PRICILLA

PRICILLA
FIVETEEN



Hari ini adalah hari dimana cilla akan mendapatkan hasil check up nya, kemarin lusa ia berjanji kepada dokter Alex untuk memberitahu orang tuanya,


Gadis itu terus saja memikirkan bagaimana ia memberi tahu bunda dan ayah nya. Takut akan membuat bunda dan ayah nya terbebani.


Dirinya mempunyai penyakit yang tidak bisa di bilang biasa, ini penyakit serius yang bisa mengundang kematian.


Gadis itu sekarang sedang duduk di bangku taman sekolah nya,kelas nya free jadi gadis yang bernama Cilla itu memilih menenangkan diri nya di taman.


Duduk dengan rasa khawatirnya, memikirkan bagaimana nasib ia kedepannya, entah bisa sembuh atau tidak yang jelas cilla ingin berjuang demi mereka yang cilla sayangi.


"Hft.. Cilla harus bisa lewatin semua ini, Cilla sayang bunda dan ayah, Cilla juga sayang Gema sama Rhea. Tuhan, lagi dan lagi aku mohon sembuhkan penyakit yang ada di tubuh Cilla,


Cilla mau bahagia sedikit lebih lama lagi,mau lihat bunda dan ayah tertawa lagi,mau terus di pelukan hangat nya bunda,mau di manja ayah,mau ketawa bareng Rhea,dan


Cilla mau terus ada buat Gema. Cilla mohon tuhan." Ucap Cilla parau, suaranya sudah mengecil,air mata yang berada di pelupuk mata nya menerobos keluar tanpa ijin.


Seseorang menepuk pundaknya.


Gadis itu menengok kebelakang siapa yang menepuk pundaknya. Dan ternyata Gema yang menepuk pundak Cilla.


Buru-buru Cilla menghapus air matanya yang tadi sempat keluar,sebelum Gema melihat nya.


"Kamu ngapain disini Gema?bukan nya lagi kumpul sama geng kamu?" Tanya cilla setelah Gema duduk di kursi kosong samping Cilla.


"Gue nyari lo di kelas,kata Rhea lo disini. Ngapain?" Ucap Gema sambil menatap Cilla


"Aku ga ngapa-ngapain kok,disini sepi. Cilla suka" kata Cilla lembut.


"Udah makan hmm?" tanya Gema sambil menarik kepala Cilla agar gadis nya bersandar.


Cilla terkejut,tapi Cilla berusaha untuk biasa saja, langsung mengembalikan eksperisinya kembali.


"ga laper" jawab Cilla.


Gema menatap Cilla, "makan sayang,nanti lo sakit" ucap Gema dengan lembut.


"Kamu udah makan?" Cilla menanya balik.


Gema menggelengkan kepalanya "belum" jawab gema.


"Kenapa?nanti kamu sakit" ucap Cilla menggenggam tangan gema yang berada pada paha Gema.


Gema membalas genggaman tangan Cilla, "gapapa gue sakit,asal jangan lo. Lo itu penting dan akan selalu penting" jawab gema sambil mengelus rambut panjang Cilla sebahu dengan penuh sayang.


Cilla tidak membalas ucapan Gema,ia malah menundukan kepala nya, menghindari tatapan Gema yang makin membuat hati nya deg degan.


Ini yang membuat tidak kuat berlama-lama bersama Gema, di samping gema ia merasa jantungnya lima kali lebih cepat dari normalnya.


Gema menjauhkan tubuh Cilla, "gue mau istirahat,lo temenin gue" ucap gema sambil mengambil posisi tidur di atas paha Cilla.


Kursi taman memang panjang,mampu untuk menampung empat orang.


Cilla terkejut baru pertama kali ada cowok yang tidur di atas pahanya, Cilla hanya melihat adegan seperti ini di drama yang ia tonton dan novel yang ia baca. Dan sekarang Cilla merasakan yang reall. OMG.


Walaupun Cilla masih deg degan,tetapi tangan Cilla terulur untuk mengelus rambut gema dengan sayang.


Memperhatikan wajah gema yang tidak ada cacat sedikitpun.


Bulu mata yang lentik,alis yang tebal,hidung mancung,bibir tipis yang berwarna sedikit pink,dan rahang tegas nya.


Ya ampun, cilla mimpi apa sih sampe bisa punya pacar yang sempurna nya kelewatan.


