Our Next Love

Our Next Love
Menyelidiki Kasus Di Club



Jika bukan karena paksaan Aca maka Kanaya tak akan sudi lagi untuk menginjakkan kaki di club yang telah membuat nya terjebak se* satu malam dengan Dirga. Bukan hanya itu saja selain itu Aca juga ingin membantu Kanaya mengusut tuntas mengapa dirinya bisa terjebak dengan mantannya dan tersangkah utama adalah Sisil seorang teman yang memiliki pekerjaan yang sama dengan sisil waktu itu.


"Ca, berjanji lah untuk tidak menyentuh Minuman-minunan beralkohol ini"Ucap Kanaya memperingati Aca saat mereka telah memasuki Area club.


" Oke Nay, kamu tenang saja lagian aku belum pernah minum alkohol seperti ini apa lagi masuk ke dalam club"


"Apa! jadi ini hari pertama mu?"


Aca menganggukan kepala pertanda jika ia tidak lah berbohong."Ayo kita cari di mana teman mu itu"Ajak Aca yang mulai mendahului Kanaya.


"Ca, apa kamu tau di mana teman ku sisil berada?"


"Entahlah aku tidak tau!"


"Hooh kamu ini! yasudah ikut aku!"


Ada beragam macam kebebasan saat seseorang melakukan hal sesuka mereka termaksud bercumbu dan saling merabah di tempat terbuka, bahkan Aca yang tak pernah masuk ke dalam club berdigik ngeri melihat siasi seperti ini.


"Serem yah di sini, lebih serem dari film horror yang pernah aku tonton" Cibir Aca sembari memperat rangkulan tangannya di tangan Kanaya.


"Kamu sih maksa ngajak aku ke sini!"Omel Kanaya sembari melewati orang-orang yang berusaha menempelkan tubuh pada dirinya dan Aca.


Kemudian tibalah mereka di ruangan club yang lampunya tidak seterang dengan lampu yang ada di depan. Di sana ada wanita berdress sexy yang tenga duduk di pangkuan seorang pria yang usianya terpaut jauh dari wanita itu.


"Sisil.."Panggil Kanaya saat mengetahui wanita itu adalah Sisil.


" Loh Kanaya! kamu Kanaya kan?"


"Sil aku ingin ngomong penting sama kamu!" Tanya Kanaya to the point.


"Kamu ini langsung to the point saja, kamu kemana saja berhenti bekerja tapi tidak ngomong-ngomong pada ku"


"Ada suatu pristiwa yang membuat aku berhenti dari pekerjaan ini"


"Apa?" Tanya Sisil.


"Nay, aku kebelet nih kamu tau gak toilet nya ada di mana?"Kata Aca tiba-tiba.


"Kamu mau ke toilet, apa mau aku temanin"


"Tidak usah Nay, aku cuma sebentar kok"


"Oh oke. kamu lurus dari sini nanti belok kiri di situ kamu akan menemukan toilet"


"Baiklah Nay, pokoknya kamu tetap tunggu di sini yah jangan ke mana-mana" Usai mengatakan itu Aca buru-buru berlari menuju toilet kini Kanaya kembali melanjutkan obrolan nya dengan Sisil.


"Sil! tentang kamar yang kau suruh aku menginap waktu itu apa kau sengaja menyuruh seseorang untuk tidur bersama ku" Ucap Kanaya dengan hati-hati.


"Nay! apa yang kamu bicarakan ini Nay! jadi maksud mu kau menuduh ku menjebak mu!"


"Maaf yah Sil, kamu jangan marah"


"Nay, aku tidak marah hanya saja aku tidak menyangkah kamu menuduh ku seperti itu. dan asal kamu tau yah Nay, kamar itu benar-benar kosong, tidak ada seorang pria, apa lagi..


"Ada apa ini sayang?"Tanya pria paruh baya itu merangkul Sisil.


"Tidak apa-apa om hanya saja terjadi kesalah pahaman di antara kami berdua"


"Sil, apa ini pacar kamu yang waktu itu kamu cerita kan?"


