Our Next Love

Our Next Love
Adik Bagaikan Seorang Ayah



"Nay, makasih yah untuk dua hari kemarin, makasih karena kamu udah mau nemenin aku seharian, dan makasih juga berkat kamu akhirnya aku bisa tau dunia club itu seperti apa, tapi husstt tentang kita datang ke club aku harap kamu jangan bilang yang macam-macam yah sama orang tua aku"


"Ca kita ini bersahabat sudah lama, jadi mana mungkin aku membongkar rahasia mu yah tanpa terkecuali jika kamu yang meminta hehehe"


"Heeh, mana ada itu tidak mungkin!" Sahut Aca seraya menepuk lengan Kanaya dengan Kanaya. "Yasudah aku mau pulang dulu. Kamu masuk lah pasti Kenzo sangat merindukan mu hahaha"


"Tapi sepertinya dia tidak ada di rumah, karena jika dia ada di rumah dia pasti akan membuka pintu terlebih dahulu untuk menyambut kedatangan kakaknya" Timpal Kanaya seraya mengibaskan rambutnya kebelakang.


"ck ck mengajak mu mengobrol terus lama-lama aku lupa harus pulang secepatnya kerumah, yasudah Nay aku pulang dulu yah"


"Iya Ca, hati-hati yah jangan sampai kamu nabrak pria itu lagi hahaha"


"Hmm yah aku berharap pria sepertinya tidak bertemu dengan ku lagi" Sahut Aca sebelum pada akhirnya tubuhnya masuk ke dalam mobilnya.


**************


Dirga bersama Danu berjalan beriringan dari lobi menuju ruangannya namun langkah Dirga terhenti di saat ia tak sengaja melihat sesuatu yang membuat nya begitu jijik. tanpa berpikir panjang ia mengambil sapu tangan yang ada di saku celana.


"Lihat berapa lama meja ini tidak di bersihkan!" Hardik Dirga dengan menunjukkan hasil sapu tangan nya yang terlihat kotor saat ia mengelap meja resepsionis di samping nya.


"M-maafkan saya pak"


"Ha! hanya meminta maaf saja! Dalam waktu 5 menit saya mau meja ini terlihat bersih tanpa sedikit debu maka dalam waktu 5 menit meja ini tidak bersih maka kamu akan saya pecat!" usai mengatakan itu Dirga pun kembali melangkah menuju ruangannya, namun diam-diam Nino memberikan sapu tangan miliknya ke atas meja resepsionis.


"Ingat sesuai perintah bos ku, maka meja ini harus terlihat bersih karena kata-katanya itu bukanlah main-main."


"I-iya pak, maaf pokoknya saya akan membersihkan meja ini sesuai keinginan pak Dirga!"


"Bagus kalau begitu waktu mu tinggal 4 menit lagi" Sahut Nino kembali.


"Oh tidak 4 menit lagi!" Sang resepsionis buru-buru mengambil alat pembersih yang ada di bawah meja.


"Dinu! apa kau ingin di pecat juga!" Sahut Dirga marah di ujung sana.


...----------------...


Saat di rumah Kanaya terpaku saat Kenzo menunjukkan Amplop berisi uang pemberian pak Liam dan juga Omma Ratna.


"Aku sama sekali belum memakai uang ini kak. Dan jika di awal aku tau yang bertunangan itu adalah mantan kakak maka aku akan menolak tawaran itu"


"Jadi maka dari itu kamu memakai topeng agar wajahmu tidak terlihat olehnya"


"Iya"


"Ironis sekali!" Timpal Kanaya.


"Lalu apa uang ini bisa aku pakai kak? dan apa kakak tidak marah aku bernyanyi di sana"


"Astaga kenapa harus marah. kakak tidak marah, lagian masalah Dirga itu dengan kakak dan bukan dengan kamu Ken"


"Tapi masalah kakak masalah aku juga. Kak aku adalah adik sekaligus seorang ayah untuk kakak dan sudah semestinya aku melindungi serta menjaga kakak terlebih dari pria seperti Dirga itu. Mentang-mentang kaya tapi sombong!"


"Sudahlah Ken jangan mengingat dia lagi, ini sudah malam mending kamu tidur yah."


"Aku belum mengantuk kak, aku masih ingin bermain gitar"


"Yasudah tapi ingat jangan terlalu larut ingat tubuh mu juga berhak untuk istirahat. kalau gitu kakak ke kamar dulu yah mau nonton drama Korea yang belum sempat kakak tonton"


"Drama Korea?bukan kah kakak pecinta drama thailand?"


"Drama thailand nya skip dulu, sekarang kakak mau nonton drama Korea yang kakak sama Kak Aca tonton. ceritanya tentang anak SMA,terus siswa SMA-nya itu ganteng banget tapi sayang sikapnya dingin, terus ada seorang siswi cantik yang suka dan terus mengejar siswa dingin itu tapi siswa dingin itu nyatanya tidak menyukai siswi itu..."


"Kak, panjang kali lebar kakak menjelaskan percuma karena aku sama sekali tidak tertarik!" Timpal Kenzo yang kini telah berjalan masuk ke dalam kamarnya.