Our Next Love

Our Next Love
Di Hina Lagi



Tatapan tajam dan menusuk itu tak pernah lepas dari pandangan Dirga saat menatap Kanaya yang berdiri di dekatnya seolah akan terjadi bom besar di antara keduanya.


"Omma! kenapa Omma bisa bersama wanita ini Ja*lang!" Tanya Dirga dengan kalimat berapi-rapi.


Bukan Kanaya yang menjawab melainkan Kenzo yang merasa tidak terima saat kakaknya di katakan seperti itu pada pria yang sama sekali tak ia kenal.


"Apakah mulut mu itu tidak bisa di jaga! berani sekali kamu mengatakan kakak ku seperti itu!"


Tanpa berpikir panjang Omma Ratna segera merangkul tubuh Dirga untuk membuat nya menjadi tenang karena saat ini mereka telah di lihat banyak orang.


''Tenangkan diri mu Dir, tidak baik berdebat masalah sepele ini di tempat umum seperti ini, maaf mama belum sempat mengenalkan mu pada Kanaya, dan kamu harus tau jika Kanaya ini lah yang menolong Omma saat itu"


"Apa? omma bilang ini masalah sepeleh! dan tanpa Omma beritahu aku terlebih dahulu sudah tau identitas wanita bus*k ini! " Dirga sengaja meninggikan nada suaranya agar orang-orang di sekitarnya bisa mendengar keburukan Kanaya. "Apa Omma tidak tau jika wanita ini adalah mantan pacar ku yang telah berhianat 6 tahun yang lalu! dan Omma mau tau karena apa aku memutuskan wanita ini! itu karena wanita ini! selingkuh serta tidur dengan pria lain tanpa sepengetahuan aku!"


Omma Ratna, Mauryn serta Kenzo terdiam sementara ketika mendengarkan penjelasan Dirga. Sukses dan Yakin mereka akan terpengaruh oleh ucapan Dirga.


"Stop itu tidak benar! dan harus berapa kali aku katakan jika semua itu hanyalah jebakan!" Jawab Kanaya mengelak membantah tudingan Palsu itu bahkan air matanya telah membasahi wajah.


Hati Kanaya teramat sakit seperti di hujam ribuan pisau, Dirga pria ini benar-benar membuat nya sukses di permalukan di depan semua orang.


Kenzo yang tidak tahan lagi pada akhirnya ia mencengkram erat kerah baju Dirga.


"Hati-hati kalau bicara! kakak ku Kanaya bukanlah wanita yang seperti yang kamu ucapkan! dan aku sangat yakin jika kak Kanaya memiliki hati yang tulus tanpa ada kata main-main!"


Dirga melepaskan cengkraman tangan yang bagi tidak seberapa kemudian balik memarahi pria ingusan yang ia yakin usianya masih sangat muda.


"Seingat ku kau dulu masih berseragam merah putih, masih polos dan tidak tau apa-apa! jadi jangan pernah kamu bersikap kurang ajar kepada ku!"


Kanaya menangkap tubuh Kenzo yang di dorong oleh pria kejam di depannya ini, sungguh jika saja Omma Ratna cerita tentang siapa cucunya itu maka sudah di pastikan Kanaya tak mau terlibat dengan Omma Ratna karena Dirga.


"Urusan mu adalah urusan ku jadi kamu jangan pernah sakiti adik aku!" Hardik Kanaya dengan mata berkaca-kaca.


Deruh nafas Kanaya menjadi tak teratur semakin gesit Dirga menghinanya maka semakin gesit ambisi nya untuk memberikan Dirga pelajaran.


Byuuurr.....


Segelas Oranye jus yang ada di atas meja sengaja Kanaya siram sepenuhnya membasahi seluruh wajah Dirga.


"Wajah ku! K-kau berani sekali..


"Maafkan aku Omma atas semua kesalahan yang sengaja aku buat ini dan perlu Omma tau jika apa yang di ucapkan oleh cucu Omma Ini tidak lah benar, bahkan hanya Omma yang dapat menilai.Terimakasih atas semuanya Omma, kalau begitu aku dan Kenzo pamit pergi dulu"


Dalam keadaan beurai air mata Kanaya berjalan sembari menuntun tangan Kenzo untuk mengikutinya melewati orang-orang yang sibuk memvidio kan dirinya.


...----------------...


Saat di rumah perdebatan terulang kembali dengan di wakili nyonya Sabrina yang mulai membela Dirga dan mulai menyalahkan Kanaya.


"Mustahil Mi,itu sangat mustahil,aku sangat yakin wanita Ja*lang itu sengaja membayar beberapa preman untuk membegal mami lalu dengan begitu ia berpura-pura sebagai pahlawan dan...


"Aku sangat tidak yakin dengan apa yang kamu ucapkan karena jika itu hanya permainan Kanaya, maka itu tidak akan melibatkan polisi!"


"Iya aku juga percaya kok Ma, jika kak Kanaya itu wanita baik dan aku tidak yakin jika kak Kanaya berselingku!"


"Kamu hanya anak kecil Mauryn, kamu tidak tau apa-apa dengan masalah ini! lebih baik kamu masuk ke dalam kamar kamu dan lekas tidur!"


"Kak aku sudah kelas 1 SMA dan aku bukan anak kecil lag..."


"Kakak bilang cepat masuk kedalam kamar mu Mauryn!"


"Ih kakak menyebabkan!" Mauryn teramat kesal sehingga ia menghentakkan kakinya dan pada akhirnya menuruti perintah kakaknya.