PRICILLA

PRICILLA
SEVEN



Aku lemah,aku hanya berani menatap mu dari jauh.


-Gema


...


Gema dan anggota Traideger-x sedang berkumpul di atas roftop sekolah.


Mereka sedang mengobrol,tidur,dan ada juga yang merokok.


Semua anggota Traideger-x sedang asik mendengarkan cerita yang di ceritakan oleh Kavin si manusia bobrok dan playboy. Entah apa yang di ceritakan Kavin sampai anggota Traideger-x yang mendengar nya tertawa.


Berbeda dengan Gema, bukannya mengobrol tapi ia malah asik menikmati cantik nya gadis ciptaan tuhan yang sedang duduk di bangku belakang taman sekolah.


Iya, Gema sedang memperhatikan Cilla dari atas roftop sekolah. Aura Cilla lebih menarik daripada cerita Kavin.


Gema memperhatikan Cilla yang sedang mengobrol bersama Rhea. Entah apa yang di bicarakan dua cewek tersebut,sampai Cilla tertawa.


Tawa Cilla membuat hati Gema jadi menghangat. Gema sadar bahwa Cilla telah mengalihkan dunia nya.


Gadis yang ia tolong saat pertama bertemu, gadis yang ia tolong juga saat Nicko mengganggu nya, dan gadis yang berhasil membuat hati nya merasakan hal yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.


"PEPET BOS JANGAN KASIH KENDOR" teriak Kavin saat melihat Gema yang sedang memperhatikan cilla.


"DEKETIN DONG,MASA DI LIAT DARI JAUH AJA!" Ledek Kemal.


"BOS KITA MASA GA GANTLE NGELIATIN CUMA DARI JAUH" ledek Arya.


Gema yang mendengar ledekan mereka langsung memberi tatapan elang yang membunuh.


Mereka yang di tatap langsung ciut nyali.


"Hehe ampun bos, peace!" ucap Kavin sambil menunjukkan dua jari nya dengan bentuk V.


...


Cilla sedang mendengarkan cerita lucu dari Rhea membuat Cilla tertawa. Sampai tidak sadar jika ada yang melihat takjub tawa Cilla yang cantik.


Ketika Cilla sedang tertawa "Cill, Gema ngeliatin lo dari rooftop noh!" Ucap Rhea sambil menyenggol lengan Cilla.


Cilla langsung mendongak ke atas,dan benar saja di sana Gema sedang memperhatikan nya.


Cilla dan Gema melakukan kontak mata, Cilla yang sadar jika jantung nya tiba-tiba aneh langsung memutuskan kontak matanya.


"Ya ampun jantung Cilla gakuat kalo di liatin Gema kaya gitu" batin Cilla.


"Udah kali Cill,gainget ada gue?" Goda Rhea yang melihat Cilla sedang malu.


"Ih apa sih Rhea" ucap Cilla.


....


Ketika sedang memperhatikan Cilla dari atas, tiba-tiba Cilla mendongak kepala nya ke arah rooftop.


Pandangan gema dan cilla bertemu. Gema menatap Cilla datar dan Cilla menatap Gema teduh.


Gema nyaman dengan tatapan teduh Cilla yang membuat hatinya hangat, iya hatinya hangat tapi jantung Gema seakan sedang maraton.


Beberapa detik melakukan kontak mata, Cilla yang akhirnya memutuskan kontak mata nya duluan.


"I have crush on you, Pricilla Ananda Putri." Batin Gema.


...


Sekolah telah bubar,jam menunjukkan pukul 2.15 siang. Banyak anak SMA PRAMITA yang berlalu lalang meninggalkan sekolah nya untuk pulang kerumahnya atau nongkrong.


Berbeda dengan Cilla, gadis itu masih menunggu sopir nya menjemput. Ayah Cilla menyediakan sopir untuk antar dan jemput Cilla,karena ayahnya takut telat jemput katanya.


Ketika cilla sedang menunggu, motor sport berwarna hitam berhenti di depan Cilla.


Cilla memperhatikan siapa yang menaiki motor sport dan kenapa ia berhenti.


Cowok itu membuka helm full face nya,turun dari motor dan menghampiri Cilla.


Cilla langsung membulatkan matanya ketika ia tau siapa yang mempunyai motor sport tersebut.


Nicko?!


"Hai? Kita ketemu lagi ya? Ayo gue anterin lo pulang." Kata Nicko sambil mendekat ke Cilla.


Cilla yang melihat Nicko semakin mendekat kearahnya,gadis itu mencoba mundur untuk menghindari Nicko.


"Jangan deket deket!" Ucap Cilla dengan nada takut nya.


Melihat Cilla semakin takut, Nicko malah sengaja lebih mendekatkan diri nya.


Punggung Cilla sudah mentok di dinding halte. Ia bingung harus bagaimana,Cilla hanya berharap ada yang menolong nya.


