
Germerlap cahaya lampu kristal bewarna biru dan putih menghiasi seluruh ruangan yang luasnya seperti lapangan bola, dan setiap sudut lainnya juga di hiasin bunga yang warna nya senada dengan warna lampu.
Padahal ini bukanlah pesta pernikahan melainkan ini hanyalah sebuah pesta pertunangan yang di adakan dengan sangat spesial, dan di hari ini pula pesta pertunangan antara Dirga dan Olivia akan terlaksanakan.
Terkadang apa yang di inginkan tidaklah sesuai dengan apa yang telah di harapan, dan harapan menginginkan Kanaya menjadi jodoh Dirga sirnah lah sudah karena Kanaya mengatakan sendiri jika ia tidak mau terlibat lagi dengan Dirga.
Omma berdiri mematung memandangi sepasang sejoli yang sebentar lagi akan melakukan penukaran cincin.
"Sayang sekali yah Omma kak Dirga tidak berjodoh dengan kak Kanaya padahal aku sangat berharap sekali kak Kanaya yang bertunangan dengan kak Dirga"
"Kamu cucu omma yang cantik dan tentunya juga baik pikiran kamu sesuai dengan apa yang omma pikirkan''
"Iya omma meskipun kak Olivia itu seorang dokter terkenal dan kak Kanaya hanya pekerja biasa entah kenapa aku lebih memilih kak Kanaya, lagian juga kalau di lihat-lihat lebih cantikan kak Kanaya di banding kak Olivia"
Omma Ratna menghembus nafas pelan."Pertunangan itu telah terjadi Rin jadi kita tidak bisa berbuat apa-apa"
Mauryn memandangi wajah Omma dengen wajah senyumnya lalu juga melihat kakaknya sudah saling bertukaran cincin.
"Ada kisah sepasang kekasih yang telah melakukan pertunangan namun minggu akan menikah sang pria membatalkan pernikahan mereka hanya gara-gara wanita nya selingkuh"
"Apa maksud kamu mauryn?"
"Jadi Omma tidak mengerti apa maksud ku?"
Omma mengangguk. kemudian Mauryn mulai menjelaskan apa maksud ucapannya.
"Omma kak Dirga dan Kak Olivia hanya melakukan pertunangan dan belum menikah jadi bisa di katakan mereka belum sah menjadi pasangan suami istri. yah semoga saja apa yang aku cerita kan ini menjadi kenyataan"
Omma terdiam sesaat memikirkan apa yang barusan Mauryn ucapkan tadi, dan lama-kelamaan omma pun mengerti.
...****************...
Di undang menyanyi sekali gus gitaris di pertunangan seseorang membuat Kenzo begitu senang karena ini merupakan job ketiga di dalam hidupnya setelah beberapa malam ini ia sempat menyanyi di cafe cafe mewah.
Seorang pria berjas hitam putih menyambut kedatangan Kenzo kemudian mengajaknya untuk masuk ke dalam ruangan pertunangan.
"Saya berterimakasih akhirnya kamu datang juga di pertunangan, kalau gitu ayo silakan masuk"
"Baik Pak, terimakasih"
Kenzo berjalan mengikuti langkah kaki pria paruh baya di depanya dengan mata yang melihat-lihat ke kiri dan kanan, awalnya Kenzo mengagumi kemewahan yang ada di ruangan ini namun matanya serta langkahnya terhenti di saat ia melihat sebuah foto berukuran besar dan terlihat jelas foto seorang pria yang begitu di kenalinnya.
'I-itukan pria yang waktu itu...'
"Hey, kenapa berhenti, ayo karena sebentar lagi penampilan mu akan segera di mulai"
"Maaf Pak, sepertinya saya menolak untuk menyanyi di sini!" Ucap Kenzo dengan tegas.
"Loh kenapa? padahal nanti kamu akan di bayar mahal lo."
"Hey, ada apa dengan mu. padahal tadi kamu semangat saja untuk menerima tawaran ini"
'Yah itu karena aku tidak tau jika yang bertunangan itu adalah seorang pria yang telah menyakiti serta menghina kakak ku'
"Sebelumnya saya meminta maaf yang sebesar-besarnya karena saya benar-benar menolak. kalau begitu saya permisi dulu"
Baru dia langkah Melangkah bapak itu menghentikan langkah Kenzo dengan menggapai pundak nya.
"Saya akan memberikan mu 10 juta jika kamu bersedia menyanyi di pertunangan keponakan saya ini. bagaimana apa kamu setuju"
10 juta bukankah uang yang akan di berikan itu terlampau jauh dari uang yang telah di tawarkan di awal.
"Selain gaji itu saya yakin setelah bernyanyi aura bintang mu akan mengundang para reporter untuk menjadi kan mu penyanyi terkenal sesuai apa yang kamu harapkan. bagaimana?"
"Maaf pak, saya tetap menolak!"Kenzo tetap akan pergi namun bapak tua itu selalu menghalangi dirinya agar tidak pergi.
"20 juta! tolong jangan menolak lagi!"
"Meskipun bapak memberikan saya uang 10,20,30 juta maaf saya tetap menolak nya karena ini tentang harga diri! dan dengan saya menerima uang ini itu sama saja menghancurkan harga diri saya dan juga kakak saya!"
"loh memangnya ada masalah apa?"
"Liam...!"
"Mbak Ratna..."
Omma Ratna tersenyum lembut ketika melihat ada Kenzo di sampingnya.
"Kenzo, Omma sangat apa yang ada di dalam pikiran kamu. tapi setidaknya kamu Terima saja tawaran adik omma ini"
"Maaf, omma saya tidak bisa!"
"Bagaimana pun kamu masih bisa bernyanyi di sini tanpa di lihat oleh Dirga"
"Apa maksud Omma?"
"Ambil ini"
"Topeng?"
"Iya dengan kamu bernyanyi menggunakan topeng ini maka Dirga tidak akan tau yang bernyanyi itu adalah kamu, kamu Terima saja tawaran ini yah. Ken meskipun kamu terlihat masih marah dengan Dirga tapi Omma mohon kepada mu terimalah tawaran ini"
"Tapi omma...
" Kamu cukup yakin saja yah, ini pakailah omma yakin setelah kamu bernyanyi nama mu pasti akan bersinar sesuai dengan apa yang telah Liam katakan tadi"
"Hm, baiklah Omma saya mau menerima nya"