
Bagaimana jika aku meninggalkan mu?
-pricilla-
---
Setelah bolos tadi Cilla di ajak oleh Gema ke rumahnya, entah apa yang akan di lakukan oleh Cilla dan Gema disana. Cilla juga khawatir dengan kondisi Gema yang sedang demam, Gema selalu menyangkal jika ia sedang sakit. Memang Gema keras kepala.
Sekarang mereka berdua telah sampai di rumah besar Gema.
"Kita mau ngapain si dirumah kamu?" Tanya Cilla
"Kamu mau nya ngapain?main play station?nonton drama korea?drama india?drama barat?atau drama Indonesia?" Gema menanya balik
"Aku gak mau ngapa-ngapain si,aku terserah kamu aja" jawab Cilla.
"Good girl" ucap Gema sambil mengelus kepala Cilla
Mereka berdua masuk kedalam rumah yang mewah namun sepi,hanya ada pembantu saja.
"Papih kamu kemana?" Tanya Cilla sambil mengekor di belakang Gema
"Dia mana ada sih di rumah,dia lebih mentingin uang daripada anaknya" jawab Gema
"Kamu gaboleh ngomong gitu,mau gimana pun dia tetep papih kamu" ucap Cilla sambil mengelus tangan Gema
Gema hanya tersenyum mendengar ucapan Cilla.
"Kamu mau ikut aku ke atas atau nunggu disini?" Tanya Gema setelah sampai di ruang tamu
"Kamu belum makan siang kan? Aku mau masak. Tunjukin aja dapur nya" jawab Cilla
"Disini ada bi surti,kamu gausa masak,nanti kamu capek" kata Gema
"Aku pulang atau aku masak?" Sinis Cilla. Gema yang takut dengan ancaman Cilla akhirnya mengalah.
"Ok,kamu masak. Tapi inget jangan kecapean. Aku panggil Bi Surti,kamu sama dia ya?" Pasrah Gema
"Iya Gema" jawab Cilla
"Bi Surti..." Panggil Gema
Bi Surti datang dari arah dapur, "iya den, aden mau apa?" Tanya bi Surti
"Gausah Bi, Gema nitip Cilla ya,anter Cilla kedapur dia mau masak" Gema mendekat ke arah Bi Surti, "biasa calon istri" ucap gema sambil berbisik.
Bi Surti tersenyum mendengar apa yang di katakan majikannya, "oke den, ayo,," ucap Bu Surti menggantung
Cilla yang peka maksud Bi Surti akhirnya buka suara "panggil aja Cilla bi,"
"Oh,ayo non Cilla"ajak bicara Surti
"Aku ke atas dulu ganti baju,nanti panggil aja ke kamar, kalo udah siap makanannya" ucap Gema.
"Iya bawel" jawab Cilla sambil meninggalkan Gema dan mengikuti arah kemana bi Surti pergi
Sepeninggalan Cilla, Gema langsung naik ke kamarnya untuk berganti pakaian.
---
Berbeda dengan cilla, sekarang ia sedang berada di dalam dapur Gema,dengan bi surti yang membantunya untuk memasak.
"Bi ada bahan apa aja?" Tanya Cilla sambil menguncir rambut nya
"Banyak non, biasanya sih den Gema teh suka masakan yang pedes gitu, ayam balado favoritnya dari kecil" jawab Bi Surti
"Emang bi surti udah lama kerja di sini?"tanya Cilla
"Sebelum den Gema lahir pun bibi udah di sini non" jawab Bi Surti
"Gema anaknya dingin gitu ya bi?" Tanya Cilla lagi sambil memasangkan celemeknya
"Sebelum di tinggal sama nyonya,Den Gema anak nya periang,sering ketawa, pokonya anak nya hangat ke semua orang. Karna kejadian itu den Gema berubah" jawab Bi Surti
"Mami nya Gema meninggal gara-gara apa bi?" Tanya Cilla penasaran
"Bibi gabisa cerita, mungkin non Cilla bisa minta den Gema cerita" jawab Bi Surti
Setelah mengatakan itu Cilla dan bisa Surti fokus memasak ayam untuk Gema,tapi karena Gema sedang sakit Cilla hanya memasak ayam kecap manis.
Setalah hampir satu jam memasak, akhirnya masakan Cilla pun jadi.
"Bi mau Cilla bantu cuci piring?" Tanya Cilla
"Gausah non,biar bibi aja. Non Cilla ke kamar den gema aja ngasih makanannya" jawab Bi Surti
"Beneran bi gapapa Cilla tinggal?" Tanya Cilla sekali lagi
"Iya non"
"Yaudah kalo gitu Cilla bawain makanan buat Gema dulu ya bi. Eh iya bi kamar Gema yang mana ya?"
"Di atas non, pintunya ada bacaan "Gema Ganteng"
"Oke Bi, bibi hati-hati" kata Cilla.
Cilla berjalan menuju kamar Gema,sambil membawa nampan berisi masakannya tadi. Cilla berhenti di pintu yang bertuliskan "Gema Ganteng" Cilla pikir ucapan bi surti bohong, ternyata benar,dasar Gema ada ada aja.
Cilla mengetok pintu kamar Gema
Ttok...ttok...ttokk
"Masuk aja cilla" jawab Gema dari dalam.
Cilla akhirnya masuk,dan melihat Gema sedang bermain play station nya.
