PRICILLA

PRICILLA
FOURTEEN



Aku berusaha untuk kuat.


-pricilla


...


Cilla sudah berjalan menuju sekolah, seperti biasa ia di antar oleh mang Udin supirnya,menatap keluar jendela mobil sambil menyandarkan kepalanya Cilla masih memikirkan bagaimana penyakit nya,


Hari ini pun jadwalnya Cilla untuk check up rutin, ia akan bertemu dokter Alex untuk tau bagaimana penyakit nya,apakah mulai membaik atau sebaliknya.


Lama melamun, sampai tidak sadar jika mobil nya sudah berada di gerbang sekolah, "Neng, udah sampe, itu ada yang nunggu di depan" ucap mang Udin.


Cilla tersadar melihat sekeliling nya dan ia menangkap sosok Gema ada di depan mobilnya, "oh,iya mang, Makasih ya. Cilla masuk dulu Assalamualaikum!" Ucap Cilla.


Gema menghampiri Cilla yang sedang berjalan dari mobil ke arah Gema, dalam hati Gema ia senang gadisnya menebar senyum untuk nya di pagi hari ini,membuat hati Gema lebih tenang.


"Good morning my princess!" Ucap gema sambil memegang tangan Cilla dan berjalan menuju kelas mereka.


Cilla yang memang mudah baper jika Gema sudah mengeluarkan kata kata manisnya langsung menundukkan kepalanya,membalas genggaman tangan Gema,


"Morning too, Gema" cicit Cilla sambil menunduk malu.


Gema yang sudah tahu jika Cilla sedang menahan malu nya,ia membiarkan saja gadis itu dan membuka percakapan baru.


"Maaf ya tadi gak jemput lo dulu" ucap Gema.


Cilla mendongak ke atas,ia tersenyum "gapapa kok,kamu pacar aku bukan tukang ojek kali" kata Cilla dengan senyuman nya.


"Gapapa gue jadi tukang ojek,asal penumpang nya lo!" Jawab Gema dengan senyuman nya.


Ya Tuhan, Gema tersenyum manis! Baru kali ini ia menampilkan senyuman yang lebar.


Jantung Cilla berdegup kencang, sungguh ia malu kenapa Gema selalu mengeluarkan kata kata yang membuat Cilla seperti ingin mati di tempat?!


Cilla memukul lengan Gema, "Ih Gema apaan sih,gombal terus!" Ucap Cilla .


Gema tertawa renyah, "hahaha, cie blushing."


Cilla terus menerus memukul lengan Gema tanpa sadar mereka jadi sorotan para manusia yang ada di lingkungan sekolah, bayangkan Cilla dan Gema melewati tengah lapangan untuk menuju kelasnya, dan sekarang pasangan kekasih itu sedang bercanda ria,


Cilla yang cantik bak  puteri dan Gema yang tampan bak sang pangeran, Couple goals!


Para manusia yang melihat kejadian dimana dua insan yang saling mencintai sedang tertawa bahagia pun merasa iri, sungguh Cilla mampu membuat Gema menampilkan tawa nya yang indah.


"Udah dong sayang,sakit tau!" kata Gema sambil menahan tangan Cilla yang hendak memukul gema.


Cilla berhenti, pandangan mereka bertemu. Gema menatap Cilla dengan tatapan datar namun membuat jantung Cilla berdegup lagi,


Sama halnya dengan Gema,mata coklat Cilla membuat hatinya tenang,tatapan penuh kasih sayang, gadisnya sungguh cantik.


"Lo cantik!" Gumam Gema.


Cilla mengerjapkan matanya, "ih gombal,udah ah aku mau ke kelas. Malu tau di liatin orang!" Ucap Cilla sambil berbalik badan meninggalkan Gema.


Gema menahan tangan Cilla, "ayo bareng,nanti lo kenapa napa lagi!" Kata gema sambil menarik tangan Cilla.


Sang empu yang di tarik tangannya hanya pasrah,ia juga malu lama lama di liat banyak manusia.


Mereka berdua sampai di kelas mereka. Belum sempat Cilla duduk di bangkunya, Cilla langsung terkejut mendengar suara teriakan Rhea yang memanggil nya.


"PRICILLA!" Teriak Rhea yang sedang menatap kearah Cilla.


"Iya kenapa?" Tanya Cilla


"Gua tuh khawatir sama lo! Lo gapapa kan? Gaada luka? Kalo sampe lo luka, nenek lampir itu gue kerjain balik!" Ucap Rhea dengan nada kesal.


"Cilla gapapa kok,kamu gausa khawatir. Iya kan gema?" Kata Cilla sambil melirik kearah Gema.


Gema pun hanya mengangguk sebagai jawaban.


"Bagus deh! Besok kalo mau ke toilet tuh bilang sama gue,biar gue yang anterin!" Ucap Rhea.


Lagi lagi Cilla hanya mengiyakan saja "iya Rhea iya"


"Udah sana pergi. Udah bell!" Bukan Cilla yang berbicara,tapi Gema.


"Lo ngusir gue?!" Tanya Rhea.


"Terserah" jawab Gema sambil menarik tangan Cilla untuk duduk di bangku nya.


"GEMA!" Teriak Rhea. Gema seakan tuli ia tak peduli dengan teriakan Rhea yang mengundang para manusia untuk melihat kelakuannya.


