PRICILLA

PRICILLA
THIRTY FIVE



Pulang lah,hati ku mulai berubah.


-Gema


-


-


-


-


-


2 tahun kemudian...


Waktu terus berjalan, detik berganti menit,menit berganti jam,jam  berganti hari, hari berganti Minggu,minggu berganti bulan,bulan berganti  tahun.  Dan sekarang sudah tahun ke dua kekasih Gema tak ada kabar.


Gema, sekarang sudah lulus dari sekolah SMA PRAMITA. Sudah hampir dua tahun lebih gadisnya tak kunjung ada kabar, selama satu tahun ini Gema berusaha mencari dan melacak dimana Cilla,namun nihil. Semua teman teman Gema pun membantu Gema,karna bagaimanapun Cilla sudah dari bagian dari mereka.


Sekarang Gema melanjutkan pendidikan dan masuk ke fakultas arsitektur di salah satu universitas di Bandung. Teman teman Gema pun sama, melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, Arya dan kemal satu fakultas dengan Gema, Delon mengambil jurusan ekonomi, Kavin mengambil jurusan hukum dan Rhea di jurusan sastra. Mereka masih sering hang out untuk mencari informasi tentang Cilla.


Semenjak di tinggalkan oleh Cilla,sifat dingin Gema keluar lagi,tak banyak bicara,lebih banyak diam,jarang tertawa,bahkan Gema menjadi introvert.  Teman temannya sudah berusaha membuat Gema kembali hangat lagi,tapi semua tidak bisa di ubah dari Gema kecuali Cilla.


Mengunjungi rumah Cilla, menanyakan kepada tetangganya, menanyakan ke seluruh rumah sakit,ketempat yang sering di datangi cilla,itu semua sudah Gema lakukan. Tapi hasilnya sama saja, Gema tak mendapat jawaban.


Gema tak hanya menjalani kuliah saja,tapi ia juga menjadi direktur utama di kantor papi nya, membantu papi nya. Dengan kecerdasannya Gema bahkan sudah ingin wisuda kedua nya.


Tak sedikit pun para wanita di kampus Gema mengejar ngejar Gema, dari senior sampai junior. Mereka semua mendekati Gema dengan caranya sendiri. Ada yang menembak Gema secara terang-terangan dan pastinya di tolak mentah-mentah oleh Gema. Ada yang memberi bunga,coklat dan bahkan banyak dari mereka yang memberi Gema bekal dan pasti nya juga bekalnya tak Gema makan, yang memakan bekalnya yaitu teman temannya Gema.


Tapi ada salah satu junior yang dekat dengan Gema,bahkan Gema tak risih. Junior itu selalu mengobrol dengan Gema di kampus,kadang makan bersama di kantin,bahkan Gema banyak bercerita tentang keluh kesah nya. Entah apa yang ada di perasaan Gema.


"Woiii Gem!" Panggil Delon


Merasa terpanggil, Gema menoleh "apa?" Jawab Gema.


"Ayo kumpul,yang lain udah pada di cafe depan kampus" ucap Delon


"Gue gabisa, gue mau anter Clara pulang, bentar lagi dia selesai kelas" jawab Gema


"Lo ko sama dia? lo masih inget buat nepatin janji Cilla kan buat nunggu dia?" Tanya Delon serius


"Ck,iya lah inget. Lagian juga gue cuma nganterin doang bukan macarin!" Jawab Gema


"Lo itu udah hampir kaya pacaran sama dia. Kadang ngobrol,kadang juga makan bareng dan kemaren lo baru aja nonton kan sama dia?"


"Gue cuma nemenin doang,dia gaada temen buat di ajak nonton."


"Inget gem jangan sampe lo jatuh hati sama dia. Gue gak yakin kalo dia itu baik!"


"So tau,dah ah gue ke kelas dua dulu. Dia udah ngechat gue." Ucap Gema sambil memasukkan handphone nya ke saku celana, "salam buat yang lain. Next time gue ikut kumpul" kata Gema sambil menepuk pundak Delon dan langsung meninggalkan Delon sendiri.


"Gue harap hati lo masih sepenuhnya buat Cilla Gem." Gumam Delon sambil melihat Gema yang makin lama makin menghilang.


...


"Udah?" Tanya Gema kepada Clara. Iya sekarang Gema sudah berada tepat di depan kelas Clara. Dengan tujuan mengantarkan Clara pulang


"Udah yuk" jawab Clara yang di angguki oleh Gema


Mereka berjalan beriringan. Banyak pasang mata yang melihat dua manusia berbeda gender berjalan beriringan dengan di selingi candaan. Bahkan Gema tersenyum sesekali dan itu membuat yang lain iri dengan Clara. Hanya dengan Clara Gema tertawa jika berada di kampus.


Sudah berada di parkiran,dan sekarang gema sedang membukakan pintu mobil untuk Clara. Clara yang di perlakukan seperti itu pun senang.


"Makasih" ucap Clara, Gema hanya membalas dengan senyuman. Dan langsung memasuki mobilnya. Tak lama mobil yang di kendarai Gema berjalan.


Di tengah perjalanan yang hening,Clara membuka suara.