"Udah masaknya?" Tanya Gema pandangan nya masih fokus kearah TV yang menampilkan game yang di mainkan oleh Gema
"Udah,nih kamu makan" titah Cilla sambil menyodorkan piring yang berisi nasi dan ayam kecap itu
"Suapin" ucap Gema dengan nada manja
"Kamu kan bisa makan sendiri"
"Kamu gak liat aku lagi ngapain? Suapin ya?" Ucap Gema sambil menaik turun kan alisnya
Cilla menyendokkan nasi dan ayam memberikan kepada Gema, "buka mulut nya" titah Cilla
"Enak,siapa yang bikin?" Tanya Gema sambil mengunyah
"Aku dong,kamu suka?"
"Apapun bikinan kamu,pasti aku suka"
"Gombal,nih lagi"
"Gombal-gombal gini kamu sayang kan"
"Pede banget sih" Gema tertawa melihat Cilla yang sedang malu.
Setelah makan, Gema masih tetap bermain game nya. Cilla menaruh punggung tangan nya ke dahi Gema, mengecek suhu badan Gema
"Masih pusing?" Tanya Cilla
"Aku gapapa" jawab Gema
"Serius,ini badan kamu demam loh,masa iya gapapa" khawatir Cilla
"Serius,sini coba kamu deketan" titah Gema sambil menarik tangan Cilla
"Mau ngapain?" Tanya Cilla bingung
"Udah sini aja" Cilla berada di depan Gema, posisi Gema duduk sila dan Cilla berada di depannya,dengan tangan di depan perut Cilla sambil memegang stick game.
"Kamu disini aja,jangan kemana mana" ucap Gema lembut
"Ih lepas"
"Diem atau aku cium hmm?" Tanya Gema yang membuat Cilla langsung diam.
Cilla pasrah,dirinya yang sedang ada di pelukan Gema, membuat jantung nya maraton, nafas berat Gema menandakan bahwa Gema sedang tidak baik-baik saja.
"Gema,kamu minum obat yah?" Ucap Cilla dengan lembut sambil mengelus tangan Gema yang sedang memainkan game.
"Gama.." ucap Gema terpotong
"Iya atau aku pulang?"
Lagi dan lagi Gema di ancam,dan sialnya ancaman Cilla berhasil, "iya iya,aku mau minum obat"
"Good boy,tunggu sini aku minta obat ke bi surti" Cilla meninggalkan Gema.
Ketika Cilla baru sampai di anak tangga terakhir,Cilla melihat pria paruh baya yang baru masuk rumah, dengan setelan jas kantor.
Cilla memandang pria paruh baya itu,dan sebaliknya. Sampai pria paruh baya itu yang membuka suara duluan
"Kamu siapa?ada perlu apa?" Tanya pria paruh baya
"Hai,om saya Cilla temennya Gema." Jawab Cilla ramah sambil menyalimi tangan yang tidak lain hanyalah papi nya Gema.
"Oh temannya Gema. Saya tidak yakin jika kamu itu baik" ucap Rafi
Cilla hanya diam,sambil tersenyum canggung, bingung harus menjawab apa.
"Apa jangan-jangan kamu yang mempengaruhi anak saya menjadi anak yang selalu membantah saya sebagai papih nya Gema?!" Tanya Rafi dengan sinis
"Maaf om, om gak berhak buat nuduh saya sembarangan,kita baru aja bertemu sekarang." Jawab Cilla dengan ramah
"Gara gara kamu anak saya sering membantah saya,pulang malam,dan mungkin kamarin dia pulang subuh gara-gara kamu juga" kata Rafi dengan nada yang lebih satu oktaf
Cilla tersenyum, "Jangan menilai seseorang dari luarnya om. Kalo om gak suka sama kehadiran saya,saya permisi om." Ucap Cilla
"Oh iya,tolong ya om, Gema nya suruh jangan lupa minum obat biar demam nya mendingan,saya pamit. Assalamualaikum" ucap Cilla sambil pergi keluar dari rumah Gema,untung tas nya ia taruh di sofa ruang tamu.
Rafi yang melihat Cilla keluar dari rumah nya tidak peduli. Karna yang ada di pikiran nya adalah ucapan Cilla tadi, Gema sedang demam.
Buru-buru Rafi langsung naik ke atas kamar Gema untuk melihat kondisi putranya.
Rafi membuka pintu kamar Gema,
"Kamu kok lama sih cill..?" Ucapan gema tergantung karna yang masuk kamarnya bukan Cilla melainkan papihnya.
"Ngapain papi kesini?Cilla mana?" Tanya Gema sambil berdiri
"Kamu sakit?" Tanya Rafi sambil mengalihkan pembicaraan
"Cilla mana pih?" Ucap Gema dengan serius
"Dia pulang" jawab Rafi dengan enteng
"Jangan bilang papih ngusir dia?!" Amarah Gema sudah memuncak
"Dia yang mau pulang kok,lagian dia bukan temen yang baik buat kamu"
"Papih gatau apa apa tentang Cilla pih! Dia tuh cewek baik,cuma dia yang bikin Gema merasa punya kasih sayang seperti seorang ibu pih!" Kata Gema dengan nada yang sedikit teriak dan Gema memegangi pala nya yang sangat terasa berat
"Gema,ayo kita ke rumah sakit" titah Rafi hendak memegang tangan gema
Gema segera menepisnya kasar, "keluar pih!"
"Gem,,,"
"GEMA BILANG KELUAR!"
Rafi pun akhirnya keluar.
Gema menelpon Cilla berkali kali namun nihil,tak ada satupun panggilan nya yang di angkat oleh Cilla.
"Cilla,aku mohon angkat sayang" gumam Gema
"Maafin aku cill"
Pusing nya benar-benar membuat lemas dan Gema pun merebahkan diri di atas kasur untuk menghilangkan pusingnya sejenak. Tanpa ia sadari ia tertidur.
----
Jangan lupa vote ya 🤗