
Senyuman mu itu candu.
-gema-
...
Dua sejoli yang mengikat menjadi pasangan kekasih,mereka sekarang ada di rumah Cilla. Iya gara gara bunda nya yang mengintip dan akhirnya bunda mengajak Gema untuk mampir.
Cilla menjadi canggung tetapi tidak dengan bunda nya, bunda nya malah asik mengobrol dengan Gema. Gema? Sama,cowok itu juga asik dengan apa yang di bicarakan oleh bundanya.
"Udah pacaran ya kalian?" Tanya bunda tiba-tiba, Cilla yang sedang minum jus jeruk pun tersedak karena pertanyaan yang terlontar dari bunda nya, sedangkan Gema hanya senyum tipis.
"Bunda apa sih kok nanya gitu?" Ucap Cilla dengan suara kecil.
"Ya gapapa dong,kan bunda pengen tau aja" jawab bunda dengan melirik ke arah Gema.
Gema yang di lirik oleh bunda Cilla pun akhirnya membuka suara, "iya Bun Gema sama Cilla udah pacaran" kata Gema sambil tersenyum.
"Wah berarti ini first love kamu sayang!" Ucap bunda kegirangan.
"Ih bunda,gausah buka kartu dong. Cilla malu" kata Cilla.
"Malu sama pacar sendiri mah gapapa. Iya ga Gema?" Ledek bunda sambil tertawa.
Gema hanya mengangguk,ia memperhatikan Cilla yang sedang menunduk. Gema tahu sebenarnya cilla itu sedang salting Gema yakin sekarang muka Cilla pasti sudah merah seperti kepiting.
Setelah mengobrol bersama bunda Cilla selama hampir dua jam,Gema memutuskan untuk pamit pulang karna hari pun mulai gelap.
"Bun, Gema pulang dulu ya. Udah mau gelap sialnya" ucap Gema sambil berdiri.
"Loh kok sebentar amat sih, bunda masih pengen ngobrol sama kamu padahal" kata bunda yang ikut berdiri.
Gema tersenyum, "lain kali Gema bakal mampir lagi kok" ucap gema sambil menyalimi tangan bunda.
"Yaudah kamu hati hati,jangan ngebut!" Titah bunda.
"Iya Bun, assalamualaikum"
Gema keluar rumah Cilla dengan Cilla di belakang nya, Gema berbalik menghadap Cilla.
"Jangan lupa makan sama mandi ya sayang!" Ucap Gema yang membuat hati Cilla seperti naik roller coaster.
"I,,iya Gema" jawab Cilla sambil gugup karena ia malu.
"Hahaha,lucu banget si ngeblush teruuss" ucap gema sambil mencubit kedua pipi Cilla.
"Aduh, Gema sakit tauk!" Ringis cilla sambil mencebikan bibirnya.
"Lain kali jangan nunjukin bibir lo kaya gitu di depan orang lain,kecuali di depan keluarga lo dan gue. Inget gue gak suka berbagi!" Ucap Gema yang langsung membuat Cilla mengembalikan ekspresi yang Gema larang.
"Iya iya,aku tau,dasar galak!" Lagi lagi Cilla mencebikan bibirnya,
Gema yang melihat Cilla mencebikan bibirnya bukanya ilfiel malah makin di buat gemas oleh gadisnya ini.
"Maaf ya, yaudah kalo gitu aku pulang dulu. I love you!" Ucap Gema.
Cilla diam. Apa tadi? Gema memakai panggilan aku-kamu?
"I love you too" jawab Cilla dengan suara rendah.
Gema meninggalkan rumah Cilla.
Cilla masih di buat mematung karna ucapan kata aku dari mulut Gema.
Cilla senang!!!!
...
Malam ini, malam yang penuh bintang. Seorang gadis cantik yang sedang berdiri di pembatas balkon kamar nya dengan rasa bimbang dan takut.
Ia ingin memberitahu soal penyakitnya kepada bunda dan ayahnya. Terlalu memikirkan bagaimana cara ia memberitahu nya,sampai muncul rasa sakit yang amat sakit menjalar ke tubuh nya.
Cilla pusing,benar benar pusing. Tulang punggung nya seperti rapuh, badannya panas tapi ia merasa dingin,wajah nya langsung memucat seperti mayat hidup.
