
"Bun,,agrhh sakit Bun" erang Cilla kesakitan
Lestari yang melihat anaknya kesakitan langsung panik.
"Kamu kenapa sayang?"
"Perut cilla bun sa..kit" Cilla menggenggam tangan lestari dengan erat seakan menyalurkan rasa sakit yang ia rasa
"Tahan sayang,kita ke rumah sakit" ucap lestari, "mas,kita gajadi ke mall, langsung ke RS ya!"
"Baik bu!"
"Bunda... sakit!"
"Tahan sayang, sebentar lagi kita sampai!"
Benar kata lestari beberapa menit kemudian mereka telah sampai di rumah sakit.
"Pak tolong bantu saya ya!" Ucap lestari
"Baik bu!"
Lestari dan driver taxi online pun membopong Cilla untuk masuk ke rumah sakit,untung saja tadi ada suster yang langsung membawa bankar.
"Tolong anak saya sus!"
Suster dan petugas rumah sakit pun mendorong bankar Cilla sampai ke ruangan IGD.
"Maaf Bu,tunggu disini biarkan dokter yang menangani.Ibu tunggu disini,lebih baik ibu mengurus administrasi nya" ucap suster sambil menahan Lestari yang ingin masuk keruangan IGD.
Tanpa menjawab perkataan suster, Lestari pun duduk di kursi tunggu di depan ruangan IGD.Lestari mengambil ponselnya untuk menghubungi Gema.
"Assalamualaikum Gem"
"..."
"Cilla dibawa ke rumah sakit.Tadi saat Cilla sama Bunda pergi ke Mall,tapi ditengah jalan perut Cilla sakit,dan sekarang Cilla ada di RS."
"..."
"Iya gem,kamu hati-hati. Waalaikum sallam" lestari memutuskan sambungan nya,dan sekarang ia menelpon suaminya.
...
Mendapat telpon dari bunda,yang memberitahu bahwa Cilla masuk rumah sakit karena sakit di bagian perut yang Cilla rasakan membuat Gema khawatir.
Tanpa menghiraukan pekerjaan nya, Gema langsung keluar dari kantor untuk pergi ke rumah sakit.
Seperti biasa,jika Cilla dalam keadaan tidak baik-baik saja Gema akan mengendarainya mobil dengan kecepatan tinggi.
Setelah mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi di jalan raya yang cukup ramai, akhirnya Gema sampai di rumah sakit. Menelusuri lorong rumah sakit berharap Cilla baik-baik saja.
Di depan ruang IGD terlihat wanita paruh baya yang sering ia panggil bunda sedang menunggu dengan raut wajah yang sama khawatir nya dengan Gema.
"Bun,gimana Cilla?" Tanya Gema setelah sampai di hadapan lestari
"Cilla masih di tangani sama dokter,kamu jangan khawatir Cilla sama anak nya pasti kuat"
"Gema takut Bun" ucap Gema dengan menundukkan kepalanya
"Jangan takut,kamu berdoa sama Allah" ucap lestari sambil mengelus punggung Gema
Ruang IGD terbuka, seorang yang memakai jubah putih yang sering di sebut dokter itu pun keluar.
Gema yang melihat itu langsung buru-buru berdiri menghampiri dokter yang baru saja keluar.
"Bagaimana kondisi istri saya dok?" Tanya Gema
"Kondisi istri bapak baik-baik saja,sakit yang ada di perut nya hanya kontraksi dari bayi yang membuat istri bapak sakit dan pingsan," jelas dokter
"Istri saya gak melahirkan sekarang dok?" Tanya Gema
"Tidak,karna usia nya baru masuk bulan ke sembilan,mungkin beberapa minggu lagi. Hari ini juga istri bapak di bolehkan pulang"
"Terimakasih dokter!"
...
Sekarang Cilla sudah sadar,dan seperti kata dokter tadi ia sudah boleh pulang tanpa harus rawat inap. Cilla dan Lestari sedang menunggu Gema mengurus administrasi.
"Kamu gapapa sayang?" Tanya lestari
"Gapapa Bun,udah gak sesakit tadi kok. Bayi aku aktif banget kayanya sampe aku kewalahan gini" jawab Cilla dengan mengusap perut besar nya
"Jangan nakal cucu Oma! Kasian bunda kamu sampai pingsan gitu" kata lestari sambil memandang perut Cilla seolah-olah sedang mengobrol bersama bayi yang ada di dalam perut Cilla.
Cilla yang melihat itu hanya tersenyum hangat.
"Cilla kamu gapapa?" Bukan bunda yang bertanya tapi Gema
"Aku gapapa,udah gak sesakit tadi" jawab Cilla
"Yaudah ayo pulang,bunda ikut sama kita ya nanti Gema antar ke rumah bunda" ajak Gema
"Bunda serius?" Tanya Cilla
"Iya sayang,kamu istirahat jangan kebanyakan ngelakuin yang berat-berat. Bunda pulang, assalamualaikum!"
"Waalaikum sallam, hati-hati bunda!"
...
