PRICILLA

PRICILLA
THIRTY SIX



Hari ini di ruangan kantor seorang CEO muda sedang tampak bergelut dengan kesibukkan nya,mata elang nya tampak fokus ke arah komputer,tangannya yang lincah menggeser dan mengklik mouse berkali-kali,dan kacamata anti radiasi nya yang ia benarkan setiap kali merosot.


Bisa di bilang CEO muda itu kelelahan,lihat saja penampilannya sekarang, keringatnya mengalir walaupun ruangan itu berAc,kemeja lengan panjang yang sudah di gulung bagian lengannya sampai sikut,rambut yang bisa di bilang berantakan tetapi menambah ketampanannya meningkat!


Ttok ttok ttok!


"Masuk!" setelah mendengar perintah sang atasan, sekretaris itu pun langsung masuk.


"Siang tuan,ini ada berkas yang harus anda tangani." Ucap sang sekretaris laki-laki itu yang di ketahui namanya adalah Rama Aditya yang dimana umur mereka berdua tak jauh berbeda,hanya selisih delapan bulan. Gema sudah bilang kepada Rama, untuk tidak terlalu formal saat bekerja,tapi Rama selalu menolak,kecuali di luar jam kerja.


"Ok,taruh aja di situ. Nanti saya tanda tangani" jawab Gema


"Baik tuan,saya permisi" ucap Rama.


Gema menyandarkan punggungnya ke kursi kerjanya,mencoba mengistirahatkan dirinya sebentar, membuka kacamatanya,memejamkan matanya,dan berusaha membuang segala lelahnya.


"Gem,gimana jadi CEO muda? Enak?" Tanya Rafi yang tiba tiba ada di ruangan Gema sambil duduk di sofa.


Gema membuka matanya terkejut saat mendengar suara papi nya tiba tiba.


"Papi ngapain? Terus dari kapan papi ada disini?" Tanya Gema


"Sejak dua menit yang lalu,tepat pas kamu menghela nafas panjang kamu itu" jawab Rafi


"Ck, kalo masuk itu ketok pintu ucapin assalamualaikum,ini main nyelonong aja,mau Gema pecat?" Canda Gema


"Ga nyadar diri! Ini perusahaan milik papi ya,kamu cuma gantiin papi doang. Jangan sombong kamu jadi anak" ucap Rafi


"Bercanda pi,elah Baperan banget sih!"


"Jawab pertanyaan papi Gema!"


"Yang mana?"


"Pikun! Enak gak jadi CEO muda?"


"Enak ga enak. Enak nya bisa dapet uang banyak,gaenak nya ya gini pih,tugas Gema banyak. Mana gema mau wisuda Minggu depan!" Jawab Gema


"Jalanin aja gausah banyak ngeluh kamu!"


"Ini juga lagi Gema jalanin kali"


"Oh iya gem,kamu masih inget sama Cilla kan? Kamu ga berpaling dari dia kan?" Tanya Rafi


"Gema gatau pih, Gema capek terus terusan nunggu kepulangan Cilla yang gatau itu bener atau ngga." Jawab Gema


"Kamu tunggu aja,papi yakin kalo kamu nunggu sebentar lagi pasti kamu seneng,tapi terserah kamu kalo kamu capek dan gamau nunggu Cilla lagi,jangan nyesel nanti!" ucap Rafi


"Gema udah berjuang pi,tapi nihil Cilla gaada kabar"


"Gak cuma kamu aja yang berjuang,inget baik baik,yang sakit parah siapa?terus yang berusaha lawan penyakit buat tetep sama sama sama orang yang dia sayang siapa? Cilla juga berjuang gem,papi gamau anak papi ini gak bisa ngehargai usaha seseorang!"


"Sampai kapan Gema harus nunggu lagi pih?"


"Inget kata kata papi, menunggu emang melelahkan, tetapi ingat di balik rasa sabar ada sesuatu yang indah" setelah mengucapkan kata kata itu Rafi langsung berdiri


"Papi pulang dulu gem,jangan lupa selesain tugas kamu! Assalamualaikum" ucap Rafi


"Waalaikum sallam"


Menghembuskan nafas nya panjang,mencerna semua ucapan papi nya mengenai gadisnya yang tak kunjung datang. Mengambil frame foto yang ada di atas meja kerjanya,foto itu adalah foto Cilla dan dirinya,mengusap foto itu seakan akan Cilla itu nyata


"Aku yakin kamu pasti pulang,aku nunggu kamu cill"


"aku masih disini. Rumah ku adalah kamu. Pricilla"


Tes.