Gadis itu meringis mencoba melawan sakit yang mungkin ini puncaknya. Sakit yang amat sakit,sungguh Cilla ingin berteriak, ingin memanggil bunda nya tapi ia tak berdaya tenggorokan nya seperti susah untuk mengeluarkan kata-kata.
Cilla jatuh ke lantai memegangi kelapanya,ia berusaha untuk masuk ke kamarnya,ia jalan dengan menyeret tubuhnya.
Peluh membasahi muka dan badannya,Cilla berusaha bersuara.
"Bun...daa!!" Teriak Cilla, dan tak selang beberapa menit Cilla sudah pingsan.
...
Bunda Cilla sedang memasak untuk makan malam, setelah beberapa menit untuk masak akhirnya semuanya selesai.
Lestari, menyiapkan piring di tempat suami dan anak nya sering duduk di depan meja makan.
Setelah selesai menyiapkan piring, gelas. Lestari menuju lantai atas untuk memanggil sang anak.
Baru saja menginjak tiga anak tangga,suara teriakan yang tak begitu jelas menggelegar di telinganya.
Lestari buru-buru menuju kamar Cilla, membuka pintu kamar Cilla dengan brutal.
Melihat anak nya yang pingsan terkapar dengan wajah pucat dan peluh yang ada di mukanya membuat lestari kaget.
"CILLA? BANGUN SAYANG! INI BUNDA!" Ucap lestari dengan menggoyangkan bahu Cilla.
Tak ada respon dari Cilla, lestari keluar untuk memanggil suaminya yang ada di kamar.
"Ayah! Cilla ayah!" Ucap bunda dengan terbata-bata
Tama yang melihat istiri nya panik dan terlihat nafas nya tak teratur karna ia yakin pasti istrinya habis berlari.
"Kenapa Bun? Cilla ada apa?" Tanya Tama.
"Cilla pingsan yah!" Jawab lestari sambil menangis histeris.
Tama yang mendengar ucapan istrinya langsung menarik tangan lestari menuju kamar Cilla.
"Ya ampun sayang kamu kenapa?!" Ucap Tama tak kalah khawatir.
Tama menggendong anak nyaenuju mobil,tanpa basa basi langsung membawa Cilla ke rumah sakit.
Baru saja mang Udin ingin menyetir untuk mengantarkan tuan nya,tapi Tama sudah menginstruksikan.
"Biar saya saja. Kamu jaga rumah!" Ucap Tama.
"Baik tuan!" Jawab mang Udin sambil membuka pintu gerbang
...
Tama membawa mobil dengan cepat,ia tak menghiraukan protes orang orang yang ia salip. Persetan.
Lestari memangku pala Cilla, lestari menangis melihat anak semata wayangnya terlihat begitu kesaksian.
Berfikir bahasa ia bukan bunda yang baik untuk anaknya, semua salahnya.
"Kamu harus kuat sayang,bunda sama ayah sayang kamu!" Ucap lestari dengan mengusap rambut Cilla sayang
Cilla sudah di tangani oleh dokter,iya lagi lagi dokter Alex. Lestari dan Tama menunggu di depan ruangan Cilla.
Lestari terus menangis di pelukan Tama.
"Udah Bun,kita doa yang terbaik buat Cilla ya!" Ucap Tama lembut.
"Ini salah bunda yah,bunda lalai ngurus Cilla" kata lestari.
Tama makin mendekap sang istri untuk menenangkan nya. "Bunda udah jadi bunda yang terbaik buat Cilla,gausah nyalahin diri bunda sendiri"
Lestari tak menjawab,ia terus menangis. Sampai akhirnya dokter dan para suster yang memeriksa Cilla keluar ruangan.
Lestari dan Tama langsung menghampiri dokter Alex.
"Bagaimana keadaan anak saya dok?" Tanya lestari dengan suara serak.
Dokter Alex menghembuskan nafas nya kasar.
"Bisa kita bicara di ruangan saya? Biarkan Cilla istirahat sebentar untuk sadar dari pingsannya." Ucap dokter Alex.
Tama dan lestari mengangguk setuju. Mereka berdua memasuki ruangan dokter Alex.
"Begini..." Ucap dokter Alex.