
Hujan yang tak juga redah membuat Kanaya berdiri di antara puluhan orang di bawah halte untuk menunggu angkutan umum seperti biasanya.
seketika Kanaya melihat motor yang sama percis di tumpangi Kenzo memarkir di depan halte. dan yang benar saja pria yang berbalut jas hujan itu adalah Kenzo.
Kenzo pun turun menghampiri Kanaya.
"Kak, ayo kita pulang"
"Ken, kok kamu jemput kakak!"
"Kenapa, apakah salah jika aku jemput kakak"
"Iya jelas, kan harusnya jam segini harusnya kamu belum pulang sekolah"
"Hari ini aku pulang cepat kak Makanya aku sempatkan diri untuk jemput kakak"
"Tapi ini kan lagi hujan deras kakak nanti bisa baik bus saja"
"Kan aku pakai jas hujan kak, kalau gitu Ayo pulang sekarang mumpung aku bawain jas hujan kesayangan kakak, nih pakai dulu"
"Hujan masih sangat deras Ken, kenapa tidak tunggu dulu saja sampai berhenti"
"Yaudah kak kita tunggu sampai redah yah Kak nanti baru kita pulang"
...****************...
"Kanaya wanita itu..
Kraagg.....
Bunyi kaleng minuman sengaja di remas dengan cara yang kuat sehingga isinya keluar membasahi lantai di dalam kamarnya. penyebabnya yang tak lain yang tak bukan adalah Dirga sendiri, Dirga menyimpan dendam untuk Kanaya karena telah membuatnya malu di depan semua orang.
Tok.. Tok...Tok...
"Dir.. Dirgaa buka pintu nya sayang mama ingin bicara"
Dirga mendengus nafas kasar seraya bangkit dari tempat tidur nya untuk membuka pintu yang telah di ketuk mama.
"Kenapa ma?" Ucap Dirga Acuh dan tak bersemangat.
"Hmmm kamu minum-minuman lagi!"
"Jika mama ingin memgomel lebih baik mama balik ke kamar mama saja"
"Ah tidak tidak Dirga tenang mama tidak akan melarang mu hanya saja mama takut wanita cerewet itu akan marah jika melihat kamu seperti ini"
"Oke terus apa yang ingin mama ingin kan"
"Kamu, lebih baik mandi terus ganti baju pokoknya pilih baju yang bagus karena satu jam lagi Olivia beserta kedua orang tuanya akan datang untuk makan malam bersama di rumah kita"
"Ooh hanya itu saja,"
"Iya sekarang mama mohon sama kamu kamu mandi terus nanti ke bawah yah, dan kamu harus semangat karena sebentar lagi calon istri kamu akan segera datang"
"Yah baiklah aku akan mandi sekarang!"
"Iyaa tapi..
Braggkk....
...----------------...
Hasscimmmmm..... Hasscimmmm....
"Kenzo Kenzo kakak bilang juga apa kamu tidak perlu nekat jemput kakak hujan-hujanan sudah tau kamu kalau terkena hujan sedikit saja bisa terkena demam"
"Iya itukan dulu kak di saat aku masih SMP aku tidak tau juga Demam kembali melanda ku setelah kelas 3 SMA ini"
"Ini minum obat dulu, kakak sengaja kasih minumnya air anget biar tubuhmu jauh lebih hangat"
Kenzo maraih gelas dan obat dari kakaknya Kanaya lalu segera ia meminumnya tanpa harus banyak bicara.
"Sudah habis ini kamu tidur yah jangan kebanyakan main ponsel, besok kalau kamu masih demam kakak akan bantu kamu untuk menulis surat keterangan sakit"
"Makasih yah Kak sudah perduli sama aku"
"Hahaha Ken itulah tugas kakak untuk jagain kamu, ngerawat kamu yah seperti apa yang di katakan mendiang ibu dan ayah"
"Pokoknya Kenzo janji setelah lulus nanti aku akan cari kerja supaya bisa bantuin kakak cari uang"
"Amin semoga doa mu itu di kabulkan oleh Tuhan"
...****************...
Omma Ratna bersama Mauryn turun kebawah untuk melakukan makan malam namun saat ingin menuju ke ruang makan mereka melihat Sabrina yang sedang mengatur ketiga pelayan untuk mengatur letak menu masakan di atas meja makan.
"Mah, makanan nya banyak sekali kita semua apakah habis makan makanan sebanyak ini?"
"Sengaja Ryn karena tepatnya 25 menit lagi keluarga Olivia akan ikut makan malam bersama kita semua. hey itu ayam gorengnya letakan di sisi kanan meja sebelah sini saja"
"Baik Nyonya"
"Kenapa tidak bilang terlebih dahulu jika keluarga Olivia akan datang ke rumah ini?" Tanya Omma Ratna.
"Anggap saja ini sebuah kejutan mam, aduh hati-hati jangan sampai sayurnya tumpah.."
"Jangan terburu-buru kalau tidak ingin terlihat berantakan" Sahut Omma Ratna.
"Mam, kalau tidak ingin membantu lebih baik tunggu dulu di sofa saja aduuh ini sudah 20 Menit tapi Dirga belum juga turun kebawah"
"Ma bisakah aku makan sekarang, aku sudah lapar ingin makan karena sebentar lagi aku ingin pergi nonton sama teman-teman"
"Bersabarlah Mauryn atau bila perlu kamu tidak usah pergi nonton dulu karena makan malam ini lebih penting dari pada pergi menonton"
"Permisi nyonya Sabrina itu Non Olivia sama keluarga nya sudah ada di depan rumah" ujar salah satu pelayan di rumahanya.
"Apa! Astaga mereka rupanya telah datang dalam waktu yang cepat. eh Mauryn sekarang cepat yah kamu suruh kakak mu turun ke bawah karena keluarga Olivia telah datang"
"Ih mama sabar dong kenapa harus buru-buru sekali!"
"Mauryn jangan banyak bicara cepat kamu suruh kakak kamu kebawah karena mama akan sambut keluarga Olivia dulu"
Visual Olivia