya gini,aku janji gabakal berantem lagi. Ya?" Bujuk Gema


Cilla masih diam, mendengarkan apa yang keluar dari mulut gema.


"Cilla,kamu jangan kaya gini dong,liat aku. Aku mohon liat aku" Gema memegang pipi Cilla lembut dan berusaha mengalihkan pandangan Cilla agar melihat Gema.


"Kamu liat muka aku,ada luka ga?" Tanya Gema.


Cilla menggeleng.


"Ada darah di muka aku?" Tanya Gema lagi.


Cilla menggeleng.


"Tuh tandanya aku tuh berantem tapi masih sayang sama badan aku. Karna aku masih punya tugas untuk jaga kamu." Ucap Gema.


"Aku khawatir sama kamu,aku gamau kamu kenapa-kenapa" kata Cilla sambil memukul dada Gema dengan mata yang berkaca-kaca.


"Aku gapapa sayang,jangan khawatirin aku." Gema berdiri dan memeluk Cilla dengan posisi Cilla berbaring.


"Pengen duduk" pintar Cilla.


Gema melepaskan pelukannya, menatap Cilla "kuat gak kalo duduk?" Tanya Gema memastikan.


"Kuat kok,lagian punggung aku pegel tiduran terus" Gema langsung membantu Cilla untuk duduk bersandar dengan tumpuan bantal.


"Makasih"


"Kamu udah makan?" Tanya Gema dan di balas gelengan kepala oleh Cilla. "Kenapa gak makan hmm?kamu kan harus minum obat" tanya Gema


"Gaenak aku mau nasi goreng pedes" jawab Cilla


"Gaboleh sayang,kamu masih sakit. Kamu makan bubur ini ya?" Ucap Gema sambil mengambil mangkuk bubur yang di sediakan rumah sakit.


Cilla menggeleng, "itu hambar Gema, Cilla gamau" ucap Cilla.


"Terus kamu mau makan apa kalo ngga makan ini?" Tanya gema dengan lembut


"Gatau" jawab Cilla singkat. "Yaudah ini aja ya,lima sendok makan aja yang penting kamu makan terus minum obat" ucap Gema


"Yaudah deh" Cilla pasrah. "Aku suapin ya,buka mulut nya" kata Gema dengan mengarahkan sendok yang berisi bubur kearah mulut Cilla,Cilla pun membuka mulutnya dan menerima bubur yang di sendokkan oleh Gema.


"Udah aku kenyang" ucap Cilla saat Gema ingin menyuapkan sendok ke empat.


"Satu lagi cill" titah Gema, "gamau" tolak Cilla.


"Yaudah,nih minum" Gema menyodorkan air mineral.


"Sekarang minum obat nya ya" titah Gema lagi,dan Cilla mengambil obat yang di berikan oleh Gema.


"Makasih" ucap Cilla setelah meminum obatnya.


"Sama-sama, sekarang kamu tidur ya"


"Aku ga ngantuk gem"


"Terus mau apa hmm?"


Cilla menundukkan kepalanya, sebenernya Cilla ingin memeluk Gema,tapi ia malu.


"Kamu kenapa? Mau apa bilang sama aku" kata Gema


Cilla mendongak kepala kearah Gema, "aku mau peluk kamu" cicit Cilla.


Gema tak bisa menahan senyum nya saat mendengar permintaan gadisnya yang menggemaskan.


"Kamu mau peluk hmm?" Tanya Gema


"Iya,tapi kalo kamu gamau gapapa kok,aku mau tidur aku ngantuk" jawab cilla


"Kata siapa aku gamau,sini aku peluk" Gema pindah dan duduk di atas bankar Cilla,dan langsung memeluk sang gadisnya.


"Makasih Gema" ucap Cilla.


"Gausah makasih,ini gratis cuma buat kamu. Kalo orang lain gabakal aku kasih"


Cilla pun sekarang sudah berada di pelukan hangat Gema,yang membuat Cilla nyaman berada di pelukan gema. Tanpa sadar Cilla pun memejamkan matanya karna usapan lembut di kepalanya yang di lakukan oleh Gema.


Gema tersenyum melihat gadisnya tertidur. Ini kedua kalinya gadisnya tertidur di pelukannya. Gema ingin memberhentikan waktu saat ini juga, menikmati momen indah bersama gadisnya.


"I love you babe" gumam Gema sambil terus mengusap rambut gadis nya yang sedang terlelap.