
Malam berganti pagi,hari Jumat pun berganti menjadi Sabtu. Pagi ini jam lima pas Gema baru sampai di rumahnya. Gema sudah pulang dari rumah sakit karna Lestari menyuruh ia pulang karna Gema sudah lama ada di sana.
Baru saja melangkahkan kakinya menuju anak tangga suara lelaki paruh baya menggema di rumah luas tapi hanya di tempati oleh dua orang laki-laki dan tiga pembantu.
"Baru pulang? Darimana aja kamu? Tawuran lagi?" Tanya Rafi papi Gema.
Gema menghela nafas nya,ia memutar badannya melihat papi nya, "apa sih peduli papi?" Tanya Gema
"Kamu ini anak papi Gema! Papi juga peduli sama kamu!" Ucap Rafi.
"Peduli? Kemana papi waktu Gema butuh papi? Apa papi ada waktu Gema butuh papi?! Gema gak butuh uang papi itu semua, Gema cuma butuh papi nemenin Gema di rumah, tapi apa pih? Papi selalu sibuk kerja,uang,uang,uang. Gema mau pih kaya mereka yang sering ngomongin papih nya yang care sama mereka,peduli,dan memprioritaskan anaknya daripada bisnis nya. Gema iri pih! " Ucap Gema panjang dengan suara yang gemetar,mata Gema berkaca-kaca.
Rafi yang mendengar ucapan putra nya,ada rasa sakit melihat putranya tidak merasa mendapat kasih sayang darinya, "papih kerja buat kamu juga Gema,kamu harus ngertiin papih" jawab Rafi.
"Gema tau,papih kerja buat Gema,tapi Gema gak butuh itu pih,Gema cuma butuh papih,karna papih yang masih Gema punya pih,Gema cuma mau ngabisin waktu bahagia di rumah ini, Gema lebih baik miskin pih tapi bahagia daripada kehidupan Gema yang sekarang, Gema lebih baik ikut mami ke surga!" Ucap Gema, setelah mengucapkan itu Gema langsung menaiki tangga menuju kamarnya.
Rafi hanya bisa melihat anak nya, berbicara panjang dan itu menohok hatinya. pertama kalinya setelah mami Gema meninggalkan nya. Gema ada benarnya.
Gema lelah, keluarganya sudah hancur ketika mami nya meninggalkan Gema. Wanita pertama yang Gema cinta, "maafin Gema mih, udah sering ngebantah papi" ucap Gema sambil mengelus foto nya dengan wanita paruh baya yang cantik.
Sekarang Gema mempunyai kebahagiaan nya sendiri, tuhan mendatangkan seorang gadis yang cantik dan sangat Gema cintai. Pricilla.
Gema langsung menidurkan dirinya di kasurnya,lelah tubuhnya perlu istirahat.
...
Cilla masih di rumah sakit. Cilla sedang mengobrol dengan bunda nya. Serius sangat serius.
"Sayang satu minggu lagi kamu bakal di kemoterapi,kamu mau disini atau di luar negri yang lebih lengkap alatnya?" Tanya lestari.
"Cilla mau disini aja bunda" jawab Cilla dengan menundukkan kepalanya memainkan jari kukunya.
"Kamu yakin? Bunda mau yang terbaik buat kamu"
"Disini juga gak kalah lengkap kok bun,Cilla mau ngabisin waktu Cilla di sini bareng bunda,ayah dan temen Cilla" ucap Cilla dengan menangis
Lestari menarik Cilla kedalam pelukannya, sakit melihat putrinya dengan keadaan yang tidak memungkinkan,jika bisa menentukan takdir, lestari memilih menggantikan sakit yang ada di tubuh Cilla.
"Bunda percaya sayang kamu kuat. Bunda sama ayah ada buat kamu" ucap lestari.
"Cilla gamau jauh dari kalian, walaupun waktu Cilla dikit,tapi Cilla mau di saat terakhir Cilla, Cilla ada di samping kalian" kata Cilla sambil menangis.
Lestari pun menangis mendengar ucapan putrinya.
"Kamu gabolee ngomong itu sayang,bunda selalu berdoa biar kamu sembuh"
"I love you bunda"
"I love you too"
...
Sekarang pukul dua siang,dimana Gema baru bangun dari tidurnya,ia membuka handphone nya sebentar, notifikasi nya penuh dengan teman temannya yang menanyakan kemana Gema,kenapa tidak masuk.
Aku Cogan
Kemal
Woi bos,Lo dmn?
Kavin
Tau ni,lo dimana sih?
Arya
Gema maen yuk!
Ada yang baru nih
Sekarang indomie bisa di rebus lho!
Delon
Oreo **** bukan Indomie
Arya
Sksk gue lah
Kemal
Yaelah ganteng gue sih intinya
Kavin
Hilih ngomong sama miper
Delon
@gemaa Lo dmn?
Kavin
Tau ni,madol ga ngajak,gue kan bosen
Kemal
Lagi bucin x si bos
Arya
Plis lah gem,ajak ajak kalo bucin
Kemal
^2
Kavin
^999
Arya
Copas aje lo Malih
Delon
Beri6 diem aje nape biar gema tenang
Nanti gue ke RS sama yang lain gue ajak Rhea juga.
Gemaa
Gue telat,baru pulang tadi subuh dari RS.
Serah Lo.