"Ayo gue anter cantik, lo gaperlu takut" ucap Nicko sambil memegang dagu Cilla.


Cilla membuang mukanya ke kanan saat Nicko memegang dagunya.


"Jangan pegang pegang! Cilla takut!" Ucap Cilla ketakutan.


"Oh jadi nama lo Cilla? Ayo Cilla ikut gue kita seneng seneng haha" Nicko dengan tawa hambar nya.


Cilla ketakutan saat Nicko membelai rambutnya dan mengusap pipi nya.


"Tolong jangan lakuin ini, Cilla mohon!" Ucap Cilla dengan suara yang bergetar karna Cilla menangis.


"Gue cuma mau nyicip lo sedikit kok,nanti lo pasti suka" kata Nicko sambil memegang tengkuk kepala Cilla.


Nicko semakin mendekatkan mukanya ke muka Cilla.


Cilla semakin takut,ia berharap ada seseorang menolong nya, ia berdoa dan menutup matanya.


Bugh.


Cowok itu menghampiri Cilla membawa Cilla ke belakang badannya.


Nicko berdiri sambil memegangi perutnya yang sakit terkena tendangan.


Cowok itu menghampiri Nicko dan memukul tubuh Nicko membabi-buta.


Bugh.


Bugh.


Bugh.


"LO APA APAAN *******?! JANGAN PERNAH NYENTUH DIA!" teriak Gema di depan muka Nicko sambil terus menghajar Nicko.


Iya,dia Gema. Lagi dan lagi ia menolong Cilla.


"Gue cuma mau main sama dia" ucap Nicko santai.


Bugh.


Bugh.


Bugh.


Bugh.


" JANGAN HARAP LO HIDUP KALO LO NYENTUH DIA SEUJUNG KUKU! ANJING!" Teriak Gema yang sudah emosi sampai ubun-ubun.


Cilla yang melihat Gema yang sedang memukuli Nicko dengan brutal ia mendekati Gema.


Gema yang merasa tangannya di tahan oleh seseorang langsung berhenti dan melihat siapa yang menghalanginya.


"Udah Gema, jangan di lanjutin. Cilla takut" ucap Cilla sambil memegang tangan Gema.


Gema yang melihat Cilla ketakutan langsung berhenti dan membawa Cilla pergi dari situ.


Gema menarik Cilla balik ke sekolah dan membawa Cilla ke rooftop.


Sesampainya mereka di sana. Gema menduduki Cilla di sofa usang yang ada di sana.


"Lo tunggu sebentar,gue beli minum" ucap Gema sambil melangkah pergi.


Cilla masih menangis ketakutan.


Gema kembali membawa sebotol air mineral,membuka tutupnya dan memberikannya kepada Cilla.


"Lo minum dulu" ucap gema sambil menyodorkan air.


Cilla menerima air itu dan meminumnya.


"Makasih Gema." Ucap cilla setelah minum


"Gausa makasi,air cuma 2000an" jawab Gema.


"Bukan itu,Cilla mau bilang makasih sama kamu, kamu udah nolongin Cilla lagi. Pasti kamu bosen ya udah nolongin Cilla berkali kali." Ucap Cilla sambil menunduk.


Gema yang melihat Cilla menunduk, mengangkat dagu Cilla, ia jongkok di depan Cilla.


"Gausa bilang makasih,itu udah tugas manusia saling tolong menolong kan?"


"Tapi lagi lagi kamu yang nolongin Cilla" ucap Cilla yang memberanikan diri menatap manik coklat muda dari cowok tersebut.


"Gue cuma ngelakuin apa yang harus gue lakuin" kata Gema.


"Makasih Gema makasih" ucap Cilla.


"Udah gue bilang, jangan bilang makasih sama gue."


Hening. Mereka berdua masih di posisi yang sama. Cilla di sofa,dan gema masih setia berjongkok di depan cilla.


Pandangan mereka masih bertemu. Sampai akhirnya suara telpon memutuskan pandangan mereka berdua.


Suara dari handphone Cilla.


"Hallo mang?"


"..."


"Iya, tunggu sebentar, Cilla kedepan"


"..."


Cilla menutup telponnya. Yang menelpon Cilla adalah sopir nya.


"Gema, Cilla pulang dulu ya. Mang Udin udah di depan" ucap cilla.


"Ayo gue anter ke depan" kata gema sambil berdiri.


"Yauda ayo"


Mereka berdua turun dari rooftop. Berjalan beriringan dengan perasaan aneh dan canggung.


Mereka berdua sudah ada di depan halte.


"Gema, makasih udah nolongin Cilla. Kamu hati-hati ya pulang nya. Aku duluan!" Ucap Cilla sambil memasuki mobil.


"Iya" jawab Gema singkat.


Sepeninggalan Cilla, Gema masih memperhatikan mobil Cilla.


Gema tersenyumlah. "Gue bakal selalu lindungin lo." Ucap Gema dalam hati.