PRICILLA

PRICILLA
TWENTY



⚠️ Mengandung kata-kata kasar⚠️


Gema,lelaki itu tengah menunggu gadisnya yang ia bawa ke rumah sakit karna keadaannya yang tidak baik-baik saja. Bagaimana bisa baik-baik saja gadis nya hampir di lecehkan oleh Nicko. Gema masih marah,bahkan ia semakin dendam kepada Nicko dan ingin menghabiskan nya sekarang juga.


Gema termenung, memikirkan gadis nya, melihat bagaimana kondisi gadisnya sebelum di bawa ke rumah sakit,wajah pucat pasih,suhu badan tinggi,dan tubuh yang sangat lemas. Gema kecewa dengan dirinya sendiri,lagi lagi ia gagal menjaga kekasihnya,gagal dalam membahagiakan Cilla.


Gema menarik rambutnya kasar, melampiaskan amarahnya kepada dirinya sendiri,menyesali keterlambatan nya saat Cilla hampir di lecehkan.


"Anjing,gue ini apa sih *******,gue gagal lagi buat jaga Cilla,agghhh anjing!" ucap Gema.


Ketika sedang memaki dirinya sendiri, tiba-tiba ada usapan di pundaknya, Gema mendongak ke atas melihat siapa yang mengusap pundaknya. Gema melihat wanita paruh baya dengan mata berkaca-kaca tapi masih sempat tersenyum.


"Bunda?" Ucap Gema,Gema berdiri dari duduknya untuk mempersilahkan bunda Cilla duduk.


"Ada apa Gema?kenapa Cilla masuk rumah sakit lagi?", Tanya lestari. Gema menenangkan lestari dengan mengusap tangan lestari.


Gema menghela nafas panjang, bagaimanapun ia harus memberi tahu tentang kejadian hari ini yang Cilla alami kepada lestari,bunda Cilla.


"..."


Gema menceritakan semuanya tanpa ada yang terlewat,lestari sempat terkejut mendengar ucapan Gema bahwa Cilla hampir di lecehkan.


"Maaf bunda, Gema lalai buat jagain Cilla,maaf bunda. Bunda boleh pukul Gema buat nyalurin rasa kesel bunda karna Gema gagal jagain Cilla." Ucap Gema berjongkok di bawah kaki lestari dan dengan air mata yang mengalir.


Lestari menarik Gema untuk berdiri dan duduk di sampingnya, "Ini bukan salah kamu Gema,ini udah takdir. Keadaan Cilla emang ga bisa di bilang baik seperti anak SMA pada umumnya, Cilla punya penyakit yang mematikan, satu Minggu lagi Cilla bakalan kemoterapi." Kata lestari sambil mengusap rambut Gema yang sedang duduk berhadapan.


Gema yang mendengar lestari menyebutkan bahwa Cilla mempunyai penyakit yang mematikan dan akan melakukan kemoterapi,kaget? Tentu,bahkan ia baru tahu jika kekasihnya sedang sakit. "Cilla sakit apa bunda?" Tanya Gema dengan suara parau nya.


"Leukimia stadium 4" jawab lestari sambil tersenyum.


"Bunda bercanda?" tanya Gema lagi untuk memastikan bahwa ini semua bohong.


Lestari menggeleng pasti, "bunda serius,bahkan bunda ajae baru tau kemarin waktu Cilla masuk rumah sakit, Cilla sakit parah gaada yang tau,karna dia nutupin semuanya dari ayah dan bunda." Jawab bunda.


Gema diam,masih mencerna ucapan lestari, gadisnya yang cantik,yang mempunyai senyum manis dan tulus,yang selalu ceria,yang selalu blushing jika sedang di goda dengannya,gadisnya yang bisa membuatnya mempunyai warna warni baru di hidup nya yang sebelumnya abu-abu.


Pintu ruangan terbuka, menampilkan dokter dan suster yang tadi mengecek keadaan Cilla. Gema dan lestari buru-buru berdiri menghampiri dokter.


"Gimana dok keadaan anak saya?" Tanya lestari duluan


"Keadaan anak anda semakin menurun, biarkan dia istirahat disini sampai dua hari" jawab dokter.


"Baiklah, terimakasih dok. Apa saya boleh masuk?" ucap lestari.


"Silahkan Bu,saya permisi."


"Terimakasih dok".


Sepeninggalan dokter,Gema dan lestari memasuki ruangan Cilla. Lestari yang melihat Cilla dengan keadaan yang sangat kurang baik,selang infus berada di tangan kanan nya,alat bantu pernafasan, sungguh hati lestari sakit melihat anak nya seperti itu.


Sama dengan Gema,Gema pun sakit melihat gadisnya yang sedang terbaring lemah di atas bankar,dengan alat bantu rumah sakit,hati nya mencelos.


Lestari duduk di kursi samping bankar Cilla, dan gema berdiri di belakang lestari.


"Cilla? Bangun sayang ini bunda. Kamu pasti kuat ya" ucap bunda sambil mengelus rambut Cilla.


