Our Next Love

Our Next Love
Musim Cemburu



Kanaya tersenyum tipis ketika mendapatkan sakantong oleh-oleh kue coklat pemberian dari Kak Jona. “Coklat yang manis tentunya juga akan membuat kehidupan mu jauh lebih manis Nay’’Puji Jonathan setelah memberikan oleh-olehnya kepada Kanaya.


”Kamu bisa saja kak kalau memuji padahal aku tak semanis yang kamu kira”


“Iya kamu tidak manis Nay, tapi kamu cantik, benar-benar sangat cantik’’


Deg!


Kanaya tersipu malu mendengar pujian Jonathan bahkan ia merasakan ribuan bunga beterbangan di depannya.


“lihatlah wajahmu bersemu seperti warna merah bunga mawar”, Ucap Jonathan meledek Kanaya.


Kanaya dengan cepat tersadar sehingga ia memukul bahu Jonathan dengan tangannya. “Mungkin jika kakak menjadi seperti seorang perempuan pasti kakak akan merasakan sendiri bagaimana reaksi para wanita di puji seperti itu oleh seorang pria”


“Dan kata orang juga jika wanita yang di puji oleh seorang pria dan wajahnya memerah itu tandanya wanita itu sukaa, atau jangan-jangan...”Jonathan menggantung kalimatnya.


”ih kak jangan berpikiran yang macam-macam yah!”, Lagi-lagi Kanaya memukul lengan Jonathan di lengannya.


“Nay, kok kamu sekarang jahat yah. emangnya kakak salah apa sama kamu pakek pukul segala sakit tau”, ucap Jonathan sembari mengelus-elus lengannya bekas pukulan Kanaya, padahal sebenarnya Jonathan hanya berpura-pura kesakitan saja.


“Ha serius? padahal aku tadi mulutnya pelan kok...”


Di balik seriusnya bercandaan Kanaya dan Jonathan bahkan di ujung sana Dirga tenga berdiri kemudian memperhatikan mereka dari kejauhan.


“Apa pria itu kekasihnya sehingga mereka terlihat begitu akrab, tapi wajar saja karena pria itu kaya jadi wajar dia menjadi incaran wanita itu”, Sebenarnya kedatangan Dirga ke rumah Kanaya adalah suruhan ommanya sendiri yang memintanya untuk menemani Kanaya untuk pergi ke dokter kandungan tapi pada saat ingin memasukkan mobil di depan halaman Kanaya ternyata mobil milik orang lain sedang memarkir di sana jadi mau tidak mau Dirga memarkirkan mobilnya di tempat lain namun ternyata itu adalah mobil seorang pria yang waktu itu terlibat dengan Kanaya.


Jonathan hanya memandangi layar ponselnya lama sedangkan Kanaya juga melirik nama yang tertera di sana.


“Angkat saja kak, siapa tau penting”


“Yaudah tidak apa-apa kan?”


“Yah tentu saja, siapa tau itu memang penting”Tambah Kanaya lagi, padahal di balik teduh hatinya Kanaya menyimpan rasa kecewa lontaran mengetahui nama Vania di layar ponsel Jonathan.


10 menit setelah menerima telpon Jonathan pun pamit undur diri karena suatu hal yang mendesak. Rasanya Kanaya ingin bertanya siapa wanita yang barusan menelpon kak Jonathan tapi ia takut Jonathan akan berpikiran yang macam-macam.


“Nay aku pamit yah soalnya ada seseorang yang tenga menunggu ku di butik”


“Hmm yaudah kak, tapi aku sekali lagi makasih yah atas coklat yang kakak beri untuk aku”


“Iya sama-sama Kanaya, yaudah aku pulang dulu yah jaga diri kamu baik-baik”, Jonathan tersenyum bahkan sebelum kembali masuk ke dalam mobil pria itu mengelus-elus pucuk kepala Kanaya. hal ini lah yang semakin membuat wajah Kanaya bersemu kembali.


‘Astaga apa hari ini ada musim cemburu, padahal aku benci rasa cemburu ini’


...****************...


Dirga menundukkan kepala sedikit ketika mobil Jonathan melewati mobilnya. rasanya jika ketahuan bersembunyi seperti ini jadinya akan lebih terasa memalukan.


Setelah kondisi di rasa aman maka Dirga pun kembali memajukan mobilnya menuju karangan halaman Kanaya.