Gema langsung pergi ke kamar mandi, menyegarkan dirinya, setelah selesai Gema sudah siap untuk pergi ke rumah sakit bertemu gadisnya.
"Bukan urusan papi" ucap gema langsung menghilang menuju garasi tempat mobil nya di parkirkan.
Gema berhenti di pinggir jalan,tepatnya di toko bunga, ia ingin membelikan gadisnya bunga.
"Mawar putih,yang rapih" Gema to the point
"Baik mas"
Selama menunggu Gema melihat sekitarnya,mata gema terhenti di warung buah buahan, Gema berjalan menuju warung buah
"Bang buah nya yang udah di jadiin parsel ya!"
"Oke mas,nih" ucap penjual buah sambil menyodorkan parsel buah yang gema minta.
"Berapa?"
"110 ribu mas"
"Nih,kembalinya ambil aja" ucap gema meninggalkan tempat jual buah dan kembali ke toko bunga.
"Udah mba?" Tanya Gema
"Ini mah,totalnya 150ribu"
"Ini,makasih." Gema langsung melajukan mobilnya
Gema berjalan di koridor rumah sakit sambil membawa keranjang berisi buah dan sebuket bunga mawar putih. Senyumnya mengembang tak sabar ingin melihat sang kekasih.
Sesampainya di depan pintu kamar Cilla , Gema langsung masuk, dan Cilla pun sendirian. Gema berjalan menghampiri Cilla yang tengah memainkan ponselnya
Merasa ada yang membuka pintu,Cilla mengalihkan pandangannya ke pintu melihat sosok gema yang masuk membuat dirinya tersenyum.
"Kamu udah pulang sekolah?" Tanya Cilla
"Aku gak sekolah,telat" jawab Gema.
"Nih buat kamu" ucap gema sambil menyodorkan sebuket bunga.
"Makasih gema" kata Cilla dengan senyum nya yang benar benar manis.
"Sama-sama. Oh iya bunda kemana?" Tanya bunda sambil melirik sekitar kamar.
"Bunda pulang dulu sebentar katanya,ada yang mau ambil pesenannya" jawab Cilla.
Setelah itu keadaan hening,mereka berdua diam tanpa bicara,ketika sedang diam mereka berdua di kagetkan dengan kedatangan kemal yang mendorong pintu dengan kencang
Bruk
"Aduh,,ah lo sih vin gamau ngalah sama gue." Ucap kemal.
"Bodo"
Tak hanya kemal dan Kavin, Delon,Arya dan Rhea pun ikut.
Rhea langsung berlari memeluk Cilla erat.
"Cilla!!! Ya ampun gue kangen!!" Teriak Rhea
"Sama,aku juga kangen"
Rhea melepaskan pelukannya, "Lo ada yang sakit? Kasih tau emang bener bener ya tuh si nenek lampir sama kakek lampir!" Ucap Rhea sambil mengamati tubuh Cilla memcari luka,dan syukurlah tidak ada,hanya lutut Cilla yang lecet.
"Gapapa kok,Cilla gaada yang sakit"
"Hai Cilla" sapa Kemal sambil mendekat dan menjulurkan tangannya ke Cilla.
Baru saja ingin Cilla balas,tapi tangan kemal sudah di pukul oleh Gema.
Plak
"Lo mah tega ye sama gue gem,kan gue cuma mau kenalan" ucap kemal sambil mengusap tangannya yang tadi kena sasaran gema.
Gema bodo amat dengan kemal.
Sekarang giliran Kavin, "hai Cilla kenalin gue Kavin,panggil aja sayang" kata Kavin dengan alis yang turun naik
Gema melotot kan matanya ke arah Kavin, "sayang sayang gigi Lo maju!"
"Galak banget sih bos,eh btw Cilla cantik ya. So bos bisa ae" kata Kavin.
*Iya ***** cantik banget sih,gem buat gue lah" kata Arya
Plak
Gema memukul kepala Arya,sang empu yang di pukul meringis, "ashh,,,anjing sakit!"
"Bodo amat" jawab Gema santai.
"Gema kamu gabolee gitu dong,kasian mereka. Mereka kan cuma kenalan" ucap Cilla.
"Iya iya, sorry" kata gema malas.
"Ga ikhlas tuh" kata kemal
"Masih mending lo si Gema minta maaf, belom di rauk aja muka Lo ye?" Ucap Rhea yang dari tadi nonton
"Iye iye" jawab Kavin, Kemal dan Arya serempak.
Berjam-jam mereka disana tanpa tahu waktu, sekarang menunjukan pukul delapan malam.
"Eh cill gue pulang ya,di cari mama" ucap Rhea sambil mengambil tasnya.
"Yaudah, kamu hati-hati" jawab Cilla
"Gue anter" kata Delon.
"Ok" jawab Rhea setuju.
"Sikat teros"
"Ekhemmmm"
"Gas lon jangan kasih ngetat" ucap Arya
"Kendor ****** bukan ketat" revisi kemal
"Sksk gue dong,diriku aja Lo!" Jawab Arya.
"Gue balik juga deh" kata kemal
"Gue juga"
"Sama,aku juga,dada jangan kangen ya bebep Cilla,get well soon" kata kavin langsung keluar cepat dari ruangan,kalau tidak macan nya Cilla pasti ngamuk
"Kalian hati-hati ya" ucap Cilla
"Siap Bu bos!"