"Tidur cilla udah malam,kamu butuh istirahat!" Titah Gema kepada sang istri nya yang masih saja membuka matanya,padahal jam sudah menunjukkan jam sepuluh malam.
"Aku gakmau tidur kalau kamu marah sama aku"
"Aku gak marah cill!"
"Kalau kamu gak marah kenapa kamu ngediemin aku waktu tadi di mobil?" Tanya Cilla meminta jawaban
Gema yang tadi memejamkan matanya, sekarang ia membuka matanya,menoleh ke arah istrinya yang sedang menatapnya,
"Aku diem bukan berarti aku marah sama kamu,aku marah sama diri aku,karena waktu kamu kesakitan tadi aku gak ada di samping kamu. Kalau aku ada di samping kamu pasti kamu bakal mukul aku,nyubit aku , menyalurkan apa yang kamu rasakan,tapi tadi aku gak ada di samping kamu cill," ucap Gema dengan nada lembut nya
"Aku gakpapa Gema,bukan salah kamu,"
"Aku pengen ada di samping kamu waktu kamu senang dan waktu kamu sakit. Kadang aku minta sama Allah biar aku aja yang sakit jangan kamu,aku gak bisa cilla liat kamu kesakitan,cukup masalalu aja, sekarang jangan"
"Rasa sayang yang kamu berikan ke aku udah cukup bikin aku bahagia Gem,aku sayang kamu!"
Gema menarik Cilla,mendekap erat tubuh Cilla, "aku lebih sayang sama kamu dan anak kita" bisik Gema
Cilla mengalungkan tangannya di leher Gema, menyembunyikan wajah nya di dada bidang Gema,menghirup aroma tubuh Gema yang sudah menjadi candu dari dulu.
Ternyata rasa nyaman saling memeluk membuat Gema dan Cilla langsung masuk ke dalam mimpinya,entah siapa yang tertidur duluan yang pasti pelukan mereka berdua saling menyalurkan rasa sayang yang besar.
...
Gema mengerjapkan matanya,tangan nya meraba kesamping berharap menemukan sosok Cilla tapi nihil tidak ada Cilla di sampingnya.
Gema membuka matanya,ia berniat untuk mencuci muka lalu mencari istrinya.
Selesai mencuci muka Gema turun ke bawah untuk mencari Cilla,saat melihat ke arah dapur ia melihat wanita dengan perut besar nya yang tengah memasak,tetapi wanita itu sedang kesal karena rambut nya kadang menutupi pengelihatan nya.
Cilla terkejut,karena seseorang sedang merapikan rambutnya, mengumpulkan jadi satu lalu mengikat nya. Setelah menguncir rambut Cilla, Gema melingkarkan tangannya ke perut Cilla.
"Gema kamu ngagetin tau gak! Kalau aku jantungan gimana? Mau kamu jadi duda?!"
"Maaf sayang,lagian aku gakmau jadi duda,aku maunya sama kamu!"
"Aku lagi masak gem"
"Yang bilang kamu lagi zumba siapa?"
"Ck,lepasin tangan kamu,aku sudah gerak!"
Bukanya melepaskan, Gema malah makin mengeratkan pelukannya, menaruh dagu nya di pundak cilla, sesekali menciumi leher jenjang Cilla.
"Gem geli,jangan kaya gitu aku belum mandi tauk!"
"Kamu tetep wangi cill" bukanya berhenti tapi Gema terus menciumi leher Cilla
"LIAT NIH AKU LAGI PEGANG PISAU!" Ucap Cilla dengan sedikit keras
Gema yang melihat itu langsung melepaskan pelukannya,dan sedikit menjauh dari Cilla.
"Kamu galak banget sih,sayang" ucap Gema dengan sedikit takut
"Makanya sekali aku bilang tuh nurut,belum aja nih pisau aku tusuk di mulut kamu!"
Gema berjongkok di depan perut Cilla,tak lupa ia mengusap perut besar yang berisi anak nya itu.
"Nak,kamu baik-baik disana jangan nakal,jangan bikin bunda kamu marah ya,ayah aja mau di tusuk pakai pisau mulut nya,bunda gak pernah mikir kalau mulut ayah luka bunda kan nanti gak dapet jatah cium dari ay.."
Plak!
"Jangan racunin anak aku ke hal mesum Gema!"
"Yaampun cill,kamu tega banget sih,kalau kamu mukul kepala aku terus aku amnesia gimana? Mau kamu jadi janda?"
"Biarin,nanti aku nikah nya sama oppa oppa korea!"
"Gantengan aku kali cill,lagian mereka mana mau nikah sama kamu"
Cilla tak menjawab,ia lebih baik diam.
"Pokonya kamu jangan bikin bunda marah yah nak! Bunda kalau marah kaya singa betina, walaupun galak ayah tetep sayang sama bunda karna bunda udah ngasih kamu sebagai hadiah yang paling istimewa!"
Cup!
Gema mencium perut Cilla,setelah itu ia berdiri mendekatkan wajah nya ke wajah Cilla,detik berikutnya mereka berdua sudah larut dalam ciuman nya.
Untung saja masakan Cilla sudah selesai,kalau tidak Gema yang akan jadi sasaran Cilla.