PRICILLA

PRICILLA
FIFTY



----------------


Bahagia bersamamu sampai ajal menjemput dan memiliki banyak anak adalah impianku bersamamu, hanya bersamamu.


-Gema Tara Lendra-


Gema melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Memfokuskan padangannya ke depan agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan, apalagi disampingnya terdapat istrinya yang daritadi memegangi perut nya sambil mengerang kesakitan.


Tangan Gema berada di genggaman Cilla. Gema sengaja mengulurkan tangannya agar Cilla meremasnya, daripada Cilla meremas tangannya sendiri.


"Gema,s-sa-sakit" erang Cilla tak ada hentinya


"Iya sayang,kamu yang kuat, sebentar lagi sampai" ucap Gema agar menenangkan Cilla


"Kamu tarik nafas,terus buang. Lakuin itu, kamu harus kuat!"


"Agrhh s-sa-sakit Gema!"


Iya,hari ini mungkin Cilla akan melahirkan bayi nya. Karena tadi pagi ketika Cilla sedang membuat sarapan untuk Gema,perut nya sambil sakit dan ada air yang berasal dari dalam paha nya,air ketuban Cilla pecah.


Gema yang baru turun langsung panik,karena melihat Cilla dengan posisi terduduk memegangi perutnya dan pakaian Cilla basah di bagian bawah.


Seperti ucapan Gema tadi, mereka sudah sampai di rumah sakit. Gema langsung keluar dari mobil,membuka pintu mobil di sebelah kiri dan langsung menggendong Cilla.


"Sa-sakit Gema,aku g-gak kuat!" lenguh Cilla


"Kamu harus kuat sayang,demi kamu Dan anak kita!"


Gema melihat petugas rumah sakit yang membawa bankar. Langsung saja Gema menidurkan Cilla di sana agar cepat di tangani. Cilla di masukan ke dalam ruangan bersalin.


"Mari pak ikut ke dalam,karena pasti istri bapak akan membutuhkan bapak" kata sang suster


Tanpa menjawab, Gema langsung memakai pakaian steril dan masuk kedalam.


Terlihat disana Cilla sedang menarik nafas nya,lalu membuangnya. Peluh di dahi Cilla terus mengalir. Gema menghampiri Cilla,menyeka peluh cilla dan menggenggam tangan istrinya yang sedang berjuang antara hidup dan mati.


Merasa ada yang menggenggam tangan nya,Cilla menoleh dan melihat wajah Gema yang tersenyum di balik masker. Cilla tahu karena mata Gema menyipit.


"Kamu harus kuat sayang,aku mau istri dan anak aku selamat. Aku bakal nemenin kamu disini!" Ucap Gema


Cilla mengangguk.


"Baiklah, sekarang nyonya Pricilla bisa mengejan sekarang" ucap dokter yang menangani Cilla.


Dengan pasti Cilla mengambil nafas dan mengejan sekuat yang ia bisa.


"Aggrhhh,,huh,,huh,, sa-sakit"


"Ayo nyonya kepala nya sudah keluar tinggal badannya,ayo mengejan lagi. Tarik nafas,buang!"


"Ayo sayang,kamu kuat,aku sayang sama kamu!" Bisik Gema


Cilla menggenggam tangan Gema dengan kuat, menyalurkan rasa sakit yang ia rasakan sekarang.


Gema rela tangannya lecet dan memerah,ia tahu tak gampang melahirkan makanya ia tidak apa-apa tangannya menjadi sakit justru jika bisa rasa sakit nya Gema saja yang merasakan.


Gema menjatuhkan air matanya saat melihat bagaimana Cilla berusaha mengejan, Gema tahu itu pasti sakit.


"Huh,,, aggrhhh.."


"Alhamdulillah bayi nya sudah lahir,jenis kelaminnya laki-laki" ucap sang dokter.


Gema dan Cilla tersenyum mendengar nya.


"Agghh s-sa-sakit!" Erang Cilla


Dokter pun langsung memeriksa,dan ternyata...


"Ayo nyonya,berjuang lagi. Ternyata ada dua bayi"


Gema yang mendengar ucapan dokter pun merasa senang,ternya ia tak hanya mendapat satu anak,tetapi dua sekaligus. Gema sangat bersyukur.