Lima menit sampai sepuluh menit keheningan di dalam ruangan Cilla, sampai akhirnya Cilla sadar. Cilla mengerjapkan matanya berkali-kali menstabilkan penglihatan nya.


"Sayang kamu udah bangun?" Tanya bunda. Gema yang sedari tadi menunggu di sofa yang ada di dalam ruangan Cilla pun terkejut, dengan cepat Gema menghampiri bankar Cilla.


"Bun...da? Ge...ma?" Ucap Cilla dengan suara yang sangat pelan seperti bisikan,tapi masih bisa di dengar oleh Gema dan lestari.


"Iya sayang,kamu mau apa?ada yang sakit?" Tanya bunda.


"Kamu mau apa?bilang sama aku!" Kata Gema.


Cilla menggelengkan kepalanya, "Cilla haus" jawab Cilla.


Lestari segera mengambil air mineral yang ada di atas nakas rumah sakit, memberikan kepada cilla.


Cilla di bantu duduk oleh Gema.


"Makasih" ucap Cilla kepada Gema. Gema membalas nya dengan tersenyum.


"Terimakasih juga bunda,"


"Gema,boleh bunda titip Cilla?bunda mau pulang sekalian bawa baju ganti buat Cilla"


"Iya Bun, bunda mau gema anterin dulu?" Tanya Gema


"Hati-hati bunda,jangan lama lama" ucap cilla.


"Iya sayang, assalamualaikum."


Kini di ruangan yang putih dan hening hanya tersisa dua manusia berbeda gender, Gema duduk di kursi yang tadi sempat lestari duduki.


"Kamu gapapa? Maaf ya aku telat lagi buat nolongin kamu" ucap Gema sambil memegang tangan Cilla


"Gausah minta maaf,ini bukan salah Gema,Lagian Cilla gapapa kok" jawab Cilla.


"Ada yang sakit? Lapor sama aku kalo kamu ada yang sakit" tanya Gema.


"Gaada yang sakit kok,cuma sedikit pusing. Nanti juga hilang"


"Kamu makan dulu yah?abis itu minum obat"


"Cilla gamau,ga nafsu"


"Beberapa sendok aja,seenggaknya perut kamu ga kosong sayang,abis itu minum obat"


"Iyauda,sini piring nya" ketika Cilla ingin mengambil piring itu dari Gema, Gema malah sengaja menjauhkan piring itu dari jangkauan Cilla.


"No no. Biar aku yang suapin, kamu kan princess jadi harus di suapin biar ga capek" ucap Gema.


"Apaan sih,kok makan capek aku tuh gapapa tauk" ucap Cilla dengan menggembung kan mulutnya.


"Jangan kaya gitu,mau aku cium?" Ucap Gema sambil mengelus pipi Cilla yang tadi menggembung agar kembali seperti biasa.


Cilla baper,di perlakukan seperti itu,lihat sekarang pipinya sudah merah merona, "ih mesum!" Kata Cilla sambil memukul pelan tangan gema yang ada di pipinya.


"Aku serius, tinggal pilih cium atau aku gigit pipi kamu? Eh bentar ini pipi kamu kenapa?perasaan ruangan nya pake AC deh kok kamu kaya kepanasan gitu sih" goda Gema.


"Gemaaaa! Ngeselin Cilla malu" ucap Cilla sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


Gema menarik kedua tangan Cilla yang menutupi wajah cantik gadisnya walupun sedang sakit.


"Jangan di tutup gitu mukanya,aku mau nikmatin keindahan ciptaan Tuhan yang sekarang ada di depan aku" kata Gema sambil memegang tangan Cilla.


Dua kali, dua kali Cilla di baperin sama Gema, "Gombal" ucap Cilla.


"Ini serius sayang bukan gombalan,emang nya aku fckboi kaya Kavin?"


"Maybe kamu kan temen nya,siapa tau ketularan kaya kavim" ucap cilla.


Gema yang mendengar Cilla bahwa dirinya di sama samakan oleh kavin,wajahnya berubah kesal. Bukanya merasa bersalah tapi Cilla malah merasa senang, Lucu melihat Gema mencebikan bibirnya seperti bebek.


Ketika Cilla sedang tertawa,sampai Cilla tak tahu bahwa Gema sudah memajukan wajahnya tepat di depan wajah Cilla.


1


2


3


Cup!


Cilla diam,badanya nya seketika beku. Apa tadi? Gema memberikan kecupan di pipi nya?!


Gema yang melihat Cilla diam, membuat dirinya puas, melihat gadisnya terkejut.


"Gema mesum!" ucap Cilla dengan sedikit mengencangkan suara nya


"Hahaha kamu lucu"


Cilla memukuli Gema, Gema langsung memeluk Cilla, sang empu yang di peluk terus memberontak,agar terlepas dari pelukan Gema.


"Lepas aku sebel sama kamu"


"Cilla kesel sama Gema"


Gema tertawa,semakin mengeratkan pelukannya kepada gadisnya yang ia cintai,


"Gema ngeselin"


"I love u too" balas Gema.


...