
Aku mencintai salah satu gadis ciptaan Tuhan, yaitu kamu.
-Gema.
...
Bel istirahat berbunyi, guru yang mengajar pun sudah keluar memberikan waktu untuk istirahat.
"Rhea!" Panggil Gema saat melihat Rhea hendak keluar kelas.
Merasa di panggil, Rhea menoleh "Apa? Mau nanya Cilla?" Jawaban Rhea membuat Gema terkejut, bagaimana dia bisa tau apa yang mau Gema tanyain. Peramal ni cewek. Batin Gema
Tanpa berpikir panjang gema langsung mengiyakan apa yang Rhea ucap "iya,bisa kan gue ngomong sama lo?"
"Ok,di taman belakang sekarang!" titah Rhea sambil meninggalkan Gema.
Gema menuruti perintah Rhea,ia sudah duduk berdua di bangku taman.
"Cilla sakit?" Tanya Gema.
"Aduh Gema,lo tuh lemot banget sih,tadi gue udah bilang pas guru nanya kemana Cilla,kalaupun Cilla ga sakit pasti dia bakal masuk hari ini" jawab Rhea sambil memutar bola matanya malas.
"Sakit apa?" Tanya gema lagi.
"Cuma kecapean katanya,udah deh kalo lo mau tau Cilla kenapa, samperin aja ke rumah sakit cinta kasih." Ucap Rhea kesal.
Gema terlalu banyak tanya,kenapa ga langsung dateng aja gitu,pikir Rhea.
"Ok,thanks" jawab Gema sambil meninggalkan Rhea sendiri.
"Cih,dasar cowok,maen pergi aje" umpat Rhea.
...
Cilla sedang berbaring sambil menonton TV yang ada di rumah sakit,ia bosan di dalam ruangan yang serba putih itu,
Rasa nya ingin Sekolah saja daripada disini.
Cilla sedang sendiri di kamar rumah sakit karena Lestari sedang berada di butik nya,ya bunda Cilla memang mempunyai cabang butik. Dan ayahnya, Tama bekerja karena ada meeting penting katanya.
"Ini drama nya kok azab terus sih?"
"Tuh kan azab nya gak jelas!"
"Udah deh mending Cilla nonton Upin Ipin aja lebih berfaedah sedikit,ya walaupun dia TK gak lulus lulus" ucap Cilla sambil menonton serial kartun Upin Ipin.
"Cilla bosen,mau telpon Rhea tapi pasti sekarang udah masuk kelas" ucap Cilla sambil melihat handphone nya.
"Sumpah Cilla pengen pulang,bosen banget disini!"
"Bundaaaaaaaa bawa Cilla pulang"
"Cilla mau tidur aja deh!"
Gadis yang terbaring di bankar rumah sakit itu terus saja mengeluh, sesekali kesal karena sudah terlalu bosan di dalam kamar yang serba putih,ah jangan lupakan aroma obat-obatan yang menusuk indera penciuman nya.
Cilla berusaha memejamkan matanya untuk tertidur. Tapi belum ada beberapa menit memejamkan matanya, tiba-tiba suara pintu terbuka,
Cilla membuka matanya,melihat siapa yang datang,semoga bunda nya datang kemari.
Baru saja melihat,ia terkejut itu bukan bundanya yang datang, tapi seorang cowok berjaket bomber dengan gambar motor di punggung nya membuat Cilla membulatkan matanya.
"Gema?" Kaget Cilla
Gema mendekati bankar cilla.
"Lo kenapa?" Tanya gema tanpa basa basi.
Cilla masih terkejut apa ini? Gema? Dateng jenguk Cilla? Cubit Cilla sekarang siapa tau ini halu.
Bukannya menjawab, Cilla malah bengong.
"Heh! Lo kenapa?" Gema memegang bahu Cilla.
Cilla tertegun, "ha? eh? Cilla gapapa ko Gema" ucap Cilla gugup. Ini asli bukan halu,itu yang di pikirkan Cilla.
"Bohong,kalo lo gapapa kenapa bisa di rawat gini?" Tanya gema lagi.
"Cilla cuma kecapean,nanti malam juga pulang" jawab cilla sambil tersenyum manis.
"Gema?" Panggil Cilla.