Tak sadar jika air matanya lolos begitu saja. Gema teringat akan Cilla,dimana dua tahun lalu dirinya masih bisa berada di samping gadisnya walaupun gadisnya masih harus menggunakan infus dan kursi roda saat itu.Merindukan wajah cantik sang gadis. Membuat Gema tak kuasa menahan tangisnya.


Mengingat kembali awal mereka bertemu,dan Cilla membuat warna hidup Gema menjadi terang dan berwarna. Dimana di wajah itu hanya ada senyuman indah walau Gema tak tahu ada apa di balik senyuman itu.


...


"Assalamualaikum Gema!!!" Teriak Arya sambil membuka pintu ruangan kerja Gema


Gema sudah tak terkejut lagi,karna sahabat sahabatnya ini memang rada rada.


"Ngapain kesini?" Tanya Gema


"Ck, sombong banget. Inget lo udah jarang ngumpul sama kite kite. Jadi lo kita samper deh". Jawab Arya


Benar,apa yang di katakan oleh sahabatnya,dirinya sudah jarang sekali untuk berkumpul dengan mereka, Gema ingat terakhir kumpul hampir tiga Minggu yang lalu


"Cuma nganterin gak lebih" bela Gema


"Sama aja gema! Awas aja lo ya sampe jatuh cinta sama tuh cewe uler" ucap Kavin


Gema mengernyitkan dahinya, "maksud lo?" Tanya Gema


"Lupain" ucap Kavin. Oh iya Delon bentar lagi sampe,dia sama Rhea.


"Wah bucin" kata kemal


"Makanya cari jodoh,inget umur lo mau otw dua puluh satu tahun" ucap Arya


"Santai, gue lagi usaha ini. Kan gue mah setia gak kaya onoh noh" kata Kemal sambil menunjuk Gema dengan lirikan di ujung matanya


"Apa, ngomongin gue?!" Sinis Gema,tak menghiraukan ucapan Gema, kemal malah mengedikan bahunya


"Gem,tapi lo masih inget Cilla kan? Inget gem dia pacar lo" ucap Kavin


"Inget lah,tapi apa harus gue tetep nunggu dia lagi?" Tanya Gema


"Kalo lo beneran cinta sama dia,lo gak harus nanya ke gue kalo lo harus nunggu atau ngga. Karna hati gapernah salah" jawab Kavin


"Lo boleh ko gem pergi kalo dia pergi dari lo tanpa alasan yang jelas. Tapi inget ini Cilla,dia pergi buat kesembuhan dia,dia pergi karna ada alasan" ucap kemal sambil memakan cemilan yang ia bawa tadi


"Gue bingung,di satu sisi gue sayang Cilla,di sisi lain gue capek kalo harus nunggu tanpa ada balasan" kata Gema


"Lo boleh capek buat nunggu Cilla,tapi lo bakal dapet kebahagiaan dari perjuangan lo itu" bukan Kavin yang menjawab,tapi Delon yang baru saja datang dengan Rhea


"Jangan pikir cuma lo yang berjuang buat hubungan lo sama Cilla,tapi Cilla juga lagi berjuang buat hidup dan mati dia." Timpal Rhea


"Gimana kalo Cilla udah ga inget gue? Gimana kalo Cilla bukan lagi buat gue?" Tanya Gema serius dengan air wajah yang panik


"Gue balikin ke lo. Gimana kalo lo yang udah ga inget sama Cilla? Gimana kalo lo yang berpaling dari Cilla?" Tanya Delon dengan serius


Gema terdiam saat Delon melontarkan kata katanya barusan. Tak bisa lagi membalas ucapan dari sahabat nya.


"Makanya gem, jangan mudah nyerah. Inget ga cuma lo yang lagi berjuang. Perjuangan Cilla lebih berat dari Lo. Lo cuma tinggal nunggu kabar baik Cilla." Ucap Rhea


"Jangan nelen omongan orang bodoh mentah mentah" celetuk Kavin


...


Setelah keluar dari ruangan Gema, Rafi langsung bergegas pulang ke rumah. Dan tepat saat berada di rumahnya, telepon nya berbunyi pertanda telepon masuk.


"Hallo?"


"..."


"Saya baik,gimana keadaan kalian?"


"..."


"Alhamdulillah, syukur jika begitu"


"..."


"Jangan lupa perjanjian yang kita buat,dua tahun lalu" ucap Rafi


"..."


"Baik,saya tunggu!"


Tut...


Rafi tersenyum senang saat seseorang yang barusan menelpon nya memberi kabar baik untuk dirinya.


"Long time no see"  gumam Rafi sambil tersenyum


...


Hayo papi nya Gema dapet telpon dari siapa tuh,sampe senyum senyum sendiri gitu.


Kalo mau kelanjutan nya jangan lupa


-vote


Dan


-Coment


Bye-bye!