"Ayo sayang,kamu pasti bisa. Demi anak kita. Kita di kasih dua anak sama Allah" ,


"Aggrhhh...."


Hanya perlu tiga menit,anak kedua Cilla lahir dengan selamat. Terdengar suara tangisannya bayi.


"Alhamdulillah,anak kedua nya perempuan. Selamat tuan, nyonya anak nya sepasang" ucap sang dokter.


Senyuman suami istri itu tak luntur ketika mendengar anak kembar yang sepasang. Dengan rasa senang nya, Gema mencium lembut kening Cilla.


"Terimakasih,sudah berjuang melahirkan kedua bayi kembar kita. Terimakasih sayang!" Bisik Gema


Cilla yang masih lemas pun tak mampu menjawab,ia hanya tersenyum sambil mengeluarkan air mata kebahagiaan nya.


...


Sekarang Cilla sudah di pindahkan di ruang VVIP. Karena Gema ingin istri nya istirahat dengan cukup setelah perjuangan nya tadi..


Gema dengan setia,menunggu istrinya yang sedang tertidur di bankar rumah sakit.


Ceklek!


Pintu ruangan Cilla terbuka, menampilkan sosok dua lelaki paruh baya dan satu wanita paruh baya.


"Gema kenapa Cilla melahirkan tidak menghubungi papi?!" Tanya Rafi dengan nada yang sedikit kesal


"Jangan berisik Pi! Cilla lagi tidur. Lagian Gema kan udah nelepon papi tadi kalau Cilla udah melahirkan!"


"Gema, bagaimana keadaan Cilla dan anak nya?" Tanya lestari


"Alhamdulillah Bun,Cilla dan anak-anaknya selamat. Dan anak kita sepasang" jawab Gema


"Maksud kamu?" Kini Tama yang yang bertanya


"Iya, Cilla melahirkan bayi kembar,dan jenis kelaminnya laki-laki dan perempuan"


"Kamu serius kan Gem? Cucu papi kembar?!"


"Iya Pi!"


"Eh bunda, ayah,papi" suara serak Cilla mengalihkan pandangan keempat orang yang sedang mengobrol


Gema selaku suaminya menghampiri istrinya.


"Sayang,kamu mau apa?" Tanya Gema


"Aku haus" Gema mengerti,ia langsung mengambil air mineral dan memasukan sedotan agar Cilla tak kesusahan dan memberikan kepada Cilla.


"Makasih" ucap Cilla


"Cilla kamu gapapa?" Tanya lestari


"Gapapa bun" jawab Cilla


"Terus anak kalian mana? Ayah pengin gendong cucu ayah" tanya Tama


"Masih di ruangan bayi yah, sebentar lagi pasti suster bawa kesini,soalnya Cilla belum kasih ASI buat mereka" jawab Gema


Baru di omongin suara pintu terbuka, menampilkan dua suster yang membawa dua bayi kembar di dalam gendongan nya.


Sepertinya,suster dan anak Cilla panjang umur.


"Permisi,saya ingin mengantar bayi nyonya Pricilla untuk di beri ASI" ucap salah satu suster tersebut


Bayi kembar itu di berikan kepada Cilla dan Gema.


"Baiklah,kalau begitu saya tinggal. Tiga puluh menit lagi saya kembali membawa bayi kembar nyonya Pricilla untuk di kembalikan di ruangan bayi" kata suster tersebut


"Sus,boleh gak kalau bayi nya disini saja?" Tanya Cilla


"Iya sus,atau nggak box bayi nya di pindahkan kesini" timpal lestari


Kedua suster itupun memikirkan jawabannya. Dan akhirnya mengangguk.


"Baiklah,nanti perawat rumah sakit akan membawa box untuk bayi nyonya Pricilla. Kalau begitu saya permisi"


"Terimakasih suster"


Sepeninggalan suster tadi, Cilla langsung memberi ASI kepada bayi laki-laki nya terlebih dahulu. Dan bayi perempuan nya ada di gendongan Lestari.


"Aduh cucu omah cantik banget sih" goda lestari


"Cucu opah juga" timpal Tama


"Cucu opah Rafi juga!" Ya mereka merebutkan putri kecil Cilla.