"Eh,iya?" Jawab Gema.
"Kamu ada apa kesini?" Tanya Cilla.
Gema duduk di samping bankar.
"Gue khawatir sama lo,Rhea bilang lo sakit"
Cilla yang mendengar ucapan gema bahwa gema khawatir dengan Cilla langsung membuat pipi nya merah.
"Kenapa kamu khawatir? Cilla kan bukan siapa siapa kamu" ucap Cilla sambil menunduk menutupi pipinya yang merah.
Tamatlah Cilla,ia salah bicara. Kata yang di ucapkan Cilla seperti kode.
"Lo ngasih kode ke gue?" Tanya Gema
"A-ah gak kok,kata siapa?orang aku cuma nanya gak lebih kok. Jangan di masukin hati ya,maafin Cilla!" Jawab Cilla dengan gugup
Gema menarik sedikit ujung bibirnya, membuat lengkungan yang tipis. Menarik dagu Cilla agar gadis yang di depan nya yang tadi nya menunduk sekarang pandangan mereka bertemu.
"Lo itu gadis gue" kata Gema sambil menatap manik mata Cilla.
Cilla kaget, apa tadi?Cilla gadisnya gema?
"Ma,,maksud kamu apa?Cilla gak ngerti." tanya Cilla polos.
"Mulai sekarang lo jadi gadis Gema. Will you be my girlfriend?" Tanya gema sambil memegang tangan Cilla.
Cilla bingung,harus apa ia sekarang. Gema ketua geng Traideger-x yang tidak peduli dengan orang di sekitar nya,yang cilla temui saat pertama masuk ke SMA PRAMITA BANDUNG,sekarang sedang memegang tangan Cilla sambil mengajak Cilla menjadi gadis nya.
Entah sadar atau tidak,Cilla mengangguk sambil memandang manik mata Gema.
Gema yang sudah mendapatkan jawaban bahwa Cilla menerima nya langsung membawa Cilla ke pelukannya.
Cilla mematung,ia tak berpikir bahwa gema akan memeluknya.
"Lo bakal jadi lembaran hidup gue yang kosong,lo bakal jadi prioritas gue,lo juga bakal jadi kelemahan gue mulai sekarang Pricilla." Ucap gema masih memeluk Cilla.
Cilla yang tidak tahu berbuat apa,ia membalas pelukan nyaman Gema.
"Gue sayang sama lo Cilla" ucapan gema membuat hati Cilla tak karuan.
Gema melepaskan pelukan nya,menatap wajah merah Cilla yang malu.
"Lo kenapa?pipi lo merah" goda Gema sambil tersenyum.
"Ih Gema, Cilla malu!" Ucap Cilla sambil menutup mukanya dengan kedua telapak tangan nya.
Gema menarik Cilla kepelukan nya lagi.
"Gausah malu,lo boleh blushing kalo lagi sama gue,tapi jangan sama yang lain" kata gema posesif.
Sungguh,Cilla benar benar membuat hidup Gema menghangat walupun baru berkenalan sebentar.
Cilla melepaskan pelukan Gema,ia menatap Gema.
"Kamu kenapa bisa sayang sama aku,padahal kata Rhea kamu tuh gapeduli sama orang di sekitar kamu,tapi kamu peduli sama aku. Oh kamu cuma kasian ya sama aku?" Tanya Cilla panjang.
Gema menangkup pipi Cilla lembut.
"Lo itu udah bikin hati gue ga karuan pas lo nampilin senyum lo yang manis,Lo bikin hati gue tenang pas lo nunjukin tulusnya senyuman Lo,dan gue sayang sama lo tanpa alasan Pricilla Ananda Putri" jawab Gema.
Sial,gema membuat jantung Cilla deg-degan.
"Loh? Pipi nya ngeblush lagi?" Ejek Gema sambil tertawa.
"Gemaaaa! Cilla malu,gema jangan kaya gitu" ucap cilla.
Mereka berpelukan saling menyalurkan rasa sayang.
"You're mine,babe" ucap gema masih di pelukan Cilla.
"Terimakasih tuhan masih memberikan bahagia kepadaku,dengan mengirim orang yang ku suka menjadi milikku." ucap Cilla dalam hati.