...


Sekarang waktunya istirahat, Gema sedang berada di warbil (warung Bi Lilis) ia memang selalu ke warbil pada saat jam istirahat karna anggota Traideger-x ada disana.


Gema berdehem saja untuk mengiyakan pertanyaan Kavin.


"Gercep banget bosku!" Timpal Arya sambil memakan pisang goreng.


"Kapan lo nembak dia?", Tanya Kemal kepo.


"Lupa" jawab Gema singkat.


"Elah pikun bener,hari jadian aja lupa!" Ucap Kavin.


Delon melempar kepala Kavin dengan kacang.


"***** sakit ****!" Umpat Kavin sambil memegangi kepalanya yang terkena sasaran.


"Lo banyak bacot sih" jawab Delon santai.


"Gem,pasti kalo Nicko tau sekarang Cilla itu cewek lo dia gabakal segan segan buat ngapa ngapain Cilla" ucap Delon dengan serius.


Gema terdiam, benar. Benar apa yang di ucap kan dellon barusan. Nicko licik pasti.


"Gue minta anak Traideger-x buat mantau Cilla dari jauh. Di luar sekolah maupun di sekolah. Walaupun di sekolah ada gue. Gue belum tentu ada di deket dia setiap waktu. Tapi gue bakal usahain." Jawab Gema tak kalah serius.


"Ok sip. Gampang lah. Apa sih yang ngga buat ibu ketua!" Kata kemal semangat.


"Gue ikut mantau ya gem,Biar bisa liat Cilla terus asik!" Ucap Kavin.


Plak!


Gema menggeplak kepala Kavin, Kavin hanya bisa meringis sambil memegangi kepalanya,dan anggota yang lain tertawa melihat Kavin menderita.


"Sial lo gem,pala gue maen geplak aje! Mahal nih Ema bapa gue bikin gua berjam jam. Lo maen geplak aje. Kalo geger otak gimane?" Ucap Kavin lebai.


"Lebai, pala lo kosong gitu gaada otak,udah lah sumbangin aje!" Jawab kemal sambil tertawa.


Mereka semua tertawa, Gema pun bersyukur mempunyai teman yang selalu membuat dirinya tenang.


Berkumpul bersama para sahabat yang sudah ia anggap seperti saudara membuat dirinya sedikit berwarna daripada ia terus dia di rumah dengan papa nya yang sibuk dengan uang.


...


Cilla sudah berada di rumah sakit, Cilla tidak memberi tahu orang tuanya jika dirinya terus menerus harus check up dan Cilla pun tidak memberi tahu Gema.


Tadinya Gema ingin mengantarkan Cilla pulang,tetapi Cilla menolak, dirinya berbohong untuk meyakinkan Gema bahwa Cilla tidak apa apa.


Cilla tidak ingin ada yang tahu tentang penyakitnya kecuali dirinya, dokter Alex dan juga tuhan.


Sudah berada di depan ruangan dokter Alex. Perasaan Cilla mulai tidak enak, dirinya merasakan sesuatu akan terjadi pada penyakit nya.


Berusaha menepis semua perasaan buruknya dan Cilla pun mengetok pintu dan mulai memasuki ruangan dokter Alex.


"Hai Cilla apa kabar?" Sapa dokter Alex setelah melihat Cilla memasuki ruangannya.


Cilla mendekati meja dokter Alex "Aku baik dokter" jawab Cilla dengan senyum.


"Duduk lah,anggap saja kita ini teman!" Ucap dokter Alex sambil tertawa tipis.


"Terimakasih" jawab cilla.


"Bagaimana,apa ada yang kamu rasakan akhir akhir ini?" Tanya dokter Alex to the point.


Cilla menarik nafas nya,dan menghembuskan dengan pelan.


"Sakit yang suka muncul lebih sakit dokter, Cilla gatau ini kenapa. Kepala Cilla sakit dan di barengi sama kunang kunang." Ucap Cilla.


Dokter Alex mulai khawatir dengan keadaan pasien remaja yang satu ini.


"Itu adalah penyakit yang akan sering muncul pada stadium 3akhir menuju stadium 4. Sakit kepala mu itu adalah anemia." Kata dokter Alex.


Cilla menatap dokter Alex sendu "terus gimana cara nya biar Cilla sembuh dokter?" Tanya Cilla.


"Sudah ku bilang, beritahu orang tua mu dan aku akan melakukan kemoterapi untuk mu"  jawab dokter Alex.


Cilla bimbang, dirinya tidak ingin membebani bunda dan ayah. Tapi demi melihat kebahagiaan orang yang Cilla sayang lebih sedikit lama, Cilla bertekad untuk memberitahu bunda dan ayahnya.


"Baiklah,aku bakal kasih tahu ayah dan bunda" kata Cilla.


"Good girl. Ayo kita mulai check up. Dan tunggu hasilnya lusa" ucap dokter Alex.


"Baik dok" jawab cilla lemas.


Bagaimana ini? Sebentar lagi bunda dan ayahnya pasti khawatir dengan nya. Bunda dan ayah akan lebih terbebani. Merepotkan mereka.


Cilla hanya terus berdoa semoga apa yang dia selalu panjatkan kepada nya akan di balas nanti. Cilla mohon.