Sementara Gema memperhatikan putra nya yang sedang asik menyusu dari sumber nya.


"Selagi berbagi sama kalian,ayah ikhlas. Tapi tetep sumber ASI kalian hak milik ayah sepenuhnya" batin Gema


"Gem,kamu udah kasih nama buat si kembar?" Tanya Cilla


"Nah,siapa Gem namanya?" Rafi juga ikut bertanya


"Gema udah kasih nama kok. Buat kakak nya yang laki-laki Leon Adriano Lendra dan buat adik nya si cantik Lean Adriana Lendra,jadi double L" jawab Gema


"Bagus,aku suka" ucap Cilla


"Wah ternyata cucu opah yang cantik ini namanya Lean ya!" Ucap Rafi


Leon sudah selesai di beri ASI. Sekarang waktunya Lean.


"Bun,Lean nya sini, Leon udah selesai nih" kata Cilla


Lestari pun langsung memberikan Lean dan mengambil Leon.


"Wah jagoan omah,hai Leon kenalin ini omah lestari"


Leon yang di ajak bicara hanya sedikit tersenyum layaknya seorang bayi yang sedang di ajak bicara.


...


Setelah kepulangan Lestari,Tama dan Rafi kini di ruangan Cilla ada Gema dan kedua anaknya.


Seperti yang Cilla minta tadi,kedua anak kembar nya tak lagi di tempatkan di ruangan anak,tetapi di ruangan Cilla.


"Gem,Lean udah bobo?" Tanya Cilla kepada Gema yang sedang menggendong putri kecilnya


"Belum,kayanya dia masih mau mandangin muka ganteng ayah nya deh" jawab Gema dengan pede nya.


"Ya gimana gak bobo,orang Lean nya di ajak ngomong mulu sama kamu! Sini deh Lean nya sama aku,nih kamu tiduri Leon di box nya"


Gema menaruh Lean terlebih dahulu di box nya,lalu mengambil Leon yang sudah tertidur.


"Hallo anak bunda,kenapa belum bobo? gara-gara ayah berisik ya ngajak kamu ngobrol aja" Cilla berbicara kepada Lean yang sekarang ada di gendongan nya.


Gema yang melihat interaksi keduanya,tersenyum. Gema menghampiri Cilla yang sedang menggendong Lean walaupun dengan posisi duduk di bankar.


"Terimakasih Cilla,kamu udah memberi warna hidup aku,dan menambahkan kebahagiaan di dalamnya dengan memberi dua bayi kembar yang sangat membuat aku tambah menyayangi mu dan kedua bayi kita. Terimakasih telah menjadi rumah untuk aku pulang. Rasa bahagia ini mungkin gak bisa semua aku ungkapin pakai kata-kata,aku cuma mau kasih tau kalau aku cinta kamu sebagai istri dan bunda dari anak-anak aku dan aku sayang anak-anak aku. I love you beautiful wife" ucap Gema dengan nada yang begitu tulus dan lembut.


"I love you too my sweet husband" balas Cilla.


Gema mendekatkan wajahnya ke wajah Cilla. Pandangan mereka bertemu,Cilla menutup matanya dan benda kenyal milik Gema telah mendarat mulus di bibir Cilla.


Baru mendarat,suara tangisan Leon membuat kedua pasangan suami istri itu langsung menjauhkan wajahnya.


"Leon cemburu ya kalau bunda nya di cium" ucap Cilla sambil tersenyum


"Aku bakal ada saingan dong kalau gitu"


Mereka berdua pun bahagia,mereka bersyukur mendapatkan kedua bayi kembar yang akan mengisi hari-hari mereka.


Mengganti popok saat malam,tangisan bayi di malam hari,tidur yang mungkin tak nyenyak karena bayi kembar itu pasti selalu meminta ASI di malam hari.


Tapi itu semua akan Gema dan Cilla lalui,dan membesarkan kedua anaknya dengan penuh kasih sayang dan cinta dari mereka.


Membangun keluarga bahagia sampai ajal menjemput adalah impian Gema bersama Cilla istrinya yang sudah menemani dari titik terendah sampai sekarang.


--The End--