PRICILLA

PRICILLA
THIRTY TWO



Ulangan hari pertama sudah selesai,anak anak SMA PRAMITA sudah keluar dari zona sekolah,ada yang pulang ke rumah,ada yang ke cafe untuk sekedar nongki merefresh pikiran dan ada juga yang masih di roftop sekolah, contohnya Gema. Cowok itu masih enggan untuk pulang ke rumahnya, sebenarnya ia rindu dengan gadisnya tapi ia masih belum siap bertemu gadisnya saat keadaan gadisnya yang lemah.


Gema belum tahu jika Cilla di pindahkan ke Belanda,ini sengaja karna permintaan Cilla teman-teman Cilla pun belum ada yang tahu Cilla pergi meninggalkan mereka.


Menghisap rokok yang sudah setengah batang sambil bersandar di tembok dengan wajah yang mengadah ke atas menatap langit yang cerah, Gema menenangkan pikirannya.


"Cill jangan tinggalin gue,jangan bikin gue kehilangan buat kedua kalinya. Lo itu udah kaya mami,lo punya kasih sayang,lo punya cinta,cuma lo yang bisa bikin gue berani buat mencintai perempuan selain mami,dan lo yang bisa bikin gue takut kehilangan." lirih Gema sambil terus mengepulkan asap rokoknya


Cowok itu berdiri, membuang puntung rokok nya dan menginjaknya. Mengambil tasnya dan menyampirkan di pundaknya. Gema berniat untuk pulang ke rumahnya dan mengunjungi Cilla.


-


-


-


"Assalamualaikum" salam Gema ketika ia memasuki rumahnya.


"Waalaikum sallam. Udah pulang kamu? Gimana lancar ulangannya?" Tanya Rafi


"Lancar." Jawab Gema singkat


"Yasudah sana ganti baju terus turun buat makan siang"  titah Rafi, "iya pih, Gema ke kamar dulu" ucap Gema dan langsung menaiki tangga.


"Semoga ini yang terbaik buat kamu" gumam Rafi ketika Gema sudah menaiki tangga.


Rafi sudah ada di meja makan,makanan di meja sudah tertata rapi dan lumayan menggiurkan. Rafi menunggu putra sulungnya,untuk bergabung dalam makan siang.


Tak lama kemudian Gema datang dengan kaos polos warna hitam dan celana jeans.


"Duduk Gem,makan siang dulu" titah Rafi,tanpa di suruh pun Gema langsung duduk.


Mereka memulai makan siang nya dengan hening hanya ada suara sendok dan garpu. Sampai akhirnya Gema yang selesai duluan. Gema bangun dari duduknya


"Mau kemana?" Tanya Rafi


"Ke rs,jenguk Cilla" jawab Gema.


"Duduk dulu,papi mau ngasih sesuatu" kata Rafi, setalah gema duduk Rafi langsung pergi ke kamarnya untuk mengambil sesuatu.


Gema tidak mengerti apa maksud papi nya,tapi ia tetap melakukan apa yang papinya suruh. Gema menunggu papi nya dengan bermain ponselnya. Mendengar suara langkah kaki yang semakin mendekatinya Gema pun menoleh dan benar itu papinya.


"Nih surat buat kamu" Rafi menyodorkan sebuah surat.


Gema mengambil surat itu dan melihat papi nya, bermaksud meminta penjelasan.


"Buka aja sana di kamar,dan oh iya Cilla bilang sama papi kamu gaboleh ngunjungin Cilla sebelum kamu selesai ulangan. Jangan coba coba ngunjungin Cilla,dia bakal marah sama kamu" ucap Rafi dan langsung pergi meninggalkan gema.


"Maksud papi apaan si?!" Teriak gema karna Rafi sudah menaiki tangga, "KAMU BUKA AJA SURAT NYA GEMA!" balas Rafi tak kalah teriak


Gema langsung meninggalkan ruangan makan dan pergi ke kamarnya untuk membaca surat yang di berikan papihnya.