Masih terus mengelus rambut Gema,sambil mengingat bagaimana nanti jika gema mengetahui jika Cilla seseorang yang penyakitan, yang akan sering menyusahkan nya daripada membahagiakan nya.


Cilla menyayangi Gema,sungguh. Apa pantas Gema yang perfect untuk Cilla yang unperfect?


"Aku sayang kamu Gema."  Gumam Cilla .


...


Cilla mau di antar Gema,tetapi Cilla berbohong kepada Gema,ia bilang dirinya ke rumah sakit karna mengambil sesuatu punya bunda di teman nya bunda yang kerja di rumah sakit, Gema pun percaya saja.


Gadis itu turun dari motor sport milik gema,membuka helm yang ada di kepalanya.


"Kamu tunggu sebentar ya,Cilla ga lama kok!" Ucap Cilla.


"Iya,sana cepet" jawab Gema.


Cilla memasuki rumah sakit seorang diri,menuju ruangan dokter Alex berada,


Ttok ttok ttok


"Masuk!" Jawab seseorang dari dalam yang di ketahui adalah dokter Alex.


Gadis polos itu masuk, "siang dokter,Cilla kesini mau ngambil hasil check up" kata Cilla to the point


"Oh,tepat waktu,baru saja hasil ini keluar lima menit yang lalu,jangan lupa memberi tahu orang tua mu dan kembali ke sini melakukan pengobatan!" Ucap dokter Alex sambil menyodorkan hasil check up.


"Iya dokter,Cilla janji bakal bilang ke bunda sama ayah dan balik ke sini ketemu dokter Alex!" Jawab Cilla


"Bagus Cilla" kata dokter Alex.


"Yaudah kalo begitu Cilla pamit ya dokter,Cilla buru buru,bye!" Kata cilla sambil berlari.


Setelah mendapat hasil chek up nya, cilla langsung memasukan kertas itu ke tas nya,lalu pergi menghampiri Gema yang sudah menunggu nya.


Gema duduk di bangku tunggu dekat parkiran.


"Gema maaf ya, gara gara Cilla kamu jadi nunggu" ucap Cilla sambil sedikit mengatur nafas yang tidak beraturan.


Gema menarik Cilla duduk di sampingnya, menyodorkan minum ke Cilla yang entah kapan gema membelinya.


Cilla meneguk air itu, setelah minum Cilla tersenyum kepada Gema, "makasih Gema" ucap Cilla.


Gema mengangguk "lain kali jangan lari lari,pelan pelan aja,gue bakal terus nunggu lo kok, seberapa lama pun" ucap Gema sambil mengelus rambut Cilla.


"Tapi kan gaenak ke kamu nya" jawab Cilla.


"Gapapa,jangan merasa kalo gue itu orang baru. Anggep gue sebagai pacar lo,temen lo, sahabat lo. Lo prioritas gue Cilla" kata Gema.


Cilla mengalihkan semuanya, "ayo pulang,bunda pasti nyariin" ucap Cilla sambil meninggalkan gema.


Gema yang melihat Cilla sedang salah tingkah pun tertawa kecil, melihat gadis nya yang pasti sudah blushing.


Gema bersyukur memiliki Cilla,sikap gadis nya yang seperti anak TK membuat gema gemas sendiri,dan membuat hidup Gema penuh warna baru.


Melihat Cilla yang sudah mendahului nya, Gema langsung menghampiri cilla dan menggenggam tangan Cilla.


"Tunggu sayang" ucap Gema sambil menuntun Cilla.


Ada yang punya karung? siapapun yang punya,Cilla mohon kasih karung satu buat Cilla masukin Gema. Gema ngeselin bikin hati Cilla maraton terus.


"Jangan bikin jantung cilla deg degan dong gema" gumam Cilla yang masih bisa di dengar oleh Gema.


Gema hanya tersenyum, sesampainya di motor, gema memakai kan helm untuk Cilla.


"I love you" ucap gema sambil menepuk pelan kepala Cilla yang di lindungi oleh helm.


Cilla tersenyum "i love you too" jawab Cilla


Mereka berdua akhirnya meninggalkan rumah sakit. Menuju rumah Cilla.


Cilla bahagia di saat ia bersama Gema, menikmati hari hari yang akan menjadi kenangan.


Cilla makin mengeratkan pelukannya di pinggang Gema.


Gema yang merasakan hal itu, membuat ia tersenyum. Gema juga menikmati pelukan hangat yang membuat ia nyaman.