Di dalam hati Kanaya berdigik ngerih dengan pacar baru Sisil ini, rambutnya yang berubah sudah membuktikan jika beliau sudah tua.


Aca merasa legah karena buang air kecil sehingga ia pun kini berjalan menuju tempat sebelumnya, namun saat di pertengahan jalan tak sengaja Aca menabrak seseorang pria yang tenga mabuk.


"Maaf Pak saya tidak sengaja" Ucap Aca sembari menjauh pada pria yang tenga memegang botol minuman di kedua tangan nya.


"Hey, cantik! tidak usah buru-buru. bagaimana jika aku membayar jasa mu untuk malam ini hehehe"


Aca merasa terganggu karena pria itu memegang lengannya untuk menahannya.


"Pak! tolong jangan sopan santun anda yah! anda pikir saya ini wanita apa!"Hardik Aca pada pria itu.


pria itu tertawa terbahak-bahak sembari Mengibas-ngibaskan tangannya ke udara.


"Rata-rata semua wanita di sini tidak ada yang sopan! semua sama nakal dan liarnya, haha tapi wanita secantik kamu boleh lah saya sewa dengan biaya yang mahal untuk malam ini"


Amarah Aca semakin membara saat pria tidak sopan ini mencolek dagunya sehingga mau tidak mau Aca menampar wajahnya.


"Arrrggghhh...berani sekali wanita rendahan seperti kamu menampar ku! lihat akan ku balas kamu.."


Di saat pria itu menyiapkan ancang-ancang untuk menampar Aca dan seketika pria itu merasakan jika tangannya berhenti di atas udara seperti ada seseorang yang telah menghalangi nya.


"Saya sudah sering melihat kamu membuat keonaran di club ini, dan kali ini sudah untuk yang ketiga kalinya!"


Aca membuka tangan yang menutupi kedua matanya dan melihat ternyata pria pemabuk ini tak jadi memukul diri nya.


"G-Galang r-rupanya kamu..!" Ucap pria itu dengan Nada takut.


"Loh kamu pria yang waktu itu kan?" Sahut Aca yang melihat pria yang sama yang waktu itu.


Galang tak menjawab, melainkan Galang kembali membari himbauan kepada pria pemabuk itu untuk tidak membuat onar lagi.


"Pergi sekarang! atau kau akan habis di tangan ku sekarang!"


"I-iya Galang! s-saya akan pergi sekarang!"


Aca merasa legah karena melihat pria tadi telah lenyap dari pandangan nya, dan dari pada di tinggal bersama pria yang bernama Galang ini lebih baik ia kembali untuk menemui Kanaya.


"Sudah kabur sahabis menabrak mobil saya, tarus sudah di bantu dari pria pemabuk itu apa kau ingin tetap melarikan diri dan tanpa mengucapkan terimakasih!"


"Saya berterimakasih untuk ini" Sahut Aca menunggungi Galang.


"Rupanya saya juga tidak menyangkah wanita seperti dirimu juga senang datang ke club seperti ini"


Aca berdecih, kali ini ia sudah membalikkan tubuh nya menghadapi Galang.


"Dengar saya datang kemari bersama sahabat saya karena suatu tujuan yang penting bukan seumpama seperti yang kau maksud!"


"Tentang kerusakan mobil itu saya akan mempertimbangkan mu untuk membayarnya"


"Jangan bohong! kata Om Jaya kerusakan mobil mu hanya memakan 20 juta saja dan bukan 150 juta seperti yang kau maksud!"


Galang membulat kan mata, bagaimana wanita ini tau tentang Om Jaya pemilik bengkel langganan keluarga nya.


"Galang! rupanya kamu di sini setelah aku cari kemana-mana..wow Galang siapa wanita cantik ini. apa dia pacar mu?" Sahut Bima yang baru saja datang."Hey pacar baru Galang, siapa nama mu"


Dari pada menjawab hal yang tidak penting ini pada akhirnya Aca membalikkan tubuhnya untuk mencari Kanaya kembali.