Untuk Gema dari Cilla.


Hai Gema? Semoga pas kamu lagi baca surat ini kamu udah makan ya.


Ok aku mulai.


Hai pacar!


Semangat ulangannya,belajar yang rajin biar naik kelas,jangan males. Oh iya jangan jenguk aku kalo ulangan kamu belum selesai,aku gamau kalo nanti kamu jengukkin aku pas ulangan kamu belum kelar sampai hari akhir.


Kunjungi aku nanti aja. Janji sama aku selesain ulangan kamu dulu baru kamu boleh ketemu sama aku kalo kamu nekat buat ke rumah sakit aku gamau ya ketemu sama kamu lagi!.


Aku di sini lagi berusaha buat sehat kok,aku juga minum obat,makan yang teratur,jadi kamu jangan khawatir. 


Maaf ya kalau nanti kamu bakal kecewa sama aku. Aku usahain bakal secepatnya pulang. Duh Gema,maaf ya aku nulis surat ini segini dulu,aku ga kuat.


Semangat untuk semuanya,pacar!❤️


I love you!


Gadis Gema,


-pricilla-


Gema tersenyum saat membaca surat dari Cilla,dimana isi suratnya ada kata kata pacar. Dan membuat Gema mengerutkan keningnya, Gema masih tak mengerti apa maksud Cilla jika nanti dirinya akan kecewa terhadap Cilla? Apapun itu semoga tidak terjadi apa-apa.


Sungguh Gema ingin pergi ke rumah sakit untuk menemui Cilla, dirinya sudah rindu. Tapi tak ingin membuat gadisnya marah karenanya.


"Get well soon,and i missing you my girl" ucap Gema dengan pelan sambil mengelus surat yang masih ia genggam.


...


Belanda.


Seorang gadis yang baru saja di pindahkan dari rumah sakit Indonesia ke rumah sakit yang ada di Belanda sudah berada di kamar VIP. Cilla sekarang ia akan lebih berjuang lagi untuk bertahan hidup,untuk melawan semua penyakit yang membuat dirinya lemah, Cilla janji ia akan sembuh dari penyakitnya ini.


"Bunda.. jangan kasih tahu informasi tentang aku ke semua temen-temen aku termasuk Gema" ucap Cilla


"Kenapa sayang?bukanya saling memberi kabar itu harus?" Tanya lestari,karna ia bingung akan permintaan putrinya.


"Cilla mau fokus ngejalanin semua perawatan disini Bun, Cilla pengen sembuh buat say hello ke mereka." Jawab Cilla


"Of course, sayang" akhirnya lestari setuju.


"Ayah sama bunda doain Cilla ya. Cilla sayang kalian, i love you more!" Ucap Cilla.


"I love you too" jawab Tama dan Lestari sambil mencium kening putrinya bergantian.


...


"Assalamualaikum Gema!!!" Teriak Arya,Kemal,dan Kavin tidak dengan Delon karna Delon masih waras.


"GEMA, ASSALAMUALAIKUM!" Teriak Arya


"Gausah teriak sih,nanti juga di bukain" ucap Delon dengan santai


"Ck,mana dari tadi gak di bukain" elak kemal


"Lo kring selama lima detik,pasti ni pintu bakal di buka" kata Delon


"Ok gue itung," ucap kemal mengikuti apa yang di suruh Delon,


"Satu.."


"Dua..."


"Tiga..."


