
"Seorang mertua nekat membunuh menantunya di karena kan perebutan harta setelah pembunuhan itu terjadi sang ibu mertua masuk penjara dan menjadi gila bahkan anaknya menikah lagi dengan wanita lain"
"Baru kali ini aku melihat ada seseorang yang membaca koran di siang hari" Timpal Kanaya setelah baru saja ia meletakan dua mangkok berisi mie ayam ke atas meja.
"Nay, coba deh kamu baca berita yang ada di koran ini. miris sekali yah zaman sekarang ada saja mertua yang tidak menyukai menantunya"
Koran yang di pegang Aca kini berpindah ke tangan Kanaya. "Ca, apa kau tidak tau berita ini adalah berita di tahun 2020 yang lalu"
"Ha! masak sih Nay" Aca yang tak percaya kembali mengambil koran yang pegang Kanaya."Wah benar, bearti bapak itu telah membohongi ku!"
"Sudahlah ayo makan sebelum mie ayam ini mengembang"
"Tapi Nay jika ingin mengambil kesimpulan kira-kira mertua seperti apa yang ingin kau inginkan"
"Mungkin saja kebanyakan mertua memang seperti itu sombong! sok paling kaya sejagat raya, suka menghina orang yang tak punya. bahkan rasanya aku tidak ingin memiliki mertua.
Aca memutar bola matanya di tambah ekpresi mulut yang terbuka lebar. " Nay!apa kau gila. Kau tidak ingin mempunyai mertua bearti kau tidak ingin menikah."
"Yah di perkirakan begitu Ca, sudahlah Ca aku begitu malas membahas tentang yang namanya mertua!" Ucap Kanaya tegas sembari memasukkan sesuap mie ayam ke dalam mulutnya.
"Hmm Nay, apa ini ada hubungannya dengan mamanya Dirga?"Tanya Aca dengan hati-hati.
"Ca, aku lapar kalau kita membahas hal yang tidak penting nanti yang ada jam istirahat kita habis dan pak nino akan marah jika kita telat masuk"
"Oke oke kita makan sekarang yah"
...----------------...
Sebuket bunga mawar telah Mauryn siapkan terkhusus untuk di berikan kepada Kenzo yang tengah bermain gitar sembari bernyanyi di sebuah cafe, Mauryn tersenyum ia duduk sendirian sembari menikmati segelas jus melon.
Kedua sorot matanya tak pernah berhenti memperhatikan Kenzo yang sibuk bernyanyi tanpa memperhatikannya padahal saat ini kursinya sudah paling depan.
"Hay cantik, sendirian aja nih" Ucap seseorang dari dua orang pria yang berdiri di sampingnya.
"Siapa kalian?" Ucap Mauryn sewot seolah terganggu oleh dua orang asing ini.
"Tidak perlu takut, kita ini hanyalah seorang pria baik yang bersedia menemani kamu yang duduk sendirian"
"hahaha jangan berbohong!"
"Aku tidak berbohong Aku berkata serius!"
"Lalu jika itu pacar kamu tidak mungkin kan dia hanya berdiam diri di sana dan tidak menghampiri mu padahal kamu pacar nya"
"Kalian itu siapa! Aku bahkan tidak mengenal kalian! sudahlah mending kalian pergi dan jangan ganggu aku!"
Suara nyaring Mauryn mampu membuat Kenzo menoleh kan kepala kearahnya, sehingga mau tidak mau ia menghampiri Mauryn.
"Lihatlah pacar ku datang kemari" Sahut Mauryn yang melihat Kenzo berjalan ke arah nya.
"Maur..." Belum selesai Kenzo berbicara akan tetapi Mauryn mencegahnya untuk bicara.
"Sayang....akhirnya kamu sudah selesai juga" ucap Mauryn yang sengaja merangkul tangan Kenzo supaya dua orang ini percaya jika Kenzo adalah pacar nya.
"Lep..."
Mauryn lagi-lagi mencega Kenzo untuk bicara dan ia pun kini mendekatkan mulutnya di telinga Kenzo.
"Husstt, untuk kali ini saja bantu lah aku. mereka dua orang yang menyebalkan Ken dan aku juga ingin kamu mengiyakan soal nya aku mengatakan pada mereka jika kamu pacar aku"
Kenzo mendengus nafas panjang memang sedari tadi saat ia bernyanyi ia memang memperhatikan bagaimana Mauryn di ganggu oleh dua orang ini, tapi mengapa harus mengaku sebagai pacar.
"Aku dan wanita ini tidak ada hubungan apapun jadi kalian berhak ingin mendekati nya!Lepaskan aku!"
Mauryn tak menyangkah jika jawaban Kenzo seperti itu, sama sekali tidak mengiyakan permintaannya. malahan Kenzo pergi meninggalkannya begitu saja.
"Wkwkw tuh kan. kamu ini cantik-cantik apa tidak malu mengakui seseorang sebagai pacar kamu hahaha kalau aku sih pasti malu"
"Iya, sudahlah kalau kamu tidak punya pacar mending kamu jadi pacar aku mau gak?"
"Ih kalian ini mengganggu saja!"Mauryn pergi meninggalkan keduanya ia berlari cepat untuk mencari Kenzo.