"Mm,, Gem boleh mampir di toko ice cream bentar ga?" Tanya Clara


Gema yang sedang menyetir pun menoleh, "mau beli ice cream?" Boleh aja kok" jawab Gema


"Makasi gema" ucap Clara dengan senang.


"Sama sama"


Sesampainya di kedai ice cream di pinggir jalan Gema memberhentikan mobilnya. Dua insan tadi keluar bersama. Memasuki kedai ice cream, menempati meja di ujung dekat dengan jendela yang mengarah ke jalan.


"Mba!" Panggil Gema, pelayan ice cream pun langsung menghampiri Gema.


"Ada yang perlu saya bantu?" Tanya pelayan


"Saya pesan ice cream coklat satu. Clara lo mau ice cream rasa apa?" Tanya Gema


"Aku rasa vanilla ya mba" ucap Clara.


"Ada lagi?" Tanya pelayan. "Gak mba,itu aja ya!" Jawab Clara. "Baik saya ulangi, ice cream coklat satu dan vanilla satu. Betul?" Tanya pelayan memastikan. "Iya mba" jawab Clara.


"Tunggu sebentar ya mas mba" ucap pelayan tadi.


"Gimana sama pacar kamu gem,apa udah ada kabar?" Tanya Clara


"Belum,gue masih berusaha buat nyari dia" jawab Gema


"Jangan kelamaan menunggu. Kita gabakal tau gimana perasaan yang kita tunggu. Ibaratnya gini kita nunggu dia padahal dia sendiri ga peduli sama yang menunggu bahkan mungkin dia udah berpaling ke hati yang lain" ucap Clara


Gema terdiam saat kata kata yang Clara lontarkan barusan. Gema semakin berfikir, apa Cilla akan menepati janjinya? Apa Cilla masih dengan perasaan yang sama? Dan apa Cilla masih ada di dunia ini?, Batin Gema bertanya.


"Permisi mas,mba ini ice cream nya" ucap sang pelayan.


"Makasih mba"


Mereka berdua menikmati ice cream nya. Walaupun perasaan Gema masih bimbang.


Setelah menikmati ice cream Gema langsung mengantarkan Clara pulang sampai rumah. Sekarang Gema berada di kamarnya, menatapi bingkai foto yang terdapat Cilla dan dirinya.


"Apa bener kamu masih nunggu aku cill?" Tanya Gema pada foto Cilla


"Apa kamu masih cinta sama aku?"


"Apa kamu masih berjuang buat sembuh dan kembali ke aku?"


"Apa kamu masih hidup cill?" Tanya Gema kepada foto Cilla lebih tepatnya Gema berbicara kepada dirinya sendiri.


...


Di cafe depan kampus yang ramai,dan salah satu yang meramaikan cafe itu adalah teman teman Gema di tambah dengan Rhea.


Sekedar berkumpul untuk melepas lelah dari pelajaran. Dan mempererat tali silaturahmi.


"Delon mana sih lama banget tinggal nyebrang terus nyamper Gema juga" dumel Arya


"Ya sabar atuh Aceng, emang nya dia jin yang langsung nyampe?" Kata Kavin


"Orang yang ga sabar badannya lebar!" Celetuk kemal


"***** lo,liat nih otot gue,udah kaya manurios kan?" Ucap Arya sombong


"Ck, itu bukan otot tapi lemak!" Celetuk kemal


"Lo bisa pada diem gak?!" Sinis Rhea.


"Hehehe maap atuh rhe. Lagian kita tuh bosen. Kangen Cilla" ucap Arya


"Wah,kalo Gema denger kuping lo di jual sama dia tau rasa!" Kata Kavin


"Gapapa asalkan ketemu neng Cilla" jawab Arya


"Dasar fakboi!" Kata kemal


Baru saja Arya ingin ngoceh lagi,tapi ia melihat sosok Delon dari pintu masuk


"Tuh Delon,eh tapi dia sendiri" kata Arya


Delon langsung duduk di kursi sebelah Rhea,karna kursi itu kosong.


"Mana Gema nya lon?" Tanya Rhea


"Gabisa kumpul dia,nganter Clara balik" jawab Delon


"Ko gitu? Mereka pacaran" tanya Rhea


"Gatau, dia cuma bilang mau anter balik tuh si Clara"


"Wah Gema fakboi juga ya,ceweknya lagi berjuang lawan sakitnya tapi dia malah enak nganter cewe balik" celetuk arya


"Fakboi teriak fakboi" sinis Kavin


"Sialan!" Umpat Arya.


"Terus Cilla gimana kalo dia sampe tau?" Tanya Rhea


"Eh bentar, tadi nama cewenya Clara?" Tanya kavin yang di angguki delon


"Dia junior gue pas SMP tuh,dulu rumah dia juga samping rumah gue,dia luarnya polos cantik sih, tapi sebenernya dia nakal" ucap Kavin


"Demi apa lo?" Tanya kemal


"Serius gue. Dia pindah rumah pas masuk SMA gue gatau deh kabar dia lagi. ***** tuh cewe masih SMP tapi pacar nya beda beda pas dia di anter pulang" kata Kavin


"Berarti Clara gabaik buat Gema?" Tanya Rhea


"Hooh, jadi jangan sampe Gema suka sama tuh cewek"


"Kita bakal cari cara buat jauhin mereka" ucap Delon.


...