Ceklek! Suara pintu terbuka


"Ngapain?" Tanya Gema yang baru saja membuka pintu dengan muka bantal nya


"***** kaget gue,baru sampe tiga udah kebuka!" Ucap kemal sambil mengusap dadanya


"Apa gue bilang" ucap Delon


"Ck, kalian ngapain? Kalo minta sumbangan gue maap aja,gua gapunya receh!" Tanya Gema lagi dengan meledek mereka yang datang


"Sialan lo! Tamu ini, ingetin pepatah, Tamu adalah raja,nah gue kan tamu berarti gue raja dan lo pembokap!" Ucap Arya dengan tutup mata seolah-olah ia itu seorang yang bijak. Sampai tidak tahu jika teman-temanya dan Gema sudah masuk meninggalkannya sendirian.


"MAU MASUK ATAU DI SITU AJE!" Teriak Gema dari dalam


"Sialan lo semua gue di tinggal!" Umpat Arya sambil menyusul yang lainnya.


Mereka semua menaiki tangga menuju kamar Gema. Bagaikan sang pemilik rumah, Arya malah jalan di depan teman temannya, mendahului Gema, dengan tangan yang di masukan di saku celana


"Gaya lo udah kaya yang punya rumah aja" celetuk Kemal


"Tau lo,liat nih yang punya rumah aja kaya gembel cuma pake kolor doang" timpal Kavin. Gema tak marah,karna betul apa yang di katakan Kavin,dirinya sedang memakai kolor dan kaus oblong berwarna putih dengan rambut yang berantakan.


"Lo diem atau gue usir?" Ancam Arya yang sudah duluan masuk ke kamar Gema dan berbaring di kasur king size milik Gema.


"Gue kalo jadi gema gamau tuh nampung orang gatauuu diri kaya dia" ucap Kemal


"Biarin aja orang miskin,jadi wajar" ucap Gema dengan sengit.


"Sialan lo Gema,gue gak miskin tau,cuma gue lagi gapunya duit aja!" Elak Arya yang sudah tak di pedulikan oleh Gema.


"Dah lah gue mah kesini cuma mau numpang maen play station" ucap Kavin, "gue pinjem ya gem!" Ijin Kavin kepada Gema, yang di balas anggukan tanda mengijinkan.


"Gema gue laper" ucap Kemal


"Urusan sama gue?" Tanya gema


"***** lo mah gak peka!" Kata Kemal


Ttok ttok ttok


"Masuk!" Titah Gema


Ceklek


"Ini den, makanan sama minumannya,mau di taruh di mana?" Tanya bi surti kepada Gema


"Taruh aja di bawah karpet situ bi,nanti juga para anjing ini pada makan sendiri" jawab gema.


"Oh oke den!" Bi Surti langsung menaruh nampan yang berisikan makanan dan minuman, "bibi permisi ya den,kalo butuh apa apa bibi ada di dapur" kata bi Surti.


"Iya,makasih Bi" ucap Gema.


Setelah Bi Surti keluar dari kamar Gema dan menaruh camilan di bawah karpet yang Gema suruh, teman teman gema kecuali Gema langsung mengambil camilan dan minumannya. Seperti orang keparan


"Lon, lo bawa gembel dari mana si?" Tanya Gema sambil berdecak pinggang melihat kelakuan teman temannya.


"Ga tau,gue nemu di pinggir jalan depan komplek rumah lo,mereka ngemis ngemis yaudah gue bawa" jawab Delon.


Mereka yang sedang di bicarakan pun tak sadar,dan tetap fokus kepada makanannya.


"Hua enak banget,duh ***** punya gue maen embat aja!"


"Heh punya gue,itu masih banyak lo ambil itu jangan ambil punya gue!"


"Gelas gue ****,itu gelas lo!"


"Heh makaroni gue,Sialan!"


"Sukro gue kemal itu!!"


"Gery salut keju gue!"


Teriakkan serta umpatan mereka bertiga membuat pusing pala Gema, hingga akhirnya Gema angkat suara


"LO BISA PADA DIEM GA?!" tanya Gema dengan membentak, mereka yang di bentak pun langsung diam


"Nah gitu diem! Kaya ga pernah makan aje lo pada,orang kaya tapi kaya gembel!" Ucap Gema.


....